Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 113


__ADS_3

Pagi harinya Dian bener melakukan apa yang ia bicarakan semalam pada Diki, di temani Kiara dan mama Nadin, Dian melakukan yoga bersama,namun saat baru jalan beberapa menit, badannya di peluk dari belakang dan depan oleh sebuah tangan kecil juga mendapat kecupan manis di dahinya, yang tak lain pelakunya adalah si kembar F.


Dengan segera Dian membuka matanya,dan tersenyum kepada kedua buah hatinya.


"Sudah habis maemnya?" tanya Dian karna tadi Dian minta tolong salah satu pelayan untuk menyuapi kembar F makan, karna sedang mengurus Diki yang selalu dan selalu ribet saat pagi hari mencari barang yang sudah di depan matanya namun tak di lihat.


"Dah..., Nda, cucu.."rengek Fadhel yang berada di depan dan menarik baju Dian.

__ADS_1


"Mau susu hem..? ya udah yuk ke kamar" ucap Dian terpaksa menyudahi kegiatan yoganya karna kedua buah hatinya sedang menginginkan susu darinya


"Ma, mbak, aku duluan ya ke kamar, kembar F minta mimik." pamit Dian, dan setelah mendapat jawaban dari keduanya, Dian dengan perlahan menuntun keduanya berjalan menuju kamar si kembar.


Dian memberikan asi kedua buah hatinya sampai kenyang hingga terasa kedua mata bocah tampan itu tertutup dan tertidur dengan pulas. kita pun dengan segera melepaskan ****** susunya dari mulut Fazal dan merapikan lagi penampilannya setelah itu yang melakukan kecupan sayang leg kedua wajah buah hatinya.


"Lebih baik aku lari di treadmill aja kali ya mumpung si kembar tidur ya lumayan dapat waktu satu jam sebelum membuatkan makan siang buat mas Diki." ucap Dian pada diri sendiri dan berges as keluar dari kamar kembar F menuju ruang olah raga yang berada di kamar paling pojok dekat kolam renang.

__ADS_1


.


Di lain tempat tepatnya di kantor, Diki tengah mendengarkan cerita Tomi tentang bagaimana kelanjutan rumah tangganya dengan istrinya karena ada beberapa hal yang membuat Tomi ragu dan juga gelisah dengan dirinya akhir-akhir ini sehingga ia membutuhkan saran yang tepat agar tidak salah jalan dalam mengambil langkah ke depan apalagi ada anak yang harus dia pikirkan.


"Sebaiknya lu pulang lu bicara sama papa dan kak Dika karena jujur gue nggak bisa kasih pendapat ataupun saran yang bagaimana-bagaimana sebab gue pun baru mengarungi bahtera harum rumah tangga dan lo tahu itu makanya gue minta lu pulang lu bicara sama papa dan kak Dika karena mereka yang lebih berpengalaman ketimbang gue yang masih anak bawang." cap Diki bingung mau memberikan saran kepada dopi karena ia pun juga tidak tau mau bilang apa.


"Baiklah nanti sore gue ikut lo pulang ya mau ketemu sama mama papa dan mungkin juga ucapan lo benar gue harus minta solusi sama yang udah lebih berpengalaman." ucap Tomi dan punggungnya di sofa.

__ADS_1


"Balik kerja sono ke meja lo biar kerjaan kita cepat kelar agar bisa cepat pulang, udah kangen gue sama si kembar pasti dia tidur jam segini, " jawab Diki mengusir Tomi karena ia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya agar bisa cepat pulang bertemu dengan istri dan anaknya.


__ADS_2