
Feng Ying dan Wang Chen makan bersama Liu Mei dan Liu Changhai di meja makan setelah para prajurit sudah pergi dari ruang makan. Wang Feng pun ikut makan. Tentunya bukan di meja makan.
Suasana terasa canggung, terlebih untuk Liu Changhai dan Wang Chen. Tidak ada pembicaraan sama sekali saat mereka semua makan.
Setelah selesai makan, mereka sedikit berbincang, lalu setelahnya, Feng Ying, Wang Chen dan Wang Feng dibawa ke ruang tahta. Kaisar Liu mengatakan bila dirinya ingin memberikan sesuatu untuk Wang Chen atas tindakannya yang sudah menyelamatkan Liu Mei saat tadi pagi.
Meskipun Wang Chen sudah menolak dengan sopan, tetapi tetap saja, Liu Changhai memaksa agar Wang Chen menerima pemberian darinya. Feng Ying sendiri memaksa Wang Chen agar menerima imbalan dari Kaisar Liu. Akhirnya Wang Chen pun menuruti kemauan Feng Ying dengan terpaksa.
Di ruang tahta, terlihat ada cukup banyak prajurit, bahkan Jenderal. Mungkin ini terjadi karna mereka ingin melindungi Liu Changhai dan Liu Mei. Karna bagaimana pun, Wang Chen, Wang Feng dan Feng Ying adalah orang asing. Mereka tidak tahu, apa yang bisa terjadi nanti bila Kaisar Liu dan Putri Liu tidak berada dalam penjagaan saat bersama mereka.
"Yang Mulia! Yang Mulia Putri!" Semua prajurit langsung berlutut. Sementara, 3 orang Jenderal hanya membungkukkan tubuhnya ke arah Liu Changhai dan Liu Mei.
Liu Changhai mengangguk, "Berdirilah."
Setelah mendengar perintah dari Liu Changhai, semua prajurit dan Jenderal berdiri dengan tegak. Mata mereka terus mengawasi gerak gerik Feng Ying, Wang Chen dan Wang Feng.
Feng Ying nampak risih karna diperhatikan dengan tatapan seperti itu oleh banyak orang. Ia pun berbisik, "Mereka terus saja mengawasi kita. Ini sangat menyebalkan. Apa mereka ingin matanya kutusuk?"
"Shhuutt, kau ingin membuat masalah lebih besar?" Wang Chen menyikut perut Feng Ying dan membuat pemuda itu sedikit merintih. "Aishh.. Tapi mereka sangat menyebalkan." Ucap Feng Ying.
Wang Chen tidak menggubris ucapan Feng Ying sama sekali. Ia terus mengikuti Kaisar Liu dan Liu Mei dari belakang, bersama Wang Feng. Feng Ying pun juga berjalan di sampingnya.
Kaisar Liu berhenti berjalan setelah sampai di depan kursi tahta, begitupun Liu Mei. Mereka berbalik menghadap orang orang asing yang masuk ke istana mereka.
Melihat hal itu, Feng Ying dan kedua temannya berhenti berjalan dan kini mereka saling berhadapan dengan Kaisar Liu, juga Liu Mei.
Seorang Jenderal berjalan ke arah Kaisar. Ia langsung memberikan Kaisar Liu sebuah cincin ruang dan Liu Changhai menerima itu. Setelahnya, Jenderal kembali ke tempatnya masih dengan tatapan yang mengarah pada orang orang asing.
Kaisar tersenyum. Ia menyodorkan cincin ruang pada Wang Chen, "Ini imbalan untukmu, karna kau sudah menyelamatkan putriku."
Wang Chen menerimanya dan tersenyum kaku, "Terimakasih Yang Mulia."
Liu Changhai mengangguk. Liu Mei pun ikut tersenyum, "Terimakaish karna sudah menolongku saat itu. Bila kau tidak ada, maka mungkin sekarang aku tidak akan berada di sini lagi."
Wang Chen membalas ucapan Liu Mei dengan senyum.
"Nah, karna sekarang urusan kita sudah selesai di sini, sekarang kita pergi." Feng Ying berbalik dan memunggungi Liu Changhai. Ia berjalan menjauh dengan begitu santainya, seakan ia tidak membuat kesalahan atas apa yang ia lakukan.
Para prajurit dan 3 Jenderal memandang Feng Ying dengan marah. Namun mereka tak melakukan apapun, karna Liu Changhai tidak memerintahkan mereka untuk menghentikan Feng Ying.
"Ying!" Seru Wang Cheng.
__ADS_1
Feng Ying, "Ayo cepatlah. Urusan kita sudah selesai di sini, sekarang kita pergi." Ia terus berjalan tanpa berbalik sama sekali.
Wang Chen mendecakkan lidah kesal. Ia menatap Liu Changhai dengan raut bersalah, "Maafkan sikap dari sahabatku itu, Yang Mulia. Dia sudah bertindak tidak sopan, mohon agar Yang Mulia memaafkan atas sikapnya."
Ingin sekali Liu Changhai memberikan hukuman pada Feng Ying karna pemuda itu sudah berlaku tak sopan padanya. Tapi mengingat bila Feng Ying adalah teman dari orang yang sudah menolong putrinya, maka Liu Changhai tak bisa berbuat hal seperti itu. Ia pun mengangguk dengan ekspresi menahan amarah. "Aku mengerti."
Wang Chen merasa tak enak setelah melihat ekspresi Liu Changhai. Begitupun Liu Mei. Wanita itu langsung memegang tangan ayahnya, berharap dengan apa yang ia lakukan ini bisa meredakan emosi ayahnya.
"K-kalau begitu, kami mohon pamit undur diri Yang Mulia." Wang Chen membungkukkan tubuhnya dan setelah itu, ia berbalik untuk pergi menyusul Feng Ying.
Nyawn~
Wang Feng nampak merendahkan tubuhnya, seakan memberi hormat. Setelahnya, ia pergi menyusul Wang Chen dan Feng Ying.
Tatapan para prajurit dan Jenderal masih terpaku pada Feng Ying. Mereka pun sama dengan Kaisar Liu, sedang menahan amarah.
***
Setelah berada di halaman istana yang agak sepi, Wang Chen langsung menahan pergelangan tangan Feng Ying dari belakang dan membuat pemuda itu berhenti. "Kenapa kau malah bersikap seperti itu pada Yang Mulia? Apa kau tidak tahu, sikapmu tadi bisa membuat kita berada dalam masalah!"
Feng Ying melirik ke belakang, "Aku tidak peduli. Mereka juga menatap kita dengan pandangan mengawasi. Aku tidak suka. Sudah, jangan terlalu memikirkan tindakanku tadi. Aku ingin segera keluar dari tempat ini." Ia melepaskan cengkraman tangan Wang Chen dari pergelangan tangannya. Setelah itu, Feng Ying kembali berjalan tanpa mempedulikan Wang Chen.
Wang Chen menghela nafas. Ia harus mengalah dengan Feng Ying. Wang Chen mulai mengikuti langkah Feng Ying. Melihat itu, Wang Feng pun mengikuti di belakang.
Mendengar itu, semua prajurit menatap ke arah yang ditatap oleh prajurit yang berteriak tadi.
Wang Chen terkejut mendengar teriakan tadi. Ia langsung menghentikan langkahnya, begitupun Feng Ying. Wang Chen dan Feng Ying saling bertatapan. Mata Wang Chen membulat kala melihat wajah Feng Ying.
Wajah samaran dari Feng Ying kini berubah menjadi wajah aslinya. Wajahnya yang kini dengan yang 3 tahun lalu terlihat lebih tampan. Namun bila wajahnya dibandingkan dengan poster buronan yang terdapat gambar Feng Ying, maka dia tidak terlihat berbeda jauh. Terlebih, yang paling menonjol dari ciri ciri wajah Feng Ying adalah tahi lalat yang ada di ujung hidungnya. Jadi orang lain pasti akan menyadari wajahnya yang sama dengan buronan keluarga Zhang yang kini tengah dicari cari banyak orang.
"Y-Ying.. wajah aslimu.." Wang Chen berucap dengan terbata bata. Ia juga terkejut saat melihat bila wajah samaran Feng Ying telah menghilang. Padahal tadi sebelum ke istana, ia sudah memberikan pil perubah wajah pada Feng Ying, karna waktu hampir mencapai 1 bulan tepat, yang mana setiap satu bulan sekali, maka wajah samarannya akan menghilang. Jadi sebelum itu terjadi, Wang Chen memberikan pil perubah wajah pada Feng Ying. Karna pil itu hanya dipegang oleh Wang Chen.
"A-ada apa?" Feng Ying ikut merasa agak panik ketika melihat ekspresi Wang Chen. Ia menyentuh wajahnya.
"Benar! Dia buronan itu! Dia terlihat sama!"
"Kalau begitu, tunggu apa lagi?! Kita tangkap dia!"
Belum sempat mereka bertiga merespon apa yang dilakukan para prajurit, mereka sudah dikepung dan kini berada di tengah tengah lingkaran mereka.
Ggrrrr
__ADS_1
Wang Feng menggeram sambil menatap orang orang itu. Melihat bila banyak orang mengeluarkan pedang ke arah induknya, membuat Wang Feng marah. Karna ia berpikir bila mereka ingin menyakiti Feng Ying.
"Apa yang kalian lakukan?!" Ucap Feng Ying terkejut.
"Kau adalah buronan! Kami akan menangkapmu!" Ucap salah satu prajurit sambil mengangkat pedang ke arah Feng Ying.
"Wajah samaranmu menghilang Ying, mereka kini sudah mengetahui bila kau adalah buronan itu." Bisik Wang Chen sambil menatap para prajurit.
Feng Ying agak terkejut mendengar ucapan Wang Chen. "Bagaimana mungkin?! Aku sudah meminum pil itu!"
Wang Chen menggigit bibirnya dan merasa ragu untuk berbicara sesuatu. Setelah merasa yakin, akhirnya Wang Chen membuka suara, "S-sepertinya aku salah memberikanmu pil. Mungkin yang kuberikan saat tadi bukan pil perubah wajah, tapi pil yang dapat menghilangkan wajah samaran."
Feng Ying langsung menatap Wang Chen dengan tatapan tajam. "Apa kau bilang? Bagaimana kau bisa salah?!"
"Tapi aku merasa mengambil pil yang benar. Entah kenapa, pil yang kuberikan bisa salah." Ucap Wang Chen ragu. Ia merasa sudah memberikan pil yang benar tadi pada Feng Ying. Tapi kenapa bisa seperti ini?
Melihat adanya seorang prajurit yang hendak menyerang Feng Ying, Wang Feng segera menyerang prajurit itu dengan cakaran secara tiba tiba dan menghempaskan prajurit ke jarak beberapa meter dari mereka.
Graooo Gggrrrrr
Wang Feng menggeram marah.
"M-maafkan aku, Ying. Tapi aku memang benar benar tidak tahu. Kurasa aku sudah memberikan pil yang benar." Ucap Wang Chen gugup.
Feng Ying mendecakkan lidah kesal, "Untuk sekarang, kita singkirkan orang orang ini terlebih dahulu agar kita bisa pergi."
Wang Chen mengangguk patuh. Ia pun mengeluarkan pedang yang saat itu diberikan oleh gurunya, patriarch Lao. Wang Chen mulai menyerang dan menahan serangan prajurit yang ingin menyerang Feng Ying.
***
Di tempat lain, seorang prajurit yang pertama kali berteriak tentang keluarga Zhang kini sudah hampir sampai di ruang tahta. Ia lari setelah berteriak beberapa kali tentang buronan keluarga Zhang. Ia akan memberitahukan masalah ini pada Kaisar Liu dan yang lainnya.
Namun sebelum dirinya sampai di ruang tahta, ia melihat Kaisar Liu, Liu Mei dan beberapa orang mengikuti mereka keluar dari ruang tahta. "Yang Mulia!"
Kaisar Liu dan yang lainnya menoleh ke sumber suara ketika mendengar suara teriakan. Prajurit yang berteriak langsung berlari dengan cepat ke arah Kaisar Liu. Ia memegang kedua lututnya karna lelah berlari dari halaman depan ke ruang tahta. "Y-Yang Mulia!"
Kaisar Liu mengerutkan kening ketika melihat prajuritnya yang tergesa gesa, "Ada apa? Kenapa kau berlari seperti itu?"
Prajurit mulai berdiri dengan tegak, walau nafasnya masih tersengga sengga. "Y-Yang Mulia.. Di-di depan halaman istana.. Buronan.. Zhang.." Suaranya terdengar putus putus, namun semua orang yang ada di hadapannya seperti mengerti apa yang sebenarnya ingin ia sampaikan.
"Buronan keluarga Zhang ada di halaman istana?" Kaisar Liu berucap dengan terkejut. Liu Mei dan orang orang yang ada di belakang mereka ikut terkejut ketika mendengar berita ini.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin?" Ucap Kaisar Liu seakan tak percaya. Bagaimana mungkin buronan itu ada di sini? Apa yang ia inginkan?
"Buronan itu.. adalah.. orang yang.. bersama dengan.. tamu.. Yang.. Mulia.. Hah.. Hah.." Ucap prajurit dengan terengah engah.