Feng Ying

Feng Ying
100 -Pertamakali Berkultivasi


__ADS_3

Mereka kini telah sampai di wilayah luar, setelah melewati wilayah tengah.


Feng Ying menengadahkan kepala ke atas, menatap ayahnya, "Ada apa ayah mengajakku ke mari? Biasanya.. Aku tak dibolehkan keluar dari wilayah inti. Bahkan kak Lian juga tidak diperbolehkan untuk ke wilayah luar ini." Ucapnya dengan wajah polos anak kecil ke arah Zhang Jiangwu.


"Lian'er juga akan ayah ajak kemari. Tapi tidak sekarang Ying'er." Ucap Zhang Jiangwu dengan datar.


"Kenapa?" Ucap Feng Ying dengan kepala dimiringkan.


"Karna dia baru saja berumur 7 tahun. Usianya akan menginjak 8 tahun setelah 2 bulan lagi." Ucap Zhang Jiangwu sambil mengelus kepala Feng Ying.


Feng Ying memegang dagunya, "Aku lebih muda dari kak Lian. Umurku 6 tahun. Tapi aku boleh ke tempat ini."


Zhang Jiangwu menurunkan tangannya dari atas kepala Feng Ying. Iapun mensejajarkan dirinya dengan tubuh kecil Feng Ying, "Apa kau tau, kenapa sekarang ayah mengizinkanmu ke tempat ini?"


Feng Ying menggelengkan kepala dengan raut wajah bingung. Zhang Jiangwu kembali berucap, "Alasannya karna ayah ingin melatihmu berkultivasi, juga berlatih fisik agar kau bisa membuka sendiri gerbang yang selalu ada di setiap perbatasan wilayah. Kau tau bila gerbang itu bukan gerbang biasa bukan, Ying'er?"


Feng Ying mengangguk, "Ayah benar. Gerbang itu sangat berat."


Zhang Jiangwu mengangguk, "Gerbang itu hanya bisa dibuka dengan kekuatan fisik. Bila seseorang menggunakan Qi nya untuk membuka gerbang, maka itu akan percuma. Karna gerbang akan menyerap Qi itu. Ayah sudah menjelaskan apa itu kultivasi dan Qi padamu saat itu. Jadi, kau pasti paham apa yang ayah katakan."


Feng Ying kembali mengangguk paham. "Jadi bila aku ingin keluar dari wilayah inti ataupun kembali masuk ke dalam, aku harus memiliki fisik yang kuat agar bisa mendorong gerbang itu?"


Zhang Jiangwu mengangguk dan tersenyum tipis, "Anak ayah memang pintar."


Feng Ying nampak berfikir, "Tapi saat kita akan masuk ke wilayah tengah dari wilayah inti, kenapa aku merasakan sedikit tekanan ayah? Berbeda saat kita keluar dari wilayah tengah ke wilayah luar."

__ADS_1


"Karna di perbatasan wilayah inti dan tengah memang berbeda. Terowongan yang menuju ke gerbang memiliki sebuah aura membunuh. Ayah melindungimu dengan Qi tadi dan ayah juga agak melonggarkan pelindung Qi padamu agar kau juga bisa merasakan sedikit aura membunuh itu. Sekarang kau tau bagaimana aura membunuh itu 'kan?"


Feng Ying mengangguk, "Menyeramkan dan menekan."


***


Feng Ying kini dibawa oleh ayahnya lagi ke sebuah air terjun. Ia bahkan disuruh untuk duduk di atas batu yang berada tepat di bawah air terjun yang deras. Dengan tubuh kecilnya ini, bagaimana bisa dirinya bertahan di sana?


"Saat itu, kau pernah mengatakan ingin menjadi sangat kuat. Kalau begitu, kau harus duduk di atas batu itu." Zhang Jiangwu menunjuk sebuah batu yang berada tepat di bawah air terjun.


Feng Ying menatap ayahnya dengan ragu, "Tapi air terjun itu sangat deras. Aku tidak mungkin bisa bertahan, ayah.."


"Kau sendiri yang mengatakan ingin menjadi kuat. Maka, jalan untuk mencapainya pun tidak mudah. Apa kau akan langsung menyerah untuk menjadi kuat, Ying'er.. Hanya karna masalah sepele ini?" Ucap Zhang Jiangwu. Kini, nada bicaranya terkesan dingin.


Feng Ying sendiri agak terkejut dengan perubahan sifat ayahnya. Tidak pernah sekalipun ayahnya memperlihatkan tatapan dingin seperti itu padanya secara langsung. Namun kini? Apa yang terjadi? Feng Ying bertanya tanya dalam hati mengenai perubahan sikap ayahnya.


Feng Ying menelan ludahnya dan agak takut ketika melihat tatapan ayahnya itu. Ia segera mengangguk dengan patuh, karna tak ingin membuat ayahnya marah.


Zhang Jiangwu bersikap tegas dan dingin seperti ini juga pada Feng Chao setelah anaknya itu mulai berlatih. Itu karna, ia tak ingin terus memanjakan anak anaknya dan ingin mereka memiliki kepribadian, juga mental kuat. Bila tidak dilatih sejak kecil, maka suatu saat ketika mereka dimarahi dan dibentak sekali saja, maka mental mereka akan langsung jatuh. Mereka akan menjadi pribadi yang cengeng.


"Bagus. Sekarang, pergi ke atas batu itu dan berkultivasi di sana. Aku akan memberikan instruksi dari sini." Ucap Zhang Jiangwu.


Feng Ying segera menurut dan pergi ke batu di bawah air terjun.


Air deras terus mengguyur tubuh Feng Ying dari atas. Bahkan beberapa kali tubuh kecilnya itu terjatuh ke air bagian bawah dari tempatnya duduk untuk berkultivasi. Bukan itu saja yang membuat Feng Ying merasa tersiksa. Namun juga karna dingin air yang ada pada air terjun tidak main main. Dinginnya seperti es yang beku.

__ADS_1


Feng Ying berusaha untuk fokus dengan energi alam di sekitar. Namun, ia tak bisa melakukannya. Ia selalu merasa waspada dan takut secara bersamaan. Ia waspada dengan derasnya air terjun yang bisa saja menjatuhkannya kembali. Ia takut karna ayahnya akan marah kembali ketika dirinya terjatuh ke bawah. Lalu sekarang, ia sangat kedinginan. Semua itu membuat Feng Ying tak bisa fokus. Ingin rasanya Feng Ying segera pergi dari tempat ini. Namun tidak bisa. Ayahnya pasti takkan membiarkan itu terjadi.


"Fokus dengan energi di sekitar!" Ucap Zhang Jiangwu dengan menggunakan Qi, agar suaranya bisa terdengar oleh Feng Ying.


Sebenarnya, Feng Chao, anak pertamanya, tidak ia latih dengan cara seperti ini ketika berlajar berkultivasi. Ia hanya akan membawa anaknya ke sebuah gua yang aman dan memiliki banyak Qi untuk diserapnya.


Perlakuan Zhang Jiangwu pada Feng Chao dan Feng Ying sangat berbeda bila dilihat dari pelatihan yang diberikan. Feng Chao bisa mendapatkan tempat yang aman dan tenang saat berkultivasi. Sementara Feng Ying? Ia harus berjuang keras agar dapat melakukannya! Terjatuh berulang kali dari tempat yang cukup tinggi, menahan rasa dingin yang menusuk kulit hingga ke tulangnya ditambah dengan suara yang berisik dari derasnya air terjun! Bagaimana bisa Feng Ying fokus dan berkultivasi dalam keadaan seperti ini?!


Zhang Jiangwu sendiri melakukan pelatihan yang lebih keras pada Feng Ying karna mengkhawatirkan anaknya itu. Dua alasan melatih Feng Ying lebih awal dan lebih keras dilatih, karna dirinya sudah menebak Feng Ying sebagai orang yang berada dalam ramalan. Lalu kedua, karna anaknya itu sendiri yang menginginkan menjadi orang kuat. Maka dari itu, Zhang Jiangwu melakukan ini semua.


Zhang Jiangwu awalnya memutuskan akan melatih anak anaknya saat mereka berumur 10 tahun. Namun ia kini melakukan pengecualian bagi Feng Ying. Anak pertamanya, Feng Chao baru saja dilatih selama 1 tahun ini. Lalu putrinya yang merupakan anak kedua, Feng Lian, belun berumur 10 tahun. Jadi dirinya belum pernah melatih Feng Lian sama sekali saat ini.


***


"Fokus.." Gumam Feng Ying dengan kening berkerut. Ekspresi wajahnya tidak nampak baik baik saja saat ini.


"Bagaimana cara agar kita bisa fokus berkultivasi, sementara di sekitar adalah tempat yang berisik?"


"Ikuti saja alurnya. Abaikan keadaan sekitar yang berrisik dan fokus saja pada Qi yang kita serap. Namun, bukan berarti kau harus sepenuhnya mengabaikan keadaan sekitar. Walaupun kau sedang berkultivasi, kau juga harus peka dengan sekitar. Bisa saja, ada orang yang mengambil kesempatan disaat seperti ini. Disaat kau sedang fokus berkultivasi dan tidak waspada, maka musuh akan langsung membunuhmu.


Kunci agar kau berhasil berlultivasi adalah ketenangan.. Tidak peduli seberapa berisiknya tempat kita berkultuvasi.. Kita bisa melakukannya. Karna yang dibutuhkan untuk berkultivasi bukanlah tempat yang tenang. Tetapi yang kita butuhkan adalah ketenangan hati, pikiran dan diri kita sendiri."


Pertanyaan yang dilontarkannya pada saat itu kini terngiang kembali. Ia juga mengingat ucapan ayahnya pada saat itu. Setelah mengingatnya, Feng Ying mulai mengatur nafas dan duduk dengan posisi yang lebih nyaman.


Air terjun yang terdengar begitu berisik, kini terasa lebih tenang bagi Feng Ying. Air terjun seakan turun menjadi lebih perlahan. Dirinya juga kini tidak terjatuh lagi karna sudah memposisikan tubuhnya dengan baik. Air yang awalnya terasa begitu dingin, kini berangsur membaik. Tubuhnya juga tidak terlalu menggigil seperti tadi.

__ADS_1


Zhang Jiangwu takjub karna anaknya bisa berkultivasi di bawah air terjun seperti itu dengan begitu cepatnya. Padahal saat dirinya berlatih di tempat itu, ia tidak bisa seperti Feng Ying yang hanya membutuhkan waktu beberapa jam agar bisa berhasil berkultivasi. "Dia sangat berbakat."


~Jangan lupa like, komen, vote dll~


__ADS_2