
1 tahun kini sudah berlalu dengan begitu cepatnya. Di dalam sebuah ruangan yang agak minim cahaya, nampak seorang pria tampan tengah duduk di sebuah kursi yang ada di sana. Ia terlihat membaca sebuah buku.
Ketika dirinya membuka halaman lain, terlihat sebuah gambar anak kecil yang menggemaskan dan lugu. Anak kecil itu berumur kisaran 6-7 tahun. Pria tampan itu tersenyum tipis dan menyentuh gambar yang ada pada bukunya. Pada saat itu, ia terfikir untuk menggambar itu, setelah melihat wajah salah satu anaknya yang pada saat itu memasang wajah imut dan memelas. Gambaran wajah dari ekspresinya pada saat itu selalu terbayang bayang olehnya dan akhirnya, ia membuat lukisan anaknya di sebuah buku.
***
Flashback beberapa tahun lalu~
Seorang anak laki laki berumur 6 tahun terlihat menghampiri seorang pria tampan yang tak lain adalah ayahnya. "Ayah!"
Pria tampan yang dipanggil ayah pun menoleh dan menatap anak ketiganya yang sedang menggendong seekor kelinci biasa dengan bulu putih. "Hm? Ada apa?"
Anak laki laki itu tersenyum dan menyodorkan kelinci kecil di tangannya pada pria itu, "Dia sangat lucu.."
"Lalu? Apa kau ingin memeliharanya?"
Anak laki laki itu menggelengkan kepala, "Dia terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Aku.. Jadi ingin membunuhnya."
Pria tampan yang bernama Zhang Jiangwu itu menatap anaknya dengan ekspresi rumit. Anaknya baru saja berumur 6 tahun. Tapi apa yang ia ucapkan, sangat tak sesuai dengan umurnya. Terlebih, wajahnya yang lugu dan polos itu. Orang lain pasti takkan pernah menyangka anak laki laki itu bisa mengatakan kata kata seperti ini.
__ADS_1
Zhang Jiangwu mengerutkan kening. "Bukankah menurutmu dia imut. Tapi kenapa kau ingin membunuhnya? Dan kenapa kau berpikir seperti itu, Ying'er?"
Anak ketiganya ini, bernama Feng Ying. Bocah itu mulai mengelus lembut tubuh kelinci di tangan kecilnya, "Pasti akan sangat mengagumkan bila aku bisa melihat makhluk yang imut ini kesakitan." Matanya pun berkilat merah dan sedetik kemudian kembali normal. Perubahan sebentar tadi disadari oleh Zhang Jiangwu. Ia sendiri tak menyangka bila anak berumur 6 tahun itu bisa memiliki pemikiran seperti ini.
"..Lagi pula, ayah juga selalu memperlihatkan mayat mayat hewan ataupun demonic beast padaku yang sudah ayah ataupun kakek bunuh. Sekarang, aku ingin mencobanya! Itu pasti menakjubkan!" Ucap Feng Ying kecil dengan mata berbinar menatap ayahnya.
Zhang Jiangwu menatap wajah dan ekspresi anaknya, "Apa ini akibat dari sering memperlihatkannya mayat, sehingga dia seperti ini? Tapi.. Kurasa Chao'er tidak seperti ini. Bahkan saat dia berumur 9 tahun, ketika pertama kali diperlihatkan mayat hewan atau demonic beast, dia ketakutan. Lalu saat aku pernah memerintahkannya membunuh hewan biasa, dia masih takut. Tapi Ying'er malah..
Pertama kali, terlebih pada saat itu dia berumur 5 tahun.. Bukannya takut, dia malah menyentuh mayat mayat itu dan terus memperhatikan. Lalu sekarang, dia sendiri yang ingin mencoba membunuh.. Saat aku kecil, bahkan aku kalah dengannya. Apa dia benar benar anakku?" Batinnya. Zhang Jiangwu kini merasa agak meragukan Feng Ying sebagai anaknya. Di umurnya yang baru 6 tahun, Feng Ying tidak terlihat seperti anak kecil. Tidak seperti anak lain yang hanya akan bermain dan sering merengek pada orangtuanya hanya karna masalah sepele.
Zhang Jiangwu membuang jauh jauh pemikiran dan keraguannya itu. Hanya karna sifat anaknya yang berbeda, bukan berarti dia harus meragukan Feng Ying sebagai anaknya. "Ying'er.. Kau masih terlalu kecil untuk melakukannya. Chao'er saja sampai sekarang belum pernah membunuh hewan ataupun demonic beast."
Zhang Jiangwu tertegun sejenak melihat ekspresi Feng Ying kecil yang begitu imut dan wajah polosnya yang sedang memelas. "Tidak Ying'er.. Lain kali saja."
Feng Ying kecil semakin memasang wajah memelas, "Ayolah.. Ayah.. Berikan aku belati dan biarkan aku membunuh kelinci yang imut ini," Feng Ying kecil kembali menyodorkan kelinci di tangannya dan memperlihatkan itu pada ayahnya.
Zhang Jiangwu mengambil kelinci itu dari Feng Ying kecil dan mengambil sesuatu di balik pakaian. Secara tiba tiba, dirinya menusuk kelinci tak bersalah itu hingga mati. Darah dari kelinci langsung membasahi belati dan tangannya. "Kau akan bisa melakukannya nanti. Tapi tidak sekarang."
Feng Ying kecil memperlihatkan ekspresi kecewa, "Tapi kapan ayah?"
__ADS_1
"Tidak lama lagi," Zhang Jiangwu memberikan kembali kelinci yang sudah mati itu pada Feng Ying kecil. Setelahnya, ia berjalan pergi meninggalkan anaknya. "Hah.. Kurasa aku akan melatihnya lebih awal dibandingkan dengan Chao'er. Tapi.. Kurasa, semakin cepat, maka semakin baik. Dia bisa menjadi kultivator yang sangat hebat dan tak terkalahkan di masa depan nanti. Dengan begitu, tidak ada yang dapat melukai Ying'er."
***
1 minggu kemudian, Zhang Jiangwu mengajak Feng Ying kecil keluar dari wilayah inti, menuju wilayah luar tempat tinggalnya. Ketika akan menuju wilayah luar, maka mereka harus melewati wilayah tengah terlebih dahulu. Untuk masuk ataupun keluar dari wilayah inti, maka harus melewati terowongan besar dan cukup panjang. Terowongan ini juga bukanlah terowongan biasa. Tetapi, terowongan ini dapat mengeluarkan aura membunuh setiap ada orang yang melewatinya.
Zhang Jiangwu melindungi Feng Ying kecil dengan Qi miliknya agar anak itu tidak merasakan keseluruhan aura membunuh di terowongan ini. Tentu saja dia juga agak memberikan celah pada pertahanan Qi nya, agar Feng Ying kecil dapat merasakan sedikit aura membunuh itu. Alih alih ketakutan, Feng Ying kecil malah bersikap biasa. Feng Ying kecil memang agak takut, tapi tidak menunjukkan ketakutannya itu.
Setelah berada di ujung terowongan, Zhang Jiangwu melepaskan pegangan tangannya dari Feng Ying. Di ujung terowongan ini, tidak ada aura membunuh sama sekali. Jadi ia tidak perlu mengkhawatirkan Feng Ying tentang aura membunuh itu.
Zhang Jiangwu langsung membuka pintu gerbang yang berada di ujung terowongan itu tanpa menggunakan Qi sama sekali. Karna percuma saja bila dirinya menggunakan Qi, Qi itu hanya akan terserap saja oleh gerbang.
Melihat bahwa Zhang Jiangwu akan mendorong gerbang besar di depannya, Feng Ying kecil ingin ikut membantu. Jadi, dirinya menempelkan kedua telapak tangan kecilnya pada gerbang. "Ying'er akan membantu ayah."
Zhang Jiangwu menoleh ke arah Feng Ying ketika mendengar suara anaknya. Ia melihat bagaimana Feng Ying ingin membantunya. Padahal, itu tidak perlu. Dia bisa melakukannya sendiri dan Feng Ying sama sekali takkan bisa membantunya mendorong gerbang. Ia tersenyum tipis. Perilaku Feng Ying sangat lucu menurut dirinya. Nampak bila anaknya mendorong dengan sekuat tenaga. Namun gerbang tidak tergerak sama sekali. "Sedikit lagi.. Pasti.. Terbuka..!!" Teriak Feng Ying kecil dengan semangat dan terus mencoba mendorong pintu gerbang.
Walaupun begitu, tetap saja gerbang tidak tergerak sama sekali untuk membuka. Zhang Jiangwu menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya itu. Iapun langsung membuka satu pintu gerbang dengan cukup mudah. Sehingga, ada celah di sana untuk dirinya dan anaknya keluar. "Ying'er.. Pintu gerbangnya sudah terbuka."
Feng Ying kecil menoleh ke arah Zhang Jiangwu dan menghentikan aksinya saat melihat ayahnya mulai keluar dari satu pintu gerbang yang terbuka. Iapun berekspresi cemberut dan langsung ikut keluar mengejar ayahnya.
__ADS_1
Setelah Feng Ying keluar, pintu gerbang tiba tiba langsung menutup kembali.