Feng Ying

Feng Ying
81 -Kejadian Sebenarnya


__ADS_3

"Wang Feng...," Wang Chen sedikit terisak sambil memeluk harimau bulan.


Nyawn?


Wang Feng sendiri merasa heran. Wang Chen tiba tiba saja memeluknya saat bangun dan langsung terisak.


"Kau ini kenapa? Ketika bangun sudah berteriak teriak seperti itu" ucap seorang bocah yang seumuran dengan Wang Chen. Ia berjalan ke arah tempat tidur.


Wang Chen terkejut mendengar suara yang ia kenal. Iapun langsung menatap ke arah sumber suara dan melihat Feng Ying berdiri di samping tempat tidur.


Wang Chen terlonjat kaget. Ia dengan refleks mundur ke belakang dan menjauh dari Feng Ying.


Feng Ying mengerutkan kening dengan heran, "Ada apa denganmu? Setelah kau pingsan, otakmu sepertinya mulai bermasalah."


Wang Chen kini mulai mengatur nafasnya, "Apa tadi itu hanya mimpi? Jelas jelas tadi aku berada di hutan dan seharusnya Wang Feng terluka. Tapi ini.. Wang Feng baik baik saja" batinnya. Iapun baru memperhatikan dengan seksama bahwa ruangan ini bukanlah ruangan kamar yang biasa ia tempati di istana.


"A- apa yang terjadi, Ying? Di mana ini?" ucap Wang Chen.


"Apa kau tak ingat dengan apa yang sudah terjadi tadi?" ucap Feng Ying sambil memutar bola mata malas.


Wang Chen mulai mengingat ingat apa yang terjadi tadi. Iapun menggelengkan kepala, "Sulit mengingatnya."


"Haish.. Kau ini memang pelupa, dasar.."


Feng Ying mulai bercerita apa saja yang sudah terjadi tadi.


Flashback~


"Kau harus terus membawanya sampai kita melewati 3 kota. Jangan menaruhnya atau melepaskannya. Bila tidak, maka aku akan memberimu hukuman" ancam Feng Ying dengan tatapan tajam.


Wang Chen menelan ludah ketika ditatap dengan tajam seperti itu. Iapun mengngguk dengan cepat, "Baik- baik, aku tidak akan menaruhnya dan akan terus membawanya."


"Walaupun kurasa itu akan sulit kulakukan" batin Wang Chen dengan ekspresi buruk.


Nyawn~


Wang Feng memberikan semangat pada Wang Chen dan hal ini membuat Wang Chen tersenyum dipaksakan sambil menatap Wang Feng, "Hehe.. Terimakasih Wang Feng karna sudah menyemangatiku. Dengan ini, maka aku pasti bisa melakukannya!"


Nyawn! Nyawn!


Feng Ying tersenyum licik dalam hati, "Chen, kau tidak hanya harus membawa satu belati itu saja."


Wang Chen memiliki ekspresi yang tambah buruk setelah mendengar ucapan Feng Ying.

__ADS_1


***


"Y- Ying.. Aku sudah.. Hah.. Tak kuat.. Kita.. Sudah berjalan.. Sejak.. Hah.. Pagi tadi sampai hari hampir sore.. Hah.. Kita berhenti.. Hah.. Hah.. Dulu ya?" ucap Wang Chen dengan terengah engah.


"Tidak, kita harus tetap jalan. Kita saja belum sampai di satu kota pun. Tapi kau sudah selelah ini?", Feng Ying berjalan di depan sambil menggelengkan kepala. Jaraknya dengan Wang Chen sekitar 2 meter lebih.


"Tapi.. Aku.."


Bruukk


Belum selesai Wang Chen menyelesaikan ucapannya, suara jatuh terdengar. Hal ini membuat Feng Ying yang berada di depan melirik ke belakang dan berhenti berjalan, "Aku sudah bilang bahwa- Chen?"


Feng Ying langsung berjalan menghampiri Wang Chen. Ia dari tadi memang akan mengeluarkan belati dan mengarahkannya pada Wang Chen, andai bocah itu berniat istirahat. Sehingga, Wang Chen tidak bisa istirahat sama sekali.


Namun beberapa saat lalu Feng Ying sedang fokus dengan pikirannya. Sehingga tak menyadari bila Wang Chen akan terjatuh seperti itu. Bila ia mengetahuinya, maka ia akan mengarahkan kembali belati pada Wang Chen, bila ia tak mengetahui keadaan Wang Chen sebenarnya yang akan pingsan.


Tetapi saat ini Feng Ying tak langsung mengambil belati dan mengarahkannya pada Wang Chen. Karna ia melihat bahwa Wang Chen pingsan.


Nyawn?!


Wang Feng nampak panik melihat Wang Chen pingsan. Ia menggunakan kedua kaki depannya menggoyangkan salah satu tangan Wang Chen.


"Chen?!", Feng Ying langsung membalikkan tubuh Wang Chen, hingga wajah bocah itu menghadap langit. Ia langsung memeriksa nafas Wang Chen dan memeriksa detakan jantungnya. "Fiuh.. Kukira kau mati karna kelelahan" ucap Feng Ying sambil menghela nafas.


Nyawn!


Feng Ying melirik Wang Feng, "Tak perlu marah marah seperti itu. Dia hanya pingsan dan juga, jangan menyalahkanku tentang ini. Lagi pula, ini juga salahmu" ucapnya ketus.


Nyawn!


Raut wajah Wang Feng seperti mengatakan, 'Jelas jelas ini adalah salahmu!'


"Tapi kau juga bersalah. Kenapa kau tidak membantu Chen tadi, dengan membawanya naik di punggungmu? Lagi pula, Aku tadi tidak melarang itu sama sekali," Feng Ying menggelengkan kepala sambil mengangkat kedua tangan setinggi pundak. Ia berekspresi seakan menjadi korban dari tuduhan tidak benar.


Wang Feng kini kembali menggoyangkan tangan Wang Chen untuk membangunkannya. Namun hasilnya nihil, karna Wang Chen tak juga bangun.


Nyawn!


"Iya- iya.. Aku akan membantu" ucap Feng Ying ketus. Ia menurunkan kedua tangannya dan mulai melepaskan 4 belati yang melekat pada tubuh Wang Chen. Ketika dua ikatan tali pada tangan dibuka, nampak bahwa kedua telapak tangan maupun pergelangan tangan Wang Chen lecet. Bahkan terlihat agak berdarah.


Nyawn!


Wang Feng kembali memarahi Feng Ying dan mengatakan bahwa semua luka di tubuh Wang Chen adalah salah Feng Ying.

__ADS_1


"Haish.. Jangan terus menyalahkanku. Sebaiknya kau membantuku membawa Chen!" ucap Feng Ying dengan kesal.


Wang Feng langsung merubah tubuhnya sebesar harimau biasa, namun agak lebih besar.


Nyawn!


Feng Ying memasukkan empat belati yang ia simpan pada Wang Chen tadi ke dalam cincin ruang. Setelahnya, ia mulai membawa Wang Chen dan menaruhnya di atas punggung Wang Feng.


Feng Ying terakhir naik di belakang Wang Chen dan membuat Wang Chen menyandar pada tubuhnya. "Aku memang tak tau jalan ke kota. Tapi kita akan menanyakannya pada orang yang lewat nanti. Sekarang jalan, Wang Feng."


Nyawn~


Wang Feng mulai berlari. Satu tangan Feng Ying berpegangan pada Wang Feng. Sementara. Tangan yang satunya menjaga tubuh Wang Chen agar tak terjatuh.


"Huh, merepotkan," dengus Feng Ying. Walaupun begitu, ia tetap tidak akan meninggalkan Wang Chen begitu saja di tempat ini.


Flashback End~


"Setelah bertanya pada beberapa orang, aku bisa sampai di kota dan langsung memesan kamar di penginapan," Feng Ying pun mengakhiri ceritanya.


Wang Chen mulai tenang dan kini ia sudah yakin bila tadi dirinya hanya bermimpi. Ditambah dengan semua kenyataan di depannya. Sesuai dengan cerita Feng Ying. Dirinya berada di kamar penginapan, kedua tangannya pun nampak terlilit perban. Ia juga baru mengingat kejadian itu.


Wang Chen menaruh Wang Feng kembali ke kasur. Iapun menatap Feng Ying, "Maaf.."


"Maaf untuk apa?"


"Maaf karna sudah merepotkan kalian dan aku juga minta maaf karna tak bisa menyelesaikan latihan pertama yang kau berikan, Ying" ucap Wang Chen dengan sedih.


"Tidak masalah. Lagi pula, kau memang terlalu awal untuk berlatih seperti itu. Sekarang makanlah, kau baru makan tadi pagi saja saat pergi dari istana," Feng Ying mengambil makanan yang ada di atas meja, di samping tempat tidur. Iapun menyendok makanan di mangkuk itu dan menyodorkannya pada Wang Chen. "Buka mulutmu."


"Aku sudah besar dan bisa makan sendiri," Wang Chen menggelembungkan pipinya kesal.


"Lihatlah tanganmu itu. Apa kau bisa memegang sendok dengan benar, hah? Cepatlah makan, jangan banyak bicara" ucap Feng Ying.


Wang Chen pun mengangguk karna tau bila tangannya saat ini terluka dan lecet. Ia juga masih merasa kesakitan karna tangannya yang terluka itu.


Wang Chen mendekat pada Feng Ying dan membuka mulut. Temannya pun langsung memasukkan makanan ke dalam mulutnya. "Em.. Enak..," Wang Chen tersenyum sambil mengunyah makanannya.


"Pagi nanti, kita akan pergi dari kota ini. Jadi kau harus sembuh dengan cepat" ucap Feng Ying.


Wajah Wang Chen nampak pucat, "Apa aku harus membawa empat belati itu lagi?"


Feng Ying menggelengkan kepala, "Tidak perlu.. Kau tak perlu melakukannya. Lagi pula, apa kau ingin lebih terluka lagi dari ini, Chen? Karna harus membawa belati belati itu?", iapun tersenyum jahil.

__ADS_1


Wang Chen menggelengkan kepala dengan cepat, "Tidak- tidak! Kumohon jangan.. Lain kali saja."


Feng Ying cemberut dan kecewa mendengar jawaban Wang Chen, "Baiklah."


__ADS_2