Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 50


__ADS_3

Sampai malam hari Diki belum juga kunjung kembali ke rumah sakit membuatnya khawatir takut terjadi sesuatu pada Diki, sekuat hati Dian mencoba berpikir positif, kedatangan mama Nadin dan Kiara tadi siang membiat Dian khawatir tidak mendapatkan restu tentang hubungannya dengan Diki, tanpa Dian sadar kalo dia masih menggantung perasaan Diki yang belum memberikan jawaban atas pernyataan perasaanya waktu itu.


Dian yang baru tau kalo Diki adalah anak dari salah satu raja bisnis di kotanya itu merasa tidak pantas bersanding dengan Diki berniat untuk menjauhi Diki namun sesaat Dian sadar dengan apa yang pernah Diki lakukan padanya, banyak kebaikan yang Diki lakukan untuknya dan juga keluarga membuat Dian bingung harus bagai mana, karna setau dia dari novel dan sinetron pasti ibu dari laki lakinya tidak akan setuju jika anaknya punya hubungan dengan orang dari kalangan rendah seperti dirinya, tapi kebaikan yang Diki lakukan untuk dirinya sungguh membuat Dian pusing.


Meski sikap mama Nadin baik dan ramah tapi dalam hati Dian masih tersimpan rasa takut sebab Dian sudah mulai membuka hatinya untuk Diki dan takut patah hati sebelum berkembang, Mama Nadin dan Kiara datang kesana juga membawakannya makan siang dan juga cemilan, bahkan kepada anak Clarisa mama Nadin juga bersikap baik dan juga terlihat sayang pada anak kecil malang itu.


Sampe akhirnya orang yang sedari tadi ia khawatirkan menampakkan batang hidungnya dengan wajah segar dan senyum cerah Diki berikan kepadanya namun Dian hanya diam tanpa membalas senyum yang Diki berikan padanya dan itu membuat Diki berpikir jika ibunya tadi kesini berbicara yang tidak tidak pada Dian sehingga Dian nampak diam saja saat melihatnya.


Namun tanpa Diki tau, bahwa dalam hati Dian begitu senang karna bisa melihat Diki karna Dian sudah rindu dengan wajah datar Diki dan itu sungguh membuat Dian rindu.


"Kamu kenapa?" tanya Diki saat sudah berada di hadapan Dian tanpa peduli tatapan mata ibu dan ayah Clarisa yang berada di belakangnya.


"Aku gak papa mas." jawab Dian singkat dan mengalihkan tatapannya dari wajah Diki agar Diki tidak tau kalo hatinya sedang bergemuruh senang bisa bertemu lagi dengan Diki.

__ADS_1


"Tatap mata aku, kenapa kamu cuek begini sama aku? apa aku punya salah? oh.. maaf aku baru datang karna tadi banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan sebelum kesini, maaf ya lama.." ucap Diki yang mengira Dian marah karna Diki lama datangnya.


Dian yang melihat laki laki dan perempuan paruh baya di belakang Diki mengurungkan niatnya bertanya pada Diki, dan semakin kaget saat melihat wajah perempuan itu mirip mantan istri Diki jadi semakin Dian tak berniat bicara lagi pada Diki.


Melihat sikap Dian yang semakin Dian membuat Diki segera menyelesaikan masalah ini secepatnya karna ingin segera membawa Dian pergi dari sana secepatnya.


"Mah, pah, kenalin ini calon istri Diki, dan Diki harap mama dan papa bisa segera menjelaskan pada Citra kalo kami bukan orang tuanya." ucap Diki datar


"Nak, apanya yang sakit?" tanya ibu Clarisa.


"Kepala aki sakit." jawab Citra lemah.


"Kenalin ini nenek, dan itu kakek, dan yang itu om sama Tante yang sudah nolong kamu itu bukan mama dan papa kamu nak, mama kamu lagi kerja, jadi tidak bisa datang kesini buat jagain kamu." ucap ibu Clarisa dengan nada bergetar menahan tangis saat melihat tatapan anak kecil yang polos itu.

__ADS_1


"Jadi itu bukan mama dan papa aku ya nek?" tanya Citra lirih.


"Iya sayang.. sekarang Cita sama nenek ya, biar om dan Tante itu pulang kan sudah jagain Citra dari pagi." ucap ibu Clarisa dan di jawab anggukan lemah.


"Trus mama Citra mana? tanya Citra polos?."


.


.


Bersambung....


Sudah up ya kak, jangan lupa jempolnya ya biar othor semangat upnya.

__ADS_1


__ADS_2