Feng Ying

Feng Ying
Epilog


__ADS_3

Wang Chen kembali pada kesadarannya. Waktu di dunia nyata pun sudah kembali berjalan. Dirinya masih pada posisi menusuk Feng Ying dengan pedang miliknya.


Feng Ying nampak menatap Wang Chen dengan geram. Ia pun langsung menarik pedangnya dari tubuh Wang Chen. Bersamaan dengan Wang Chen yang melakukan hal serupa dengannya. Mereka melompat mundur, saling menjaga jarak satu sama lainnya.


Wang Chen memegangi perutnya yang terluka. "Ssttt.." Ia mendesis sakit. Padahal saat di alam bawah sadar tadi, ia tidak merasakan sakit seperti ini.


"Kau..!" Feng Ying memandang Wang Chen marah.


Ketika keduanya sama sama terdiam, Feng Ying dengan tatapan matanya yang tajam menatap Wang Chen dan Wang Chen yang menatap Feng Ying dengan waspada, tiba tiba sesuatu terjadi pada Feng Ying.


"Dia.." Feng Ying menggumam lirih. Ia nampak terkejut. "Bagaimana bisa?"


"Berikan tubuhku kembali!" Ucap Feng Ying asli dari dalam pikiran Jian.


"Semoga Ying bisa melakukannya!" gumam Wang Chen penuh harap.


"Kau.." Ucap Jian dengan tak percaya.


Beberapa saat yang lalu Wang Chen sudah berhasil melepaskan rantai yang membelenggu tubuh Feng Ying. Bukan hanya dirinya yang berusaha melepaskan rantai itu. Tetapi Feng Ying sendiri pun berusaha melepaskannya. Begitupun Shan Ming dan Shan Ai yang membantu mereka.


"Seharusnya aku tahu, bila musuhku adalah seseorang yang berada begitu dekat denganku. Tapi aku tidak menyadarinya. Aku malah mempercayaimu, mempercayai semua ucapanmu. Bahkan kau sudah berbohong tentang keluargaku yang ingin memanfaatkanku. Padahal mereka.. hanya ingin melindungiku!" Suara Feng Ying kembali terdengar di dalam pikiran Jian. "Aku takkan membiarkanmu mengambil alih tubuhku lagi!"


Bersamaan dengan suara Feng Ying yang mulai tak terdengar lagi, tubuh Feng Ying yang sedang berada di hadapan Wang Chen menutup mata. Keseimbangan tubuhnya mulai goyah dan akan segera jatuh.


Melihat itu, Wang Chen segera berlari menghampiri tubuh Feng Ying dan langsung menangkapnya sebelum tubuh itu menghantam tanah.


***


Kini jiwa Feng Ying yang asli berada di dalam alam bawah sadarnya/ruang jiwa bersama dengan Jian yang memiliki wujud tubuh sama dengannya. Hanya saja yang membedakannya adalah warna bola mata yang seharusnya berwarna putih, tetapi Jian hitam. Tapi saat Jian mengendalikan tubuh Feng Ying selama sekitar 2 minggu ini, bola matanya berwarna putih.


Feng Ying dan Jian memiliki iris mata merah saat ini. Keduanya saling bertatapan dengan tajam setelah Feng Ying menarik paksa jiwa Jian untuk masuk ke dalam tempat yang serba putih ini.


"Aku takkan membiarkanmu mengendalikan tubuhku lebih lama lagi. Maka dari itu, aku akan mengakhirimu di sini." Ucap Feng Ying.


"Coba saja bila kau bisa melakukannya. Lihatlah, jiwamu sudah terluka. Kau takkan bisa mengalahkanku dengan keadaanmu yang seperti itu!" Ucap Jian sambil menatap tubuh Feng Ying yang banyak luka dengan sinis. "Tubuhmu dan jiwamu sudah terlalu banyak menyerap energi negatif dan itu sudah merusak jiwamu. Tak lama lagi, kau pasti akan menghilang selamanya dari dunia ini."


"Belum tentu kau bisa mengalahkanku!" Feng Ying menatap Jian dengan geram. "Kita lihat saja, siapa yang akan lenyap untuk selamanya!"


Jian mengepalkan tangan dengan kesal. Ia pun dengan cepat melesat ke arah Feng Ying. Begitupun sebaliknya. Di tempat ini, mereka hanya bisa bertarung dengan tangan kosong. Mereka takkan bisa menggunakan cincin ruang atau jurus dan yang lainnya.


Kemenangan tergantung dengan kuatnya jiwa dan keyakinan jiwa itu pada seseorang yang berkaitan dengannya. Seperti Feng Ying. Ia mulai mempercayai Wang Chen kembali. Maka dari itu, rantai yang mengikatnya tadi agak melemah dan jiwanya sedikit bertambah kuat. Feng Ying dilukai oleh Wang Chen. Jadi jiwa Feng Ying harus percaya dengan Wang Chen kembali. Karna seseorang yang melukainya, maka seseorang itu juga yang harus dipercayai Feng Ying agar jiwanya yang sudah terluka bisa bertambah kuat kembali.


Pukulan, tendangan dilakukan Jian dan Feng Ying dengan gerakan yang sangat cepat. Tidak ada yang mau mengalah diantara mereka.


Feng Ying melakukan tendangan kuat pada Jian, hingga membuat Jian terdorong beberapa langkah ke belakang. Tidak berhenti di sana, Feng Ying langsung menghampirinya dan melakukan serangan bertubi tubi tanpa memberikan Jian waktu untuk beristirahat, walau sejenak.


Jian tidak hanya diam. Ia dengan cepat langsung menyikut perut Feng Ying dengan keras, hingga membuat Feng Ying terlempar ke belakang.


Feng Ying memperkuat pijakan kaki dan mendarat di permukaan dengan tubuh yang sedikit membungkuk dan satu tangan menyentuh permukaan. Ia memegang perutnya dan meringis. Ternyata jiwanya saat ini sangat terluka. Melawan Jian yang merupakan jiwa iblis kuat, maka cukup sulit. Tapi Feng Ying tak menyerah. Ia takkan menyerah pada iblis seperti Jian. Ia dengan cepat berdiri kembali dan melesat ke arah Jian.


***


Di dunia nyata, Wang Chen memangku kepala Feng Ying. Ia tahu sekarang jiwa Feng Ying pasti tengah berhadapan dengan iblis. Ia merasa cemas. Bagaimanapun, jiwa Feng Ying sedang terluka parah. Bagaimana dia bisa menang melawan iblis di dalam tubuhnya?


"Ying.. kuharap kau bisa berhasil dengan cepat. Aku tak bisa membantumu lebih dari ini lagi." Gumam Wang Chen. Ia menatap ke sekitar. Tidak ada siapapun di tempat ini, selain dirinya dan tubuh Feng Ying. Ia menatap sekitar, berharap ada bangunan yang bisa ia pakai untuk menempatkan tubuh Feng Ying. Karna di sekitar, tempat ini terlihat mengerikan dan menjijikan dengan banyaknya potongan tubuh, organ dalam yang berceceran dan darah yang menyebar di jalan.


"Itu dia!" Ucap Wang Chen girang. Ia segera memapah tubuh Feng Ying menuju ke arah bangunan yang terletak belasan meter di hadapannya.


Ketika Wang Chen hampir sampai, ia merasa bila tubuh Feng Ying sedikit bergerak, seperti akan siuman.


Melihat itu, Wang Chen merasa waspada dan tegang. Ia menghentikan langkahnya dan bersamaan dengan itu, mata Feng Ying mulai membuka perlahan dan mengerjap. Wajah Feng Ying melirik ke arah Wang Chen dengan tatapan tajam.


Sontak saja hal ini membuat Wang Chen terkejut. Ia dengan refleks langsung melepaskan rangkulannya dan mendorong tubuh Feng Ying menjauh darinya, hingga tubuh Feng Ying kini terjatuh sedikit keras ke permukaan tanah yang lembab oleh darah.


Wang Chen menghadapkan tubuhnya pada Feng Ying dengan perasaan waspada. Ia bahkan sudah mengambil pedangnya kembali yang berada di pinggangnya. "Siapa.. kau?"


"Aduh.. Ssttt.." Feng Ying mengaduh kesakitan. Wajahnya mulai menengadah ke atas, menatap Wang Chen. "Kenapa kau melepaskanku dan mendorongku?! Kau membuatku jatuh! Ssstt.. sakit sekali.." Ia mengusap pantatnya dan mulai berdiri.


Wang Chen mengerjap ketika mendengar ucapan Feng Ying. Tidak mungkin iblis yang ada di tubuh Feng Ying mengatakan ini. Hanya Feng Ying 'lah yang selalu marah marah ketika dirinya melakukan kesalahan kecil saja. "Ying?"


"Huh, tentu saja ini aku! Memangnya siapa lagi?" Gerutu Feng Ying.


Melihat sifat dan bahasa tubuh yang dilakukan Feng Ying, membuat Wang Chen yakin bila orang di hadapannya benar benar Feng Ying. Ia pun langsung memeluknya dengan bahagia. "Kau benar Ying 'kan? Kau tidak bohong? Benar 'kan? Apa aku tidak sedang bermimpi?"


Feng Ying dengan ekspresi kesal langsung mendorong tubuh Wang Chen darinya. "Aku sudah bilang, aku Feng.. Ying.. Dan apa apaan ucapanmu tadi? Kau pikir ini mimpi? Apa kau ingin aku tampar terlebih dahulu, hingga membuatmu sadar?" Geramnya.


Wang Chen menggaruk tengkuknya dan tertawa kaku, "Ehehe.. Maafkan aku. Aku hanya ingin memastikan saja. Aku agak tidak percaya bila kau bisa mengalahkannya. Karna yang kulihat saat tadi, jiwamu terluka parah. Lalu bagaimana caramu mengalahkannya?"


Feng Ying tersenyum bangga, "Tentu saja bisa. Aku ini Feng Ying! Aku bisa melakukan banyak hal!"


Dalam hati, Feng Ying merasa gelisah. "Dia pasti akan bangun kembali. Aku hanya membuatnya pingsan. Aku tak bisa membunuhnya. Aku tidak cukup kuat untuk melakukan itu."


Wang Chen menepuk bahu Feng Ying ketika melihat pemuda itu melamun. "Sekarang bagaimana dengan keadaan iblis itu?"


"Aku sudah–brengs*k, kau lari begitu saja dariku!"


Feng Ying menutup mulutnya. Padahal ia ingin mengatakan bila dirinya sudah membunuh Jian. Tapi tiba tiba saja mulutnya bergerak sendiri mengatakan hal lain. Ini pasti ulah Jian yang mulai mengambil alih kembali tubuhnya. Ternyata iblis itu bangun dengan cepat.


Wang Chen mengerutkan kening ketika mendengar ucapan Feng Ying. Yang ia tahu, Feng Ying tak pernah mengatakan ucapan sekasar itu dan eskpresi Feng Ying saat ini terlihat terkejut. "Ada apa?"


Feng Ying menurunkan tangan dari mulutnya dan menggelengkan kepala dengan cepat. Wajahnya nampak agak takut, "Sebaiknya.. kau.. segera pergi.. dari sini.. menjauh dariku.. sekarang!" Ucapnya dengan kesulitan. Ia dengan susah payah mengatakan ini saat Jian mulai ingin mengambil alih kesadarannya lagi.


Belum sempat merespon, Feng Ying kembali berucap, "Kau pikir aku akan membiarkanmu hidup begitu saja, huh? Aku takkan melepaskanmu. Lihatlah Feng Ying, aku akan membunuhnya! Membunuhnya dengan menggunakan tubuhmu!"


Feng Ying menggelengkan kepala. Matanya terus menatap Wang Chen dengan berbagai perasaan yang terpancar di dalam tatapannya. Terkadang takut dan terkadang marah, terus berubah ubah dengan cepat.


Wang Chen menegak ludahnya sendiri, "Jangan bilang.. dia.. masih hidup?"


Feng Ying menganggukkan kepala dengan sulit. Tubuhnya terasa sangat kaku. "Pergi.. jangan sampai.. dia membunuhmu.. menggunakan tubuhku.. jika seperti itu.. aku takkan memaafkan diriku.. sendiri.."


"Tapi–"


"Aku tak bisa menahannya terlalu lama! Cepatlah pergi!" Bentak Feng Ying. Kuku di tangan kirinya mulai memanjang. Bola mata kiri Feng Ying pun mulai menghitam dengan iris mata merah yang padahal saat tadi berwarna biru cerah.


Wang Chen mengangguk. Untuk saat ini, ia harus melakukan apa yang diperintahkan Feng Ying.


Baru saja Wang Chen menjauh dari Feng Ying, pemuda itu sudah ada di hadapannya dengan sangat cepat. "Kau pikir, kau mau kemana, hah?!" Feng Ying melayangkan tangan bagian kirinya ke arah Wang Chen, bersiap mencakar tubuh Wang Chen.


Namun sebelum itu terjadi, tangan kanan Feng Ying segera menahan pergelangan tangannya. "Aku takkan membiarkanmu menyakiti Chen lagi."


"Kenapa? Dia yang pertama kali menyakitimu. Sebaiknya kau menurut saja padaku. Jangan melawanku!" Ucap Feng Ying saat mulutnya dalam kendali Jian.


"Aku takkan membiarkanmu menguasai tubuhku lagi!" Mata kanan Feng Ying melirik ke arah kiri.


Wang Chen memandang Feng Ying yang ada di hadapannya dengan cemas, "Ying.. kau baik baik saja?"

__ADS_1


"Aku sudah bilang.. pergi.. dari sini. Jauhi aku, jangan.. temui aku lagi!"


Tangan kiri Feng Ying langsung melepaskan diri dari tangan kanan yang mencengkramnya. Tangan kiri mulai mengarahkan telapak tangannya pada Wang Chen, "Kau akan kubunuh sekarang juga!"


Seketika, tetesan tetesan darah terbentuk di udara, tepatnya di hadapan telapak tangan kiri Feng Ying, membentuk sebuah pedang. Ketika bentuk sudah sempurna, ia melesatkannya ke arah Wang Chen.


Melihat hal itu, Wang Chen langsung mengambil pedang yang baru saja ia gantungkan kembali di pinggangnya tadi.


"Jangan! Kau harus menyingkir, Chen!"


Mendengar teriakan Feng Ying, Wang Chen terkejut. Ia langsung melompat ke atas secara refleks dan menghindari pedang darah yang kini tengah melesat melewatinya.


Feng Ying tiba tiba tersenyum sinis. Bersamaan dengan itu, pedang darah yang tadinya melesat melewati Wang Chen, berbalik kembali menuju ke arah pemuda itu yang sedang menghadap padanya.


Jiwa Feng Ying yang asli tak bisa menggerakkan mulutnya untuk memberitahu Wang Chen tentang itu. Tangan dan kakinya pun sudah tak bisa ia gerakkan. Rasanya terasa begitu kaku. Tapi sebisa mungkin, Feng Ying melakukan kode mata untuk memperingati Wang Chen.


Wang Chen mengerutkan kening dan langsung berbalik. Saat melihat bila pedang darah sedang melesat padanya, ia langsung menahannya dengan pedang kembar bunga phoenix miliknya.


Wang Chen mengeraskan rahangnya. Ternyata pedang darah ini mendorongnya dengan kuat. Bahkan pedang itu tidak bergeming ketika ia menahan bagian tajam dari pedang itu. Malah yang terlihat, ia terdorong ke belakang terus menerus.


Sebenarnya pedang darah itu adalah pedang yang dibuat dengan darah Feng Ying, membuat pedang memiliki ketahanan yang sangat kuat, ditambah dengan Qi besar yang dipakai Feng Ying untuk melesatkannya hingga pedang bisa menghancurkan apapun di hadapannya.


Wang Chen segera menghindar ke samping dan menangkis pedang ke samping, hingga pedang melesat ke arah Feng Ying.


Sebelum pedang darah menyentuh Feng Ying, pedang langsung berubah menjadi cairan darah dan berjatuhan ke permukaan tanah.


"Pedang itu.. kuat sekali." Batin Wang Chen. Ia pun menghadap pada Feng Ying lagi dan terkejut ketika melihat banyaknya bayangan hitam yang membentuk manusia mengelilingi Feng Ying, seakan melindunginya.


"Serang dia!" Ucp Feng Ying yang kini dikendalikan Jian. Hanya mata kanannya saja yang masih berada dalam kendali Feng Ying. Tatapannya terlihat sendu dan khawatir.


Bayangan yang berjumlah puluhan itu langsung bergerak menyerang Wang Chen menggunakan pedang yang tersebar di permukaan tanah.


Wang Chen terus melawan semua bayangan hitam. Berkali kali ia sudah membunuh mereka. Namun berkali kali juga mereka muncul kembali. Hal ini membuat Wang Chen kewalahan. Kekuatan setiap bayangan pun lumayan besar.


Beberapa kali Wang Chen terluka. Namun ia masih tetap menyerang semua bayangan yang mendekat padanya. Ia tidak lari sama sekali dari tempat ini. Padahal, ia bisa melakukan itu. Namun Wang Chen enggan meninggalkan Feng Ying yang dalam keadaan tak baik.


"Sudah cukup, aku tak mau dia terluka lagi.." batin Feng Ying yang asli. Mata kanannya berkaca kaca.


"Kau takkan bisa menghentikanku." Ucap Jian yang mendengar batin Feng Ying.


"Aku harus.. melakukan sesuatu."


"Seberapa keras pun kau mencoba melawanku, kau takkan bisa menang. Jiwamu semakin melemah dan sebentar lagi akan lenyap." Tubuh Feng Ying nampak memperlihatkan ekspresi sinis.


Apa yang dikatakan Jian benar.. Jiwa Feng Ying semakin lama semakin melemah. Hingga ia bahkan tak bisa mempertahankan kesadaran dirinya pada tubuhnya lebih lama lagi. Walaupun saat ini Feng Ying masih bisa mengendalikan bagian mata kanannya, namun itu juga harus melawan Jian agar bisa tetap mempertahankan kendalinya pada organ ini.


Ketika sibuk berfikir, tiba tiba sebuah ide terlintas di pikiran Feng Ying. Jian takkan bisa membaca pikirannya saat ini. Hanya bisa membaca batinnya saja. Ia akan melakukan jurus yang pernah ia baca di buku. Lalu ia akan menggabungkannya dangan jurus yang ia ciptakan sendiri.


Jiwa Feng Ying memaksakan agar dirinya bisa mengambil alih kembali seluruh tubuhnya. Walau sesaat, tapi menurutnya itu sudah cukup. Karna ia.. akan menyingkirkan Jian secepatnya, bersama dirinya.


Ekspresi tubuh Feng Ying nampak tersentak, "Apa yang kau lakukan?!" Jian terkejut karna ternyata Feng Ying masih ingin melawannya. Bahkan sekarang sebagian tubuhnya sudah diambil alih oleh Feng Ying asli.


"Chen..!! Sebaiknya.. kau.. pergi dari sini.. aku.. akan mengakhiri semua ini.." Ucap Feng Ying dengan kesulitan. Ia masih berusaha mengambil kendali atas tubuhnya.


Tiba tiba, semua bayangan yang menyerang Wang Chen menghilang begitu saja, setelah Feng Ying mengambil alih kendali pada tubuhnya sepenuhnya.


Wang Chen mengalihkan tatapannya dan menatap Feng Ying dengan wajah kelelahan. Keringat terlihat di pelipisnya. Tubuhnya pun sudah mendapatkan beberapa luka. "Apa maksudmu?"


"Pergi dari sini.. sekarang aku akan mengakhiri semuanya! Jika kau tetap di sini, maka kau akan terluka, bahkan mati! Aku tidak ingin itu terjadi padamu! Aku ingin kau tetap hidup." Ucap Feng Ying.


Feng Ying tersenyum getir. "Aku awalnya tidak pernah melakukan ini dan aku juga tak pernah merasakan perasaan ini,.. perasaan kuat untuk melindungi seseorang yang benar benar berasal dari keinginanku tanpa adanya niatan apapun dariku pada orang itu.


Aku tak pernah mau mengorbankan diriku sendiri hanya untuk orang lain. Semua hal yang kulakukan adalah untuk diriku sendiri."


Feng Ying terdiam sejenak sambil memandang Wang Chen. "Tapi kali ini.. untuk kali ini saja.. aku sangat ingin melindungimu. Maka dari itu, aku akan menghancurkan tubuh dan jiwaku, bersama dengan Jian. Dengan begini, maka dia akan benar benar lenyap dari dunia ini."


Wang Chen terbelalak mendengar ucapan Feng Ying. Begitupun dengan Jian yang berada di dalam tubuh Feng Ying dan mendengar apa yang dikatakan pemuda itu.


"Apa kau gila?! Kau ingin bunuh diri?!" Ucap Jian dengan agak panik. "Kau tidak mungkin bisa menghancurkan jiwaku! Bahkan kultivator yang dulu bertarung denganku, mereka tak bisa melakukannya! Apalagi kau yang sekarang!"


"Ying! Apa maksudmu, kau akan mengorbankan dirimu sendiri?!" Ucap Wang Chen terkejut.


Feng Ying tersenyum percaya diri, seolah ingin terlihat kuat di hadapan Wang Chen. Ia ingin meyakinkan pemuda itu, "Tentu saja! Tapi aku melakukannya bukan karna semua orang. Tapi karna dirimu. Maka dari itu, jangan menghalangi rencanaku. Kau harus pergi jauh dari tempat ini sekarang."


Wang Chen menggelengkan kepala, "Tidak mungkin aku meninggalkanmu lagi. Jangan lakukan itu, Ying! Kita pasti bisa menemukan cara lainnya! Tapi tidak dengan mengorbankan dirimu sendiri!"


"Sayangnya.. itu sudah terlambat. Karna sekarang jiwaku mulai melemah dan akan hilang. Jangan keras kepala, Chen! Akan sangat disayangkan bila jiwaku menghilang begitu saja tanpa melakukan sesuatu. Jadi lebih baik kugunakan untuk melenyapkan iblis itu saja." Ucap Feng Ying dengan percaya diri. Walaupun matanya sudah terlihat berkaca kaca.


"Jangan buat pengorbananku sia sia. Kau harus pergi dengan cepat dari tempat ini. Kau adalah sahabat, saudara, orang yang berharga bagiku, sekaligus orang pertama yang mengubah diriku. Kau mengatakan agar kita harus menolong orang yang membutuhkan bantuan, bukan? Kalau begitu, aku akan melakukannya untukmu." Feng Ying menatap Wang Chen dengan sendu.


"Tidak! Ying!" Teriak Wang Chen. Ia berlari ke arah Feng Ying untuk menghentikan gerakan tangan pemuda itu yang terlihat seperti akan melakukan jurus.


"Aku memang takkan berada di sampingmu lagi. Tapi.. aku akan tetap berada di hati dan pikiranmu. Bila kita ditakdirkan untuk bersama, mungkin kita akan bertemu kembali." Feng Ying tersenyum lirih. "Tapi sepertinya itu tidak mungkin." Lanjutnya.


"Bawa dia pergi, patriarch Lao dan tolong jaga dia." Ucap Feng Ying. Ia sudah mengingat semua ingatan yang dikunci oleh Feng Chao ketika Wang Chen membangunkannya dari alam bawah sadar.


Setelah mengatakan itu, Feng Ying telah selesai menyelesaikan jurus dan pengucapannya. Terakhir, ia meneteskan darahnya ke permukaan tanah.


"Tidak! Jangan!" Ucap Jian dalam pikiran Feng Ying.


Darah yang menetes ke permukaan tanah kini tiba tiba menjadi semakin banyak. Di permukaan tanah juga keluar cahaya hitam yang bersinar keluar dari permukaan tanah.


"Apa yang kau lakukan, Ying?!" Teriak Wang Chen. Ketika ia hampir saja menjangkau Feng Ying, seseorang mencengkram tangannya dan tak lama dari itu, Wang Chen berpindah tempat.


***


Cahaya hitam bercampur merah yang membentuk pilar besar langsung melesat ke atas langit di jarak yang cukup jauh dari Wang Chen berada saat ini.


Whuuusss


Wang Chen menutup matanya kala angin mulai berhembus menerbangkan dedebuan ke arahnya.


Beberapa saat kemudian, Wang Chen membuka mata. Pilar hitam yang melesat ke langit tadi kini sudah menghilang. Wang Chen melihat ke depan, dimana terdapat sebuah kota yang tak begitu jauh dari dirinya yang kini berada di tempat yang cukup tinggi, sehingga bisa melihat ke bawah.


Wang Chen terkejut ketika melihat bila kota itu sudah musnah dan meninggalkan cekungan besar. Hanya ada puing puing bangunan yang berada di sekitar cekungan besar. "YING!"


Ketika Wang Chen ingin berlari ke tempat itu, seseorang menahan pergelangan tangannya kembali. Sentuhan yang sama dengan beberapa saat sebelum Wang Chen berpindah tempat.


Wang Chen melihat ke samping dan terkejut ketika melihat gurunya. "G-guru.."


"Percuma bila kau ingin melihat keadaannya, Chen'er. Karna dia sudah tidak ada. Tubuh dan jiwanya sudah hancur, bersama dengan jiwa iblis itu." Ucap patriarch Lao.


Sebenarnya patriarch Lao sudah beberapa saat tadi sampai di tempat ini. Ia mendengar bila Feng Ying menyuruh muridnya pergi agar muridnya tidak mati. Jadi ia pun bergerak untuk menyelamatkan Wang Chen, ketika Feng Ying telah selesai dengan jurusnya. Ia menggunakan kertas teleportasi untuk membawa Wang Chen pergi.


Wang Chen menggelengkan kepala ketika mendengar ucapan gurunya. Ia melepaskan tangannya dari patriarch Lao dengan kasar, "Guru pasti berbohong! Ying tidak mungkin mati begitu saja!"

__ADS_1


Patriarch Lao memandang Wang Chen sendu. "Guru tau, Ying adalah orang yang berharga bagimu. Tapi Chen'er, dia sudah mati sekarang. Jika kau ke sana, kau takkan mendapatkan apapun. Bahkan mayatnya. Kau takkan menemukannya. Dia sudah mengorbankan dirinya untukmu dan untuk semua orang."


Mata Wang Chen berkaca kaca, "Guru pasti berbohong."


Patriarch Lao menggelengkan kepala sebagai jawaban. Ia tidak berbohong sama sekali pada Wang Chen.


Air mata yang sejak tadi ditahan oleh Wang Chen pun tumpah ketika mengetahui bila gurunya tak berbohong. Hatinya sakit ketika mengetahui bila Feng Ying telah menghilang dari sisinya, untuk selamanya.


***


Setelah kematian Feng Ying bersama dengan jiwa Jian, kelima bawahan iblis itu perlahan berubah menjadi asap. Begitupun dengan boneka yang digunakan Zhao Yan dan Zhao Yuan. Kelimanya mati dengan rasa yang sangat sakit. Awalnya tubuh mereka tiba tiba berubah menjadi semakin kurus hingga hanya menyisakan kulit yang melekat di tulang dan mereka seperti kehabisan darah. Mata mereka langsung keluar dan setelahnya mereka berubah menjadi asap hitam. Kondisi yang mengerikan, sebelum mereka mati.


Bersamaan dengan itu, matahari muncul menandakan hari baru telah dimulai. Kekacauan yang terjadi di benua timur akhirnya telah selesai.


***


"Apa katamu, hah?!" Ucap Feng Chao sambil mengangkat kerah Wang Chen.


Wang Chen langsung mengajak gurunya untuk pergi ke kediaman Feng Ying setelah beberapa waktu ia meratapi kematian Feng Ying tadi. Ia mengatakan pada gurunya bila Feng Ying adalah anggota keluarga pembunuh bayaran, bunga kematian. Lalu patriarch Lao pun menuruti kemauan Wang Chen. Ia menggunakan kertas teleportasi yang membawanya dan Wang Chen ke tempat tinggal pembunuh bayaran itu. Mereka sampai di gerbang depan dan mengatakan maksudnya pada seorang penjaga yang berada di depan gerbang.


Awalnya memang sulit, namun akhirnya penjaga itu memperbolehkan mereka berdua masuk. Ia bahkan membantu mereka untuk mendorong gerbang yang berat di tempat ini. Hingga akhirnya, mereka kini bisa bertemu dengan keluarga Feng Ying.


Wang Chen tidak melakukan perlawanan apapun pada Feng Chao. Wajar saja bila pemuda itu marah. Lagi pula, yang mati adalah adiknya.


Kemarahan dan kesedihan terpancar dari tatapan Feng Chao. Ia mempercayakan adiknya pada Wang Chen. Tapi pemuda ini tak bisa menyelamatkannya. Pemuda itu malah pergi ke kediamannya dan mengatakan berita kematian Feng Ying.


Zhang Jiangwu pun nampak sama seperti Feng Chao. Namun ia lebih bisa menahan diri.


Semua keluarga Zhang berada di sini. Zhang Bingjie, Feng Hua, Feng Lian, Feng Jia Li, Feng Xun, pun berada di sini.


Banyak keluarga Zhang yang menangis. Tapi ada juga yang menahan air mata mereka. Walaupun Feng Ying tidak peduli pada mereka, tetapi mereka peduli dengan Feng Ying. Karna Feng Ying adalah keluarga mereka.


"Chao'er.. ini bukan salahnya.. ini sudah ditakdirkan.." Ucap Feng Hua, ibu Feng Ying. Matanya terlihat sembab. "Walaupun ibu juga merasa tak terima dengan ini, tapi kita tidak bisa menyalahkan seseorang."


Zhang Bingjie menahan tangis. "Hua'er.. benar. Kita tidak bisa menyalahkan dia atas kematian Ying'er."


Zhang Jiangwu mengepalkan tangannya dengan kuat. Walaupun mereka sudah berusaha keras untuk membuat Feng Ying semakin kuat agar tetap hidup, tetapi ternyata itu tak merubah takdir bila Feng Ying tetap mati.


"Maafkan aku.." Hanya itu kata yang bisa dikeluarkan Wang Chen. Air mata mengenai pipinya begitu saja.


***


1 bulan telah berlalu setelah kekacauan di bemua timur. Ternyata banyak juga orang dari benua lain yang mau membantu benua timur untuk membangun ulang semua yang sudah rusak.


Karna selama sebulan ini Feng Ying tidak muncul, maka kekaisaran di benua timur serta benua lain menganggap bila Feng Ying sudah mati. Jadi, tak ada lagi yang mencarinya. Bahkan para warga bersorak gembira, tak terkecuali para kultivator.


Semua kejadian yang baru saja terjadi memang membuat bekas menyakitkan pada banyak orang. Karna banyak dari mereka yang kehilangan teman dan keluarga. Tapi semuanya berusaha untuk memulai kehidupan yang baru. Kehidupan yang lebih baik.


Begitupun dengan Wang Chen. Walaupun ini begitu sulit baginya, tapi ia berusaha agar mengiklaskan kematian Feng Ying.


Apa yang dikatakan Feng Ying memang benar. Walaupun Feng Ying tak ada di sisinya sekarang, tapi Feng Ying akan tetap ada di hati dan pikirannya.


.......


.......


.......


Wang Chen saat ini berada di sebuah desa yang tidak terkena dampak dari kekacauan. Dirinya dan gurunya tinggal di salah satu rumah yang ada di sini semenjak 1 bulan lalu. Selama itu pula, Wang Chen tidak keluar dari rumah. Tapi kini, ia mulai mau keluar dari dalam dan melihat keadaan desa dari teras rumah. Hari saat ini masih pagi dan beberapa orang mulai melakukan aktivitasnya masing masing. Gurunya berada di luar dan membantu para warga yang membutuhkan bantuan. Jadi Wang Chen di sini sendiri.


Gurunya membiarkan Wang Chen melakukan apa yang diinginkan pemuda itu. Karna ia tahu, Wang Chen pasti masih sedih dengan kematian Feng Ying yang terjadi saat itu.


Ketika Wang Chen malamun sambil memperhatikan orang orang melakukan aktivitas mereka, ia tiba tiba didatangi oleh seseorang. Dia menepuk tangannya yang kini sedang duduk di kursi, menghadap keluar.


Wang Chen tersentak karna ia sedang melamun. Ia mengarahkan pandangannya ke samping, dimana seseorang menepuk punggung tangannya. Ia pun tertegun ketika melihat seorang anak laki laki yang terlihat berumur 10 tahun berdiri di sampingnya.


"Kakak, kau terlihat sedih. Ada apa?" Anak laki laki itu menatap Wang Chen dengan wajah polosnya. Ia pun menyodorkan kepalan tangannya ketika melihat Wang Chen hanya diam menatapnya. Ia membuka kepalan tangannya dan memperlihatkan satu buah permen. Ia langsung mengambil tangan Wang Chen dan menaruh permen di tangan pemuda itu.


Wang Chen tersadar ketika merasakan adanya sentuhan pada tangannya. Ia pun menatap permen yang diberikan anak itu, "Ini untuk apa?"


"Kakak makan saja permen itu. Jika kakak memakannya, aku jamin kakak akan bahagia." Anak laki laki itu tersenyum lebar hingga memperlihatkan gigi giginya yang putih.


"Wajahnya terlihat sangat mirip dengan Ying. Tapi aku tidak boleh berpikir bila itu Ying. Karna Ying sudah mati. Bahkan jiwanya pun sudah hancur. Sangat mustahil bila ia kembali." Batin Wang Chen sedih. Namun ia mengganti ekspresinya menjadi senyum ketika melihat anak laki laki itu tersenyum.


"Kenapa kakak tersenyum? Padahal 'kan kakak belum memakan permen itu?" Ucap anak laki laki di hadapan Wang Chen. Wajahnya nampak polos dan menggemaskan.


Wang Chen menggelengkan kepala dan tersenyum. Ia mengelus kepala anak itu sesaat, "Baiklah.. Aku akan memakannya." Setelah mengatakan itu, Wang Chen membuka bungkus permen dan memakannya. Wang Chen tersenyum, "Terimakasih. Setelah memakannya, aku jadi senang."


Anak laki laki di hadapan Wang Chen tersenyum hingga giginya terlihat. Ia pun menyodorkan tangannya, "Harganya 5 keping emas. Kakak sudah memakannya, jadi kakak harus membayarnya."


Wang Chen tersedak. Permen yang ia makan langsung tertelan begitu saja. Ia terbatuk beberapa kali.


"Eh?! Kakak kenapa?" Anak laki laki itu menepuk nepuk punggung Wang Chen untuk membantu pemuda itu. "Kakak jangan mati! Nanti siapa yang akan membayar permen yang sudah kakak makan? Aku bisa rugi!" Ucap anak itu dengan panik.


Wang Chen pun kembali duduk dengan tegak. Batuknya kini sudah berhenti. Ia memandang anak laki laki itu yang kini terlihat bernafas lega. Ia kira, anak itu memberikan permen secara gratis. Ia juga mengira bila anak itu memang benar benar mengkhawatirkannya tadi saat ia tersedak. Ternyata wajah polosnya sudah menyembunyikan sifatnya yang bermata uang.. Bahkan harga permen yang diberikan anak itu sangat mahal. 5 keping emas hanya untuk sebuah permen?


Anak laki laki itu terlihat mirip dengan Feng Ying. Secara fisik maupun sifatnya. Berwajah polos, ucapannya yang terus terang tanpa memfilter kata katanya dan dia adalah anak bermata uang. Wang Chen seperti melihat Feng Ying kecil.


Wang Chen menyentuh kepala anak itu sambil tersenyum senang. "Siapa namamu?"


Anak itu menyodorkan tangan pada Wang Chen, "Bayar dulu permen yang kakak makan. Setelah itu, maka aku akan mengatakannya."


Wang Chen menghela nafas. Ia pun mengambil 5 keping emas yang ada di dalam cincin ruangnya dan memberikan itu pada anak di depannya.


"Wahh, terimakasih kak.." Mata anak itu terlihat berbinar ketika menatap 5 koin emas di tangannya. Ia pun menatap Wang Chen dengan wajah polos, "Um.. sebenarnya aku memberikan harga 5 koin perak saja untuk satu buah permen. Tapi kakak memberikanku 5 koin emas. Aku tidak memiliki kembalian dan kakak pun tidak bisa mengambil kembali uang yang sudah kakak berikan padaku. Jadi dengan terpaksa, aku harus mengambil semua uang yang kakak berikan." Wajahnya nampak sedih dan memelas.


Wang Chen hampir saja tersedak ketika mendengarnya. Dia bilang 'terpaksa'? Sepertinya sifat anak ini lebih mengerikan dari pada Feng Ying. Bilang saja bila kau memang sengaja dan menginginkannya! Wang Chen berteriak dalam hati.


"Tidak apa. Semua uang itu untukmu saja. Sekarang katakan, siapa namamu?" Wang Chen berdiri dari atas kursi. Ia pun berlutut di hadapan anak itu sambil mengelus kepalanya dan tersenyum.


Anak itu tersenyum hingga giginya terlihat, "Namaku Feng Ying."


Selesai~


Akhirnya beres juga😪Pertama kalinya author nulis sepanjang ini dalam satu chapter, jumlahnya kira kira sampai 4.512 kata. Semoga suka♥


Author ucapkan terimakasih sekali lagi buat yang udah baca novel author (Feng Ying) dari awal sampai tamat, sampai epilog ini dan selalu memberikan dukungannya♥


Maaf kalau di novel author banyak typo dan kesalahan lainnya.


Menurut kalian.. anak itu memang Feng Ying atau bukan ya?


Salam hangat dari penulis_hanani


(๑・ω-)~♥"

__ADS_1


__ADS_2