Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 44


__ADS_3

Pagi harinya Diki nampak sendu karna tidak bisa melihat senyum Dian yang menunggunya di meja makan, karna saat ini Diki sedang sarapan bersama keluarga besarnya, Diki hanya diam saja saat si cantik mengajaknya bicara sungguh pikiran Diki berada di apartemennya, dan tak fokus dengan apa yang di bicarakan si cantik.


"Kamu kenapa Dik? dari tadi ponakan kamu ngajak bicara kamu diam saja?" tanya mama Nadin.


"Aki gak papa mah,: jawab Diki datar.


"Paling lagi mikirin tambatan hatinya itu..." jawab Dika asal dan memasukkan sarapan ke dalam mulutnya.


"Kalo kamu sudah yakin dengan perasaan kamu padanya kenapa gak di ajak serius aja, kan kamu jadi lebih tenang karna dia sudah sah jadi milik kamu." ucap mama Nadin memberi saran karna tak tega melihat wajah murung Diki.


"Dia belum jawab pernyataan perasaan Diki padanya beberapa hari lalu, dianya juga cuek dan biasa saja Diki mungkin emang dianya gak punya perasaan pada Diki mah." jawab Diki lesu.

__ADS_1


"Usaha dong...! masa gitu aja Lo nyerah, apa pesona Lo udah luntur makanya tak bisa menarik perhatiannya dia." ucap Dika dan langsung mendapatkan plototan dari Diki karna kesal.


"Udah pernah ajak dia kencan belum? misalnya nonton atau makan malam romantis gutu?" tanya Kiara.


"Belum mba, pernah waktu itu aku ajak dia ke mall tapi gak tau mau ngapain akhirnya cuma makan siang." jawab Diki.


"Coba deh ajak keluar kencan, makan malam romantis mungkin dan ajak bicara dia pelan pelan sambil mengenal satu sama lain, dan jangan dulu ngungkit tentang pernyataan kamu waktu itu, anggap aja memberikan dua waktu seiring berjalannya waktu, dan saat kamu merasa sudah saatnya kamu minta jawaban saat itu lah kamu tanyakan jawabannya." ucap Kiara memberi nasehat.


"Betul tuh yang di bilang Kiara, anggap aja pdkt kan baru kenal kan, mungkin dianya masih belum sreg sama Lo, jadi jalani aja dulu." ucap Dika membenarkan ucapan Kiara.


"Iya mah, Diki masih ingat semuanya." jawab Diki lesu.

__ADS_1


"Ya udah sekarang kamu habiskan sarapannya dan setelah itu kamu ke kantor selesaikan pekerjaan kamu dengan cepat agar bisa nanti malam kamu ajak dia kencan." ucap mama Nadin dan seketika Diki semangat membayangkan dia dan Dian pergi kencan.


.


Di apartemen Dian mengerjakan pekerjaannya seperti biasa, Dian pun sarapan seorang diri karna Diki masi di rumahnya, sehabis sarapan Dian pun melanjutkan membersihkan yang lain juga kamar Diki yang hari ini adalah waktunya mengganti seprai dan jga gorden kamar Diki, Dian pun melakukan pekerjaan itu dengan riang meski di sudut hatinya yang terdalam dia merindukan Diki entah kenapa akhir akhir ini Dian sering merindukan Diki, bahkan pernah beberapa waktu lalu Dian berniat menelpon Diki tengah malam karna Diki saat itu berada di luar kota saking kangennya sama Diki.


Sore harinya Dian pun mulai berkutat pada wajan dan pisau untuk membuatkan makan malam buat Diki karna Diki tak memberi tahu kalo dia akan pulang ke rumah utama jadi Dian pun berpikir jika Diki akan pulang ke apartemen mal ini seperti biasanya.


Namun sudah lewat dari pukul delapan Diki belum juga menampakkan batang hidungnya membuat Dian kecewa karna Diki tak memberikan kabar apa pun padanya.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2