Feng Ying

Feng Ying
89 -Bertengkar


__ADS_3

"Kalau begitu, kau saja yang lakukan. Jangan membawa bawa diriku!"


"Tapi Ying.."


"Jangan mencoba untuk membujukku, karna itu tidak akan berha- Hei! Apa yang kau lakukan? Kembalikan itu padaku!"


Wang Chen menjauhkan cincin ruang yang ia ambil dengan cepat dari jari Feng Ying tadi. "Kalau kau tidak mau membantu, maka aku akan melemparnya."


"Apa kau bilang?! Chen! Kembalikan!", Feng Ying mencoba meraih dan mengambil cincin ruang yang diambil oleh Wang Chen. Namun, Wang Chen terus saja menjauhkannya.


"Aku akan membuangnya bila kau tetap tidak mau membantu." Ucap Wang Chen. Iapun mendorong tubuh Feng Ying agar menjauh darinya. Setelah itu, ia langsung berlari menjauh. Tak lupa, ia juga membekukan kedua kaki Feng Ying sampai lutut.


"H- Hei!! Chen! Chen! Kau bercanda kan?! Chen!" Feng Ying terus berteriak memanggil nama bocah yang kini terus berlari menjauh.


Feng Ying yang khawatir dengan kondisi harta di dalam cincin ruangnya pun langsung memusatkan Qi pada kaki. Ia juga menggigit jarinya dan meneteskan darah pada es yang dibuat Wang Chen.


KRAAAKK


PRRAANGG


Seketika itu, es langsung pecah. Karna terkena darah dan Qi Feng Ying. "Chen!! Awas saja bila kau membuang cincin ruangku..!! Aku akan memberimu pelajaran..!!"


Setelah berteriak seperti itu, Feng Ying melesat dan berlari mengejar Wang Chen. Sementara, Wang Feng dan griffin es hanya diam. Mereka tidak tau harus berbuat apa dan hanya bisa saling memandang dengan bingung.


***


"Chen..!!", Feng Ying kini telah sampai di depan Wang Chen secara tiba tiba.


"..?!", Wang Chen berhenti secara tiba tiba ketika melihat Feng Ying sudah ada di depannya dengan tangan terulur. "Y- Ying.. Bagaimana bisa.. Kau lepas dari es itu?", ia agak mundur ke belakang untuk menjaga jarak dengan Feng Ying.


Feng Ying berjalan mendekat pada Wang Chen dan menatap bocah itu kesal, "Kau menyebalkan! Kembalikan cincin ruangku!"


Feng Ying langsung menyambar tangan Wang Chen yang sedang memegang cincin ruang miliknya, "Tidak Ying! Aku takkan memberikannya padamu!", Wang Chen menarik kembali cincin ruang yang hampir terambil oleh Feng Ying. Sehingga mereka saling tarik menarik cincin ruang.


"Chen..! Kembalikan!"


"Tidak sebelum kau menyetujui ucapanku tadi, Ying!"


"Chen--"


Kaki Wang Chen terperorosok ke tepi bukit. Mengakibatkan dirinya mulai jatuh. Karna Feng Ying yang terus mendesaknya untuk mengambil cincin ruang, Feng Ying juga terjatuh dan mereka berakhir berguling ke bawah bukit.


"Chen..!! Kembalikan cincin ruang.. Uhuk.. Milikku!", Walaupun sudah terjatuh dan berakhir berguling ke bawah bukit bersama, tetap saja Feng Ying berusaha mengambil cincin yang masih dipegang oleh Wang Chen saat ini.


Beberapa salju dingin mulai menempel pada tubuh Wang Chen maupun Feng Ying. Walau begitu, keduanya tidak merasa kedinginan.


"Tidak.. Uhuk," Wang Chen tiba tiba saja kemasukan salju pada mulutnya ketika sedang berbicara.


Ketika keduanya berguling menuruni bukit, tiba tiba saja tubuh Feng Ying menghantam sesuatu, membuat dirinya berhenti berguling. Hal ini membuat tubuh Wang Chen juga berhenti berguling.


Feng Ying yang berbaring di samping Wang Chen dan tubuhnya merasakan sesuatu yang ia tabrak terasa lembut langsung merabanya. Terasa berbulu dan hangat. Iapun mulai membuka mata dan melihat apa yang ia hantam.


Kwaaakk

__ADS_1


Feng Ying terkejut karna melihat seekor griffin es yang sedang menatapnya dengan tajam. Menurutnya, griffin itu bukanlah Kai ataupun anaknya. Griffin es itu memiliki warna bulu yang agak berbeda. Karna di ujung bulu griffin itu berwarna abu abu.


Griffin langsung terbang sedikit naik. Ia berniat membawa Feng Ying dengan kedua kaki depannya yang merupakan kaki rajawali.


Melihat itu, Feng Ying langsung menajamkan kuku kukunya dan menangkis cakaran. "Hei, mau melukaiku? Tidak semudah itu."


Feng Ying memegang satu kaki depan griffin dengan kuat. Ia juga mulai berdiri dengan perlahan dan seperti menarik griffin untuk turun. Tetapi, griffin itu semakin memperkuat kepakan sayapnya.


Kwaaakkk


Feng Ying melepaskan genggaman tangannya pada cakar griffin dan memilih untuk menutupi telinganya, "Berisik sekali..!!" protesnya.


Kwaakkk Kwaakk


Gelombang suara kuat langsung mengarah pada Feng Ying dan membuat bocah itu harus menghindar ke samping. Karna Wang Chen masih terbaring di atas salju, dirinya mulai terkena serangan. "Aarkh!", tubuhnya pun terdorong hingga membuatnya harus kembali berguling di salju menuruni bukit. Hanya saja, kali ini dia hanya berguling sendiri ke bawah.


"Hartaku..!!", bukannya berteriak dan mengkhawatirkan keadaan Wang Chen, Feng Ying malah mengkhawatirkan keadaan cincin ruang miliknya yang masih digenggam Wang Chen.


"Ying..!! Kau menyebalkan..!!" Teriak Wang Chen yang merasa agak kesal. Karna Feng Ying bukannya mengkhawatirkan dirinya, malah mengkhawatirkan harta.


Feng Ying menatap ke arah griffin yang masih terbang di dekatnya. Griffin itu mulai menyerangnya menggunakan tekanan suara kembali, sehingga membuatnya harus menghindar. "Kuhabisi saja dia terlebih dahulu!"


Feng Ying memperkuat pijakan dan melompat tinggi. Iapun meraih kedua kaki depan griffin dan dengan satu tangannya yang berkuku tajam, Feng Ying mencakar tubuh griffin dan kemudian menusukkan jarinya pada tubuh griffin itu.


Kwaaakkk


Griffin terbang berputar putar untuk melepaskan Feng Ying dari kakinya. Namun, Feng Ying malah semakin memperdalam tusukan pada tubuhnya. Ia pun langsung terbang menukik ke bawah. Karna segala cara yang ia lakukan tadi untuk melepaskan Feng Ying telah gagal. Bahkan dengan suaranya pun, Feng Ying masih tak mau melepaskan dirinya.


Feng Ying yang mengetahui bahwa griffin itu berniat menghantamkan tubuhnya pada permukaan pun langsung memanjat tubuh griffin, sehingga duduk di atasnya, sebelum benturan dengan permukaan terjadi.


BOOMMM


Salju putih yang dingin itu mulai berhamburan ke mana mana. Bahkan beberapa salju yang tak jauh dari tempat itu, mulai longsor ke bawah.


"Cih! Kau kira, aku tak tau niatmu untuk mengantamkanku ke permukaan tadi?!" Ucap Feng Ying. Ia langsung memukul mukul tubuh griffin itu dan terus mengoceh bermacam macam hal tentang kesalahan griffin padanya.


***


Wang Chen akhirnya berhasil menghentikan tubuhnya yang terus berguling ke bawah, setelah beberapa kali berusaha. "Hah.. Uhuk.. Uhuk.." Ia langsung memuntahkan salju yang masuk ke dalam mulutnya.


"Tadi sepertinya aku melihat demonic beast." Gumam Wang Chen. Iapun melihat ke atas bukit untuk memastikan. Namun, tiba tiba saja terjadi longsoran salju.


"Ahhh.. Kenapa bisa seperti ini?!", Wang Chen segera berlari menuruni bukit. Karna longsoran salju itu cukup besar dan luas. Ia nampak panik dan terus melihat sekitar untuk mengetahui apakah ada pohon di sekitarnya.


Wang Chen melirik ke belakang dengan panik. Longsoran salju semakin mendekat padanya dan bisa langsung menguburnya hidup hidup. Iapun kembali menatap ke sekeliling dan matanya seketika bersinar kala melihat sebuah pohon besar yang beku. Segera, dirinya pergi ke tempat pohon berada. Pohon itu terasa agak dingin bagi Wang Chen. Walaupun begitu, dirinya tetap memeluk pohon dengan erat.


WWHUUSSS


"Ying, apa yang dia lakukan hingga menyebabkan longsoran salju?!" Batin Wang Chen dengan kesal. Ia merutuki bocah itu yang entah sedang apa saat ini dan menyebabkan longsor salju. Sehingga membuatnya kesulitan.


***


Feng Ying turun dari atas tubuh griffin dan diam di dekat griffin yang kini nampak terluka itu. Tiba tiba, dirinya merasa bahwa telinganya agak panas, "Sepertinya ada yang sedang membicarakanku." Gumamnya. Iapun tersenyum lebar, "Haha.. Orang itu pasti sedang membicarakan kehebatanku ini! Baiklah, pujilah aku terus, karna aku hebat. Haha.." Ucap Feng Ying dengan percaya diri.

__ADS_1


Griffin yang merasa bahwa Feng Ying sedang tak memperhatikan dirinya, akhirnya langsung berdiri dan terbang pergi secepat mungkin. Walaupun sekarang dirinya terluka, namun ia terus memaksakan diri untuk pergi.


Feng Ying menyadari itu. Namun dirinya hanya diam saja dan terus tertawa seperti orang gila, karna tertawa sendiri tanpa sebab. Setelah beberapa saat, tawanya mulai mereda dan digantikan dengan ekspresi terkejut, "Cincin ruangku! Cincin.. Cincin itu masih ada pada Chen! Aakh! Aku harus mencarinya!"


Segera, Feng Ying melesat pergi dengan cepat ke bawah bukit. Ia terus mencari Wang Chen dengan panik. Ia takut bila hartanya yang selama ini ia miliki hilang begitu saja.


***


"Ugh, hah.. Salju salju ini.. Agak dingin.." Gumam Wang Chen. Ia keluar dari tumpukan salju dengan cukup kesulitan.


"Chen..!! Kau di mana?! Katakan padaku!"


Mendengar teriakan yang tak asing baginya, membuat Wang Chen segera melihat ke arah sumber suara. Terlihat Feng Ying yang pergi ke arahnya.


"Ying..! Dari mana saja kau?! Apa yang kau lakukan hingga tadi terjadi longsor salju, hah?!", marah Wang Chen.


Feng Ying mengernyitkan kening, "Kenapa marah padaku? Aku tidak bersalah!" bantahnya dengan tegas setelah sampai di depan Wang Chen.


"Hmph! Tapi semua kekacauan ini terjadi karna mu! Kau harus bertanggung jawab!"


"Hah? Aku? Kenapa harus aku yang disalahkan?! Kau yang memulai terlebih dahulu dengan mengambil cincin ruang milikku. Sekarang, kau menyalahkan semua kejadian ini padaku?!"


"Tentu saja. Karna semua tidak akan terjadi bila kau setuju untuk membantu bawahan griffin mu itu."


"Terserahku saja.. Ingin membantunya atau tidak. Lagi pula, aku ini adalah Tuan. Tuan harus dilindilungi oleh bawahan. Bukan Tuan yang melindungi bawahan!"


"Tidak. Tuan maupun bawahan sama saja. Bila diantara keduanya dalam masalah, maka diantara mereka juga harus membantu!"


"Kau berpikir seperti itu, tapi aku tidak sepertimu, Chen."


"Maka dari itu, kau harus mengerti apa yang aku ucapkan tadi dan kau harus melakukannya. Karna ucapanku memanglah benar."


"Tidak mau! Aku sudah mengatakan bahwa aku tak mau membantunya! Sekarang kembalikan cincin ruang milikku!"


"Kalau itu jawabanmu, maka aku tidak akan pernah mengembalikannya sebelum kau setuju!"


"Chen! Kau keras kepala!"


"Bukan aku, tapi kau yang keras kepala! Aku hanya menyuruhmu untuk melakukan satu hal saja."


"Tapi aku tidak mau, sekarang kembalikan!", Feng Ying menyambar tangan Wang Chen dan mereka kembali saling rebut merebut cincin ruang.


Nyawn!


Kwaakkk


Seekor griffin membawa seekor harimau bulan kecil di kakinya. Ia menurunkan harimau bulan itu dan berdiri di dekat Feng Ying.


Secara tiba tiba dan mengejutkan, Wang Feng langsung mengambil cincin yang diperebutkan dua orang bocah dengan menggunakan mulutnya--membuat cincin kini berada dalam mulut.


Feng Ying dan Wang Chen menatap Wang Feng secara bersamaan. "Wang Feng, itu bukanlah makanan! Kembalikan!" Ucap keduanya dengan kompak.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Author ada satu cerpen. Boleh mampir kalau tertarik.


__ADS_2