Feng Ying

Feng Ying
153 -Penjelasan


__ADS_3

Feng Ying saat ini masih berada di hutan terlarang. Kini semua luka yang ia dapat di tubuhnya sudah menghilang sepenuhnya. Ia tersenyum sambil menghapus air mata yang ada di pipinya. "Akhirnya aku bisa menguasai tubuh ini sepenuhnya."


Feng Ying yang saat ini bukanlah Feng Ying. Tetapi tubuhnya kini dikendalikan oleh Jian, iblis yang ada di dalam tubuhnya. "Kalian dimana sekarang?" gumamnya seolah sedang berbicara dengan orang lain.


"Aku membawa pemuda itu ke tempat yang kau minta, Tuan. Kami pun sekarang masih di sini."


Sebuah suara terdengar di dalam pikiran Feng Ying. Jian yang sedang mengendalikan tubuh Feng Ying pun mengangguk paham. Ia harus melakukan sesuatu pada Wang Chen terlebih dahulu, sebelum memulai aksi selanjutnya. "Kau datang ke tempatku dan bawa aku ke sana." Ucap Feng Ying.


***


Setelah mengetahui pemuda yang baru saja datang tadi, membuat Wang Chen terkejut. Anak pengemis yang saat itu pernah ditemuinya di pelabuhan kini harus menjadi musuhnya.


Wang Chen kini ditinggal sendirian di dalam ruangan yang tertutup. Tidak ada jendela, hanya ada pintu dan sedikit ventilasi udara yang berada di atas pintu. Kaki dan tangan Wang Chen masih saja terikat rantai. Di bawah kaki Wang Chen pun masih ada kepala Wang Feng yang sengaja diletakkan musuhnya.


"Apa yang kulakukan?" Wang Chen menundukkan kepala. Ia merasa menyesal dan bersalah karna telah melakukan semua itu pada Feng Ying. Ia sudah menyakiti perasaan pemuda itu. Bahkan dirinya tak bisa melindungi Wang Feng.


Ada perasaan bingung, sedih, khawatir, marah, bersalah yang kini sedang dirasakan Wang Chen. Tapi apa yang bisa ia lakukan sekarang? Bagaimana caranya agar ia bisa memperbaiki semua kesalahannya yang tanpa sadar telah ia lakukan?


Air mata Wang Chen menetes dan mengenai kepala Wang Feng. Ia seperti baru saja kehilangan banyak hal sekarang. "Wang Feng.. Ying.."


Ketika sedang merenungi semua hal, tiba tiba pintu di hadapan Wang Chen terbuka dan memperlihatkan seorang pemuda berambut hitam panjang dengan iris matanya yang berwarna merah.


Mendengar suara pintu terbuka, Wang Chen mulai menengadahkan kepala ke atas. Ia terkejut ketika melihat sahabatnya kini masuk ke dalam ruangan. "Ying?!"


Jian yang sedang menguasai tubuh Feng Ying masuk ke dalam seorang diri. Ia tersenyum, "Chen."


"B-bagaimana kau bisa.. bisa ada di sini?" Ucap Wang Chen dengan terbata bata. "Apa ini hanya khayalanku saja? Tidak mungkin Ying bisa mengetahui bila aku berada di tempat ini." Gumamnya.


Feng Ying kini berdiri di hadapan Wang Chen. Ia menendang kepala Wang Feng menjauh dari hadapannya dan hal ini sukses membuat Wang Chen terkejut. "Y-Ying.. Apa yang kau lakukan?"


Feng Ying hanya tersenyum. Ia pun mengusap kedua pipi Wang Chen dan membuat pemuda itu mulai menatap ke arahnya. "Ying.. Maafkan aku, karna tadi aku.." Wang Chen seakan tak bisa melanjutkan ucapannya. Walaupun wajahnya menghadap Feng Ying saat ini. Namun, tatapannya terus saja melihat ke bawah, seakan tak berani menatap Feng Ying.


"Kau.. sudah terlambat, Chen." Ucap Feng Ying.


Mendengar suara Feng Ying yang tiba tiba, membuat Wang Chen menatap Feng Ying.


Feng Ying menurunkan tangannya dari wajah Wang Chen, "Kau tidak akan bisa bertemu dengan orang bernama Feng Ying lagi. Karna secara tak langsung, kau sudah membunuh dirinya, membuatnya tertidur untuk selamanya."

__ADS_1


Wang Chen terbelalak mendengar ucapan Feng Ying, "A-apa maksudmu Ying?"


"Aku bukan orang yang kau maksud. Feng Ying sudah tertidur untuk selamanya. Sekarang yang mengendalikan tubuhnya bukan dia lagi. Tetapi iblis yang diberi nama Jian oleh Feng Ying." Tubuh Feng Ying yang dikendalikan oleh Jian mengungkapkan secara terang terangan tentang dirinya.


Wang Chen terkejut mendengarnya. Ia sedikit memundurkan langkah dari Feng Ying.


"Kau ingin tahu, bagaimana aku bisa ada di tubuhnya?" Ucap Feng Ying. Ia tersenyum, kemudian melanjutkan ucapannya, "Aku bisa berpindah ke tubuh ini karna dia memiliki bakat yang bagus. Dia juga memiliki darah yang istimewa.


Aku awalnya berada di dalam tubuh kakeknya. Tapi setelah kehadirannya, aku langsung berpindah tubuh dan masuk ke dalam dirinya yang saat itu baru saja lahir. Perpindahanku tidak dilakukan ritual apapun, karna aku langsung masuk ke dalam dirinya." Feng Ying berhenti sejenak untuk melihat ekspresi yang ditunjukkan Wang Chen.


"Aku adalah iblis yang ratusan tahun lalu dilawan oleh banyak kultivator kuat di dunia ini. Mereka membunuhku, tapi aku tidak sepenuhnya terbunuh. Karna mereka tak bisa menghancurkan rohku. Jadi, mereka menyegel rohku di tubuh seorang anggota keluarga Zhang.


Bila orang itu mati, maka diriku akan berpindah ke tubuh keluarga Zhang yang merupakan keturunan dari orang tersebut. Itu pun bila keturunannya memiliki bakat yang bagus. Bila tidak, maka aku akan pindah ke tubuh keluarga Zhang lain yang memiliki bakat bagus.


Seperti kataku tadi, tidak perlu diadakan ritual untuk memindahkanku ke tubuh keluarga Zhang lain. Jadi aku akan berpindah secara otomatis. Bahkan aku tak bisa memilih ke tubuh siapa aku akan pindah.


Dan Feng Ying, memiliki bakat yang bagus. Terlebih, dia memiliki darah yang istimewa dan berbeda dari yang lainnya." Feng Ying kembali terdiam untuk melihat reaksi Wang Chen.


Bukannya ekspresi terkejut yang dilihat Feng Ying, Wang Chen malah menertawakannya. "Hahaha.. Kau pandai juga bercerita Ying. Aku baru mengetahuinya. Cerita yang bagus." Ucap Wang Chen dengan tawa seakan apa yang dikatakan oleh Feng Ying adalah lelucon dan dongeng.


"Aku tidak sedang bercanda." Ucap Feng Ying dingin. Feng Ying memegang dagu Wang Chen dan membuat pemuda itu mendongak menatap wajahnya.


"Aku sedang tidak main main dengan ucapanku." Ucap Feng Ying sambil menghemapaskan dagu Wang Chen, membuat wajah Wang Chen teralihkan ke arah lain.


"Kau pasti berpikir bila pil yang kau berikan saat itu adalah pil yang benar." Ucap Feng Ying.


Wang Chen tertegun. Ia kembali menatap Feng Ying.


"Aku saat itu memberikanmu ilusi, hingga kau melihat bila pil yang kau berikan adalah pil perubah wajah. Padahal bukan. Aku memberikanmu ilusi tanpa kau ketahui dan tanpa diketahui oleh Feng Ying bila aku mengendalikan sebagian tubuhnya saat itu." Feng Ying tersenyum sinis, "Mungkin sebaiknya aku memberitahumu beberapa kejadian yang dilakukan dirimu ataupun Feng Ying tanpa disadari."


Wang Chen mengerutkan kening mendengar ucapan Feng Ying.


"Saat kalian pergi menuju Ibu kota setelah menyelamatkan wanita itu, aku pergi darimu terlebih dahulu dengan alasan ingin buang air kecil. Lalu pada saat itu 'lah aku mengirimkan pesan menggunakan kekuatanku pada orang orang yang telah menyerang kalian." Feng Ying mengangkat satu tangannya dan di telapak tangannya mulai terlihat asap hitam, hingga akhirnya asap membentuk burung berwarna hitam yang terlihat seperti bayangan.


Wang Chen terkejut ketika melihatnya. Selama ia bersama Feng Ying, ia tidak pernah melihat pemuda itu bisa menggunakan kekuatan berelemen kegelapan seperti itu.


"Saat itu, aku mengambil alih sebagian kesadaran Feng Ying." Ucap Feng Ying. Setelah mengatakan itu, ia mengepalkan tangan dimana terdapat burung bayangan di tangannya. Seketika itu juga, burung bayangan menghilang bagaikan asap hitam terbawa angin.

__ADS_1


"Lalu saat kalian lari keluar dari istana, aku juga mengendalikan sebagian tubuh Feng Ying agar berlari mendekat ke arah hutan larangan. Dia tidak menyadari sama sekali bila beberapa waktu aku selalu mengendalikan tubuhnya." Feng Ying berhenti sejenak. Ia pun melanjutkan, "Lalu apa kau tahu apa alasan aku membawa kalian menuju tempat itu?" Ia memandang Wang Chen.


Wang Chen menggeleng pelan sambil menegak ludah. Sepertinya orang di hadapannya memang benar benar bukan Feng Ying.


"Karna orang orang yang menyerang kalian sudah berada di sana dan bersiap untuk menyerang kalian. Kau tahu, mereka adalah sebagian dari bawahanku yang berjumlah 5 orang." Lanjut Feng Ying.


"Dahulu aku menemukan mereka. Aku melihat potensi mereka yang cukup bagus. Mereka memiliki kemampuan yang jarang dimiliki orang lainnya. Maka dari itu, aku merekrut mereka menjadi anggotaku. Bisa dikatakan, aku juga sebagai penyelamat mereka. Karna bila aku tak ada, kehidupan mereka akan tetap menyedihkan.


...Mereka kutemui di tempat yang berbeda beda dan waktu yang berbeda. Aku memberikan mereka sebagian kekuatanku, hingga akhirnya mereka bisa menjadi kuat seperti sekarang ini. Menurutmu, bagaimana caraku memberikan mereka kekuatan, padahal aku kini hanyalah roh yang berada di dalam tubuh anak ini?"


Wang Chen menggigit bibir bawahnya, "Kau menggunakan tubuh Ying dan mengendalikannya agar kau bisa memberikan mereka kekuatanmu. Ini terjadi tanpa disadari Ying sama sekali?"


Feng Ying tersenyum, "Kau benar. Ternyata kau cukup pintar untuk menebaknya."


"Saat kau melakukan pengkhianatan pada Feng Ying, aku 'lah penyebabnya. Aku menghipnotismu saat Feng Ying akan menolongmu yang terluka pada saat tadi. Kau menatap mataku dan tanpa kau sadari, kau mulai terhipnotis." Jelas Feng Ying. "Bukankah menurutmu aneh bila bawahanku seakan menerimamu menjadi bagian dari mereka saat tadi? Padahal mereka tahu bila kau adalah musuh?" Feng Ying tersenyum.


Wang Chen masih menatap Feng Ying dan memperhatikannya dengan seksama.


"Karna aku sudah mengatakan semua rencanaku itu pada semua bawahanku, semenjak kau sudah menolong wanita itu di hutan.


Lalu, menurutmu kenapa aku mengirimkan burung bayangan untuk memberi mereka pesan? Padahal aku bisa melakukan telepati dengan semua bawahanku, karna mereka memiliki sebagian dari kekuatanku.


Itu karna, aku tak bisa melakukan telepati dengan bawahanku, bila diriku hanya mengendalikan tubuh Feng Ying sebagiannya saja. Jadi, aku bisa melakukan telepati bila aku sudah mengendalikan tubuh Feng Ying seutuhnya sementara.


Lalu.. Menurutmu, mengapa aku tidak mengendalikan tubuhnya sepenuhnya pada saat ingin mengirimkan pesan? Padahal itu jauh lebih cepat dan simple dari pada mengirimi mereka pesan?" Ucap Feng Ying yang lagi lagi memberikan Wang Chen pertanyaan.


Wang Chen menggelengkan kepala. Ia agak memundurkan langkahnya hingga punggungnya benar benar mengenai tembok. Ia memandang Feng Ying dengan waspada.


Feng Ying terkekeh melihat reaksi Wang Chen. Ia pun mendekat ke arah pemuda itu dan meletakkan satu tangannya tepat di samping tangan Wang Chen. Ia dekatkan wajahnya pada Wang Chen.


Wang Chen serasa tak bisa bernafas dengan teratur. Ia merasa tegang saat ini. Orang di depannya memang tubuh Feng Ying. Tetapi orang yang kini mengendalikan tubuhnya bukanlah sahabatnya.


"Karna harimau bulan itu bisa menyadari bila aku mengendalikan seluruh kesadaran Feng Ying. Dia akan merasa asing denganku dan menganggapku sebagai musuh. Maka dari itu, aku jarang mengendalikan tubuh ini sepenuhnya saat ada harimau itu. Ini juga 'lah alasan mengapa aku menyuruh bawahanku untuk membunuh harimau itu tadi." Ucap Feng Ying dengan suara yang terdengar berbisik.


Wang Chen menggertakkan giginya dan menahan marah. "Bila kau bisa menyuruh bawahanmu untuk membunuh Wang Feng, lalu kenapa tidak sejak dulu kau melakukannya, agar kau bisa lebih leluasa mengendalikan tubuh Ying tanpa diketahui bila pada saat itu, yang mengendalikan tubuh Ying bukanlah Ying?" Ia mengepalkan tangan.


Feng Ying kini memandang wajah Wang Chen dengan jarak satu jengkal saja. Wang Chen nampak memandangnya dengan tajam. Melihat itu, Feng Ying tersenyum smirk. "Karna tujuanku adalah seperti apa yang dikatakan ramalan. Aku tidak membunuhmu atau harimau bulan itu, karna aku berencana untuk menjadikan kalian cahaya yang menerangi hati Feng Ying, seperti dalam ramalan. Lalu beberapa waktu setelah itu, aku akan memadamkannya dari hatinya. Dengan ini, maka aku bisa mengambil alih tubuhnya sepenuhnya.

__ADS_1


Setelah Feng Ying kehilangan keinginannya untuk hidup dan berada dalam keputus asaan, maka disana 'lah aku bisa dengan mudah membunuh jiwanya yang melemah, membuatnya tertidur selamanya tanpa menyakiti fisiknya. Maka dari itu, sekarang ini, tubuh ini, adalah milikku sepenuhnya."


__ADS_2