Feng Ying

Feng Ying
86 -Masuk Ke Rumah Hao


__ADS_3

Feng Ying dan yang lainnya telah sampai di depan sebuah gerbang yang cukup besar setelah berjam jam berjalan menuju tempat ini. Hari kini sudah malam dan di sekitar rumah itu juga tak terlihat banyak orang melintas.


"Apakah ini rumahnya? Kau tidak berbohong padaku, bukan?", Feng Ying menatap tajam pembunuh yang tersisa itu.


"Aku benar benar tidak berbohong. I- Ini memang rumah Tuan Hao." Pembunuh itu bergetar ketakutan karna ditatap tajam oleh Feng Ying.


"Baiklah kalau begitu, kau bisa pergi. Aku tak membutuhkanmu lagi."


Pembunuh yang mendengar itu langsung senang. "Terimakasih.. Terimakasih.." Ucapnya berulang kali. Tangannya saat ini sudah bebas sejak dirinya disuruh memimpin jalan. Jadi dirinya bisa langsung pergi.


Namun sebelum itu terjadi, sebuah belati langsung menembus dada kirinya. Ketika ia akan berbalik dan pergi. Darah langsung dimuntahkannya dan menatap pelaku dengan tak percaya, "Ke- Kenapa kau.. Melakukan ini?!" Ucapnya dengan marah.


Feng Ying tersenyum sinis sambil menatap pria itu, "Kau bisa pergi. Maksudku pergi ke alam lain. Kau akan berkumpul dengan semua temanmu di sana. Selamat tinggal," ia langsung menusukkan belati semakin dalam hingga akhirnya mencabut belati itu dari pembunuh di depannya.


"Uhk.. Pembohong! Kau.. Pembohong!", pembunuh langsung terduduk di tanah sambil memegangi dada kirinya yang berdarah. Ia terus memuntahkan darah dari mulutnya.


"Aku tidak berbohong sama sekali. Karna aku memang benar benar membiarkanmu pergi. Kau saja yang tak mengerti apa yang kumaksud." Ucap Feng Ying dengan entengnya.


Pembunuh menatap Feng Ying dengan benci. Tak lama kemudian, iapun langung mati dan tubuhnya tergeletak di tanah.


"Ying..?! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau membunuhnya?! Dia sudah menolong kita dan memberitau kita dimana letak rumah orang itu! Tapi kenapa kau malah..," Wang Chen menggelengkan kepala sambil menatap Feng Ying yang berdiri di sampingnya.


"Kau pikir, dia akan langsung pergi dan membiarkan kita tenang setelah membunuh teman temannya? Tentu saja tidak! Dia akan membalaskan dendam dan membuat kita kesulitan di kemudian hari. Kau lihat sendiri tadi, bagaimana keakrabannya dengan teman temannya. Kau pikir dia akan diam saja setelah melihat temannya mati di tanganmu dan Wang Feng?" Ucap Feng Ying dengan tegas.


"Tapi.. Kau tidak seharusnya membunuh dia Ying. Mu- Mungkin saja dia bisa merubah pikirannya." Ucap Wang Chen dengan ragu. Namun tegas.


Feng Ying menggelengkan kepala, "Sifatmu inilah yang terkadang membuatku kesal padamu, Chen! Kau selalu saja memikirkan orang lain, dari pada dirimu sendiri. Kau bertindak terlalu baik pada orang lain dan itu bisa membuatmu mudah dimanfaatkan. Kau juga terlalu naif!"


"Memangnya kenapa bila aku bersikap seperti itu?!" Ucap Wang Chen sambil menatap mata Feng Ying agak kesal.


"Kau masih saja tak mengerti. Sudahlah, kita kesampingkan pembicaraan ini. Wang Feng, kau bereskan mayat itu," Feng Ying menatap Wang Feng.


Nyawn~


Ukuran tubuh Wang Feng mulai membesar sampai sebesar harimau biasa. Iapun langsung melahap mayat pembunuh yang dibunuh oleh Feng Ying tadi.

__ADS_1


Wang Chen ingin memprotes pada Feng Ying, karna tidak menguburkan mayat pembunuh tadi dan malah menyuruh Wang Feng memakannya. Namun, sebelum ia melakukan protes, Feng Ying sudah menendang pintu gerbang hingga pintu terbuka dengan keras.


Nampak bahwa di halaman tempat tinggal itu sudah terdapat beberapa penjaga yang bersiaga. Sepertinya, setelah mendengar sedikit keributan tadi, mereka segera bersiap.


"Kau selesaikan mereka bersama dengan Wang Feng. Bila selesai, kau tunggu di sini." Ucap Feng Ying. Iapun langsung menghilang dari tempatnya dan membuat para penjaga yang ada di sana merasakan adanya hembusan angin yang melewati mereka.


"Di mana orang itu?!" Ucap salah satu penjaga sambil menatap ke arah tempat Feng Ying berdiri tadi.


"Sepertinya dia masuk ke dalam! Sebagian, cari dia ke dalam rumah dan peringatkan pada Tuan Hao!" Ucap pemimpin penjaga dengan tegas.


"Tapi mereka hanya seorang bocah. Apa tidak berlebihan bila mewaspadai mereka sampai seperti itu?" Ucap salah satu penjaga dengan sombong. Ia menatap ke arah Wang Chen yang masih berdiri di depan gerbang. Di samping bocah itu terdapat seekor harimau. Namun mereka tak tau harimau apa itu dikarenakan penerangan yang agak minim di tempat.


"Apa kau tidak lihat, temannya tadi bisa menghilang begitu saja?! Itu berarti bahwa mereka bukanlah bocah biasa!" Ucap pemimpin penjaga dengan marah. "Sebagian dari kalian, pergi berpencar ke dalam rumah!"


"Baik!"


Sebagian penjaga segera pergi. Begitupun penjaga yang tadi bersikap sombong.


"Wang Feng, bantu aku," Wang Chen melirik ke arah Wang Feng.


Grraoo


"Seharusnya aku tak membunuhnya terlebih dahulu tadi, hah.." Feng Ying menghela nafas kasar. Dirinya saat ini berada di sebuah ruang tamu. Nampak beberapa mayat di tempat Feng Ying saat ini berdiri. Ia adalah penyebab kematian orang orang itu. Para penjaga di ruangan ini hanya berlevel rendah. Sehingga membuat Feng Ying dapat menghabisi mereka dengan begitu mudahnya.


"...Sekarang aku jadi harus mencarinya sendiri." Feng Ying berjalan meninggalkan ruang tamu. Sebelum dirinya membuka sebuah pintu di sana, seseorang telah masuk ke dalam ruang tamu.


"Penyusup kecil.. Kau mau kemana?"


Feng Ying berbalik dan melihat seorang pria paruh baya. Ia tidak mengenal siapa pria itu yang merupakan pelayan pribadi Hao Yu. Setelah selesai mengubur jasad Hao Yu, dirinya langsung mendengar sedikit kegaduhan di dalam ruang tamu. Jadi ia langsung ke tempat ini.


"Kebetulan sekali masih ada orang yang hidup di dekatku. Kau bisa memberitaukan di mana Hao Jin dan Hao Yu saat ini." Ucap Feng Ying dengan malas.


"Siapa kau? Berani mengacaukan tempat ini." Ucap pelayan dengan dingin.


"Dia hebat juga. Kekuatannya berada di atasku. Apa mungkin dia adalah Hao Jin itu?" Batin Feng Ying sambil memperhatikan pelayan di depannya, dari atas sampai bawah.

__ADS_1


"Kau sepertinya bukan Hao Jin, bila dilihat dari penampilanmu. Karna kau terlihat seperti seorang pelayan. Sekarang katakan, di mana Hao Jin dan Hao Yu?"


"Aku memang bukan Tuan Hao. Aku adalah pelayan Tuan Muda Hao Yu yang saat ini sudah mati. Bila kau ingin bertemu dengan Tuan Hao, maka kau harus melewatiku terlebih dahulu."


Feng Ying cukup terkejut mendengar bahwa Hao Yu sudah mati. Dari tatapan pelayan di depannya, tidak terlibat kebohongan sama sekali. Jadi sudah pasti apa yang dikatakannya memang benar. "Bagaimana mungkin dia mati secepat itu?! Padahal aku belum memberikannya hadiah!", ia menatap pelayan dengan kesal.


"Tidak perlu banyak berbicara.. Penyusup kecil..," pelayan mengeluarkan sebuah belati dari balik pakainnya. Ia mengalirkan Qi pada belati itu dan membuat belati memanjang hingga menjadi pedang. "Bersiaplah untuk mati.."


"Hoho, kau ingin bermain denganku? Baik, aku terima," Feng Ying mengeluarkan belati dari dalam cincin ruang miliknya. Belati yang ia pegang bukanlah belati biasa. Karna walaupun ukurannya seperti belati pada umumnya, namun berat dari belati lebih dari itu.


Pelayan langsung menghilang dari tempatnya berdiri. Begitupun Feng Ying.


Bersamaan dengan menghilangnya dua orang itu, dua kilat saling berbenturan. Suara gesekan senjata terdengar di seluruh penjuru ruang tamu. Beberapa barang langsung rusak karna terkena serangan nyasar dari pertarungan keduanya. Bahkan mayat mayat yang tergeletak di lantai menjadi korban. Setiap bagian tubuh mereka terpotong potong menjadi bagian yang cukup kecil dan membuat darah berceceran kemana mana.


Lantai lantai menjadi retak, begitupun dinding dinding ruangan ketika sesuatu menghantam. Gerakan yang dilakukan kedua orang itu cukup sulit dilihat oleh mata orang biasa. Debaman beberapa kali terdengar, bersamaan dengan barang apapun yang rusak di sekitar suara itu.


Suara keras yang terjadi cukup lama itu mengundang perhatian para penjaga yang pergi ke dalam rumah untuk menemukan penyusup kecil. Ketika sampai, mereka hanya bisa menyaksikan dua kilat yang saling berbenturan saja, tanpa bisa melakukan apapun untuk memisahkannya.


"Kenapa kau malah menjadi pelayan di tempat seperti ini? Padahal kekuatanmu cukup baik. Apa ada alasannya?" Ucap Feng Ying pada sela sela pertarungan. Ia menahan pedang pelayan menggunakan belati miliknya.


"Tidak ada urusannya dengan mu!", pelayan mendorong lebih kuat pedangnya ke depan dan membuat Feng Ying melompat ke belakang untuk menjaga jarak. Iapun membuat gerakan tangan dan mengarahkan telapak tangannya pada Feng Ying.


Sekilas, terlihat bahwa di telapak tangannya terlihat angin yang membentuk seperti bulan sabit. Angin itupun meluncur ke arah Feng Ying dengan cepat.


"Kau lumayan juga," Feng Ying tersenyum sinis. Dalam sepersekian detik, dirinya menghilang dari tempat berdiri.


BOOMM


Angin yang membentuk bulan sabit berukuran kecil itu menghantam tembok dan meninggalkan bekas memanjang yang cukup dalam. Bila saja angin itu mengenai manusia biasa, maka tubuhnya akan langsung terbelah menjadi dua.


CCRRUUATT


Suara daging yang terobek benda tajam langsung terdengar. Begitupun suara erangan sesaat. Darah kembali membasahi lantai yang berwarna putih itu dengan noda merah.


"Bisa kita bicara?"

__ADS_1


Suara itu terdengar seperti orang berumur 30 tahunan dan suara berasal dari belakang pelayan yang saat ini masih menatap ke arah tempat Feng Ying berdiri tadi.


Pelayan langsung terkejut kala mendengar suara orang asing di belakangnya. Ditambah dengan erangan sesaat tadi. Iapun segera membalikan tubuhnya dan menatap orang di depannya. Ia dapat melihat bahwa penjaga yang tadi datang ke ruang tamu sudah mati semua dengan begitu cepat. Di depan mayat mayat itu terdapat seseorang yang ia kenal karna baru saja bertarung dengannya, kini sedang berdiri tegak tepat satu meter di depan.


__ADS_2