
tepat pukul setengah lima pagi Dian bangun dari tidurnya dengan perlahan Dian membuka matanya dan melihat sekeliling kamar yang nampak asing baginya, setelah beberapa saat akhirnya Dian sadar kalo ini bukan kamar yang biasa ia tempati di apartemen Diki melainkan kamar hotel tempat kemarin mereka mengadakan resepsi pernikahannya dengan laki laki yang sangat ia cintai.
Ceklek....
Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Diki dari dalam sana dengan ke adaan sangat segar dan sudah lengkap dengan baju Koko dan sarung pertanda ia sudah siap untuk melakukan solat subuh.
"Cuci muka terus ambil wudhu ya, kita solat subuh berjamaah." ucap Diki lembut menatap Dian yang tengah terduduk mengumpulkan nyawanya.
"Baik mas." jawab Dian dan segera turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
...****************...
Setelah selesai menunaikan solat subuh berjamaah dengan istrinya, Diki langsung meminta Dian untuk duduk si sofa karna ada yang ingin ia bicarakan dan penting.
__ADS_1
"Ada apa mas?" tanya Dian.
"Nanti jam sepuluh mas bakal berangkat ke luar negri untuk kunjungan tahunan ke cabang perusahaan. Mas kan gak tau kalo kemarin kita akan menikah jadi mas gak bisa batalin gitu aja jadwal kerja mas untuk kunjungan rutin itu." ucap Diki memberitahu rencana keberangkatannya pada Dian.
"Berapa lama mas?" tanya Dian lagi.
"Mungkin sekitar sebulan atau dua bulan lebih, karna bukan hanya satu negara7 yang akan mas kunjungi, ada Singapura, Belanda dan baru ke Bali, setelah dari Bali mas baru pulang." ucap Diki dengan wajah bersalah karna akan meninggalkan istrinya untuk waktu yang lama.
"Maaf mas harus meninggalkan kamu untuk waktu yang lama, jujur mas ingin mengajak kamu kemana pun mas pergi, tapi nanti disana mas tidak akan ada waktu untuk mengajak kamu sekedar makan malam berdua, karna jadwal mas sudah sangat padat sekali, mas sengaja minta pada Tomi untuk mempercepat semua urusan mas, karna mas ingin memberikan kejutan untuk mu setelah mas pulang nanti, ya itu melamar kamu, eh.. malah mas yang mendapat kejutan karna langsung di suruh ijab qobul." ucap Diki menjelaskan agar Dian tak salah paham dengan ya karna tak membawanya ikut serta keluar negri.
"Gak papa mas, mah kerja saja yang bener agar semua urusan mas disana ceper selesai dan kita bisa bersama lagi." ucap Dian lembut mengerti dengan keadaan Diki.
"Kamu gak marah kan sama mas karna tak bisa membawa kamu sekalian keluar negri?" tanya Diki
__ADS_1
"Enggak mas, kan mas kesana buat kerja, kalo mas kesana buat jalan jalan baru aku marah." ucap Dian lagi dengan mengulas senyum manis.
Mendengar ucapan Dian yang mengerti dirinya seketika Diki langsung menarik Dian dalam pelukannya, dan tanpa kata Diki menyatukan bibirnya untuk pertama kalinya dengan Dian, dengan perlahan Diki mengecup dan ******* bibir Dian atas bawah secara bergantian dengan lembut tanpa ada nafsu di dalamnya.
Lama kelamaan ciuman yang awalnya tanpa nafsu itu kini menjadi lumayan yang panas dan penuh nafsu, meski sudah Diki tekan nafsunya agar tak terpancing, tapi kenikmatan yang Diki dapatkan dari bibir Dian yang sekarang menjadi candu sungguh membuat Diki lupa akan rencananya yang ingin membuat malam pertama nanti saat ia pulang dari perjalanan bisnis nanti agar Diki bisa fokus dengan urusannya disana tanpa di ganggu dibawah sana yang rindu rumah barunya.
.
.
Bersambung...
Nyicil dikit boleh kali ya....
__ADS_1
Biar Diki bisa juga merasakan indahnya berumah tangga walau hanya bagian atas saja.