Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 39


__ADS_3

Saat sampe di apartemen Diki langsung naik ke lift menuju unitnya yang ternyata sudah di tunggu Dian di dalam apartemennya bersama Tomi,


Diki langsung duduk dan meminta Tomi untuk memberi tahu apa saja yang akan Dian lakukan di apartemennya tepatnya penjara cintanya.


Diki yang melihat Dian menurut saja dengan apa yang Tomi ucapkan sungguh hatinya bahagia karna wanita itu kini sudah dalam genggamannya.


Diki tak pernah menyangka jika gadis yang ia suka adalah gadis yang masih sangat polos, dan untungnya dia yang menemukan bukan orang lain yang bisa menjerumuskan dalam pergaulan salah.


"Apa ada lagi yang mesti saya sampaikan pada Dian bos?." tanya Tomi yang sudah duduk di sampingnya sedangkan Dian pergi ke kamar yang akan ia tempati mulia hari ini dan seterusnya sebelum Diki menghalalkannya.


"Lo pergi ke kantor dan urus semua nya, gue hari ini disini mau lihat pekerjaan Dian, gue mau coba masakannya karna tadi di rumah gue dikit sarapan sekarang gue laper lagi." ucap Diki dan di anggukin Tomi.


"Tuan apa mau saya buatkan sesuatu?" tanya Dian baru keluar dari kamarnya.


"Buatkan tuan sarapan, di kulkas isinya sudah lengkap." ucap Tomi karna Diki hanya melihat Dian yang tersenyum ramah terhadapnya.

__ADS_1


"Tuan mau saya buatkan apa?" tanya Dian menatap Diki.


"Apa saja." jawab Diki singkat.


"Baik tuan, kalo begitu saya kebelakang dulu." pamit Dian dan langsung pergi menuju dapur membuatkan tuan barunya sarapan.


"Kalo gitu gue pergi ya, gue harus gantiin Lo rapat ntar jam delapan." pamit Tomi dan melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul setengah delapan.


"Ok, Lo urus semuanya, dan jangan ganggu gue kalo gak penting banget, kali bisa di tunda, tunda saja sampe besok paling cepat kalo bisa lebih." ucap Diki dan seketika membuat Tomi membuka mulutnya lebar lebar karna kaget.


"Ya bener lah, gue mau santai seminggu kedepan, jadi Lo yang urus semuanya ok!" ucap Diki tanpa memikirkan nasib Tomi di kantor sendirian menghandle semuanya.


"Udah sana Lo ke kantor, ntar telat." usir Diki dan mendorong bahu Tomi agar segera pergi dari apartemennya.


"Iya iya gue pergi, tapi ingat Lo jangan macam macam mentang mentang cuma berdua di apartemen, ingat belum sah...!" ucap Tomi mengingatkan Diki karna tidak menutup kemungkinan Diki akan berbuat yang tidak tidak karna Diki sangat menginginkan Dian jadi miliknya makanya Tomi mengingatkan Diki.

__ADS_1


"Lo kaya gak kenal gue aja." sungut Diki kesal.


"Ya kan gak tau nanti ada setan' lewat Lo jadi ke bablasan kan Lo menginginkan dia jadi milik Lo kan, siapa tau setan gangguin pikiran Lo dan Lo terhasut." ucap Tomi dan setelah itu berjalan menuju pintu keluar dan pergi dari unit Diki.


Mendengar ucapan Tomi membuat Diki berpikir kalo yang di ucapkan Tomi benar kalo dia sangat menginginkan Dian jadi miliknya makanya ia sampe nekat mengurung Dian di apartemennya berkedok pelayan agar Dian tidak dekat dengan laki laki lain di luar sana.


.


.


Bersambung...


Hai.... kak maaf ya othor tiga hari gak up karna othor pulang kampung, maklum lah ketemu keluarga jadi gak bisa konsen nulis pinginnya ngobrol terus ma keluarga.


Nah sekarang othor dah balik, mari kita maraton lagi yuk... jangan lupa jempol dan kopinya ya biar othor gak ngantuk nulisnya... makasih kakak kakak tersayang....

__ADS_1


__ADS_2