
Mendengar suara yang dikenalnya, Wang Chen terkejut. Ia menurunkan tangannya dan melihat Feng Ying. "Y-Ying.." Matanya berkaca kaca.
Tanpa kata kata lagi, Wang Chen langsung memeluk Feng Ying dan terisak. "Ying.. Akhirnya kau sadar.. Hiks.."
Feng Ying terkejut karna Wang Chen tiba tiba saja memeluknya. Ia langsung mendorong tubuh Wang Chen untuk melepaskan dirinya. "Apa yang.. Kau lakukan?!" Ucap Feng Ying dengan agak kesulitan.
Wang Chen akhirnya melepas pelukannya. Namun ia masih menatap Feng Ying dengan mata berkaca kaca. "Apa kau baik baik saja, Ying?"
Feng Ying mengerutkan kening. Pemuda di sampingnya ini selalu memanggilnya dengan 'Ying', namanya. Bagaimana bisa dia mengetahui namanya?
"Sebenarnya.. Siapa kau? Kenapa kau tau.. Namaku?" Ucap Feng Ying. Ia mulai bangkit untuk mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk.
Wang Chen segera membantu Feng Ying untuk duduk dan bersandar pada sandaran tempat tidur. Iapun menghapus air matanya yang sedikit keluar setelah membantu Feng Ying duduk tadi. "Aku Wang Chen, Ying." Iapun tersenyum.
Feng Ying memiringkan kepalanya. "Siapa? Aku tidak mengenalmu."
Wang Chen terkejut karna Feng Ying mengatakan hal itu. Iapun berbicara dengan gugup, "K-kau Feng Ying 'kan?"
Feng Ying mengangguk, "Itu namaku. Memangnya ada apa?"
"Apa.. Apa kau tidak mengenalku? Apa kau melupakanku?" Ucap Wang Chen cemas.
"Tunggu.. Aku merasa tak pernah mengenalmu. Pertamakali bertemu denganmu adalah ketika membeli tanghulu. Tapi aku.. Tidak mengatakan siapa namaku. Jadi bagaimana.. Kau bisa mengetahui namaku?"
"Ying.. Apa kau sedang bercanda? Aku Wang Chen, temanmu. Kau mengatakan akan memperbolehkanku ikut denganmu bila aku sudah menjadi kuat. Kita sudah cukup lama bersama beberapa tahun lalu." Wang Chen memasang wajah memelas.
"Aku tidak mengerti. Aku sudah bilang bahwa.. Pertamakali aku bertemu denganmu adalah ketika membeli tanghulu."
"Apa kau lupa tentang semua yang kita lakukan beberapa tahun lalu? Kita pernah pergi ke kekaisaran Naga api untuk mengalahkan orang orang aliran hitam! Kau membantu membebaskan semua pamanku. Kita pernah bertemu dengan griffin yang merupakan bawahanmu dan ada banyak hal lainnya yang kita lakukan bersama. Pertamakali kita bertemu adalah ketika turnamen sekte phoenix api." Ucap Wang Chen.
Bersamaan dengan Wang Chen selesai mengatakan ucapannya, pintu dibuka dan ada dua orang masuk ke dalam bersama seekor harimau bulan berukuran harimau biasa.
"Akhirnya kau sudah sadar. Chen'er sangat mencemaskanmu. Begitupun Wang Feng." Ucap patriarch Lao. Di sampingnya, Kaisar berjalan mendekat pada Feng Ying.
"Guru!" Wang Chen memberikan hormat pada patriarch Lao dan Kaisar.
Patriarch Lao dan Kaisar mengangguk. Keduanya melihat ke arah Feng Ying yang nampak bingung.
"Apa yang terjadi denganku?" Ucap Feng Ying.
__ADS_1
"Apa Chen'er belum menceritakannya padamu?" Patriarch Lao melirik Wang Chen. Pemuda itu menggelengkan kepala. Patriarch Lao pun menatap Feng Ying kembali, "Sudah 1 bulan kau tidak sadarkan diri. Racun yang ada di tubuhmu, hampir saja menyebar ke jantung. Bila saja kami tidak menolongmu secepatnya, maka kau bisa mati karna racun. Tapi tenang saja, karna sekarang racun itu sudah tidak ada di tubuhmu. Kami memberikanmu pil dan menyembuhkanmu. Memang membutuhkan waktu cukup lama. Tapi usaha kami untuk membelikan pil itu tidak sia sia. Karna pil itu terbukti ampuh menyembuhkanmu."
Feng Ying mengangguk. "Aku mengerti. Tapi kenapa kalian mau menolongku? Apa karna aku sudah menyelamatkan putri itu?"
"Bukan hanya karna kau telah menolong putriku. Tapi karna kau sudah menyelamatkan semua orang di dunia. Bila saja kau tidak membantu, maka mungkin masa depan dunia ini tidak akan baik dan masa lalu, juga masa sekarang akan berubah." Ucap Kaisar. Ia bernama Liu Changhai.
Feng Ying mengerti apa yang dimaksudkan oleh Kaisar. "Bagaimana keadaan putri itu?"
"Mei'er baik baik saja. Terimakasih karna sudah berbaik hati untuk menolongnya." Ucap Kaisar dengan senyuman.
Rasanya Feng Ying ingin tertawa mendengar ucapan Kaisar Liu Changhai. 'Berbaik hati' katanya?
Namun Feng Ying tak mengatakan itu. Ia hanya tersenyum saja. Lagi pula, orang orang ini sudah membantunya. "Apakah sekarang aku berada di istanamu?"
Kaisar mengangguk. "Kau bisa tinggal di sini sampai kau benar benar sudah sembuh."
Feng Ying menggelengkan kepala. "Aku akan pergi besok. Aku tak bisa berlama lama di tempat ini."
"Kau akan pergi kemana lagi, Ying?" Ucap Wang Chen.
Nyawn~
Tubuh Wang Feng mengecil sampai sebesar kucing dewasa. Iapun melompat ke atas tempat tidur dan berdiri di atas pangkuan Feng Ying.
Nyawn~
"Akh.. Sttt" Feng Ying mendesis karna tidak menduga bila Wang Feng akan naik ke atas dirinya. Tubuh Wang Feng cukup berat bila Wang Feng melompat padanya secara tiba tiba seperti tadi.
Feng Ying mengangkat tubuh Wang Feng. "Jangan melompat seperti itu secara tiba tiba."
Nyawn~ Nyawn~
Wang Feng masih memasang wajah memelas.
"Tubuhnya kuat juga." Batin patriarch Lao dengan takjub menatap Feng Ying. Ia tau seberapa berat tubuh Wang Feng. Maka dari itu, ia takjub dengan Feng Ying.
"Wang Feng.. Ying baru saja sembuh. Jangan melompat padanya secara tiba tiba seperti itu." Tegur Wang Chen.
Nyawn~
__ADS_1
Wang Feng menatap Wang Chen dengan mata berkaca kaca. Melihat itu, membuat Wang Chen tak bisa mengatakan apa apa.
"Kau akan pergi kemana besok?" Tanya patriarch Lao.
Feng Ying mengangkat kedua bahunya, "Aku tidak tau."
"Kalau begitu, aku ingin ikut denganmu Ying." Ucap Wang Chen.
Feng Ying menatap Wang Chen, "Aku tidak mengenalmu. Kenapa kau ingin ikut denganku? Bisa saja kau memiliki suatu niatan jahat atau apapun itu padaku."
"Tidak.. Aku tidak memiliki niatan jahat padamu. Aku hanya ingin ikut denganmu, Ying. Aku sungguh sungguh."
"Aku tak bisa pergi bersama dengan orang yang tak kukenal." Ucap Feng Ying ketus.
"Junior Ying.. Apa maksudnya dengan orang yang tidak kau kenal?" patriarch mengerutkan kening bingung.
"Tentu saja yang kumaksud adalah dia. Aku tidak mengenal dia, tapi dia ingin ikut denganku pergi. Bukankah itu aneh?" Ucap Feng Ying melirik Wang Chen.
"Junior Ying.. Dia adalah Wang Chen. Sudah bertahun tahun kau meninggalkan Chen'er. Dia adalah temanmu. Bagaimana bisa kau melupakannya?" Ucap patriarch Lao.
"Aku tidak mau mendengar omong kosong kalian berdua." Feng Ying menggelengkan kepala. Iapun menyimpan Wang Feng di atas tempat tidur.
"Junior Ying.. Itu bukan–"
"Guru." Wang Chen menatap patriarch Lao.
Patriarch Lao mengerti apa yang dimaksud dengan tatapan Wang Chen itu. Iapun mengangguk, "Yang Mulia. Aku permisi untuk keluar bersama muridku."
Kaisar mengangguk. "Aku juga akan kembali untuk menyelesaikan pekerjaanku."
Ketiganya mulai pergi keluar dari dalam kamar yang ditempati Feng Ying.
"Aku lupa untuk menanyakan tentang dua orang sekte lembah tengkorak yang aku serahkan pada Kaisar." Gumam Feng Ying. Ia melirik Wang Feng yang diam di sampingnya, "Kenapa kau tidak keluar dan ikut dengan orang tadi, huh?"
Nyawn! Nyawn!
Wang Feng menjawab dengan semangat. Feng Ying mendengus ketika mengetahui apa yang dikatakan Wang Feng, "Kenapa kau tidak juga berhenti menyebutku ibu?! Itu menyebalkan! Aku ini manusia! Terlebih, aku adalah pria!"
Nyawn~
__ADS_1
Wang Feng mengeluskan kepalanya pada Feng Ying. Pemuda itu menghela nafas dan tak bisa menolak bulu bulu yang begitu lembut mengenai kulitnya.
Feng Ying pun kini baru menyadari bila pakaiannya sudah bersih, "Siapa yang mengganti pakaianku? Dan pakaian siapa yang kupakai?"