Feng Ying

Feng Ying
56 -Masuk Ke Ruang Tahta


__ADS_3

Author crazy up 3 chapter. Bisa juga bertambah tergantung begaimana menurut kalian. Ingin tambah atau tidak. Bila iya, author mungkin akan tambah 1 chapter. Tulis di kolom komentar ya..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Wang Chen, Feng Ying dan Tang Shen berjalan secara berdekatan agar kalung milik Wang Chen menutupi hawa keberadaan Feng Ying dan Tang Shen juga.


"Untungnya ruang tahta tidak jauh dari kamar tamu. Jadi kita bisa cepat sampai" ucap Wang Chen. Kini, mereka bersembunyi di balik pilar besar. Tak jauh dari mereka, terdapat pintu besar berwarna putih dengan hiasan emas.


"Yang berjaga hanya dua orang. Tapi mereka sangat kuat" ucap Feng Ying.


"Lalu bagaimana kita bisa masuk ke dalam? Tidak ada jalan lain, selain pintu itu untuk masuk ke dalam ruang tahta" ucap Wang Chen sambil melirik Feng Ying. Begitupun Tang Shen.


Feng Ying mengerutkan kening. Ia menatap Wang Chen dan Tang Shen bergantian, "Kenapa kalian bertanya padaku dan menatapku seperti itu?"


"Karna kau yang harus menyusun rencana" ucap Tang Shen dengan singkat.


"Eh? Kenapa aku? Kau saja. Lagi pula, umurmu lebih tua dariku. Kenapa harus aku yang menyusun rencana?" ucap Feng Ying sambil mengerutkan kening memandang Tang Shen.


"Hanya berbeda 3 tahun" ucap Tang Shen datar.


"Huh, sama saja. Kau lebih tua dariku. Seharusnya kau yang menyusun rencana."


"Mendengar pendapatmu tadi saat di kamar tamu itu, aku jadi percaya untuk menyerahkan tugas membuat rencana padamu" ucap Tang Shen.


Feng Ying menghembuskan nafas kesal. Ia terdiam dan berfikir sejenak. Sementara Tang Shen dan Wang Chen hanya menunggu.


Mata Feng Ying langsung menatap Tang Shen, "Kau harus mengalihkan perhatian mereka dan bawa mereka ke tempat yang cukup jauh dari sini. Karna kau memakai pakaian seperti musuh, maka kau hanya perlu mengatakan bahwa di tempat lain, semua orang menemukan penyusup. Tapi karna penyusup itu kuat, maka kau membutuhkan bantuan."


"Lalu setelah aku membawa mereka menjauh dari tempat ini.. Apa yang harus kulakukan?" ucap Tang Shen serius.


"Apa lagi? Lari jauhi mereka. Tapi jangan fikir mudah untuk lari dari orang dengan tingkat kultivasi setinggi mereka dengan mudah. Jadi mungkin kau akan mati," Feng Ying mengangkat kedua bahu seolah tak peduli.

__ADS_1


Wang Chen terkejut, "Apa tak ada cara lain? Bagaimana bila senior Shen tertangkap dan orang orang itu membunuhnya nanti?"


Feng Ying masih menatap Tang Shen, "Kau tidak takut mati, bukan? Atau jangan bilang kau memang takut akan kematian" ucapnya dengan sinis.


Tang Shen mengepalkan tangan kuat ketika mendengar ucapan Feng Ying yang seperti sebuah ejekan, "Aku tidak takut mati. Aku akan melakukan rencana yang kau ucapkan tadi."


Feng Ying mengangguk dan tersenyum, "Kalau begitu kau bisa melakukannya sekarang, Senior.. Shen," Feng Ying menekankan kata 'senior Shen'.


Tang Shen menarik nafas pelan dan langsung pergi menuju dua orang aliran hitam yang merupakan dua patriarch dari sekte berbeda.


"Apa senior Shen akan baik baik saja?" ucap Wang Chen. Ia menggigit bibirnya khawatir.


"Dia akan baik baik saja. Tapi tidak dengan kita, Chen" batin Feng Ying.


Feng Ying mengetahui bahwa ada sesuatu yang tak beres. Pertama, selama pergi menuju ruang tahta, tidak ada prajurit, tetua ataupun orang aliran hitam lain yang melintas.


Kedua, mustahil orang aliran hitam tidak memberitaukan tentang penyusup pada seorang patriarch di istana ataupun Kaisar baru. Seharusnya mereka sudah tau akan kedatangan penyusup dan tak mungkin diam saja. Walaupun tau bila penyusup hanya dua orang bocah sekalipun.


Ketiga, seharusnya patriarch sekte tidak akan mau berjaga di depan pintu tahta. Mereka seharusnya berada di dalam ruang tahta bersama patriarch yang menjadi Kaisar. Biar bagaimanapun, mereka juga berpartisipasi besar dalam melawan keluarga Luo.


(Hanya sebagian sekte saja yang bersatu dan menyerang istana pada saat itu. Jadi, tidak semua orang aliran hitam menjadi musuh langsung keluarga Luo.)


Kini, yang ada dalam pikiran Feng Ying adalah.. Semua musuh musuh kuat berkumpul di dalam ruang tahta untuk menangkap dirinya dan Wang Chen. Karna orang aliran hitam akan berfikir bahwa penyusup mengincar Kaisar yang bisa dikatakan otak dari semua kejadian 5 tahun lalu.


Bila demikian, semua pemikiran orang orang aliran hitam tak salah sama sekali. Feng Ying dan Wang Chen memang mengincar Kaisar. Untuk menyelesaikan masalah, maka tentu mereka harus membunuh atau menangkap Kaisar baru agar dia tidak membuat rencana lain lagi untuk melakukan sesuatu yang buruk di masa mendatang.


Setelah menyelesaikan Kaisar tentunya mereka juga akan menyelesaikan yang lainnya juga.


***


Terlihat, Tang Shen dan dua patriarch pergi menjauhi pintu masuk tahta.

__ADS_1


Pendapat Feng Ying semakin kuat ketika dua patriarch ikut bersama Tang Shen pergi. Seharusnya, hanya satu patriarch yang pergi bersama Tang Shen. Namun ini.. Kedua patriarch itu mengikuti Tang Shen tanpa pikir panjang dan tanpa memikirkan tentang ruangan tahta.


Padahal di dalam ruang tahta terdapat Kaisar yang seharusnya dilindungi. Mereka dengan mudahnya menuruti Tang Shen yang menyamar menjadi murid dalam untuk ikut dengannya. Tidak mungkin dua patriarch itu dengan bodohnya membuat Kaisar dalam bahaya hanya karna masalah penyusup yang belum pasti mereka ketahui kekuatannya.


Mungkin saja bagi murid murid dalam penyusup itu kuat. Karna penyusup itu memang memiliki kekuatan di atas para murid dalam. Tapi bagi patriarch, bisa saja penyusup itu dikatakan lemah. Jadi seharusnya hanya satu patriarch saja yang ikut dengan Tang Shen.


(Feng Ying dan yang lain dapat tau bila dua orang yang menjaga pintu masuk tahta adalah patriarch, karna dari aura mereka yang kuat.)


Kedua patriarch itu mungkin lupa menyembunyikan auranya atau juga mereka memang sengaja memperlihatkannya agar penyusup tau bila musuh mereka adalah orang kuat. Jadi seharusnya penyusup menyerah.


Karna Feng Ying dan Wang Chen sudah mengisi Qi mereka saat di kamar tamu tempat mereka membicarakan informasi tadi, mereka sekarang bisa melakukan rencana untuk menyerang.


Walaupun Qi mereka sudah terisi, namun tentu mereka juga cukup lelah. Terlebih Wang Chen. Ia pasti sangat kelelahan. Luka di tubuhnya juga belum pulih sepenuhnya. Namun karna tekad, Wang Chen tetap melangkah ke depan dan akan tetap menyerang orang aliran hitam saat ini juga.


"Senior Shen kemungkinan takkan dibunuh oleh dua patriarch itu. Karna mereka mungkin membutuhkan dia untuk diintrogasi" batin Feng Ying.


"Sekarang giliran kita, Chen" ucap Feng Ying.


Wang Chen mengangguk pelan dan mengikuti langkah Feng Ying menuju pintu masuk ruang tahta.


Ketika sampai tepat di depan, Feng Ying menghentikan langkahnya dan membuat Wang Chen juga ikut berhenti.


Feng Ying berbalik dan menatap mata Wang Chen, "Jangan menjadi beban untukku. Bila kau dalam masalah, mungkin aku takkan menolongmu. Jadi kau harus mengandalkan dirimu sendiri. Kau paham, Chen?"


Wang Chen menelan ludahnya dan mengangguk kembali, "Aku tidak akan menjadi beban. Lagi pula, aku juga memang tak suka menjadi beban bagi orang lain."


Feng Ying mengangguk, "Baiklah.. Kita mulai."


Feng Ying berbalik dan menatap pintu masuk ruang tahta. Iapun mendorongnya dengan kuat hingga membuat pintu langsung terdorong membuka dan menabrak dinding di samping pintu.


Brraakkk

__ADS_1


Di dalam, terlihat banyak orang dengan senjata masing masing. Feng Ying tak terkejut sama sekali dengan penampakan di depannya. Sementara Wang Chen terkejut karna melihat banyak orang aliran hitam sudah siap dengan senjata mereka.


__ADS_2