Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 65


__ADS_3

Tak terasa waktu cepat berlalu, satu bulan sudah keluarga Dian berada di apartemen Diki, semenjak keluarga Dian berada di apartemennya, Diki jarang pulang kesana, ia lebih memilih pulang ke rumah utama karna tak ingin membuat ibu serta adik Dian canggung dengan kehadirannya disana, namun komunikasi antara dirinya dengan Dian masih berjalan mulus, seperti hari ini Diki saat ini sedang berada di kantor dengan begitu banyak berkas yang harus ia periksa dan tanda tangani tapi masih bisa memecah konsentrasinya karna ia juga sedang membalas pesan dari Dian pujaan hatinya.


Karena lama chatnya tidak di balas oleh Dian Diki pun langsung melakukan panggilan namun hingga panggilan ketiga Dian masih juga belum menerima panggilannya membuat Diki mengeram kesal karna tak biasanya Dian seperti itu mengabaikan panggilan dan juga chatnya.


"Lagi ngapain sih, tadi bilangnya sudah tidak sibuk ini kenapa telpon juga chatnya gak di balas balas sih." ucap Diki kesal menatap handphone nya yang masih menyala dan menampilkan foto Dian yang sedang tersenyum manis yang Diki jadikan wallpaper di handphone mahalnya itu.


"Apa gue pulang aja, kan bentar lagi juga jam makan siang." ucap Diki paa dirinya sendiri.


"Tapi kan habis makan siang ada rapat, gimana dong, ah kesel....!" kesel Diki sambil mengusap wajahnya dengan tangannya.


"Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


"Masuk.." sahut Diki dari dalam.


"Mas.." ucap Dian saat dirinya baru membuka pintu ruangan Diki.


Diki yang awalnya sibuk menolak balikan berkas yang ada di hadapannya langsung mengangkat kepalnya saat mendengar suara wanita yang sudah membuatnya frustasi beberapa saat lalu.


"Loh yank.., kamu disini?." ucap Diki dan bangun dari duduknya berjalan menghampiri Dian dan langsung memeluk gadis yang sudah berhasil memporak porakan perasaannya itu.


"Kangen..." ucap Diki manja.


"Habisnya kamu di ajakin ketemuan gak pernah mau,." ucap Diki kesel dan semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Dian menghirup wangi siang yang membuatnya mabuk kepayang.

__ADS_1


"Kenapa gak pulang ke apartemen aja sih, kan kita bisa makan bersama." ucap Dian.


"Mas belum siap ketemu ibu kamu yank," ucap Diki lirih.


"Loh... kenapa? apa mas Diki tidak serius menjalin hubungan dengan ku?" tanya Dian dengan wajah yang terlihat kecewa.


"Bukan begitu, aku serius menjalani hubungan dengan kamu, bahkan saat ini sungguh aku ingin membawamu ke KUA agar aku bisa memiliki kamu seutuhnya, namun aku malu sama ibu kamu dengan perbedaan umur kita yang jauh aku merasa tidak pantas buat kamu, kamu bisa mendapatkan laki laki yang jauh lebih muda yang sepadan dengan kamu sedangkan aku, umur aku sudah tak muda lagi dan aku sungguh merasa tidak pantas bersanding dengan kamu." ucap Diki merasa minder dengan perbedaan umurnya dengan Dian.


Beberapa hari yang lalu saat dia membawa Dian pergi ke salah satu mall dengan membawa Dina adiknya Dian, tak sengaja mereka bertemu dengan sahabat lama Dian dan mereka membahas laki laki yang katanya masih mengejar Dian sampe saat ini, dan kebetulan mereka akhirnya bertemu dengan laki laki itu yang kelihatan masih muda dan tampan, itu lah yang membuat Diki mereda minder dengan umur yang sudah sangat matang dan juga statusnya yang duda Sanga berbanding terbalik dengan laki laki yang menyukai Dian itu.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2