Feng Ying

Feng Ying
10 -Telur


__ADS_3

Feng Ying dan peserta lain muncul di tempat yang berbeda. Kali ini, Feng Ying muncul di samping sebuah danau besar yang jernih. Bahkan di sana terlihat ikan ikan yang berenang. "Sepertinya Chen tidak ada di sekitar sini. Baiklah, aku akan mencari targetku sekarang."


Feng Ying langsung pergi dari sana dengan sangat cepat. Setelah belasan menit mencari dengan larinya yang sangat cepat, Feng Ying menemukan seseorang. Feng Ying menaiki pohon di sampingnya. "Sayang sekali.. Dia bukan targetku."


Bukan hanya ada satu orang, namun ada satu orang lainnya. Mereka berada di tengah rerumputan yang besar dan tinggi. Salah satu orang mengikuti orang di depannya secara diam diam. Kepalanya ditundukkan ke bawah agar tidak terlihat targetnya. Ia juga menyembunyikan hawa keberadaannya.


Sementara, satu orang di depan nampak siaga. Ia berbalik ke belakang karna merasa ada seseorang. Namun, ia tidak melihat siapapun di sana. Iapun kembali melanjutkan perjalanan.


Pemangsa yang memburu targetnya saat ini sedang menarik busur panah dari jarak beberapa meter dari target. Tubuhnya masih agak ditundukkan. Matanya fokus menatap target.


Perlahan, tapi pasti. Pemanah mulai meluncurkan anak panah.


Whuuss


Orang yang menjadi taget pemanah langsung berbalik dan menghindari panah yang akan menancap tepat di jantungnya. Walaupun ia sudah menghindar, tapi ia masih saja tergores panah itu.


Target langsung memandang pemanah dengan remeh, "Heh, apa hanya sampai ini saja kemampuanmu?"


Sudut bibir pemanah terangkat, "Kau terlalu meremehkanku. Aku memang sengaja meluncurkan panah dengan kecepatan yang diturunkan, agar kau bisa menghindarinya dan tidak mati. Juga, kuberitahu padamu. Panah itu bukan panah biasa. Namun panah itu memiliki racun tidur yang membuatmu tidak akan bisa terbangun selama seharian."


"Apa? Tapi bagaimana bisa? Aku sudah menghindari panah milikmu dan aku tidak terkena panah itu sama sekali."


Pemanah menunjuk bahu targetnya yang nampak berdarah, "Walaupun hanya goresan, namun obat itu masih tetap bisa mempengaruhimu," ia memandang targernya dengan sinis.


Kini, pandangan target mulai berputar putar dan buram. "Sial, sepertinya apa yang dia bilang benar."


Tak lama kemudian, tubuhnya jatuh ke tanah. Matanya menutup dan pingsan. Pemanah langsung menghampirinya dengan hati hati. Lalu, pemanah itupun mengambil token miliknya yang ada di balik pakaian.


Pemanah itu berlalu pergi, "Sekarang aku sudah mendapatkan 6 poin dengan 3 poin dari token milikku dan 3 poin dari token milik targetku. Haha, aku beruntung sekali dapat mengambilnya dengan cepat. Bahkan tidak sampai satu hari."


Feng Ying berdiri di atas pohon. Ia memperhatikan bagaimana seorang peserta mengalahkan peserta lainnya. "Hm.. Dia menggunakan cairan obat pada panah untuk membuatnya pingsan. Dia hebat juga, karna sudah mendapatkan target."


Feng Ying hanya diam dan tak melakukan apapun di balik rimbunya dedaunan pohon. Bahkan pemanah itu tidak menyadari keberadaannya. Pemanah langsung pergi.


"Walaupun dia sudah mendapatkan target, bukan berarti sudah berada di kata 'aman'. Karna masih ada pemburu yang memburunya," tatapan Feng Ying terarah pada semak semak yang berada di jarak beberapa meter darinya.


Dibalik semak semak, ada seorang pemuda yang mulai mengikuti pemanah tadi. Menurut Feng Ying, pemanah adalah target dari orang itu.


"Sekarang aku harus kemana agar bisa mendapatkan targetku itu? Aku harus mencarinya untuk mendapatkan 3 poin" gumam Feng Ying.


Sesuatu terlintas di fikiran Feng Ying, "Hehehe.. Bila ada mereka, kenapa tidak? Bila dijumlahkan, 3 token itu berjumlah 3 poin. Lalu, setelah aku mengambil ketiga token itu, aku juga akan mencari targetku. Lagi pula, bila aku melakukannya, maka peserta yang lolos akan berkurang. Jadi, semakin banyak orang yang akan gagal."


Feng Ying langsung mengikuti dua orang tadi. Ia akan mengambil 3 token sekaligus. Feng Ying tidak akan menyerang salah satunya. Namun, ia akan menunggu hingga salah satunya menang dan membuat 3 token peserta berada pada satu orang. Feng Ying pun akan mengambil token ketika token itu berada pada orang tersebut.


***

__ADS_1


Di tempat lain, Wang Chen terus berkeliling hutan tanpa arah. Ia membawa sebuah karung dengan di dalamnya terdapat cangkul. Ia bingung harus bagaimana. Ia tidak tahu siapa targetnya. Jadi, Wang Chen memutuskan akan mengambil tiga token dari tiga orang berbeda.


Namun, sampai sekarang ia tidak juga menemukan siapapun di dalam hutan. Dirinya tidak seberuntung Feng Ying yang dapat dengan cepat menemukan mangsa.


"Kemana semua orang? Kenapa aku tidak menemukan mereka satupun? Bahkan sekarang tidak ada demonic beast yang besar sama sekali. Apa ini adalah hutan yang berbeda dengan kemarin?" gumam Wang Chen.


Ia sudah berjam jam berjalan tanpa arah. Yang dapat ditemuinya hanyalah benda benda hutan, kelinci dan hewan kecil lainnya. Tidak ada hewan besar, seperti harimau maupun singa.


***


Pada malam hari, di tempat Feng Ying berada. Dirinya sudah mengambil tiga token sekaligus dari satu orang. Awalnya, pemanah selalu diikuti oleh pemburu sampai hari sudah sore. Lalu, yang menang adalah pemburu.


Pemburu berniat lari dari sana meninggalkan targetnya yang terjatuh ke dalam sungai dan tak bisa berenang. Namun, Feng Ying segera mengambil token yang diambil oleh pemburu dan mengambil token milik pemburu itu sendiri tanpa diketahui pemburu.


Setelah selesai, Feng Ying langsung menceburkan pemburu ke dalam sungai dengan arus deras bersama target dari si pemburu yang terjatuh ke dalam sungai. Pemburu pun terbawa arus kuat hingga jauh, yang lebih parahnya, ia tidak bisa berenang.


Tidak diketahui bagaimana keadaan dua orang itu. Namun yang pasti, keberhasilan selamat adalah kurang dari 10%.


Feng Ying sendiri tidak peduli bila keduanya mati. Itu bukanlah urusannya. Bila keduanya mati, ya.. Mungkin itu sudah takdir mereka. Itulah yang Feng Ying pikirkan.


Kini Feng Ying muncul di hutan dengan pepohonan tanpa daun sama sekali. Akar akar pohon yang besar nampak terlihat ke atas permukaan tanah. Dengan langit yang gelap, tempat tersebut nampak menyeramkan bagi orang yang melihatnya. Namun bagi Feng Ying, tempat ini tidaklah menyeramkan sama sekali. Ia terus berjalan santai digelapnya malam.


"Sepertinya tidak ada peserta yang berada di sini" gumam Feng Ying.


Tatapan Feng Ying terus menelusuri sekitar. Hingga berhenti di salah satu titik hutan. Ia berjalan ke arah sebuah pohon dengan lubang di bagian tengahnya. Di dalam lubang, nampak sesuatu berbentuk hampir bulat.


Feng Ying melihat ke kanan dan kiri untuk mengetahui siapa pemilik dari benda yang ia sentuh. Namun, di sekitarnya tidak ada satupun makhluk. Bahkan semut dan hewan kecil lainnya tidak ada di sana. Pepohonan yang ia lihat nampak sudah mati dan layu, tanpa dedaunan satupun.


Feng Ying melihat kembali benda di depannya, "Sepertinya.. Ini.."


Mata Feng Ying berbinar seperti menemukan harta terpendam, "Telur gajah terbang! Aku sudah mencari anak gajah terbang. Hanya saja sangat sulit. Aku tidak pernah menemukan mereka. Namun sekarang, aku menemukan telurnya, haha. Hari ini aku sangat beruntung sekali."


Feng Ying langsung memeluk telur di depannya. Senyuman tak pernah pudar dari wajah bocah itu.


Krakk


Krakk


Krakk


Suara retakan mulai terdengar pada telur yang dipeluk. Feng Ying agak menjauhkan wajahnya, namun ia masih memeluk telur itu. Ia ingin melihat secara dekat anak gajah yang ia bayangangkan di dalam fikirannya.


Akhirnya, telur bagian atas pun terbuka dan sebuah kepala yang agak kecil keluar. Matanya yang tertutup mulai terbuka. Hal yang pertama dilihatnya adalah Feng Ying.


Feng Ying terkejut karna hewan di depannya tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan. Ia mengira dan berharap bahwa hewan di depannya adalah demonic beast berwujud gajah dengan sayap di tubuhnya. Namun, ternyata ekspektasi tidak sesuai realita.

__ADS_1


Di hadapan Feng Ying ada seekor demonic beast berwujud harimau. Nampak gambar gambar indah di tubuhnya dengan warna hitam. Sementara warna bulu lainnya adalah biru. Matanya pun berwarna biru laut yang indah. Di keningnya terdapat sebuah gambar bulan sabit berwarna hitam.


Nyawn~


Kini, harimau itu mengira bahwa Feng Ying adalah induknya. Seperti mengerti apa yang harimau itu katakan, Feng Ying segera berkata, "Aku ini bukan ibumu. Kau faham?"


Nyawn~


Harimau langsung melompat ke arah pelukan Feng Ying. Cakarnya langsung mengenai pakaian bocah itu. Feng Ying melepaskan harimau itu dengan paksa. Iapun langsung menaruh harimau yang ditemukannya ke dalam cangkang telur kembali. "Kau diam di sini. Jangan kemana mana dan jangan ikuti aku."


Feng Ying langsung pergi meninggalkan harimau yang kini berada di dalam cangkang telur. Harimau itu tentu tidak akan diam saja ketika melihat orang yang ia kira induknya pergi. Iapun melompat keluar dari dalam cangkang dan langsung menyusul Feng Ying.


Harimau langsung melompat dan bergelantungan di pakaian belakang Feng Ying. Feng Ying pun menjadi terganggu, ia mengambil harimau yang ada di belakangnya dan langsung menaruhnya di atas permukaan tanah. "Sudah kubilang untuk tidak mengikutiku!", kesal Feng Ying.


Nyawn~


"Aku sudah bilang bahwa aku bukan ibumu. Kenapa kau tidak faham juga?"


Nyawn~


"Kenapa dia ini keras kepala sekali? Menyebalkan. Akan kubakar dia menjadi sate panggang. Tapi ngomong ngomong.. Sejak kapan harimau lahir dari telur?" batin Feng Ying dengan bingung.


>> Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tingkat kekuatan di dunia ini:


*Pemula\=1-9


*Qi condensation\=1-9


*Qi foundation\=1-9


*Master\=1-9


*Grandmaster\=1-9


*Prajurit\=1-9


*Jenderal\=1-9


*Kaisar\=1-9


*Bumi\=1-7

__ADS_1


*Langit\=1-7


*Immortal


__ADS_2