
"Semuanya kalian boleh pergi dari sini kecuali dia."ucap Tomi dengan menatap Bagas dengan mata merah padam.
Mendengar perintah dari bosnya semua yang ada di ruang tamu pergi dari dari sana dan hanya menyisakan Bagas yang duduk sendiri dengan keringan bercucuran di wajahnya.
Tomi dan beberapa anak buahnya yang berdiri di belakangnya berjalan mendekati sofa yang di duduki Bagas dan duduk di depan Bagas dengan santai dan menatap Bagas dengan tajam.
Bagas hanya diam dan melihat Tomi dengan hati yang sudah gundah dan ia tak menyangka jika teman temannya yang ia percaya juga sudah anggap saudara akan membawanya dalam masalah yang ia hindari.
"kamu pasti sudah tahu dan sudah tidak asing lagi dengan wajah saya dan kamu juga pasti bisa menebak apa yang akan saya lakukan terhadap kamu karena kamu sudah berani bermain-main dengan keluarga Wijaya ?" tanya Tomi penuh penekanan.
__ADS_1
Bagas hanya diam dan menatap Tomi dengan gemetar sungguh Bagas sangat takut berhadapan langsung dengan Tomi karna menurut yang ia dengan kalo Tomi lebih mengerikan di banding Diki bosnya, namun siapa yang sangka kalo sekarang ia akan berhadapan dengan Tomi langsung dengan ke adaan sendiri tanpa siapa pun yang menolong dan berada di dalam sarangnya.
Meski dengan badan bergetar Bagas memberanikan diri menatap Tomi dan langsung tersenyum melihat Tomi yang menatapnya dengan tajam dan berusaha menekan rasa takutnya karna mengingat saat ini Dian mungkin sudah meninggal makanya dengan cepat Tomi bisa m nangkapnya.
"Hahahaha.... aku tau apa yang aku lakukan dan aku bahagia karna sudah cukup bagi ku kalian bahagia di atas penderitaan ku, dan kalo aku tidak bisa memiliki Dian maka siapa pun tidak boleh memiliki Dian selamanya karna sudah cukup selama ini aku menderita melihat Dian bahagia bersama kalian." ucap Bagas keras dan menatap Tomi tajam hilang sudah rasa takutnya saat mengingat Dian.
Mendengar ucapan Bagas seketika tangan Tomi terkepal keras bahkan sampai buku buku tangannya memutih menahan amarah, jujur saja ingin rasanya Tomi memukul wajah yang tengah tersenyum mengejeknya itu namun ia ingat janjinya dengan sang istri bahwa ia tidak akan memakai tangannya sendiri untuk menghukum orang yang sudah berbuat salah dan mengingat janjinya dengan istrinya seketika Tomi mengingat Citra yang entah bagai mana kabarnya sekarang.
Tanpa mengucapakan sepatah kata kedua anak buah Tomi langsung membawa Bagas ke ruangan yang di maksud dan setelah itu hanya teriakan dan jeritan kesakitan dari Bagas yang terdengar dan entah apa yang sudah Tomi perintahkan pada kedua anak buahnya itu sehingga setelah setengah jam berlalu suara itu masih terdengar namun sudah mulai berkurang dan terdengar suara rintihan sehingga Tomi langsung bergegas pergi dari rumah itu menuju rumah sakit tempat Citra dan Dian di rawat karna Tomi sudah sangat mengkhawatirkan ke adaan Citra di sana juga keberadaan anaknya yang saat ini sedang di sana juga.
__ADS_1
"Kamu harus kuat sayang, dan kamu harus kembali lagi seperti dulu karna aku belum dapat membahagiakan kamu, cuma sedih aja yang selama ini kamu dapatkan dari aku."gumam Tomi sambil membawa mobilnya dengan kencang.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...