Feng Ying

Feng Ying
28 -Pergi Dari Sekte


__ADS_3

Feng Ying pergi ke hutan terdekat dari sekte phoenix api. Ia membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di sana dengan gerakan yang cepat dan sulit dilihat mata.


Hanya dalam waktu puluhan menit di sana, Feng Ying sudah mendapatkan 5 demonic beast berwujud singa dengan tubuh berapi. Demonic beast ini memang cukup mudah ditemukan.


Feng Ying hanya mengambil core mereka saja. Sesuai dengan tugas yang ia dapatkan. Setelah menyelesaikan tugasnya, Feng Ying kembali ke sekte phoenix api dan menemui tetua Hong Liang.


"Aku sudah menyelesaikan misi yang kau berikan tanpa luka. Sekarang, berikan hadiah padaku," Feng Ying menyimpan core di atas meja. Ia langsung menyodorkan tangan seakan meminta uang pada seorang pria paruh baya di depannya.


Tetua Hong terkejut karna mengetahui bahwa semua core itu memiliki kandungan Qi yang tebal. Mungkin demonic beast singa api yang memiliki core dengan Qi setebal ini berada di tingkat grandmaster.


"Hei, bagaimana kau bisa mendapatkan semua core ini? Tidak mungkin kau mendapatkannya sendiri dengan bertarung melawan mereka" ucap tetua Hong Liang yang tak percaya pada kemampuan Feng Ying.


"Tentu saja aku mendapatkannya dengan mengalahkan mereka. Paman kira aku ini menanam core itu apa?" ucap ketus Feng Ying.


"Tidak mungkin kau mengalahkan mereka! Kau pasti bercanda!"


"Jangan mencoba mengulur waktu. Paman berkata seperti ini agar paman bisa membatalkan taruhan tadi bukan? Heh, tidak bisa. Paman tak bisa membatalkan taruhan. Sekarang cepat berikan. Bila tidak, maka aku akan memberitaukan patriarch Lao bahwa anda sudah mengingkari janji. Bila patriarch Lao mengetahuinya, maka- hmph!"


Mulut Feng Ying dibekap oleh tetua Hong Liang, "Ssuutt, kau jangan terlalu berisik seperti itu. Iya iya aku akan memberikannya, dasar bocah licik."


Tetua Hong Liang memberikan 50 koin emas pada Feng Ying. "Aku sudah memberikannya. Sekarang kau kembalilah."


"Mana bisa seperti ini?! Kau kurang 5 koin emas! Kemarikan!" protes Feng Ying.


"Bukankah kita hanya taruhan 50 keping emas saja?" ucap tetua Hong yang berpura pura lupa.


"Baiklah! Bila kau berhasil kembali tanpa luka dan menyelesaikan misi, aku akan memberikan 50 keping emas. Ditambah 5 keping emas dari keberhasilan misi.


Kau berkata seperti itu padaku beberapa jam lalu. Sebelum aku pergi menyelesaikannya!" Feng Ying mengikuti gaya bicara tetua Hong saat mereka melakukan taruhan.


"Bagaimana kau bisa mengingat setiap katanya?" kaget tetua Hong.


"Kau bohong! Ternyata kau mengingatnya! Tambah 5 keping emas. Total jadi 10 keping emas" ucap Feng Ying sambil memperlihatkan 10 jarinya.


Tetua Hong terkejut mendengar ucapan Feng Ying, "Kenapa bertambah? Aku hanya mengatakan akan memberikan tambahan 5 keping emas bila kau berhasil menyelesaikan misi!"


"5 keping emas sebagai bayaran karna kau sudah berbohong padaku. Bila paman tidak mau memberikannya, maka aku akan pergi menemui patriarch Lao dan memberitau bahwa paman- hmph!"


Lagi lagi, tetua Hong Liang langsung membekap mulut Feng Ying, "Jangan panggil aku paman. Panggil tetua Hong dan jangan katakan pada patriarch bahwa aku melanggar janji, oke? Akan kuberikan sisanya padamu."


Feng Ying melepaskan paksa tangan tetua Hong dari mulutnya, iapun langsung mengulurkan tangan, "Kemarikan cepat. Bila tetua tidak mau aku melaporkanmu, maka sebaiknya kau memberikan sisanya sekarang."


Mata tetua Hong berkedut, "Kecil kecil sudah pandai seperti ini. Bagaimana nanti saat besar?" batin tetua Hong sambil tersenyum memaksakan ke arah Feng Ying. Ia sebenarnya kesal dengan bocah itu. Karna harga ditambah hanya karna berbohong. Apa dia bercanda?!


Tetua Hong langsung memberikan sisa koin emas. "Sudah sekarang kau kembali."


"Baiklah kalau begitu. Lain kali tidak perlu sungkan untuk memberikan aku lebih dari ini. Sampai jumpa, "Feng Ying langsung pergi dengan muka cerah.


Sementara, wajah tetua Hong nampak mendung, "Sebagian uang bulananku sudah habis hanya karna bocah itu. Sialan!" umpatnya.


***


Setelah berlari cukup lama menuju wilayah murid dalam, akhirnya Feng Ying telah sampai di tempat di mana dia membuang cincin patriarch Wu Pen.


Ia dapat melihat banyak murid yang berjalan jalan di sekitar. Kemungkinan ini terjadi karna pelajaran sudah selesai. "Hah.. Ini cukup melelahkan" ucap seorang murid laki laki. Ia terlihat berumur 14 tahun. Ia tak lain adalah Bing Zhao. Di sampingnya ada Wang Chen dan Wang Feng di atas kepala Wang Chen.


Ketika melihat Feng Ying, Wang Chen segera berlari menghampiri temannya, "Kau ke mana saja? Bahkan setelah pelajaran sudah selesai, kau tidak ada di kelas."


Feng Ying tersenyum senang dan berkata, "Aku mendapatkan 'keberuntungan'. Ada orang baik hati yang memberiku uang secara cuma cuma. Bukankah itu menakjubkan?"


"Benarkah?! Siapa orang itu, dia baik sekali memberikan uang padamu" ucap Wang Chen dengan semangat.


"Hm.. Yang jelas orang itu baik," Feng Ying mengangguk angguk dengan meyakinkan.


"Ada apa ini?" ucap Bing Zhao yang mulai mendekat ke arah ketiganya.


"Ying tadi berkata bahwa ada orang baik memberikannya uang secara cuma cuma. Tentu saja aku juga ingin!" ucap Wang Chen semangat.

__ADS_1


Bing Zhao mengangkat sebelah alisnya, "Dia sepertinya baik sekali. Tapi selama aku menjadi murid di sini, tidak ada yang pernah memberikanku uang secara cuma cuma seperti itu."


Feng Ying hanya tersenyum ke arah Bing Zhao. Iapun berkata, "Itu karna senior tidak memiliki keahlian sepertiku. Jadi orang baik itu tidak memberikanmu uang seperti dia memberikannya padaku."


Bing Zhao memperlihatkan ekspresi bingung. Wang Chen menatap Feng Ying dengan semangat, "Kemampuan seperti apa itu? Aku juga ingin memilikinya dan mendapatkan uang sepertimu!"


Feng Ying tersenyum misterius, "Apa kau yakin ingin mendapatkan uang?"


Wang Chen mengangguk, "Bagaimana caranya?"


"Junior Chen, bila kau ingin mendapatkan uang.. Kau bisa menyelesaikan misi" ucap Bing Zhao.


"Aku juga mengetahui itu. Chen juga pasti sudah mengetahuinya. Lalu untuk apa aku memberitaukan dia tentang apa yang sudah diketahui?" ucap Feng Ying. Iapun melirik Wang Chen. Namun, bocah itu nampak tak mengerti.


"Anu.. Menyelesaikan misi? Seperti apa itu?" ucap Wang Chen.


Feng Ying menepuk wajahnya, "Ternyata dia tidak mengetahuinya."


"Misi yang ada di sini biasanya mengambil core demonic beast ataupun membantu warga yang membutuhkan bantuan dan menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Bayarannya tergantung dengan kesulitan misi itu sendiri" jelas Bing Zhao.


"Aku memiliki cara agar kau bisa mendapatkan uang yang lebih banyak dari pada menyelesaikan misi misi di sini, Chen" ucap Feng Ying.


"Bagaimana caranya?" ucap Wang Chen semangat.


"Sepertinya kau ingin mengumpulkan uang Chen. Untuk apa?"


"Aku ingin memberikan uang pada ibuku dan membagikannya pada warga di desa. Mereka pasti akan senang. Bila aku membawa banyak uang," Wang Chen tersenyum.


"Kalau begitu, kau harus siap siap terlebih dahulu. Kita akan pergi ke suatu tempat untuk mendapatkan banyak uang," lagi lagi Feng Ying tersenyum misterius. "Hehe, ayo kita bersenang senang" batinnya.


"Tapi kita akan ke mana?" ucap Wang Chen.


"Ikuti saja ucapanku."


"Kalian akan pergi ke mana? Kalian murid baru, jadi tidak boleh keluar dari sekte begitu saja" ucap Bing Zhao.


"Tenang saja, kami pergi untuk menyelesaikan misi. Jadi kami harus bersiap siap" ucap Feng Ying.


"Tentu saja bisa. Senior Zhao tidak perlu mencemaskan kami. Karna kami akan baik baik saja, "Feng Ying mulai melangkah pergi dan mengisyaratkan agar Wang Chen ikut.


***


Kini hanya ada Feng Ying, Wang Chen dan Wang Feng di dalam kamar.


"Kemasi semua barang barangmu dan titipkan saja padaku" ucap Feng Ying.


"Semua? Untuk apa? Sebenarnya kita akan menyelesaikan misi seperti apa hingga harus membawa semua barang?" bingung Wang Chen.


"Ikuti saja perkataanku. Aku akan mengatakannya di perjalanan nanti, apa yang harus kita lakukan. Kau percaya padaku, bukan?" ucap Feng Ying.


Wang Chen mengangguk, iapun memberikan semua barang miliknya pada Feng Ying. Saat ini, keduanya memakai pakaian sekte phoenix api.


***


"Tetua Hong.. Aku datang lagi" sapa Feng Ying pada seorang pria paruh baya.


Tetua Hong tersenyum. Namun dalam hati, ia kesal. "Kenapa bocah ini kembali lagi?! Apa dia ingin memerasku lagi?!"


"Aku ingin meminta misi dengan jangka waktu lama" ucap Feng Ying.


"Hah?! Kau tadi sudah mengambil mi- aduh!"


Tetua Hong Liang meniupi tangannya yang merah. Karna tangannya langsung dipukul kuat oleh Feng Ying.


"Sebaiknya tetua Hong berikan saja misi yang kumau. Misi itu harus yang jangka panjang. Agar aku bisa menyelesaikannya dengan santai. Bila tidak, maka aku akan memberitau patriarch Lao bahwa kau telah mengingkari janji" ucap Feng Ying sambil tersenyum tanpa dosa.


"Heh, aku sudah menepati janjiku untuk memberimu uang itu! Kenapa kau bersikap seakan aku ini tidak memberimu apa apa, hah?!" bentak tetua Hong. Ia sangat kesal dengan ucapan Feng Ying.

__ADS_1


"Maka dari itu, berikan kami misi dengan waktu yang panjang. Agar kami bisa serius menyelesaikannya."


Tetua Hong langsung mencari misi yang sulit. Agar Feng Ying tidak kembali lagi ke sekte dengan waktu dekat. Lagi pula, ini juga menguntungkan baginya. Bila Feng Ying tak ada di sini, maka takkan ada yang mengganggunya dan mengancam apapun padanya dengan omong kosong.


Tetua Hong langsung memberikan selembar kertas pada Feng Ying. "Kalian diberikan waktu 2 bulan untuk menyelesaikannya. Bila lebih dari itu, kalian harus kembali. Berhasil ataupun tidak berhasil."


Feng Ying mengangguk angguk ketika membacanya. Sementara Wang Chen tidak melihat apa misi yang tertulis di kertas itu.


"Baiklah, sampai jumpa!"


Feng Ying langsung pergi. Iapun mengajak Wang Chen agar mengikutinya.


Tetua Hong Liang menghela nafas lega, "Kuharap dia tak kembali lagi" batinnya.


***


Ketika Feng Ying, Wang Chen dan Wang Feng sudah cukup jauh dari sekte phoenix api, Wang Chen membuka suara. "Sebenarnya kita akan ke mana? Kau bilang akan memberitaukannya ketika kita dalam perjalanan."


Feng Ying berhenti berjalan. Hal ini membuat Wang Chen juga ikut berhenti. Feng Ying menatap Wang Chen dan tersenyum, "Kita akan pergi ke benua tengah untuk mengambil alih kekaisaran Luo dari sekte aliran hitam!"


Mata Wang Chen membulat mendengar ucapan Feng Ying, "Apa itu misi yang tertulis di dalam kertas itu?"


Feng Ying menggelengkan kepala, "Misi yang kita ambil tadi hanya untuk alasan agar kita bisa keluar."


"Lalu.. Lalu kenapa kau ingin pergi ke benua tengah, HAH?!" bentak Wang Chen dengan marah.


Feng Ying terkejut. Karna tak biasanya Wang Chen marah seperti ini.


Jangan lupa dukung author dengan:


*Like


*Vote


*Favorite


*Komen


*Rate🌟🌟🌟🌟🌟


*Dan share


(Wang Chen berada di tingkat master bintang 5 saat melawan Lu Tuoli. Namun, kini kekuatannya berada di tingkat master bintang 3. Karna peningkatan kekuatan saat melawan Lu Tuoli hanya sementara. Bila serangan petir yang mengenai tubuh Wang Chen lebih kuat, maka kekuatannya akan bertambah dan tetap. Tidak hanya sementara saja.)


>> Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tingkat kekuatan di dunia ini:


*Pemula\=1-9


*Qi condensation\=1-9


*Qi foundation\=1-9


*Master\=1-9


*Grandmaster\=1-9


*Prajurit\=1-9


*Jenderal\=1-9


*Kaisar\=1-9


*Bumi\=1-7

__ADS_1


*Langit\=1-7


*Immortal


__ADS_2