
Flashback End~
Feng Ying menatap Wang Chen dengan datar. Walaupun awalnya dirinya terkejut, namun kini dirinya kembali seperti biasa. "Aku tak membutuhkan semua hal itu, Chen."
"Ka- kalau begitu, apa yang harus kulakukan?" ucap Wang Chen dengan gugup.
"Sekarang lepaskan es ini dahulu" ucap Feng Ying.
"Aku tidak akan melakukan itu. Karna kau bisa saja langsung kembali ke istana" ucap Wang Chen dengan ragu ragu.
"Cepatlah, lepaskan saja! Aku takkan melakukan itu!" kesal Feng Ying.
"Apa itu benar?" ucap Wang Chen dengan penuh selidik menatap mata Feng Ying.
"Iya!" ucap Feng Ying dengan terpaksa.
Wang Chen langsung mengendalikan es yang mengurung kaki Feng Ying. Seketika, es itu pecah dan hilang secara perlahan.
Feng Ying berbalik dan kembali berjalan menjauhi istana. Melihat itu, Wang Chen segera berjalan mengikuti Feng Ying. Ia berjalan di samping temannya itu. Begitupun Wang Feng.
Setelah lama dalam keheningan, akhirnya Wang Chen membuka suara, "Jadi bagaimana?"
Feng Ying berhenti berjalan. Begitupun Wang Chen dan Wang Feng. Ia menatap ke arah Wang Chen, "Aku tak membutuhkan nyawamu, perlindungan darimu ataupun kehadiranmu."
"La- lalu.. Bagaimana caraku untuk membalas kerja kerasmu itu?" ucap Wang Chen dengan serius.
"Kau bisa membalas kerja kerasku dengan.."
"Dengan?"
"Satu permintaan."
"A- apa itu? Aku akan melakukannya sebisaku."
"Aku ingin.."
Wang Chen mendengarkan baik baik apa yang ingin dikatakan Feng Ying. Ucapan Feng Ying itu membuatnya penasaran. Bahkan jantungnya berdegup agak lambat karna merasa tegang. "Apa?"
"Nanti akan kuberitau bila aku sudah menentukannya."
Ketegangan Wang Chen langsung hilang. Iapun menatap Feng Ying dengan kesal, "Katakan saja sekarang! Kau membuatku penasaran!"
Feng Ying mengangkat kedua bahu tak peduli, "Aku belum mengetahui apa keinginanku. Tapi yang jelas, aku sudah memiliki banyak hal yang kubutuhkan. Jadi aku perlu memikirkannya terlebih dahulu."
__ADS_1
Wang Chen menghela nafas, "Kalau begitu, aku akan mengikutimu Ying."
"Terserah kau saja. Tapi yang jelas, kau harus menjadi kuat agar bisa melindungi dirimu sendiri dan diriku, bila nanti ada masalah. Dengan begitu, aku tak perlu turun tangan" ucap Feng Ying.
"Heh, kau bilang tidak butuh bantuanku. Bila seperti itu, bukankah berarti semua kerja kerasmu sudah kubayar?," Wang Chen mendengus.
Feng Ying menggelengkan kepala, "Tentu saja tidak! Karna itu bukanlah keinginanku."
Wang Chen menatap Feng Ying dengan kesal, "Terserah kau saja!"
"Baiklah kalau begitu, sekarang kita kembali ke benua timur dan menyelesaikan misi. Saat di benua timur juga, nanti aku akan melatihmu. Ah iya, untuk permulaan, maka kau harus membawa ini," Feng Ying mengeluarkan sebuah belati dari dalam cincin ruangnya dan memperlihatkan itu pada Wang Chen.
Wang Chen terkejut karna Feng Ying mengeluarkan sebuah belati, "A- apa yang harus kulakukan dengan belati ini? Bila membunuh orang tak bersalah, maka aku tak mau melakukannya."
Wang Chen mengangkat kedua tangan setinggi pundah dan menggelengkan kepala sambil menatap Feng Ying.
Feng Ying memutar bola mata kesal, "Apa kau tidak bisa melihat belati yang kukeluarkan dengan berfikir baik tentangku?!"
Wang Chen menggelengkan kepala, "Bila kau sudah mengeluarkan belati, biasanya kau akan membunuh seseorang."
"Aku takkan melakukan itu, Chen..," Feng Ying menghela nafas berat. "Sekarang kau hanya perlu memegangnya dan membawanya sampai kita melewati 3 kota. Itu adalah pelatihan pertama."
Wang Chen menurunkan tangannya dan menunjuk belati yang dipegang oleh Feng Ying, "Hanya membawa ini?" ucapnya dengan remeh.
Wang Chen mulai mengambil belati yang disodorkan oleh Feng Ying, "Heh, coba saja bila bisa" ucap Feng Ying dengan sinis.
Wang Chen langsung terjatuh dengan posisi tidur miring. Tangannya yang memegang belati nampak sedikit masuk ke dalam tanah. Hal ini membuktikan bila belati itu berat.
"Arkh Ying! Kenapa belati ini sangat.. Arkh, berat!" keluh Wang Chen. Iapun mulai berdiri dan membuang belati itu. Hingga membuat belati tergeletak di permukaan tanah.
Feng Ying menggelengkan kepala melihat hal itu, "Ckckck.. Itu barulah permulaan. Hanya permulaan saja kau sudah seperti ini Chen. Bagaimana pelatihan berikutnya nanti? Maka dari itu, sering seringlah berlatih fisik. Bukan hanya berkultivasi saja!"
Feng Ying berjongkok dan mengambil belati yang ada di permukaan tanah dengan mudahnya. Ia bahkan melempar lemparkan belati itu ke udara ketika dirinya sudah kembali berdiri dengan tegak. Ia tersenyum sinis ke arah Wang Chen.
Wang Chen terkejut melihat Feng Ying yang begitu mudahnya membawa belati, "Ba- bagaimana bisa?! Apa jangan jangan.. Kau yang mengatur berat dari belati itu. Sehingga, ketika belati itu kau yang pegang, kau meringankan beratnya!", Wang Chen menatap Feng Ying dengan curiga.
Feng Ying mendengus mendengar ucapan Wang Chen, "Tentu saja tidak. Kau kira aku memiliki kekuatan pemberat benda?", Feng Ying menggelengkan kepala.
"...Jika Kalau kau tak percaya, maka itu tidak masalah. Tangkap ini" lanjut Feng Ying. Iapun melemparkan belati dari bawah ke atas menuju Wang Chen.
Wang Chen yang belum siap, langsung tertabrak belati itu hingga membuatnya hampir terjatuh ke belakang. Iapun mengalirkan Qi pada kedua tangannya dan membawa belati itu dengan mudah. Ia menatap Feng Ying kesal, "Kenapa kau melemparkan belati ini begitu saja padaku?! Bagaimana bila aku terluka tadi?!"
Feng Ying tersenyum polos, "Yang terpenting belati itu tidak membuatmu mati. Bila kau mati hanya dengan belati itu, maka apa jadinya nanti? Mungkin banyak orang yang akan menertawakan jasadmu, karna kau mati hanya karna dilemparkan belati. Itupun kau tidak terkena bagian tajamnya" ucap Feng Ying dengan santai.
__ADS_1
Wang Chen cemberut mendengar ucapan Feng Ying. Ia tak bisa membayangkan hal itu. Lagi pula, alasan kematian apa itu?! Konyol sekali. Wang Chen pun tak mungkin mati bila hanya karna belati itu. Ia paling hanya terluka, bila belati itu menghantam kepalanya.
"Kau harus terus membawanya sampai kita melewati 3 kota. Jangan menaruhnya atau melepaskannya. Bila tidak, maka aku akan memberimu hukuman" ancam Feng Ying dengan tatapan tajam.
Wng Chen menelan ludah ketika ditatap dengan tajam seperti itu. Iapun mengngguk dengan cepat, "Baik- baik, aku tidak akan menaruhnya dan akan terus membawanya."
"Walaupun kurasa itu akan sulit kulakukan" batin Wang Chen dengan ekspresi buruk.
Nyawn~
Wang Feng memberikan semangat pada Wang Chen dan hal ini membuat Wang Chen tersenyum dipaksakan sambil menatap Wang Feng, "Hehe.. Terimakasih Wang Feng karna sudah menyemangatiku. Dengan ini, maka aku pasti bisa melakukannya!"
Nyawn! Nyawn!
Feng Ying tersenyum licik dalam hati, "Chen. Kau tidak hanya harus membawa satu belati itu saja."
Wang Chen memiliki ekspresi yang tambah buruk setelah mendengar ucapan Feng Ying.
***
Kini, hari sudah berganti menjadi sore. Nampak bahwa Feng Ying, Wang Chen dan Wang Feng berada di hutan. Mereka belum juga melewati satu kota pun. Itu dikarenakan Wang Chen. ( Ibu Kota kekaisaran Naga api cukup jauh dari istana. Jadi tak heran bila mereka belum melewati kota. Ditambah dengan Wang Chen yang lama.)
"Aarkkh.. Hah.. Hah.. Y- Ying.. Aku sudah.. Tidak kuat lagi.. Hah.. Hah.." ucap Wang Chen. Di kedua telapak tangan Wang Chen nampak masing masing satu belati yang diikat menggunakan tali. Tentunya tali ini bukanlah tali biasa. Tali ini adalah tali yang sangat kuat dan berkualitas tinggi. Kekuatannya bisa disetarakan dengan rantai.
Bukan hanya di kedua telapak tangan Wang Chen saja. Bahkan di pinggangnya. Belati itu berada di dalam sarungnya dan menggantung pada tali pinggang Wang Chen di kedua sisinya.
Keringat mengucur deras di kening Wang Chen. Ia merasa sudah tak kuat dan ingin merebahkan dirinya. Namun setiap kali dirinya ingin melakukan itu, Feng Ying langsung mengeluarkan belati lain dari dalam cincin ruangnya dan mengarahkan belati itu pada tubuh Wang Chen.
Bila saja Wang Chen menjatuhkan dirinya di tanah, maka belati yang dipegang Feng Ying akan menusuk tubuhnya. Bahkan bisa saja bocah itu menusukkan belati pada bagian vital.
"Halah.. Itu baru saja permulaan.. Per.. Mu.. La.. An, Chen" ucap Feng Ying yang berjalan di depan Wang Chen. Ia berjarak 2 meter dari bocah di belakangnya.
"Tapi.. Ying.. Aku.. Sudah.. Hah.. Tak kuat.. Hah.." ucap Wang Chen dengan kesulitan. Ia dari tadi pagi mengalirkan Qi nya pada tubuhnya agar bisa membawa keempat belati ini. Namun, kini Qi nya sudah benar benar habis dari tadi siang. Sehingga, dirinya harus membawa belati belati itu dengan kekuatan fisik sendiri.
"Kau lambat sekali Chen! Cepatlah sedikit!" teriak Feng Ying yang tak mempedulikan kondisi Wang Chen yang kini bercucuran keringat.
Nyawn?
Wang Feng nampak khawatir ketika melihat wajah Wang Chen yang pucat. Anak itu nampak sangat kelelahan. Walaupun beberapa kali tubuhnya akan terjatuh, Wang Chen kembali menstabilkan tubuhnya.
"Hah.. Kecoa akan datang. Jadi bersiaplah Chen. Kau yang harus mengatasi mereka nanti" ucap Feng Ying dengan sedikit berteriak.
"Hah?", Wang Chen tak mengerti apa yang dikatakan Feng Ying. Apa maksudnya ia harus membasmi serangga berjenis kecoa?
__ADS_1
"Wang Feng, kau tak perlu membantu Chen nanti, ingat itu. Bila tidak, maka aku akan menggantungmu di atas pohon dengan keadaan terbalik. Kau mengerti?", Feng Ying menoleh ke belakang sambil tersenyum.
Wang Feng mengangguk cepat ketika mendengar ancaman Feng Ying.