
"K-kau.. Darimana kau bisa mendapatkan ini?" Ucap Feng Ying dengan agak terbata bata. Ia menatap kakaknya.
Feng Chao menatap Feng Ying dengan serius, "Kenapa bisa ini terjadi? Apa yang sudah kau lakukan, Ying'er?"
Feng Ying terdiam mendengar ucapan kakaknya. Sementara, Wang Chen nampak terkejut setelah tahu isi dari gulungan kertas itu. "Bagaimana bisa ada gambarmu di sana, Ying? Bahkan mereka mengatakan bila kau keluarga Zhang. Bagaimana mereka bisa tahu?!" Kagetnya.
Feng Chao nampak memandang Wang Chen tajam, "Kau pasti orang yang sudah memberitahukan hal ini pada yang lain, karna tidak ada orang luar yang mengetahui identitas Ying'er, selain dirimu." Ia berucap dengan dingin.
Wang Chen menggelengkan kepala dengan cepat, "T-tidak! Aku tidak melakukan apapun. Aku tidak mengatakan identitas Ying pada siapapun. Lagi pula, aku selalu bersama dengan Ying. Sungguh!"
"Dia benar. Dia selalu ada bersamaku dan dalam pengawasanku. Aku yakin bukan dia yang menyebarkan berita ini." Ucap Feng Ying dengan serius. Ia terdiam sejenak, kemudian kembali berkata, "Dimana kau bisa mendapatkan kertas ini?"
Feng Chao memandang Feng Ying, "Aku menemukannya terpampang di sebuah pusat kota yang aku singgahi. Tidak. Tapi dimana mana di kota itu. Banyak kertas berita yang sudah tersebar di sana tentangmu. Namun di Ibu kota ini, sepertinya berita itu belum tersebar. Kau harus berhati hati mulai sekarang. Cepat atau lambat, semua orang akan mengetahui berita ini. Kau akan diincar oleh mereka. Akan ada banyak orang yang mencarimu untuk mengetahui kebenaran dari berita ini."
"...Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan hingga kini ada berita tentang identitas aslimu, Ying'er?" Lanjut Feng Chao.
Feng Ying mengangguk. Ia pun berucap sambil berfikir, "Sepertinya saat aku lepas kendali. Mungkin saja masih ada orang selamat dari kejadian itu, selain Chen. Lalu dia langsung memberitahukannya pada yang lain. Tapi.. Seharusnya dia sudah terluka parah. Bagaimana mungkin dia bisa sampai di desa atau kota terdekat di sana? Padahal, tempat dimana pembantaian itu terjadi, berada jauh dengan kota ataupun desa di sekitarnya. Bila seperti itu, seharusnya aku dan Chen bisa menemukan keberadaannya, karna dia tak mungkin bisa pergi jauh dengan luka parah. Kecuali–"
"Kecuali dia memiliki kertas teleportasi yang bisa membawanya pergi dengan cepat dari tempat itu." Ucap Feng Chao yang memotong ucapan Feng Ying. "Tapi kertas teleportasi tidak mudah ditemukan. Bila ada pun, harganya pasti mahal." Lanjut Feng Chao.
Feng Ying mengangguk atas apa yang dikatakan Feng Chao.
"Sebaiknya kau kembali saja ke rumah. Jangan keluar lagi, karna sekarang kau sudah diketahui banyak orang." Feng Chao menatap Feng Ying.
Feng Ying menggelengkan kepala dengan cepat. "Tidak! Aku tidak mau! Aku tidak mau terus tinggal di tempat itu. Aku ingin bebas. Sangat membosankan bila terus tinggal di rumah!"
"Dengarkan aku, kau harus kembali ke rumah sekarang! Kau tidak boleh membantahnya. Lagi pula, ini untuk keselamatan dirimu sendiri." Feng Chao langsung menarik tangan Feng Ying.
"Tidak! Aku tidak mau ikut denganmu untuk pulang! Aku bisa menjaga diriku sendiri!" Feng Ying melepaskan cengkraman tangan Feng Chao darinya dengan kasar.
"Kau sangat keras kepala, Ying'er!" Feng chao menatap Feng Ying dengan dingin. Namun bukannya takut, Feng Ying malah membalas tatapan kakaknya dengan tatapan dingin juga.
"Aku tidak mau. Sekali tidak, ya tidak! Jangan memaksaku! Aku tidak mau ikut denganmu!" Ucap Feng Ying.
"Pulang ke rumah?" Batin Wang Chen. "Apakah orang itu adalah keluarga Ying?"
__ADS_1
Feng Ying dan Feng Chao saling bertatapan dengan dingin. Keduanya sama sama tidak mau mengalah. Akhirnya, Wang Chen langsung berdiri diantara keduanya. Ia menghadap pada Feng Chao dan sedikit menelan ludah kala melihat tatapan seram pemuda itu. "K-kalian berhenti. Jangan ribut terus." Ucap Wang Chen.
Feng Chao menatap Wang Chen dengan tajam, "Apa hak mu berbicara seperti itu? Kau tidak perlu ikut campur masalah ini!"
Rencana Feng Chao sudah gagal setelah tadi mengetahui siapa pemuda yang sedang bersama adiknya! Beberapa tahun lalu, Feng Chao menghilangkan ingatan Feng Ying dari pertama kali bertemu Wang Chen sampai bertemu dengannya pada saat di restoran. Sebenarnya, tujuan Feng Chao adalah melindungi adiknya.
Karna ramalan tentang kehancuran dunia yang diakibatkan keluarga Zhang, maka Feng Chao ingin mencegahnya. Ia tidak ingin adiknya terlibat pertarungan apapun yang dapat membahayakan nyawanya. Terlebih bila adiknya harus melawan seluruh kultivator kultivator kuat di seluruh benua. Maka dari itu, Feng Chao ingin menjauhkan adiknya dari seseorang yang mungkin akan menjadi cahaya bagi Feng Ying sesuai dengan apa yang ada pada ramalan.
Ayah dan kakeknya mempercayai bila takdir tak bisa dirubah. Sehingga, mereka berdua melatih Feng Ying dengan keras agar Feng Ying tidak terbunuh di masa depan nanti bila melawan banyak kultivator. Sementara untuk Feng Chao, ia percaya bila takdir bisa dirubah. Maka dari itu, ia mencoba merubahnya dengan membuat Feng Ying jauh dari Wang Chen. Tetapi.. Sepertinya itu tidak berhasil. Karna sekarang, ternyata Wang Chen bisa dekat dengan Feng Ying lagi. Apakah takdir benar benar tak bisa dirubah? Sekarang Feng Chao bahkan meragukan bila takdir dapat dirubah.
"A-aku.. Aku hanya ingin kalian tidak ribut saja. L-lagi pula, kita masih berada di tempat umum. Bisa saja seseorang mendengar percakapan kalian." Ucap Wang Chen sedikit gugup.
Feng Chao mendengus kesal. Sementara, Feng Ying nampak tersenyum senang. "Kau tidak perlu mencemaskanku. Aku ini luar biasa dan kuat. Aku pasti bisa mengatasi orang orang yang ingin menyerangku nanti." Ucap Feng Ying dengan percaya diri.
"Selalu saja seperti itu." Ucap Feng Chao sambil mendengus kembali. Adiknya yang satu ini sangat keras kepala dan sangat sulit diatur.
"Aku akan menjaga diriku sendiri dengan baik. Kau bisa pulang sendiri ke rumah dan mengatakan pada ibu, ayah dan yang lainnya agar lebih berhati hati." Ucap Feng Ying.
Feng Chao menghela nafas. Mungkin ini tidak akan baik baik saja. Ia pun mengeluarkan dua buah topi jerami. Ia memberikan itu pada Wang Chen. "Berikan yang satunya pada Ying'er. Kalian harus menutupi wajah kalian, agar orang orang tidak melihatnya."
Wang Chen menerima barang pemberian Feng Chao. Ia pun menatap pemuda itu dan mengangguk. Ia langsung berbalik dan menghadap Feng Ying. Ia pun langsung memberikannya pada Feng Ying.
"Tck, aku pun memang ingin pergi. Jaga dirimu dengan baik. Jangan sampai kau tertangkap. Apalagi bila kau tertangkap dan kau mengatakan tentang keluarga kita!" Setelah mengatakan itu, Feng Chao menggunakan tudung jubah lusuhnya lagi. Ia pun langsung pergi dengan cepat.
Wang Chen memandangi Feng Ying. Begitupun Wang Feng. Keduanya jelas ingin tahu hubungan Feng Ying dengan pemuda itu. "Ying, sebenarnya orang tadi siapa? Kau terlihat akrab dengannya." Ucap Wang Chen.
Nyawn!
Wang Feng mengangguk atas apa yang dikatakan Wang Chen. Ia memiliki pertanyaan yang sama.
"Dia kakakku." Jawab Feng Ying dengan santainya.
Wang Chen terkejut. "K-kakakmu? Kau memiliki kakak?"
"Tentu saja aku memiliki kakak. Aku juga memiliki adik. Sudahlah, jangan membahas ini lagi. Sekarang kita pergi dari tempat ini untuk mencari penginapan." Ucap Feng Ying.
__ADS_1
Wang Chen masih terdiam di tempatnya. Ia seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan Feng Ying tadi. Berarti, masih ada beberapa keluarga Zhang yang tersisa cukup banyak. Setelah beberapa saat, akhirnya Wang Chen merespon dengan anggukan kepala. Ia pun menggunakan topi jerami, sama seperti yang dipakai oleh Feng Ying.
"Sekarang kita pergi." Ucap Feng Ying. Ia langsung berjalan lebih dahulu.
"Walaupun wajahnya tadi cukup mirip dengan Ying, tapi aku tak menyangka bila dia adalah kakak Ying." Batin Wang Chen. Ia muai mengikuti Feng Ying dari belakang. Begitupun Wang Feng.
***
Kini, ketiganya telah berada di kamar penginapan lantai dua. Feng Ying melepaskan topi jerami yang dipakainya. Ia harus memikirkan cara apa yang tepat agar bisa menyembunyikan wajahnya dari banyak orang. Tidak mungkin dirinya harus terus memakai topi jerami seperti ini. Lagi pula, ini sangat mengganggu baginya. Ia tak suka memakai benda seperti itu. Ia harus memikirkan rencana jangka panjang.
Feng Ying merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia menghela nafas panjang, "Huft.. Ini sangat merepotkan."
Wang Chen ikut melepaskan topi jerami yang dipakainya. Ia memandang ke arah Feng Ying.
"Seandainya ada pil atau benda yang dapat merubah penampilan. Walaupun pil seperti itu memang ada, tapi sangat jarang. Harganya pun mahal. Aku tak masalah dengan harganya. Hanya saja yang menjadi masalah adalah keberadaan pil itu." Batin Feng Ying. Ia kembali menghela nafas. "Apa kau tau dimana tempat seseorang menjual pil pengubah wajah?" Ia melirik Wang Chen.
Wang Chen berpikir sejenak. "Sepertinya tadi aku melihat sebuah poster di pusat kota. Aku memang tidak terlalu jelas melihatnya, karna ada beberapa orang berkerumun di sana. Tapi aku bisa melihat isi poster itu sedikit. Dikatakan akan ada pelelangan di tempat lelang bulan biru. Salah satu benda utama yang akan mereka jual adalah pil perubah wajah."
Feng Ying langsung mengubah posisinya menjadi duduk. Matanya seakan bersinar ketika mendengarnya, "Benarkah?! K-kau tidak bercanda bukan?"
Wang Chen mengangguk pasti. "Isi poster yang kulihat memang seperti itu."
"Lalu kapan pelelangan itu akan dimulai?" Ucap Feng Ying antusias.
"Kalau tak salah, pelelangan akan dimulai 5 hari lagi."
Feng Ying berekspresi kesal, "Lama sekali. Kenapa mereka tidak mengadakannya hari ini saja?! Saat 5 hari itu, berita tentangku pasti sudah tersebar di tempat ini. Jika itu terjadi, maka aku takkan bisa mengikuti lelang!"
Wang Chen, "Kalau begitu, aku saja yang mengikutinya. Aku akan berusaha mendapatkan pil itu untukmu, Ying. Dengan begitu, maka aku dan kau bisa bepergian dengan bebas." Ia tersenyum.
Feng Ying menaikkan sebelah alisnya, "Apa kau yakin bisa mendapatkan itu? Bisa saja nanti akan ada yang berusaha mengambilnya darimu saat kau sudah mendapatkan pilnya."
"Tentu saja. Aku pasti bisa mendapatkannya." Ucap Wang Chen percaya diri. "Selama itu, maka kau tidak boleh keluar dari penginapan ini. Apa kau mengerti Ying?"
"Kenapa aku merasa dia seperti memerintahku? Apa ini hanya perasaanku saja?" Batin Feng Ying. Ia menggelengkan kepala untuk membuang pikirannya tadi. "Baiklah, aku tidak akan pergi kemanapun selama 5 hari itu. Tapi kau harus mendapatkan pil itu, apapun yang terjadi."
__ADS_1
Wang Chen mengangguk.
"Nanti aku akan memberikanmu uang agar kau bisa mendapatkannga di pelelangan nanti. Jika bisa, beli yang banyak." Ucap Feng Ying.