Feng Ying

Feng Ying
115 -Gerbang Dunia


__ADS_3

Kini, Feng Ying mulai melakukan perjalanan bersama seseorang. Biasanya ia hanya akan berpetualang sendiri. Tapi kini tidak lagi. Karna Wang Chen dan Wang Feng yang memaksa ikut, membuat Feng Ying terpaksa membawa mereka bersamanya.


Walaupun Wang Chen dan Wang Feng bersikap seperti seorang teman dekat dan sangat baik, tapi Feng Ying takkan percaya begitu saja dengan keduanya. Ia sudah banyak menemukan orang orang bermuka dua. Di luar mereka tambak baik dan ramah, tapi di belakang begitu berkebalikan.


Feng Ying sudah melakukan perjalanan selama 1 hari bersama keduanya. Jadi ia tahu siapa nama mereka. Yang membuatnya aneh adalah nama Wang Feng. "Kenapa nama harimau itu sama dengan namaku?" Tanya Feng Ying setelah selesai berkenalan.


"Ah, Wang Feng? Tentu saja! Karna yang memberikannya nama adalah aku. 'Wang' adalah nama dari margaku. Lalu 'Feng' adalah margamu." Jelas Wang Chen semangat.


"Sejak kapan kau memberinya nama itu? Bahkan kau memasukkan nama margaku begitu saja padanya! Padahal aku tidak mengijinkan namaku untuk dipakai olehnya!" Keluh Feng Ying.


"Sejak Wang Feng kecil. Aku memberinya nama semenjak itu. Apa kau juga lupa bahwa kau'lah yang menemukan telur Wang Feng?" Wang Chen tersenyum.


Feng Ying menggelengkan kepala, "Aku tidak mengerti dengan apa yang kau maksud."


Dalam hati, Wang Chen merasa sedih. Namun ia tidak menunjukkan itu pada Feng Ying. "Jadi dia melupakan kami berdua, ya? Baiklah! Tak masalah! Aku akan membuat kenangan yang lebih baik dengannya."


"Apakah yang dikatakannya tentang masa laluku?" Batin Feng Ying. "Lagi pula, aku juga melupakan ingatan selama beberapa bulan saat itu. Apa mungkin dia mengenalku? Dan dia mengetahui kejadian apa saja yang kulupakan? Apa kami pernah dekat? Dia sangat menempel padaku. Dia bahkan tak membiarkanku pergi sendiri terlalu lama selama perjalanan ini."


Wang Chen melambaikan tangannya di depan wajah Feng Ying, "Ada apa? Kenapa melamun? Nanti kau tersandung batu dan jatuh."


Belum lama setelah Wang Chen berucap demikian, Feng Ying benar benar tersandung batu. Ia langsung jatuh dengan wajah yang menghantam permukaan tanah lebih dahulu, "Aduh.."


"Apa yang kukatakan tadi, benar bukan? Maka dari itu, jangan melamun." Wang Chen tersenyum. Iapun mengulurkan tangan pada Feng Ying untuk membantunya berdiri.


Feng Ying menerima uluran tangannya dan langsung berdiri. Ia menepuk nepuk pakaiannya sambil menatap Wang Chen, "Apa kau memiliki kemampuan untuk mengubah kata kata menjadi kenyataan, huh? Dan membuatku terjatuh seperti tadi."


Wang Chen menggelengkan kepala dan tertawa pelan, "Mana ada kemampuan seperti itu! Lagi pula, bukan salahku bila kau terjatuh. Aku udah memperingatkannya padamu. Tapi kau tidak mendengarkanku."


Feng Ying memalingkan wajahnya, "Terserah kau saja. Tapi menurutku, kau tetap yang bersalah dan membuatku terjatuh."


Wang Chen mengerutkan kening, "Hei.. Jangan menuduh. Itu tidak baik. Lagi pula, apa yang kau katakan itu tidak benar!" bantahnya.


"Hmph! Kau pikir aku akan percaya? Tidak!" ketus Feng Ying.


Wang Chen mendengus, "Kau tetap saja menyebalkan seperti dulu!"


"Huh, biarkan saja." Feng Ying mengabaikan ucapan Wang Chen dan mulai berjalan kembali. "Kita harus segera sampai di desa atau kota, bila tidak mau tinggal di hutan."


"Aku tidak masalah bila harus menginap di hutan." Wang Chen dan Wang Feng mulai mengikuti Feng Ying kembali.

__ADS_1


Nyawn! Nyawn!


"Hm.. baguslah. Tapi hari ini aku tidak ingin tidur di hutan. Jadi kita harus cepat, sebelum hari mulai sore."


"Kalau begitu, Wang Feng!"


Nyawn!


Ukuran tubuh Wang Feng membesar hingga hampir 2 meter. Ia mengaum dengan agak keras dan membuat beberapa burung yang berada di atas pohon beterbangan.


Feng Ying menghentikan langkahnya dan berbalik kala mendengar seruan Wang Chen, "Ying! Kita bisa menaiki Wang Feng! Ini akan lebih cepat, daripada harus berjalan seperti itu! Ini juga akan lebih menyenangkan!"


"Kenapa tidak dari tadi saja?! Bila seperti ini, maka kita bisa lebih cepat!" kesal Feng Ying.


"Jangan salahkan aku! Salahkan dirimu sendiri yang tidak mengatakan padaku tujuan kita untuk pergi ke desa atau kota. Jadi bukan aku yang salah, bodoh!" ejek Wang Chen.


Feng Ying mengepalkan tangannya, "Kau.. Apa kau mau aku pukul, hah?! Kemari!"


"Huu, aku takut..." Ucap Wang Chen dengan tatapan bercanda.


"Kau.." Feng Ying berniat mendekati Wang Chen. Namun, pemuda itu sudah lari dan berteriak padanya, "Haha.. Aku takut sekali~"


"Kemari kau! Jangan lari!" teriak Feng Ying. Iapun berlari mengejar Wang Chen dan meninggalkan Wang Feng yang hanya terdiam melihat keduanya berlarian.


Wang Feng menghela nafas pasrah. Dirinya ditinggalkan oleh dua pemuda itu. Iapun mulai berlari untuk mengejar mereka. Kedua pemuda itu hanya lari dengan kecepatan biasa dan terlihat jelas bila keduanya hanya sedang bercanda.


"Kemari kau, aku akan memukulmu!" teriak Feng Ying marah. Walau begitu, ia tidak benar benar marah.


"Huhu.. Aku takut.. Jangan sakiti aku.. Kasihanilah aku~ haha." Ucap Wang Chen dengan suara keras.


"Bila aku sudah menangkapmu, aku akan memberikan tendangan dan pukulan pada wajahmu itu!" teriak Feng Ying.


***


Keesokan paginya, Feng Ying, Wang Chen dan Wang Feng berada di restoran. Setelah menemukan kota saat malam, mereka menginap di penginapan yang ada di kota.


Saat ini sudah pagi dan mereka berada di restoran yang nampak cukup mewah dengan dekorasi yang juga mewah.


"Ugh.. Uangku bisa cepat habis bila terus membelikan makanan untuk Wang Feng di sebuah restoran seperti ini. Apalagi Wang Feng banyak makan." Keluh Wang Chen.

__ADS_1


Feng Ying menatap Wang Chen dengan tatapan mengejek, "Heh.. Salah siapa kau ikut? Aku tidak mengajakmu untuk masuk ke restoran seperti ini."


Wang Chen cemberut karna apa yang dikatakan Feng Ying benar.


"Bukankah sekarang adalah hari dimana gerbang dunia akan muncul?" Ucap seorang pelanggan di meja dekat Feng Ying.


"Hum?" temannya berhenti makan kala mendengar ucapan itu. "Kau benar!"


"Kita beruntung sekali karna datang di hari yang tepat ini! Kita bisa masuk ke sana. Bagaimana? Kejadian ini tidak datang setiap waktu. Gerbang itu akan muncul setiap 100 tahun sekali saja!" Ucap pria itu dengan semangat.


"Yah.. Walaupun dikatakan bila di dalam gerbang itu banyak sekali harta, namun di sana juga berbahaya. Aku tidak yakin bisa selamat setelah masuk ke sana. Lagi pula, dikatakan bila gerbang akan menghilang dalam waktu 1 bulan setelah muncul. Banyak orang yang pasti akan mengambil kesempatan untuk masuk ke sana. Tapi aku tidak mau!"


"Ayolah.. Kesempatan ini tidak akan datang dua kali. Di sana pasti terdapat banyak harta yang menarik. Lagi pula, tempat itu tidak jauh dari kota ini. Maka dari itu, tadi kita banyak melihat para kultivator dari berbagai sekte. Ini tidak akan lama, kita hanya akan berada di sana beberapa hari saja. Jadi ayo kita ikut~" Ucap pria itu dengan nada memelas.


"Iya, hanya beberapa hari, karna kita mati saat di sana!" ucap temannya dengan cuek. Ia mulai bangkit dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan pria itu.


"Ayolah~ hei, jangan pergi meninggalkanku begitu saja!" pria itu muai mengejar temannya.


Feng Ying tersenyum, "Kau tadi mendengarnya?" Ucapnya sambil melirik Wang Chen.


"Hm?" Wang Chen menghentikan makannya. Ia menatap Feng Ying, "Mendengarkan apa? Maaf.. Aku terlalu fokus makan tadi." Ia terkekeh.


Feng Ying memperhatikan bila di sekitar mulut Wang Chen terdapat makanan makanan yang menempel. Iapun mendengus, "Hmph! Dasar tukang makan!"


"Aku bukanlah tukang makan. Hanya saja, makanan ini memang sangat enak. Biasanya aku sering memakan makanan tanpa adanya rasa atau tidak, makanan itu gosong. Tapi yang jelas, semua makanan yang sering kumakan itu tidak enak. Sekarang, aku memiliki makanan enak, yasudah kumakan saja." Wang Chen melirik makanan yang masih utuh berada di hadapan Feng Ying.


"Hm.. Sayang sekali bila tidak dimakan." Wang Chen langsung mengambilnya dan memakannya lahap.


"H-hei.. Itu makananku! Kembalikan!"


Wang Chen menaruh kembali mangkuk makanan. Di sana, nampak bila mangkuk sudah kosong. "Ah~ kenyangnya.. Maaf Ying, makananmu sudah habis kumakan. Salahmu, karna tidak memakannya." Ia tersenyum enteng.


"Kembalikan makananku!" kesal Feng Ying. Ia menggebrak meja.


"Aku sudah memakannya. Bagaimana caraku mengembalikannya? bweee." Wang Chen menjulurkan lidahnya dan seakan mengejek Feng Ying.


Feng Ying mengepalkan tangan. Iapun menghentakkan kakinya dan menginjak kaki Wang Chen yang ada di bawah meja.


Kraakk

__ADS_1


Wang Chen melotot, entah terkejut atau kesakitan. Iapun langsung meringis, "Sstt.. S-sakit.. Ying! Kau jahat sekali! Ini menyakitkan! Tulangku bahkan sepertinya retak!"


"Hmph! Kau yang mulai terlebih dahulu! Jngan salahkan aku!" Feng Ying mendengus kesal.


__ADS_2