Feng Ying

Feng Ying
144 -Pelelangan Bulan Biru


__ADS_3

Hari yang ditunggu kini telah tiba. Wang Chen kini sudah berada di pelelangan bagian kursi biasa. Ternyata banyak orang yang mendatangi pelelangan.


"Seharusnya aku memesan tempat VIP tadi." Batin Wang Chen. Ia kini duduk berdesakan dengan pengunjung lain. Di pangkuannya duduk Wang Feng yang berukuran sebesar kucing dewasa lebih. "Ukh, Wang Feng pun sangat berat." Karna tak ada tempat duduk lain yang kosong didekatnya, jadi Wang Feng ia pangku. Wang Chen saat ini memakai topi jerami yang diberikan Feng Chao pada saat itu, agar tidak ada orang yang melihat wajahnya.


Seseorang berjalan ke tengah tengah ruangan. Ia adalah seorang wanita cantik yang nampak berumur 26 tahun. "Selamat datang semuanya di pelelangan bulan biru ini! Saya akan menjadi pembawa acara lelang kali ini!" Ucapnya dengan senyum ceria.


***


Waktu terus berlalu, hingga akhirnya kini telah tiba waktu dimana 5 barang utama akan dilelang. Selama pelelangan berlangsung, tidak ada barang yang menarik minat Wang Chen sama sekali. Tujuannya ke tempat ini hanya satu, yaitu mendapatkan pil perubah wajah. Namun bila ada sesuatu yang menarik mintanya dan harganya terjangkau, maka ia akan membelinya. Tetapi ternyata tak ada barang yang bagus.


"Barang utama urutan kelima kami adalah pil yang dapat menyembuhkan segala racun di tubuh hanya dalam waktu 2 hari. Racun dari hewan atau tanaman apapun, dapat disembuhkan hanya dengan meminum satu pil ini!" Ucap pembawa acara. Terdapat 3 butir pil di dalam botol yang sedang dibawanya.


"Ini yang kutunggu tunggu!" Ucap seseorang yang dekat dengan Wang Chen.


"Harga dimulai dari 500 koin emas. Setiap kenaikan 50 koin emas!" Ucap pembawa acara.


"550!"


"600!"


Harga terus naik, hingga akhirnya pil didapatkan oleh seseorang yang duduk di dekat Wang Chen. "Haha, akhirnya aku mendapatkannya!" Ucapnya dengan bahagia.


Setiap barang yang didapat oleh pembeli akan diantarkan pada orang yang mendapatkannya beberapa saat setelah orang itu memenangkan barang yang dilelang.


"Pil itu memang menakjubkan. Tapi bila aku membelinya, mungkin tidak akan cukup untuk membeli pil yang dibutuhkan Ying. Lagi pula, aku tidak tahu berapa harga pil yang harus kubeli nanti." Batin Wang Chen. Ia melirik seseorang yang mendapat pil penyembuh segala racun. "Dia sepertinya bukan orang biasa, karna dia bisa membeli pil semahal itu. Tapi kenapa dia malah duduk di tempat biasa seperti ini?"


"Baiklah, kita lanjut ke barang utama berikutnya! Barang utama keempat adalah pil perubah wajah. Jika seseorang yang meminum pil ini, maka wajahnya bisa berubah sesuai dengan apa yang dipikirkannya pertama kali setelah meminum pil ini. Efeknya bisa bertahan selama 1 bulan." Ucap pembawa acara.


"Woah! Menakjubkan!"


"Itu yang sedang kucari!"

__ADS_1


"Aku harus mendapatkannya!"


Pembawa acara nampak tersenyum tipis ketika melihat banyak orang yang berminat untuk membeli pil di tangannya. Pil itu berjumlah 10 buah dalam satu botol kecil. "Baiklah, dimulai dengan harga 800 koin emas. Setiap kenaikan 100 koin emas. Dimulai sekarang."


"800!"


"900!"


"1000 koin emas!"


"1200!"


"Banyak juga yang menginginkan pil itu. Aku akan menawarnya saat tidak banyak orang yang mengajukan penambahan lagi." Batin Wang Chen.


Harga terus naik dan naik. Hingga kini harga berhenti saat harga mencapai 3000 koin emas. Kini tidak ada lagi yang melakukan penawaran. "Sekarang kesempatanku!" Gumam Wang Chen. "3200 koin emas!" Teriaknya.


Para peserta lelang melihat ke arah Wang Chen ketika mendengar teriakan pemuda itu. "3400!" Ucap seseorang yang berada di ruangan VIP.


Wang Chen melihat ke atas, dimana seseorang dari ruang VIP menaikkan harga lagi. "Ternyata masih ada lagi orang yang bisa menyaingiku. Tidak, tepatnya ingin bersaing denganku."


"3800!" Seseorang yang berada di ruang VIP lain kini mengajukan harga yang lebih tinggi dari Wang Chen.


Wang Chen berdecak kesal. "Untung saja aku membawa banyak uang milik Ying." Gumamnya. "4000 koin emas!"


"5000!" Ucap seseorang yang duduk di dekat Wang Chen. Ia juga 'lah yang menjadi pemenang dari pil yang dapat menyembuhkan segala racun.


"6000!" Wang Chen melihat ke sekeliling untuk mengetahui apakah masih ada yang berani menawar harga lebih tinggi darinya. Namun, Wang Chen tak melihat adanya pesaing lain. Kebanyakan orang malah menatapnya dengan tak percaya karna harga yang ditawar oleh dirinya untuk sebotol pil perubah wajah.


"10.000!" Ucap orang yang duduk di dekat Wang Chen.


Senyuman kemenangan yang awalnya terbit di wajah Wang Chen kini memudar kala mendengar seseorang menawar harga lebih tinggi. "Apa dia sengaja? Membuat kesal saja!" Batinnya dengan kesal. "12.000!"

__ADS_1


"Apa dia bisa membayarnya?"


"Entahlah, 12.000 keping emas bukanlah jumlah yang sedikit. Dia berani menawar sebotol pil dengan harga sebesar itu, apa mungkin dia bukan orang biasa?"


"Huh, dasar sombong! Kau pikir bisa membayarnya?! Cih!"


"Mana mungkin dia bisa membayar harga sebesar itu. Lihatlah pakaiannya, pakaiannya sederhana. Tidak terlihat mewah sama sekali. Aku ragu bila dia seseorang yang kaya. Lagi pula, bila dia memang memiliki banyak uang dan berpengaruh, seharusnya dia memesan tempat VIP. Bukan di kursi biasa seperti ini!"


Orang orang mulai mencemooh Wang Chen setelah pemuda itu meneriaki harga yang ditawarkannya untuk sebotol pil. Bagaimana orang yang terlihat biasa seperti Wang Chen bisa membayar harga sebesar yang diucapkannya?


Wang Chen sendiri nampak agak risih karna banyak orang berbisik bisik tentangnya. "Aku tidak suka tempat pelelangan seperti ini. Memangnya apa salahnya bila aku ikut menawar pil itu?" Batinnya.


Pembawa acara melihat sekeliling. Ia tidak lagi mendengar adanya penawaran yang lebih besar dengan apa yang ditawarkan Wang Chen tadi. Ia pun akhirnya mengetuk palu 3 kali. "Dengan ini, maka pemenang dari satu botol pil ini adalah pria di kursi biasa itu!" Ucapnya dengan senang. Ia tak menyangka bila pil ini bisa dihargai sampai setinggi ini.


***


"Akhirnya pelelangan itu selesai dengan lumayan cepat." Gumam Wang Chen setelah keluar dari dalam pelelangan bulan biru. Ia tidak hanya mendapatkan pil perubah wajah saja. Tetapi juga sesuatu yang lain.


Benda utama ketiga adalah seekor griffin es yang cukup kuat. Namun dia sudah terluka parah. Jadi tidak banyak yang menginginkannya. Benda utama kedua adalah darah phoenix. Lalu benda utama urutan pertama adalah sebuah tanaman obat yang sangat langka yang tumbuh 1000 tahun sekali.


Wang Chen bukan hanya membeli pil yang sesuai dengan keinginan Feng Ying saja. Tetapi ia juga membeli benda utama kedua di pelelangan. Ia harus mengeluarkan 15.000 koin emas untuk bisa mendapatkannya. "Hehe, mungkin Ying akan senang. Darah phoenix ini bisa digunakan untuk menyempurnakan pedang kami." Batin Wang Chen dengan senang.


Ketika Wang Chen dan Wang Feng berjalan menuju penginapan, beberapa orang tiba tiba menghadang jalannya. "Serahkan semua barang yang kau dapat dari pelelangan!" Ucap seorang pria berpakaian hitam. Ia memiliki luka sayatan di pipinya.


Wang Chen mengerutkan kening ketika melihat bahwa dirinya dihadang. Dirinya saat ini berada di tempat yang cukup sepi. "Ternyata apa yang dikatakan Ying benar. Pasti akan ada orang yang ingin merebut barang yang sudah kudapatkan nanti."


Gggrrrr!


Wang Feng menggeram ke arah 3 orang berpakaian hitam itu. Salah satu diantara mereka adalah wanita. "Cepat serahkan semua yang kau dapat di pelelangan!" Ucap seorang pria dengan dingin.


Wang Chen mendengus kesal. "Cih, kau pikir aku akan memberikannya begitu saja? Kalau kau mau, kau harus mengalahkan kami terlebih dahulu." Ucapnya sambil menatap ketiga orang dengan kesal. "Dua diantara mereka berada di tingkat prajurit dan satu orang lainnya berada di tingkat jenderal. Aku dan Wang Feng pasti bisa menyelesaikan mereka dengan cepat."

__ADS_1


Wang Chen menyembunyikan tingkat kultivasi aslinya, sehingga ketiga orang di hadapannya tidak mengetahui kekuatan aslinya. Mereka pikir, Wang Chen memiliki tingkatan di bawah, sehingga mereka berani melawan Wang Chen. Ketiganya berasal dari sebuah sekte aliran hitam.


"Hoho, kau menantang kami?" Ucap salah satu pria dengan sombong.


__ADS_2