
Feng Ying membulatkan mata ketika melihat perubahan Jing Quo. Penampilannya memang masihlah pria sepuh. Namun wajahnya berbeda. Juga.. Warna iris matanya adalah merah!
"K- kau bagaimana mungkin?!" ucap Feng Ying.
Jing Quo tersenyum ketika melihat bahwa Feng Ying terkejut seperti itu, "Seperti yang kau lihat.. Aku adalah anggota keluarga Zhang. Bagaimana aku masih hidup, bukankah seharusnya tidak ada lagi keluarga Zhang yang hidup, bukankah itu yang kau pikirkan?"
Feng Ying mengerutkan kening sambil menatap wajah Jing Quo, iapun mengangguk.
"Aku akan memberitaumu karna kau juga adalah keluarga Zhang.. Aku selamat pada saat perang ratusan tahun lalu. Walaupun dalam keadaan terluka parah. Ketika itu, aku pergi bersembunyi untuk memulihkan diri dan memperkuat diriku.
Setelah puluhan tahun memperkuat diriku dan menyelesaikannya, aku pergi ke benua tengah untuk menjauh dari tempat tinggalku dan akan melakukan balas dendam. Jadi aku membunuh patriarch sekte aliran hitam yang paling kuat di kekaisaran Naga api agar aku bisa mengajak para patriarch lain bekerja sama denganku menjadi lebih mudah.
Tentunya mereka tidak tau bila patriarch terkuat di kekaisaran Naga api ini sudah mati dan digantikan olehku. Mereka sudah terkena ilusi yang kubuat, sehingga orang yang menatapku akan melihat bahwa aku adalah patriarch terkuat itu" ucap Jing Quo.
"Jadi tujuanmu sebenarnya dari menggunakan jurus pengendali dan mendapatkan kitab pemanggil iblis itu bukan karna ingin memperkuat sekte aliran hitam di dunia. Tapi karna ingin balas dendam?", Feng Ying menaikkan sebelah alisnya.
Jing Quo mengangkat kedua alisnya dan tersenyum, "Oh kau tau tujuan itu sepertinya dari pembicaraan para tetua atau mungkin orang aliran hitam lain yang ada di istana. Ya.. Mereka hanya mengetahui bila tujuanku bekerja sama dengan mereka adalah karna itu. Tapi sebenarnya bukan sama sekali. Seperti yang kau katakan, tujuanku adalah balas dendam.
Seluruh orang di dunia sudah menyerang keluarga Zhang hanya karna sebuah ramalan! Mereka sudah membunuh anak dan cucuku. Aku takkan membiarkan mereka begitu saja. Aku pasti akan membalaskan dendam pada mereka" ucap Jing Quo. Pergolakan emosi nampak dari ekspresinya.
"Kau sudah hidup sejak perang terjadi. Jadi siapa kau?"
Jing Quo menenangkan dirinya. Iapun membalas ucapan Feng Ying, "Aku bernama Zhang Jiazhen. Salah satu pemimpin keluarga Zhang."
"Pemimpin keluarga? Berarti dia memiliki kekuatan jauh di atasku. Dia juga pasti memiliki pengalaman yang lebih banyak dari pada diriku. Aku tak mungkin bisa lepas dari dirinya bila dia tak pergi meninggalkanku sendiri di sini.
Tapi sebaiknya aku mengorek beberapa informasi darinya terlebih dahulu. Mungkin ada hal yang menarik" batin Feng Ying. Dalam hati, ia tersenyum.
"Kalau begitu, berarti kau 'lah yang melakukan jurus pengendali itu, sementara orang yang melakukan pemberian tumbal di salah satu kamar tamu hanya membantumu saja?" ucap Feng Ying.
"Kau sangat pintar. Memang aku'lah yang melakukan jurus itu" ucap Zhang Jiazhen.
__ADS_1
"Pantas saja kau mengetahui jurus pengendali. Karna kau pemimpin keluarga Zhang. Sepertinya kau memiliki kitab itu, ya?"
"Heh, bocah.. Apa kau mencoba mengorek informasi dariku?" ucap Zhang Jiazhen dengan datar menatap Feng Ying.
Feng Ying cengengesan, "Tentu saja. Dengan bertanya beberapa hal padamu, aku bisa mendapat banyak informasi. Misalnya saja tentang keluarga Zhang."
"Kau bisa menanyakannya" ucap Zhang Jiazhen dengan santai. Lagi pula, bocah di depannya juga berasal dari keluarga Zhang. Ia bisa percaya dengan bocah ini.
"Sebenarnya ramalan apa yang membuat keluarga Zhang dibantai? Aku pernah menanyakannya pada ayah ataupun kakek. Tapi mereka menjawab bahwa semua orang hanya iri saja dengan keluarga Zhang yang memiliki kelebihan pada matanya. Tentu saja aku tak percaya. Kebetulan ada dirimu, aku bisa menanyakannya" ucap Feng Ying dengan santai.
"Jadi selain dirimu masih ada lagi keluarga Zhang yang selamat.. Syukurlah kalau seperti itu" gumam Zhang Jiazhen. Iapun menjawab pertanyaan Feng Ying, "Cahaya yang hadir akan membuat bencana ketika hilang. Kilat merah akan datang dalam gelap dan menghancurkan dunia suatu hari nanti."
"Semua orang mengartikan kilat merah itu adalah mata keluarga Zhang yang berwarna merah. Mata keluarga Zhang memiliki ilusi yang kuat dan bahkan bisa membuat orang yang memiliki tingkat kultivasi di atas anggota keluarga Zhang itu kalah. Sehingga semua orang ingin menghabisi semua keluarga Zhang" lanjut Zhang Jiazhen.
Feng Ying mengangguk paham. "Sebenarnya aku juga sudah tau ramalan itu dari kakek. Tapi aku hanya ingin tau bagaimana tanggapanmu pada pertanyaan pertanyaanku" batinnya.
"Ah, ya.. Jadi kenapa kau menyerang istana kekaisaran Naga api ini? Apa karna seorang anak yang memiliki dantian khusus?" ucap Feng Ying.
"Tebakanku benar. Hah.. Sudah kuduga aku ini sangat pintar, bahkan pandai bermain tebak tebakan. Mungkin lain kali aku akan ikut sebuah lomba tebak tebakan. Mungkin saja hadiah dari pemenangnya akan mendapatkan uang?" batin Feng Ying sambil membayangkan dirinya memenangkan lomba dan mendapat banyak uang. Membayangkan itu membuat Feng Ying bersemangat.
"Sekarang serahkan kitab pemanggil iblis itu. Aku ingin menggunakannya" ucap Zhang Jiazhen.
Lamunan Feng Ying menjadi buyar ketika Zhang Jiazhen bersuara. Ia menatap ke arah pria sepuh itu, "Bagaimana mungkin aku bisa mengambil kitab pemanggil iblis itu, bila tanganku saja kau ikat."
"Kalau begitu, aku akan mengambilnya sendiri. Tapi sebelum itu, aku akan memberikan penawaran untukmu" ucap Zhang Jiazhen.
"Penawaran apa? Apa itu menguntungkan untukku?"
"Bergabunglah bersamaku untuk membalaskan dendam keluarga Zhang. Lagi pula, kau juga berasal dari keluarga Zhang. Sudah seharusnya kau membalaskan dendam mereka yang mati oleh semua orang orang penyerang keluarga Zhang."
"Kenapa aku harus melakukan itu? Aku tidak terlibat apapun pada perang sama sekali. Lalu apa untungnya aku bekerja sama denganmu?" ucap Feng Ying ketus.
__ADS_1
"Kita bisa menguasai dunia. Menjadikan semua orang menjadi budak. Dengan dibantu juga oleh iblis yang akan kupanggil, kita pasti bisa melakukan itu semua," Zhang Jiazhen tersenyum percaya diri.
"Heh, apa kau tak memikirkan resiko bagaimana bila iblis itu tak mau menuruti ucapanmu? Dan dia malah menghancurkan dunia ini?"
"Aku tak peduli apa yang akan terjadi pada dunia ini. Asalkan aku bisa membalaskan dendam kematian anak dan cucuku" ucap Zhang Jiazhen.
"Aku tak berminat untuk menguasai dunia sama sekali. Lagi pula, itu sangat merepotkan dan aku juga tak peduli tentang keluarga Zhang. Karna aku tidak terlibat sama sekali pada perang itu. Untuk apa aku membalaskan dendam orang orang yang tak kukenal? Itu hanya akan membuat waktu dan tenagaku saja," Feng Ying menatap Zhang Jiazhen dengan malas.
"Kau adalah anggota keluarga Zhang! Jadi kau harus membantuku untuk membalaskan dendam mereka yang mati karna perang melawan orang orang kekaisaran dan tiga aliran di seluruh benua!"
"Aku tak peduli. Lakukan apapun yang kau inginkan, jangan melibatkanku. Karna aku tak mau terlibat apapun denganmu. Lagi pula, mereka sudah mati. Takkan hidup lagi.
Juga, bila kau berhasil pun, mereka takkan memberikan sorakan meriah padamu. Mereka sudah menjadi bangkai dan tidak memiliki kehidupan" ucap Feng Ying dengan kata kata yang tajam seperti pedang.
"Kau..!!", Zhang Jiazhen merasa sangat marah dengan ucapan Feng Ying.
Feng Ying yang tadi mengalihkan pandangan dari Zhang Jiazhen, kembali mengalihkan pandangan pada pria sepuh itu. Iapun menyadari bila salah satu iris mata Zhang Jiazhen nampak berwarna merah pudar.
Sepertinya pria paruh baya itu masih menggunakan ilusi padanya untuk memperlihatkan bahwa mata pria itu masih berwarna merah seperti biasa.
"Kalau begitu, aku tak punya pilihan lagi!" ucap Zhang Jiazhen.
Ia langsung meletakkan satu tangannya pada satu mata Feng Ying dan mencongkel mata bocah itu, "Aaarrghhh"
Bagian bawah mata Feng Ying yang dicongkel langsung mengeluarkan darah. Feng Ying merasa kesakitan ketika satu matanya mulai dicongkel keluar.
"Aku membutuhkan satu matamu untuk menggantikan satu mataku yang tak bisa melihat" ucap Zhang Jiazhen. Ia menyeringai.
Zhang Jiazhen sudah terlalu sering menggunakan kemampuan ilusi dan membuat matanya lama kelamaan buram dan satu matanya menjadi buta.
Setiap anggota keluarga Zhang memang bisa memberikan matanya pada keluarga Zhang lain dan bisa dipakai keluarga Zhang itu. Tapi mata keluarga Zhang takkan bisa dipakai dan digunakan oleh anggota selain keluarga Zhang.
__ADS_1