Feng Ying

Feng Ying
147 -Menyelamatkan Putri Liu Mei


__ADS_3

"Hah.. Kapan ini semua berakhir? Apa mereka tidak lelah, terus mencariku?" Ucap Feng Ying. Kini ia berumur 20 tahun. Ia masih menggunakan wajah lain, bukan wajah asli saat ini.


Feng Ying, Wang Chen dan Wang Feng berada di sebuah hutan menuju kota. Di samping jalan yang mereka tapaki, terdapat sungai yang jernih mengalir berlawanan arah dengan arah Feng Ying berjalan. Ketiganya sudah kembali lagi ke benua timur satu bulan lalu.


"Hehe, mana mungkin mereka akan menyerah? Kau pikir mereka akan diam saja ketika tahu bila sebuah keluarga yang mereka musnahkan kembali? Mereka pasti akan berpikir bila kedatangan keluarga itu kembali karna ingin balas dendam. Jadi mereka akan membunuhnya terlebih dahulu, sebelum dia yang menghabisi mereka." Ucap Wang Chen dengan santainya.


"Kau bisa bersikap santai seperti itu, karna kau tidak ada dalam poster buronan itu. Kau masih bebas!" Ucap Feng Ying dengan kesal. "Kau enak sekali bisa berkeliaran dengan bebas, padahal kau adalah orang yang membantu buronan ini. Seharusnya kau juga ada dalam poster." Ia mendengus.


"Hehe, kenapa? Kau iri denganku?" Wang Chen tersenyum mengejek.


Feng Ying mendengus, "Hmph! Tidak sama sekali."


Setelah perbincangan itu, tak ada lagi yang memulai percakapan. Keduanya sama sama diam dan tidak tahu harus mengatakan apa. Karna tidak ada yang berbicara, akhirnya Feng Ying memulai pembicaraan kembali agar tidak ada keheningan diantara keduanya. "Apa kau tidak mau kembali bersama gurumu? Dia mungkin sudah mendengar berita tentangku dan mungkin mengkhawatirkanmu. Mungkin dia berpikir, bila kau bersamaku, maka kau juga akan diincar oleh orang orang."


Wang Chen terdiam beberapa waktu. Apa yang dikatakan Feng Ying ada benarnya. Gurunya pasti sangat mengkhawatirkannya. Lagi pula, gurunya mengetahui bila ia pergi bersama Feng Ying dan gurunya pasti mengetahui berita yang tersebar tentang pemuda itu.


Karna tak juga mendapatkan respon dari Wang Chen, Feng Ying segera menepuk bahunya dan membuat Wang Chen terkejut. Pemuda itu langsung menoleh ke arah Feng Ying secara refleks. "Apa?" Ucap Wang Chen.


"Kau melamun." Ucap Feng Ying singkat.


"..Kau memikirkan perkataannku tadi?" Lanjut Feng Ying.


Wang Chen menggelengkan kepala, "Tidak. Siapa juga yang memikirkan ucapanmu? Ada banyak hal lain yang bisa kupikirkan, kenapa aku harus memikirkan ucapanmu itu?"


"Kau tidak terlalu pandai berbohong." Ucap Feng Ying. Ia menggelengkan kepala, "Bila kau kembali padanya, maka dia pasti takkan memberimu izin untuk pergi bersamaku lagi. Dia mungkin takkan mengatakan keberadaanku pada orang lain. Tapi tentang izin ikut bersamaku? Dia takkan melakukan itu."


Wang Chen terdiam beberapa saat. Ia pun mengangguk singkat sebagai tanda persetujuan ucapan yang dikatakan Feng Ying.


Ketika keduanya berjalan dan hanya diam, suara dari kejauhan dapat mereka dengar. Walaupun agak sayup sayup. Keduanya saling berpandangan dan mengangguk.


Wang Feng pun nampak paham dengan isyarat mata yang dilakukan Feng Ying dan Wang Chen. Ia pun ikut berlari ketika melihat Feng Ying dan Wang Chen berlari menuju sumber suara.

__ADS_1


***


Di tempat lain, nampak sebuah kereta kuda dengan beberapa mayat manusia di sekitarnya. Kini hanya tersisa seorang wanita dan beberapa pria yang masih hidup.


Wanita itu nampak sangat ketakutan. Ia sudah dikelilingi tiga orang pria berpakaian hitam. Semua pengawal yang membawanya kini telah mati dan hanya menyisakan satu pengawal yang masih hidup, itupun sedang dicengkram oleh seseorang yang juga berpakaian hitam.


"Sayang bila kita membunuhnya begitu saja. Kita bawa saja dia." Ucap salah satunya. Ia menatap sinis wanita yang ada di hadapannya.


Wanita itu semakin ketakutan ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut pria itu. Ia tidak memiliki kemampuan bertarung untuk melawan mereka. Jadi ia hanya bisa ketakutan. "J-jangan mendekat! Aku.. aku putri Liu Mei! B-bila kalian mendekat.., m-maka kalian akan dapat masalah!" Ucapnya dengan takut takut. Ia adalah putri Liu Mei, yang berasal dari kekaisaran Liu, salah satu kekaisaran di benua timur ini.


Ketiga pria yang mengelilinginya terdiam sesaat. Setelahnya, mereka pun tertawa keras. "Haha, putri Liu?"


"Ternyata benar kata rumor yang beredar. Kau sangat cantik!" Ucap salah satu yang lain sambil tertawa.


"Tapi bukankah dia putri? Lalu kenapa hanya dikawal sedikit orang dan semuanya pun sangat lemah! Apa mungkin putri Liu ini sudah tidak dipedulikan lagi keberadaannya oleh Kaisar? Hingga hidup atau matinya pun tidak akan dipedulikan? Hahaha!"


"Kau benar juga, haha! Apa mungkin mereka kekurangan orang untuk menjaga istana, jadi Kaisar hanya memberikan sedikit pengawal? Dan itu pun... orang orang lemah!" Ia tersenyum mengejek.


Liu Mei nampak geram ketika mendengar ucapan ketiga pria yang mengelilinginya. Ia pergi hanya dengan sedikit pengawal memang karna keinginannya sendiri. Ia tidak ingin terlihat terlalu mencolok saat melewati orang orang. Kereta kudanya pun dibuat tidak terlalu mewah menurutnya agar tak mencolok. Tapi tetap saja, bagi orang lain, kereta kudanya cukup mencolok. Karna terlihat berkelas. Bahkan ada beberapa hiasan yang terbuat dari kristal dan berlian. Bagaimana orang lain tidak menganggapnya itu mewah?


Liu Mei menatap sengit ketiga pria yang mengelilinginya. Ia memang tak bisa melawan mereka. Tapi ia tidak bisa hanya berekspresi ketakutan ketika orang mulai mengejeknya seperti ini. Ia merasa memiliki kekuatan dan keberanian untuk menghajar orang orang ini karna merasa marah pada mereka. "Tutup mulut kalian!"


Liu Mei langsung memukul pipi salah satu dari ketiga orang tadi, hingga membuat wajah pria itu teralihkan dari menatapnya.


Kedua orang lainnya terkejut melihat tindakan Liu Mei. Pria yang tadi dipukul oleh Liu Mei memegangi pipinya. Ia juga merasa terkejut atas apa yang dilakukan Liu Mei. Dapat dari mana keberanian wanita ini memukulnya?


"Kurang ajar! Kau sudah memukulku!" Pria yang tadi dipukul berniat memukul balik Liu Mei yang kini memejamkan mata karna kepalan tangan yang mengarah padanya.


Namun sebelum sempat pria itu melakukannya, kepalan tangannya ditahan oleh tangan seseorang dari belakang tubuhnya. Ia terkejut dan mulai menggerakkan kepalanya ke arah belakang. Begitupun kedua temannya yang melihat ke samping.


Nampak seorang pemuda dengan mata berwarna oren dan rambut berwarna hitam menggenggam kepalan tangan pria yang ingin memukul Liu Mei. Pemuda itu tersenyum sinis, "Tck!"

__ADS_1


Pria itu langsung menghempaskan tangan pemuda itu dengan kasar dari kepalan tangannya. Ia mulai menyingkir ke samping, begitupun kedua temannya yang menjaga jarak pada pemuda itu.


"Kapan dia datang?" Itulah ucapan batin mereka. Ketiganya sama sekali tak menyadari kehadiran dari pemuda ini yang tak lain Wang Chen. Bukan hanya ketiganya, Liu Mei, pengawal yang tersisa dan satu teman bandit mereka yang sedang menjaga pengawal pun tak mengetahui kapan Wang Chen datang.


~POV Feng Ying


Aku berdiri di atas pohon tak jauh dari Chen dan harimau bulan itu. Dia memakan pil perubah wajah, sehingga wajahnya yang saat ini bukanlah wajah asli. Jadi aku tidak perlu khawatir bila identitasnya akan diketahui.


Aku tau bila orang yang berada di tengah tengah tiga orang tadi adalah orang yang pernah kutemui saat itu. Dia 'lah orang yang sudah memberikanku liontin daun yang merupakan sebagian dari benda pemutar waktu. Dia tidak banyak berubah semenjak pertemuan terakhir itu.


Sepertinya putri itu takkan tahu bila orang yang menolongnya adalah Chen. Tapi bila Chen bersama harimau bulan itu... Apa dia tetap takkan mengenalinya? Mungkin tidak. Karna dunia ini luas, banyak orang yang pasti belum pernah ditemui putri itu. Jadi mungkin dia akan berpikir bila Chen adalah orang lain yang juga membawa harimau bulan seperti Chen.


Aku di sini karna malas untuk pergi menolong dia. Aku bukanlah tipe orang yang suka dipanggil pahlawan karna menyelamatkan seseorang. Aku pergi ke asal suara ini pun hanya karna penasaran, bukan karna ingin menolong.


Aku heran kenapa orang seperti Chen suka sekali menolong orang dan bahkan terkadang mencampuri urusan mereka, agar bisa membantu. Untuk apa susah susah membantu seseorang yang bahkan tak dikenal? Dia membuang buang tenaga saja. Bahkan ketika orang yang sudah ditolongnya ingin memberikan imbalan, dia sering menolak. Jadi ketika dia tidak mau mengambilnya, yasudah aku saja yang ambil. Lumayan, hehe.


Tapi terkadang ada juga yang tak memberikan apapun, karna tak memiliki harta sama sekali. Itu sangat menyebalkan.


Jika diriku yang menolong orang lain, maka aku akan meminta bayaran atas jasaku itu. Kami memang memiliki sifat bertolak belakang yang cukup terlihat jelas.


Kulihat Chen saat ini mulai bertarung dengan empat orang itu. Aku hanya mengawasi dari jarak cukup jauh darinya, agar putri itu tak melihatku. Walaupun wajahku sekarang bukanlah wajah asliku, namun aku tetap tak mau dilihat dia.


~POV Feng Ying End


Setelah beberapa waktu, akhirnya Wang Chen telah membereskan keempat lawannya. Bahkan karna dirinya yang datang tepat waktu, membuat nyawa satu orang pengawal Liu Mei selamat. Ternyata orang orang yang melawan hanyalah sekelompok bandit yang tertarik dengan kereta mewah Liu Mei. Mereka pasti berpikir bila orang yang berada dalam kereta kuda adalah orang yang kaya, jadi ingin merampas hartanya.


Bukan hanya Wang Chen yang membantu Liu Mei. Tetapi Wang Feng pun demikian. Ia bahkan memakan satu manusia, hingga membuat Liu Mei takut dan menjauh dari Wang Feng maupun Wang Chen.


Satu pengawal yang tersisa pun nampak melindungi Liu Mei saat ini dari hadapan Wang Feng. Walaupun ia memiliki banyak luka dan darah di tubuhnya, tetapi ia tidak bisa mengabaikan tanggung jawabnya untuk mengantar Liu Mei pulang ke istana.


"Jangan khawatir, aku bukanlah orang jahat." Ucap Wang Chen ketika melihat gerak gerik pengawal itu. Ia mengangguk paham kenapa pengawal bersikap seperti itu. Tentu karna perbuatan Wang Feng tadi yang membuat mereka waspada, sekaligus takut.

__ADS_1


Liu Mei mencoba menenangkan diri. Ia pun berucap, "T-terimakasih sudah menolong k-kami." Ucapnya dengan terbata bata. Ia masih syok dengan semua kejadian yang terjadi. Ini adalah kedua kalinya ia melihat kejadian pembunuhan seperti ini.


__ADS_2