
Baru saja Diki menginjakkan kakinya di lobby kantor dia sudah melihat ada seseorang perempuan yang tubuhnya sangat dikenalinya berada di depan resepsionis dan sedang berbicara dengan resepsionis itu.
Ingin rasanya Diki mengusir perempuan itu karena sungguh sangat tidak ingin melihat perempuan itu, perempuan yang sudah menorehkan luka yang cukup dalam di hatinya bahkan membuat dia trauma untuk jatuh cinta lagi dan percaya dengan yang namanya perempuan selain mama dan kakak iparnya.
Baru saja Dicky ingin membalikkan badannya dan pergi menjauh dari lobi tapi perempuan itu lebih dulu melihat Dicky dan langsung memanggilnya.
"Mas Dicky" panggil perempuan itu yang tak lain Clarissa mantan istrinya yang tega berselingkuh bahkan menjual dirinya hanya untuk kepuasan yang tidak ia dapatkan dari seorang Dicky yang sibuk bekerja mencari nafkah untuk memenuhi semua kebutuhannya.
Dengan malas Dicky diam disana dan menunggu perempuan itu datang menghampirinya.
"Mau apa lagi kamu datang ke kantorku Clarissa?." tanya Diki datar dengan mata tajam menatap perempuan itu.
__ADS_1
"Mas tolongin aku, aku butuh bantuan kamu mas, tolong mas." ucap Clarisa tanpa malu meminta tolong pada laki-laki yang sudah ia campakkan itu.
"Maaf aku sibuk! silakan kamu pergi dari sini aku tidak punya waktu untuk meladeni perempuan seperti kamu!" ucap Dicky dingin dengan wajah datar dan mata tajam menusuk perempuan itu.
"Mas tolongin aku kali ini aja mas aku mohon mas, cuma kamu yang bisa tolongin aku mas." ucap Clarissa lagi dengan wajah yang sudah bercerai air mata.
"Aku nggak bisa! silakan pergi dari sini! apa perlu aku panggilkan sekuriti untuk mengusir kamu dari sini." ucap Dicky datar dan langsung melenggang pergi dari hadapan Clarisa tanpa mau menoleh lagi meski Clarissa memanggilnya.
"Baik bos, gue urus dia dulu silakan duluan ke ruangan lo dan pelajari berkas yang sudah gue taruh di meja lo karena sebentar lagi kita akan ada rapat, kalau gitu gue permisi dulu."ucap Tommy dan langsung pergi dari dari samping Diki karena saat ini keduanya sedang berjalan menuju lift untuk menuju ruangan Diki yang berada di lantai paling atas.
Dicky melanjutkan langkahnya menuju lift meski dengan perasaan kesal saat melihat wajah perempuan itu lagi. sejujurnya Diki tak tega melihat wajah memelas perempuan yang pernah singgah di hatinya itu cukup lama, tapi demi menjaga hati istri dirumah yang sedang mengandung buah cintanya ia harus melakukan itu agar orang ketiga tidak bisa masuk dalam hubungan rumah tangganya karena Dicky tidak ingin menghianati pernikahannya ini, Dicky ingin mencontoh sang ayah yang tidak pernah menduakan ibunya, selalu setia di manapun berada meski dipisahkan benua tapi tetap papa Juna selalu setia sama mama Nadine meski berjauhan berbulan-bulan bahkan tahun saat ia masih kecil dulu.
__ADS_1
Kesetiaan papa Juna dan nama Nadine yang menjadi motivasi nya dan ingin menikah sekali seumur hidupnya meski pun ia gagal dan kini pernikahan yang kedua Diki akan sekuat tenaga mempertahankan rumah tangganya yang baru seumur jagung agar bisa menua bersama hingga maut memisahkan.
.
.
Bersambung...
.
aduh bang, Abang bikin hati ane meleleh...
__ADS_1