
"Dia sepertinya terluka parah. Sehingga dia menggunakan energi kehidupannya untuk menyembuhkan diri" ucap Tang Shen.
Feng Ying mengangguk. Iapun mengedarkan pandangan ke sekitar dan tatapannya berhenti kala melihat Wang Chen berada di sebuah jeruji besi seorang diri. Ia langsung pergi menghampiri bocah itu.
"Hei.. Chen" ucap Feng Ying.
"Ying?!" ucap Wang Chen terkejut. Ia terkejut karna melihat keadaan tubuh bocah itu yang dilumuri banyak darah.
"Apa yang terjadi denganmu, Ying?" ucap Wang Chen dengan lemah. Luka di tubuhnya sudah banyak saat ini dan darah pun masih keluar. Namun dia masih sempat sempatnya menanyakan keadaan Feng Ying.
"Aku baik baik saja. Tak perlu memikirkanku. Lihatlah dirimu sendiri, kau terluka" ucap Feng Ying.
"Aku.. Baik baik saja."
Ketika melihat Feng Ying memegang jeruji besi, Wang Chen kembali angkat suara, "Jangan membuka besi itu dengan Qi.. Karna itu.. Akan percuma."
"Heh, tentu saja tidak. Kau pikir aku ini tak bisa menghancurkan besi seperti ini?", Feng Ying langsung mencengkram kuat besi yang ada di depannya. Jeruji besi ini memang lebih kuat, dari pada rantai.
Kraakk
Bhuumm
Feng Ying langsung melemparkan pintu jeruji besi ke lantai. Iapun masuk ke dalam dan menghampiri Wang Chen. Baik Tang Shen maupun Wang Chen, nampak memberikan tatapan tak percaya pada bocah berumur 12 tahun itu. Fisiknya sangat kuat, itulah yang mereka pikirkan.
Melihat Wang Chen yang diam melongo menatapnya, membuat Feng Ying langsung menepuk wajah Wang Chen dengan agak keras, "Awhh."
Feng Ying menurunkan tangannya dari wajah Wang Chen. Iapun mendapatkan tatapan kesal dari Wang Chen, walaupun tubuh bocah itu masih lemah, "Ying! Apa yang.. Kau lakukan?!"
"Ada nyamuk tadi. Dia hampir saja masuk ke mulutmu, bila saja aku tak melakukan hal itu tadi" ucap Feng Ying dengan wajah tak bersalahnya.
"Kalau begitu, mana nyamuk itu?!"
Feng Ying menunjuk ke atas langit langit ruangan, "Itu.. Nyamuknya sedang terbang pergi dari sini."
Wang Chen menatap ke arah yang ditunjuk. Sementara, Feng Ying segera melepaskan satu rantai yang mengikat tangan Wang Chen.
"Mana? Tidak ada nya-"
Wang Chen hampir saja terjatuh. Andai Feng Ying tak menahan tubuhnya untuk tetap berdiri, "Ckckck kau sangat lemah sekali Chen. Bahkan untuk berdiri saja, kau tak bisa melakukannya."
"Ying!!"
__ADS_1
"Huh, apa?"
"Kenapa kau tak mengatakan bahwa kau akan melepaskan rantai ini dulu, sebelum melakukannya?!"
"Oh, kau tak mau aku tolong? Baiklah," Feng Ying langsung menjauh dari Wang Chen.
Wang Chen langsung terjatuh ke bawah. Namun tubuhnya tidak langsung menyentuh tanah, hanya menggantung saja. Wajahnya hampir mencium lantai. Andai satu rantai di tangannya tidak ada.
"Ying!", Wang Chen mendesah kesakitan. Dirinya tak bisa berdiri dengan tegak. Karna kekuatannya yang sudah lemah dan tubuhnya mendapat banyak luka. Tangannya yang menggantung di satu rantai kini terasa sakit, karna harus menahan beban tubuhnya.
"Kau yang mengatakan agar aku tidak melepas rantai sebelum aku mengatakannya padamu. Jadi aku akan mengatakannya di depanmu agar kau melihat wajahku" ucap Feng Ying tanpa bersalah. Ia bahkan tersenyum polos.
Wajah Wang Chen hanya menatap tanah. Ia tak bisa menggerakkan tubuhnya dengan baik. Sehingga menggantung seperti ini. "Bantu aku, Ying!" ucap Wang Chen dengan agak kesal.
Feng Ying tertawa pelan, "Baiklah.. Baiklah. Aku akan melepaskan rantai ini."
Feng Ying berjongkok di dekat Wang Chen dan langsung melepaskan rantai yang mengikat bocah itu. Seketika, tubuh Wang Chen ambruk ke punggung Feng Ying.
Feng Ying membawa Wang Chen yang ada di punggungnya dan langsung menyerahkan bocah itu pada Tang Shen, "Senior.. Kau bawa Chen. Aku akan melepaskan yang lainnya."
Tang Shen mengangguk dan tak banyak bertanya. Ia pun menggendong Wang Chen di punggungnya. Ia bisa mendengar deru nafas Wang Chen yang kurang stabil. Sepertinya bocah itu sangat kesakitan saat ini. Karna ia bisa melihat banyak bekas luka di tubuhnya, bahkan ada yang masih mengeluarkan darah.
Wang Chen mengangguk pelan dan menggumam sebagai jawaban.
***
Feng Ying berjalan ke arah kurungan Wang Feng. Ia langsung menggenggam jeruji besi milik Wang Feng dan langsung menariknya paksa. Hingga membuat pintu jeruji terlepas. Bocah itupun langsung menghempaskan pintu ke lantai.
Feng Ying menghampiri Wang Feng dan langsung mengangkat tubuh mungil harimau bulan itu. Terlihat banyak luka dan darah di tubuh Wang Feng. Namun, Feng Ying bisa melihat bahwa luka di tubuh Wang Feng perlahan mulai sembuh. Walaupun proses penyembuhannya lama, namun Feng Ying dapat melihat bahwa luka harimau bulan itu mulai sembuh perlahan.
Bila orang lain yang melihatnya, mungkin mereka takkan bisa melihat proses penyembuhan itu. Karna kecepatan penyembuhannya sulit dilihat secara kasat mata.
"Kau melakukan tugas dengan baik. Karna kau tak membuatmu menjadi beban untukku" ucap Feng Ying. Apa yang ia katakan memang benar, bila saja Wang Feng tak masuk ke dalam penjara ini, maka mungkin harimau bulan itu akan menjadi beban untuknya. Jadi, bisa dibilang, Feng Ying berterimakasih pada orang aliran hitam yang memasukkan Wang Feng ke dalam penjara ini.
Setelah mengambil Wang Feng, Feng Ying langsung pergi menuju Tang Shen. Iapun menyimpan Wang Feng di tanah, tepat depan Tang Shen yang berdiri, "Aku titip dia di sini."
Setelah mengatakan itu, Feng Ying langsung pergi ke satu jeruji yang juga terdapat tahanan. Ia tidak langsung menghancurkan pintu jeruji seperti tadi. Ia sedang mengamati ketiga orang yang berada dalam jeruji. Setelahnya, Feng Ying langsung pergi menuju tempat Tang Shen dan Wang Chen, tanpa mengeluarkan tiga orang itu.
"Sudahlah, kita pergi sekarang" ucap Feng Ying.
Wang Chen mengangkat wajahnya dan menatap Feng Ying. Ia tidak melihat ketiga pamannya bersama dengan bocah itu, "Kau belum.. Menolong pamanku" ucpnya dengan agak lemas.
__ADS_1
"Lupakan saja mereka. Karna mereka sudah mati" ucap Feng Ying tanpa basa basi.
Mendengar itu, Wang Chen terkejut, "Tidak.. Tidak mungkin Ying.. Aku tadi melihatnya sendiri.. Mereka.. Mereka masih hidup. Nafas mereka masih ada."
"Aku tau. Hanya saja, 'mati' dalam artian kata lain."
"Maksudmu?"
"Mereka tak memiliki keinginan untuk hidup sama sekali. Percuma saja aku membebaskan mereka. Dalam tatapanku, mereka sudah mati. Semangat hidup mereka sudah mati. Kau paham? Sekarang, kita pergi."
"Tidak, Ying! Lepaskan pamanku.. Tolong bebaskan mereka.."
"Kau lihat sendiri Chen. Bahkan untuk setitik semangat hidup saja, mereka tak memilikinya. Mereka sudah mati. Apa gunanya hidup, bila tanpa keinginan untuk menjalankannya?"
"Mereka tetap pamanku.. Ying. Mereka pasti.. Bisa kembali seperti semua. Kau sudah mengatakan.. Bahwa kau akan.. Membantuku" ucap Wang Chen dengan kesulitan.
Tang Shen tak tau harus memihak siapa. Bila berdasarkan ucapan Feng Ying, memang hal itu ada benarnya. Namun bila melihat pada sudut pandang Wang Chen, ia juga merasa bahwa itu benar.
Mungkin mereka bisa mengubah orang yang tak memiliki semangat hidup kembali seperti semula dan bila melihat pandangan dari perasaan Wang Chen saat ini, pasti ia ingin menyelamatkan pamannya. Tang Shen juga pasti akan melakukan hal yang sama, seperti Wang Chen.
Feng Ying membuang nafas kasar dan menatap Wang Chen dengan agak kesal, "Baiklah! Tapi aku tidak akan bertanggung jawab tentang mereka!"
Wang Chen tersenyum, "Terimakasih."
Feng Ying berjalan ke arah jeruji tempat ketiga paman Wang Chen dikurung. Iapun langsung menarik pintu jeruji dan membantingnya ke lantai. Setelah itu, ia pun masuk ke dalam.
***
Wang Chen dan Tang Shen hanya menunggu kedatangan Feng Ying. Mereka tak bisa melakukan hal apapun lainnya. "Aku pasti bisa mengubah kalian kembali, paman" batin Wang Chen.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Feng Ying keluar. Tang Shen dan Wang Chen nampak terkejut dengan perlakuan Feng Ying. "Apa yang kau lakukan Ying?!" ucap Wang Chen.
Feng Ying masih berjalan menuju dua orang itu. Ia menjawab dengan wajah tak bersalah, "Membawa mereka keluar dari penjara. Memang kau lihat, aku sedang apa?"
"Sedang menarik anjing peliharaan" ucap Tang Shen secara spontan.
Terlihat bahwa Feng Ying menarik tiga buah rantai yang terhubung ke setiap kalung besi yang ada di leher tiga paman Wang Chen. Ia menyeret tiga pria itu dengan rantai.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa, Like ,Vote, Favorite and coment
__ADS_1