
Seminggu berlalu, kini Dian sudah lebih bisa ikhlas menerima kepergian putrinya Diki pun senang melihat Dian yang sudah mulai ikhlas dan tidak murung lagi sehingga pagi ini adalah hari dimana seluruh keluarga akan ke makam Ayu untuk mendoakan Ayu karna tepat tujuh hari kepergiannya.
"Sayang mama tua ini sulit tapi kamu harus ikhlas dan terima kepergian putri kamu dan berdoa semoga putri kamu di tempatkan di surga Allah. Anggap saja Allah memberikan waktu pada kamu dan juga Diki untuk lebih memberikan kasih sayang dan juga perhatian pada si kembar sebelum nanti kamu kembali hamil." ucap mama Nadin lembut saat sudah pulang dari makam tadi dan kini tengah berada di kamar Diki berdua saja.
"Iya mah, Dian masih belajar untuk ikhlas menerima kepergian Ayu, ingatkan Dian ya ma jika Dian berada di jalan yang salah." ucap Dian sambil menyenderkan kepalanya di dada mama Nadin dan mama Nadin pun mengusap rambut Dian dengan sayang.
"Iya sayang, mama akan selalu mengingatkan semua anak mama jika berada di jalan yang salah karna itu adalah tugas mama sebagai seorang ibu." ucap mama Nadin.
Tanpa keduanya sadari jika sedari tadi Diki berada di pintu yang sedikit terbuka dan menyaksikan keharmonisan ibu dan istrinya yang saling menyayangi sungguh menjadi semangat tersendiri buat Diki melihat itu meski dalam keadaan lagi berduka.
Mama Nadin terus berbicara menceritakan kisahnya dulu saat kehilangan saudara kembar Dika hingga tanpa mama Nadin sadari Dian sudah terlelap dalam dekapannya dan baru sadar saat Diki masuk dalam kamar dan memberi tahunya.
__ADS_1
"Syukur lah Dian sudah tidur, biarkan Dian istirahat Diki, kasihan Dian pasti masih capek semuanya, biar nanti si kembar mama yang urus kamu disini saja jagain Dian." ucap mama Nadin saat melihat Dian yang sudah tertidur lelap di kasur setelah di pindahkan Diki.
"Iya mah, dan makasih mah sudah buat Dian tenang, karna Diki sendiri bingung harus kaya gimana agar Dian tenang beneran tanpa menyembunyikan kesedihannya pada Diki, karna di depan Diki Dian selalu bilang baik baik saja padahal gak." ucap Diki.
"Kalian anak mama, apa pun akan mama lakukan untuk bis membuat kalian nyaman dan tenang karna mama gak suka melihat wajah murung dan sedih di rumah ini,"ucap mama Nadin sambil mengusap bahu Diki.
"Mamah ke kamar dulu ya, mau mandi dulu. Kamu temani Dian saja disini, nanti mama akan minta bi Asih untuk mengantarkan cemilan dan juga minuman buat kamu dan Dian." ucap mama Nadin dan di angguki Diki setelah itu mam abadi pun keluar dari kamar Diki berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai satu.
"Mah.."panggil Kiara yang baru dari dapur melihat mama nadin turun dari tangga.
"Dian gimana mah?" tanya Kiara saat mama Nadin sudah sampai didekatnya.
__ADS_1
"Sudah lebih baik, sekarang lagi tidur." jawab Mama Nadin.
"Sayang bisa bikinin mama teh, rasanya mama haus sekali."pinta mama Nadin pada Kiara.
"Siap mah, " jawab Kiara dan langsung berbalik menuju dapur di ikuti mama Nadin yang ingin duduk di meja makan.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Suka ceritanya gak? kalo suka jangan lupa like, komen, hadiah dan vote ya, othor pusing nih boleh minta kopi gak biar matanya bisa melek lagi... hehe