Feng Ying

Feng Ying
93 -Chapter 93


__ADS_3

Feng Ying, Wang Chen, Wang Feng dan tetua Hong Liang saat ini berada di kediaman patriarch Lao. Patriarch menatap satu persatu orang yang duduk di depannya dengan tatapan tajam.


"Heh, jangan terus menatapku seperti itu. Apa kau ingin matamu kutusuk? Aku memiliki belati yang bagus untuk itu." Ucap Feng Ying dengan nada malas.


Tetua Hong menatap Feng Ying dengan tajam setelah mendengar ucapan tidak sopan bocah itu, "Jangan berbicara sembarangan dengan patriarch. Kau paham?", ia langsung menarik teling Feng Ying dengan keras.


"A- Aduh.. Lepaskan! Lepaskan terlingaku! Patriarch, lihatlah tetua di sektemu ini, sangat tidak baik!" Protes Feng Ying.


Patriarch Lao menggelengkan kepala dan menatap tetua Hong, "Lepaskan dia.. Tetua Hong."


"Em.. B- Baik." Tetua Hong duduk dengan tenang dan menurut.


Feng Ying mendengus dan mengelus telinganya, "Lama lama telingaku bisa copot karnamu! Menyebalkan! Lain kali aku akan mematahkan kedua tanganmu, agar tidak bisa menarik telingaku lagi." Gumamnya.


"Hah?! Apa kau bilang, junior..?!!" Tetua Hong langsung mencengkram kedua bahu Feng Ying dan melototinya. Namun mulutnya tersenyum seakan menahan amarah dan tetap berusaha tersenyum.


Feng Ying menyingkirkan kedua tangan tetua Hong dari bahunya. Ia menatap balik tetua Hong, "Aku akan mematahkan kedua tanganmu, agar kau tidak bisa menarik telingaku lagi!"


Tetua Hong tertawa hambar dan langsung menepuk kepala Feng Ying dengan satu tangan, "Hehe.. Kau tidak mungkin bisa melakukannya."


Feng Ying menurunkan tangan tetua Hong dari atas kepalanya. Namun masih mencengkram tangan pria itu, "Kau bilang tidak bisa.. Hm.. Kita lihat saja, bagaimana tanganmu patah." Feng Ying tersenyum sinis dan langsung mencengkram tangan pria di depannya semakin kuat.


Awalnya, tetua Hong merasa biasa saja. Namun tak lama kemudian, ia menjerit kesakitan dan melepaskan tangannya dari Feng Ying secara paksa. Suara tulangnya bahkan terdengar tadi ketika dicengkram oleh Feng Ying.


Feng Ying tersenyum polos, "Suara tadi bukan aku yang lakukan, patriarch."


Patriarch Lao berkedip kala menatap Feng Ying. Ia juga memang mendengar suara tulang yang retak tadi. Tatapannya pun terarah ada tetua Hong yang merintih kesakitan, "Apa kau baik baik saja, tetua Hong?" Ucapnya khawatir.

__ADS_1


Kening tetua Hong berkeringat karna menahan sakit. Namun, ia tetap tersenyum, "Saya baik baik saja patriarch.. Anda tidak perlu khawatir. Lagi pula, tulangku ini sangat kuat. Tidak mungkin retak ataupun patah begitu saja."


Feng Ying menampar tangan tetua Hong yang ia cengkram tadi dan membuat tetua Hong menatapnya tajam. Tetua Hong menggertakkan gigi agar dirinya tidak berteriak, walaupun sebenarnya sakit.


Feng Ying tersenyum jahil, "Apa tanganmu baik baik saja tetua Hong?", ia sudah tahu sekarang siapa nama tetua di sampingnya setelah mendengar nama 'tetua Hong' dari murid yang mengerumuninya tadi di tempat misi.


"Apa lagi yang diinginkan bocah ini?" Batin tetua Hong. Iapun mengangguk percaya diri. Walau dalam hati merasa waspada terhadap apa yang akan Feng Ying lakukan berikutnya, "Aku baik baik saja. Terlebih, tadi itu hanyalah cengkram bocah sepertimu."


"Kalau begitu, biarkan aku periksa tanganmu, tetua Hong," Feng Ying menyodorkan tangannya dan meminta tetua Hong memperlihatkan tangannya.


Tetua Hong dengan ragu ragu langsung memperlihatkan tangannya pda Feng Ying. "Awas saja bila kau melakukan sesuatu pada tangan--"


BRRAAKK


Feng Ying memukulkan tangan tetua Hong pada meja kayu di depan. Bahkan meja kayu langsung patah menjadi dua setelah dihantam tangan tetua Hong, "Waahh.. Tanganmu memang kuat tetua Hong.." Ucap Feng Ying seakan takjub. Namun dalam hati tertawa, "Haha.. Bagaimana rasanya?"


Tetua Hong menggertakkan gigi sambil menarik tangannya dari atas meja yang patah. Ia merasa retakan pada tulangnya semakin besar. Bila tangannya menghantam sesuatu dengan keras lagi, sudah dipastikan ia akan patah tulang dalam. "Kau..!!"


Melihat bahwa suasana saat ini tidak terlalu baik, Wang Chen angkat suara. "Patriarch, mohon jangan marah pada Ying. Mungkin dia terlalu letih, jadi agak mudah marah marah sehingga mencelakai tetua Hong." Ucapnya sopan.


"Apa maksudmu-- Hmph!"


Wang Chen tersenyum kaku ketika melihat patriarch Lao. Ia terus membekap mulut temannya ini agar perkataannya tak membuat keributan yang lebih besar.


"Um.. Patriarch, kami ingin memberikan core griffin pada kalian dan ingin mengatakan bahwa kami sudah menyelesaikan misi." Ucap Wang Chen mengubah topik pembicaraan.


Patriarch Lao mengerutkan kening setelah mendengar ucapan Wang Chen. Jelas dia tidak percaya bila dua bocah di depannya dapat menyelesaikan misi itu. Untuk membuktikannya, maka ia harus melihat sendiri core yang akan diperlihatkan. "Kalau begitu, berikan core yang kalian dapatkan itu."

__ADS_1


"Ying, core.." Wang Chen menatap Feng Ying. Namun masih membekap mulutnya.


"Hmph!", Feng Ying langsung mengigit tangan Wang Chen yang membekap mulutnya.


"Aahkk.. Sstt.." Wang Chen menjauhkan tangannya dari Feng Ying dan meniup niupinya. Rasanya cukup menyakitkan, "Ying, kenapa kau--"


"Kau yang memulai terlebih dahulu." Feng Ying membuang muka dengan kesal. Ia melipat tangan di dada.


"Baiklah.. Baiklah.. Aku mengaku salah." Ucap Wang Chen dengan terpaksa. "Sekarang berikan core itu pada patriarch agar kita bisa membuktikan bila kita memang sudah menyelesaikan misi."


Feng Ying mendengus dan masih belum memandang siapapun.


Nyawn~


Wang Feng yang ada di atas kepala Wang Chen melompat ke atas kepala Feng Ying dan turun hingga berdiri di atas permukaan lantai menghadap Feng Ying.


Nyawn~


Feng Ying menatap Wang Chen dan mengangguk setuju. Ucapan harimau bulan itu ada benarnya, "Baiklah." Feng Ying mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin ruang miliknya dan melemparkan itu pada patriarch Lao yang langsung ditangkap pria tua itu.


Patriarch Lao memperhatikan dengan seksama dan merasa bahwa energi yang tersimpan dalam core itu mungkin berada di tingkat kaisar bintang 5 dan langsung terkejut. "Dari mana kau bisa mendapatkan core dengan energi sebesar ini, junior Ying?"


"Kau tak perlu mengetahuinya, patriarch. Yang terpenting, kami sudah memberikan bukti selesainya misi." Ucap Feng Ying.


"Tapi tetap saja.. Ini.. Bagaimana mungkin kau mendapatkannya? Aku tau, griffin yang kalian bunuh berada di tingkat kaisar bintang 5. Bagaimana mungkin dengan kekuatan kalian saat ini.. Kalian bisa mendapatkannya?" Ucap patriarch dengan serius. Setelah mendengar ucapan patriarch, tetua Hong juga ikut menatap kedua bocah di sampingnya.


Wang Chen tidak menjawab apapun. Sementara, Feng Ying membalas ucapan dengan nada malas, "Apa kau tidak puas, setelah mendapatkan core itu? Kau tidak perlu tau dari mana dan bagaimana kami bisa mendapatkannya."

__ADS_1


Patriarch tau bila Wang Chen hanya berada di tingkat master. Namun ia tidak yakin bila Feng Ying juga berada di tingkat master. Walaupun ia dapat melihat Feng Ying juga berada di tingkat master, namun seakan ia tidak percaya itu. Sikap Feng Ying yang santai walaupun ketika sedang berhadapan dengannya, sudah membuktikan itu. Ada sesuatu yang membuat Feng Ying berani melakukannya. Entah itu karna kemampuan, kekuatan ataupun latar belakang. Iapun tidak tahu.


"Sebenarnya dia berada di tingkat berapa sekarang?" Batin patriarch Lao.


__ADS_2