Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 115


__ADS_3

Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya yang di bantu Tomi, Diki pun melesat menuju toko kue langganan keluarga untuk membeli kue brownies pesanan Dian, tak lupa Diki pun membelikan kue lain untuk mama Nadin dan juga mba kiara, karna selera ketiga wanita itu berbeda, kalo Dian suka brownies, mama Nadin suka bolu pisang, sedangkan untuk Kiara, Diki membelikan cupcake satu boks besar karna si tuan putri Lina juga sangat menyukai cupcake dengan aneka topping.


Setelah selesai dengan urusan kue, Diki pun langsung melesat pulang ke rumah karna ingin melihat Dian apakah Dian akan makan kue brownies itu atau hanya melihat ia makan saja.


Saat sampai di depan rumah, Diki sudah di tunggu Dian yang berdiri di teras rumah dengan senyum yang manis membuat Diki seketika merasa hilang capek dan penat setelah seharian bekerja hanya dengan melihat senyum manis Dian.


"Mas...."ucap Dian merentangkan tangannya minta di peluk di depan rumah satu hal yang tidak pernah Dian lakukan, jika kalo pelukan itu pasti Diki yang memeluk dan itu pun di malam hari saat dirinya akan melakukan perjalanan jauh keluar kota misalnya.


Dengan wajah bingung Diki memeluk Dian menuruti keinginan Dian meski dalam hatinya ia senang dapat sambutan yang tak pernah ia duga.


"Sudah dulu pelukannya, nanti kita lanjutin di kamar ya, sekarang kita masuk yuk." ucap Diki melepas pelukan Dian dan mengecup sebentar dahi Dian dengan sayang.


"Yuk... tapi pesanan aku udah mas belikan kan?" tanya Dian.

__ADS_1


"Sudah sayang, nanti biar di ambil bibik, sekarang temani mas mandi dulu yuk, mas gerah banget."ajak Diki dan di angguki Dian.


Kedua masuk dalam rumah, dan Diki pun meminta pada bik asih untuk mengambil kue yang ia beli dan di hidangkan di meja, karna sehabis mandi ia kana melihat pertunjukan yang sedari tadi ia harapkan.


Setelah selesai mandi ( ingat hanya mandi ya,) Diki langsung memakai pakaian yang di siapkan Dian karna Diki juga sudah merindukan kedua buah hatinya yang belum ia lihat seharian ini. Setelah itu ia keluar dan berjalan menuju ruang keluarga karna sudah pasti jam segini kedua orang tua dan juga kedua putranya berada disana.


"Sayang..." sapa Diki saat melihat kedua buah hatinya bangun dan berjalan menuju arahnya seketika Diki berlutut menyambut kedatang kedua buah hatinya.


"Yahyah... Yahyah...." ucap keduanya berbarengan memeluk Diki seperti biasanya.


"Nda...nda..." ucap keduanya berbarengan dengan masih memeluk Diki erat saking kangennya seharian tidak bertemu dan itu sudah hal biasa jika Diki bertemu kedua buah hatinya makan ketiganya tidak akan bisa di pisahkan sampai si kembar F itu tertidur baru bisa Diki bermesraan sama Dian.


"Mah,mbak, Diki beliin keu kesukaan kalian tadi, yuk makan bersama masih hangat tadi saat Diki beli."ucap Diki dan seketika membuat mama Nadin bangun juga Kiara karna mendengar kue kesukaannya di beliin Diki.

__ADS_1


"Tau aja kamu dik, apa yang mba mau, baru aja mba mau menghubungi kakak kamu buat beliin Kaka kue. Makasih ya" ucap Kiara dan berjalan menuju meja makan dan terlihatlah disana banyak kue yang Diki beli.


"Loh.. kok ada kue brownies selai nanas?" tanya mama Nadin.


"Itu Dian yang minta mah."ucap Dian.


"Hah...." ucap Kiara dan mama Nadin kaget.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2