
Feng Ying dan Wang Chen kembali melanjutkan perjalanan. Setelah seharian berjalan dan terkadang beristirahat, keduanya sudah keluar dari hutan. Kini mereka berada di hamparan bebatuan yang begitu banyak. Tidak ada air maupun tanaman di tempat ini. Hanya pasir dan banyaknya bebatuan. Bahkan Qi di tempat ini sangat sedikit.
Sejak menginjakkan kaki ke padang batu ini, Feng Ying merasa Qi nya seperti tersedot keluar. Terlebih, saat dirinya mengeluarkan Qi, Qi nya lebih cepat terkuras. Sebenarnya tempat apa ini?
Bukan hanya Feng Ying yang merasakannya. tetapi Wang Chen pun demikian. Sudah 5 hari keduanya berjalan di padang batu. Namun keduanya tak kunjung menemukan ujung dari tempat ini. Beberapa kali mereka istirahat. Namun, tidak terlalu lama.
Feng Ying sudah kehabisan makanan dan Wang Chen tak membawa bekal. Keduanya tak memiliki makanan saat ini.
"Ying.. Aku lapar.. Apa tidak bisa bila kita cari makan terlebih dahulu?" Keluh Wang Chen. Ia berhenti berjalan.
Feng Ying melirik ke belakang. Ia masih tak menghentikan jalannya. "Memangnya kau kira ini desa dan kota? Sehingga bisa mencari tempat makan? Haish.."
"Tapi kita bisa mencari demonic beast atau hewan lain untuk dimakan."
"Selama kita berada di padang batu ini, tidak ada satupun hewan yang lewat. Dicari sekeras apapun, kau takkan menemukan hewan di tempat ini." Ketus Feng Ying.
Perut Wang Chen sudah keroncongan saat ini. Ia melihat ke atas langit dan sedikit menutupi matanya dengan tangan karna silau. "Udara di tempat ini sangat panas."
Wang Chen kembali melihat ke depan. Ia pun dapat melihat seekor beruang yang berjalan di depannya. Sangat aneh, namun bagi Wang Chen, ini seperti keberuntungan baginya. Ia dengan cepat mengeluarkan pedang yang berada di pinggang dan melesat secepat yang dirinya bisa.
"Makanan.. Makanan..!!" Teriak Wang Chen dengan girang.
Beruang yang dilihat Wang Chen berbalik ketika mendengar suara itu. Ia terkejut dengan Wang Chen yang melakukan serangan secara tiba tiba. Namun serangan itu dapat dihindarinya dengan cepat.
Beruang yang dilihat Wang Chen sebenarnya adalah Feng Ying. Pemuda itu menatap Feng Ying seakan sedang mengincar mangsa dan terlihat takkan melepaskan Feng Ying. "Apa yang kau lakukan?!" Ucap Feng Ying sambil melompat mundur.
"Makanan.. Makanan.. Jangan lari dariku! Kau akan kujadikan beruang bakar!" Wang Chen seakan tak mendengar ucapan Feng Ying dan malah kembali melesat untuk memberikan serangan pada Feng Ying.
__ADS_1
Feng Ying mengambil belati dari dalam cincin ruangnya dengan cepat. Ia juga menahan semua serangan yang dilakukan Wang Chen. "Kau menganggapku beruang?! Dan kau ingin menjadikanku beruang bakar?! Kau sudah gila?! Apa rasa lapar mempengaruhi otakmu?!"
"Makanan.. Beruang bakar.." Ucap Wang Chen dengan senyuman lebar.
Feng Ying tak mau membuang buang Qi nya dengan percuma. Jadi dirinya menahan maupun menangkis serangan Wang Chen hanya dengan kekuatan fisiknya yang kuat. Namun, berbeda dengan Wang Chen yang malah terus membuang buang Qi nya untuk menyerang Feng Ying.
"Huh, aku ingin sekali memberinya ilusi dan membuatnya memakan semua batu batu di tempat ini. Tapi aku harus menghemat kekuatanku." Batin Feng Ying.
Gerakan Wang Chen dan Feng Ying cepat dalam menyerang maupun menangkis serangan. "Bagaimana caraku menyadarkannya? Walaupun aku sudah melukainya, dia tidak juga sadar." Batin Feng Ying. Ia menyerang sambil bertahan. Ia juga berpikir cara yang bagus untuk menyadarkan Wang Chen.
"Bila kau terus membuang buang Qi dengan hal tak berguna seperti ini, kau tidak akan bisa bertahan di tempat ini!" Ucap Feng Ying.
"Makanan.. Beruang, kau ini masih saja melawan.. Baiklah, aku akan menyerangmu lebih cepat dan menjadikanmu beruang bakar, juga sup." Ucap Wang Chen dengan tatapan aneh.
Benar saja ucapan Wang Chen. Ia melakukan gerakan dengan lebih gesit dan cepat. Di kedua kakinya bahkan mengalir elemen petir biru.
Wang Chen melompat mundur. Walaupun pedangnya saat ini terlempar cukup jauh darinya, tetapi Wang Chen tak mengambilnya. "Kau sangat kuat, Tuan beruang.. Tapi aku tidak akan melepaskanmu." Ia kembali melesat dengan kepalan tangan.
"Sepertinya tak ada pilihan lain selain membiarkannya." Gumam Feng Ying. Ia menjatuhkan belati miliknya ke permukaan tanah dan hanya diam menatap Wang Chen yang berlari ke arahnya.
Whuuuss
Wang Chen melakukan pukulan dengan tangan kanan setelah sampai tepat di depan Feng Ying. "Beruang bakar.."
Feng Ying dengan cepat mencengkram kepalan tangan Wang Chen dengan tangan kirinya. "Ini yang kau mau, bukan?" Sementara, tangan kanannya langsung diarahkan pada mulut Wang Chen yang terbuka.
Haapp
__ADS_1
Pergelangan tangan Feng Ying berada di mulut Wang Chen. Pemuda itu bahkan langsung menggigit tangannya dengan kuat. Tetesan demi tetesan darah mengenai permukaan tanah yang kering.
Feng Ying sedikit meringis karna tangannya terluka. Ia tak mengira bila Wang Chen bisa menggigit tangannya sekuat ini. Ia seperti baru saja digigit oleh demonic beast.
Selama beberapa saat, Wang Chen masih belum melepaskan gigitannya dari tangan Feng Ying. Namun tak lama, ia mulai tersadar. Pandangan matanya menatap tangan yang ia gigit. Nampak bila tangan itu mengeluarkan darah dan masih terus menetes ke permukaan tanah.
Wang Chen sangat terkejut. Ia melepaskan gigitannya dari tangan Feng Ying dan menarik tangan kanannya agar lepas dari cengkraman temannya. Wang Chen termundur beberapa langkah. Ia menatap Feng Ying terkejut.
Feng Ying meringis saat melihat keadaan tangannya. Dagingnya sedikit koyak. Darah yang keluar dari lukanya pun cukup banyak. Ia menatap Wang Chen, "Kau sudah puas? Kau sudah puas mengingitku?"
Wang Chen tersadar dari keterkejutannya. Iapun kenatap tangan Feng Ying yang terluka karna dirinya. "M-maaf.. Maaf Ying.. Aku tidak bermaksud menggigitmu dan melukaimu." Ia merasa sangat bersalah karna telah melukai Feng Ying. Ia yang hanya melihat luka Feng Ying saja merasa ngilu. Pasti itu sangat sakit.
Wang Chen mengusap mulutnya yang terkena darah Feng Ying. Kini, yang terlintas di pikiran Wang Chen adalah 'Apa aku sudah menelan darah Ying?'
Wang Chen menelan ludahnya saat memikirkan itu. Bagaimana bisa ia melakukan itu? Jika saja dirinya tadi tak segera sadar, mungkin ia akan melukai Feng Ying lebih parah lagi. "M-maafkan aku.."
Feng Ying membuang muka dengan ekspresi yang nampak kesal. "Kau akan mendapatkan akibatnya karna sudah mengonsumsi darahku. Jangan salahkan aku bila kau tak kuat dan malah mati. Kau juga harus berterimakasih padaku karna sudah mengizinkanmu merasakannya."
Wang Chen mulai menatap wajah Feng Ying. Darah yang ia telan tadi memang terasa agak manis jadi memang cukup aneh. Tapi apa maksud dari ucapan Feng Ying, "Apa maksudmu Ying?"
Tak lama setelah mengatakan itu, Wang Chen merasakan tenggorokannya sedikit panas. Iapun mulai berlutut di tanah karna merasakan gejolak besar dalam tubuh. Seperti ada kekuatan luar yang masuk ke dalam tubuhnya dengan paksa. "Y-Ying.."
Feng Ying sedikit melirik pada Wang Chen. Ia hanya diam di tempatnya walaupun melihat Wang Chen bereskpresi kesakitan. "Jangan menahan kekuatan itu dan seraplah. Aku akan lihat, apa kau bisa menahannya..."
Wang Chen yang mendengar ucapan Feng Ying tadi, mulai duduk bersila. Ekspresinya terus memperlihatkan raut kesakitan. Walau begitu, ia tetap melakukan apa yang dikatakan Feng Ying.
Feng Ying, "Aku sudah tidak sabar melihatnya mati karna tak bisa menahan kekuatan yang tiba tiba masuk ke tubuhnya itu." Gumamnya. Iapun tersenyum sinis dan mengamati Wang Chen.
__ADS_1