
"Hehe, tentu saja di suatu tempat. Aku bahkan bisa mendapatkannya secara gratis." Feng Ying tersenyum bangga.
***
Di tempat lain, seorang pria nampak memegangi tengkuknya dan merasa merinding. "Semoga saja Tuan Muda tidak kembali ke tempat ini lagi untuk mendapat pil secara gratis. Jika ini terus terjadi, bisa bisa aku akan dibunuh oleh Nyonya." Dalam hati ia menangis dan berdoa agar Tuan Muda yang ia pikirkan tidak kembali ke toko obat ini, bila hanya untuk mengambil pil gratis darinya.
Sudah beberapa kali Tuan Muda itu mengambil pil darinya. Ia juga tidak meminta izin terlebih dahulu pada atasannya. Apakah boleh memberikannya atau tidak pada orang itu. Tapi ia tak bisa mengatakan izin itu pada atasannya, karna ia diancam oleh Tuan Muda. Ia baru akan berbicara pada atasannya tentang 'pengambilan pil gratis', bila Tuan Mudanya sudah mengambil pil. Ujung ujungnya, atasannya meminta mengharuskan ia membayar sebagian pil yang diambil. Karna atasannya tidak mengizinkan seorang pun mengambil pil itu dari toko tanpa seizinnya terlebih dahulu.
"Kumohon jangan kembali lagi untuk mengambil pil gratis, Tuan Muda.." Gumam pria itu sambil mengatupkan kedua tangannya menghadap depan pintu, seakan mengusir aura aura negatif yang mungkin datang ke toko.
***
Feng Ying dan Wang Chen kembali ke dalam kota. Tangan Wang Chen yang perbannya tadi dilepas oleh Feng Ying, kembali diperban dengan menggunakan perban baru. "Ying, apa yang harus kita lakukan sekarang? Banyak mayat di tempat ini." Ucap Wang Chen.
Feng Ying berpikir sejenak. Ia pun mengambil pedang kembar bunga phoenix miliknya. "Kita bisa menyelesaikannya dengan pedang ini." Ia tersenyum. Tak lama kemudian, Feng Ying mengayunkan pedangnya ke depan dan membayangkan bila pedang itu mengeluarkan garis api.
Benar saja, serangan api yang keluar dari pedang Feng Ying kini melesat ke arah salah satu rumah penduduk dan ada pula yang mengenai salah satu mayat di tempat ini. Api mulai membakar benda yang ada di dekatnya dengan ganas.
"Lumayan berguna juga." Ucap Feng Ying. Ia pun mengaitkan pedangnya di pinggang.
Wang Chen terkejut. Namun ia tak bisa protes. Memang seperti ini 'lah sifat Feng Ying. Bila ia protes pun tentang perlakuan Feng Ying ini, pemuda itu takkan mendengarkannya. Jadi Wang Chen hanya bisa diam memandang kobaran api yang semakin meluas dan menyebar.
Wang Chen pun tiba tiba tersentak. Ia kini mengingat Jiang Fu. Ia sudah meninggalkan anak laki paki itu cukup lama. Ia pun memegang tangan Feng Ying dan menarik narik dirinya, "Ying.. Ying..!! Kita harus cepat menemui Fu'er. Aku sudah lama meninggalkannya tak jauh dari tempat ini."
Feng Ying tersentak. Ia baru mengingat bila selain dirinya dan Wang Chen, juga ada Jiang Fu yang ikut bersama mereka tadi. Lalu, apakah Jiang Fu juga melihatnya? Apa anak laki laki itu mengetahui identitasnya sekarang? Ini tidak boleh terjadi!
"Bagaimana dengannya? Apakah dia mengetahui identitasku? Apa dia tadi melihat perubahanku?" Ucap Feng Ying serius.
Wang Chen menelan ludahnya karna ia seperti mengetahui apa yang dipikirkan Feng Ying. Bila pemuda itu tau Jiang Fu melihat perubahan Feng Ying sedikit, maka habislah nyawa anak itu. "T-tidak.. Fu'er aku bawa cepat ke tempat lain sebelum dia melihatmu membunuh orang orang. Dia juga tidak tau bagaimana perubahanmu tadi. Dia masih tidak tahu identitasmu." Wang Chen menjelaskan dengan nada setenang mungkin, agar Feng Ying percaya. Karna apa yang ia katakan juga memang tidak bohong sepenuhnya. Jiang Fu pun hanya melihat sedikit perubahan Feng Ying, tidak melihat pemuda itu membunuh seseorang.
Feng Ying memejamkan mata sejenak. Ia pun menatap Wang Chen dengan penuh selidik, "Benarkah?"
Wang Chen mengangguk pasti, "Sekarang kita harus menemuinya. Dia mungkin sedang menunggu kita sangat lama di tempat itu. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi pada Fu'er."
Feng Ying akhirnya mengangguk. Wang Chen pun menarik tangannya dan menuntunnya ke tempat dimana Jiang Fu berada.
***
"Fu'er..!!" Wang Chen berteriak ketika tidak menemukan adanya Jiang Fu di dalam rumah. Anak laki laki itu menghilang.
Feng Ying melihat ke sekitar. Tempat ini adalah sebuah rumah yang berada paling dekat dengan gerbang masuk kota maupun keluar dari kota. Ia tidak merasakan hawa kehadiran seseorang di tempat ini, kecuali dirinya dan Wang Chen. Kemana Jiang Fu?
"Apa kau yakin, bila kau membawa dia ke tempat ini tadi?" Ucap Feng Ying sambil mengerutkan kening, menatap Wang Chen.
Wang Chen menatap Feng Ying, "Benar.. Aku membawanya ke tempat ini tadi. Aku juga sudah menyuruh Fu'er agar tetap di sini. Tapi sekarang.." Wang Chen terdiam dan tidak melanjutkan ucapannya.
"Tck, dia itu sangat menyusahkan. Apa mungkin dia sudah tahu identitasku dan langsung pergi untuk memberitahukannya kepada orang orang?" Feng Ying merenung.
Graaoo!!
Wang Chen dan Feng Ying terkejut mendengar suara raungan harimau. Wang Chen sepertinya mengenali suara itu. Ia bergegas keluar, suara itu terdengar berada di luar kota. Mungkin di depan gerbang masuk?
__ADS_1
Feng Ying yang melihat Wang Chen pergi pun mulai ikut pergi keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Setelah sampai di luar gerbang, Wang Chen terkejut ketika melihat seekor harimau berlari menuju gerbang masuk. Harimau bulan. "Wang Feng!"
Graaaoo!!
Wang Feng yang berukuran sebesar harimau biasa itu langsung melompat pada Wang Chen dan membuat pemuda itu terjatuh.
Nyawn! Nyawn!
Wang Feng mengeluskan hidungnya pada pipi Wang Chen. Ia sudah sangat merindukan pemuda ini. Tidak bersama dengannya selama beberapa hari, terasa sangat aneh dan berbeda.
"Akh, ah.. Ssttt.. Wang Feng.. Tanganku.." Wang Chen merasa kesakitan ditindih seperti ini oleh Wang Feng. Apalagi dirinya sedang terluka saat ini. Wang Feng lumayan berat baginya.
Feng Ying kini baru sampai. Ia melihat bagaimana interaksi Wang Chen bersama harimau bulan. Ia pun melipat kedua tangannya di depan dada dan hanya diam.
Wang Feng mulai mencium bau tubuh seseorang yang sangat ia kenali. Ia melihat ke samping, dimana Feng Ying berdiri. Matanya bersinar ketika melihat pemuda itu.
Nyawn! Nyawn!
Wang Feng melompat turun dari tubuh Wang Chen. Ia berlari ke arah Feng Ying dan melompat padanya.
"Ha?" Feng Ying terkejut karna Wang Feng kini malah menghampirinya dan melompat padanya. Ia hanya diam dan hal ini membuatnya jatuh ditimpa Wang Feng.
Nyawn! Nyawn!
Wang Feng melakukan hal yang sama pada Feng Ying. Ia mengeluskan hidungnya pada pipi pemuda itu. Selain merindukan Wang Chen, ia juga sangat merindukan induknya.
"Haha, itu geli.. Berhentilah..Hahaha.. Turun.. Haha.." Feng Ying memegangi wajah Wang Feng agar harimau bulan itu berhenti menggelitikinya.
Feng Ying pun mengubah posisinya menjadi duduk. "Kenapa kau bisa ada di tempat ini?" Herannya.
Nyawn! Nyawn! Nyawn! Nyawn!
Wang Feng mulai bercerita bagaimana dirinya bisa ada di tempat ini. Saat itu, ia terpisah dengan Feng Ying dan Wang Chen. Jadi, ia terpaksa menelusuri gerbang dunia sendiri. Ia mencari Feng Ying dan Wang Chen selama di sana. Ia memang cukup kesulitan saat bertahan hidup di tempat itu. Namun pada akhirnya, ia bisa melakukan itu. Bahkan kini kekuatannya bertambah karna terus berlatih dengan melawan demonic beast di tempat itu.
Lalu pada suatu saat, ia menemukan sebuah pintu teleportasi dan itu membawanya bisa ke dekat kota ini. Ia juga kebetulan mencium aroma tubuh kedua orang yang ia kenal. Akhirnya, Wang Feng pergi ke tempat ini.
Mendengar apa yang diceritakan Wang Feng, kini Feng Ying maupun Wang Chen paham dengan apa yang terjadi.
Ekspresi Wang Feng kini mulai berubah. Awalnya ia terlihat senang, namun kini dirinya terlihat waspada. Perubahan ekspresi ini tidak luput dari pengawasan Feng Ying. "Kau kenapa?" Ucap Feng Ying yang berada dekat Wang Feng.
Grrrr! Grraooo!
Wang Feng langsung berlari pergi, masuk ke dalam kota untuk pergi ke tempat dimana ia mencium aroma sesuatu.
"Eh? Wang Feng!" Wang Chen berteriak untuk menghentikan Wang Feng.Namun, harimau bulan itu sudah pergi cukup jauh. Ia melirik pada Feng Ying. "Apa yang terjadi?"
Feng Ying berdiri dan mengangkat kedua bahu sebagai jawaban. Tak lama, ia langsung berlari masuk ke dalam kota untuk mengikuti kemana Wang Feng pergi.
"Eh, kenapa sekarang aku ditinggal?!" Wang Chen ikut berlari pergi untuk mengikuti keduanya. "Tunggu aku, akh.. Sstt..!" Wang Chen menahan sakit di kakinya yang terluka.
__ADS_1
"Kau baik baik saja?" Feng Ying berhenti kala merasa bila Wang Chen berhenti berlari. Ia pun berbalik dan berjalan ke arah pemuda itu.
Wang Chen menggelengkan kepala. "Aku baik baik saja. Tidak perlu khawatir."
Feng Ying mengerutkan kening. Ia pun mendengus pelan. Pemuda itu bilang baik baik saja. Tapi ekspresinya tidak seperti itu. Ia pun melihat kaki Wang Chen. Apa mungkin pemuda itu kesakitan karna kakinya terluka?
Feng Ying berlutut membelakangi Wang Chen. "Cepat naik!"
Wang Chen terkejut melihat apa yang dilakukan Feng Ying, "Apa yang kau lakukan?! Aku sudah biang, aku baik baik saja. Jangan mengkhawatirkanku!" Kagetnya.
Feng Ying mendengus. "Jangan salah paham. Aku bukannya mengkhawatirkanmu. Lagi pula, untuk apa aku khawatir padamu? Hmph! Cepatlah naik, aku sedamg baik hari ini!"
Wang Chen memandang Feng Ying ragu. Pemuda itu takkan menjatuhkannya nanti 'kan? Kenapa dia tiba tiba perhatian seperti ini?
"Kenapa diam saja? Cepatlah, kakiku pegal terus berlutut seperti ini!" Feng Ying melirik ke belakang dengan kesal. Padahal ia sedang menahan malu saat ini. Apa mungkin Wang Chen sedang menertawakannya dalam hati, karna sikapnya yang baik? Huh, menyebalkan. Apa salah, bila ia ingin menolong Wang Chen saat ini?
"B-baiklah.." Wang Chen pun naik ke atas punggung Feng Ying dan Feng Ying mulai berlari sambil menggendongnya.
"Kenapa kau tiba tiba baik? Apa kepalamu membentur sesuatu?" Ucap Wang Chen yang terkesan mengejek.
Feng Ying mendengus, "Aku hanya ingin saja! Jangan kira aku baik padamu dan jangan menertawakanku!"
Wang Chen terkekeh, "Baiklah.. Terserah kau saja. Sekarang kita harus cepat menyusul Wang Feng!"
"Aku tau!"
***
Akhirnya, Feng Ying dan Wang Chen sampai tak lama setelah Wang Feng sampai. Kini kota tidak lagi terbakar dan hal ini membuat Feng Ying maupun Wang Chen terkejut. Siapa yang memadamkan api di kota ini?
Ggrrrr! Grraaoo!
Wang Feng menggeram sambil menatap punggung seseorang di depannya. Feng Ying kini mulai berjalan ke samping Wang Feng, agar bisa melihat siapa yang dilihat oleh Wang Feng.
Wang Chen terkejut ketika melihat Wang Feng menggeram pada seorang anak kecil, "Fu'er! Kenapa kau berada di sini?!"
Feng Ying tidak terlalu terkejut melihat bila Wang Feng menggeram pada Jiang Fu. Namun ia terkejut karna sesuatu yang berbeda dari Jiang Fu. Ia pun menurunkan Wang Chen.
Jiang Fu mulai membalikkan tubuhnya kala mendengar suara Wang Chen. "Kak Chen!" Ucapnya dengan senang.
Wang Chen berniat mendekati Jiang Fu. Namun, Feng Ying langsung merentangkan satu tangannya, menahan Wang Chen untuk mendekat. "Kenapa kau menahanku Ying?" Bingung Wang Chen.
Feng Ying tersenyum miring sambil menatap Jiang Fu, "Ternyata begitu.. Pantas saja aku merasakan sesuatu yang aneh saat dekat denganmu, walaupun itu terasa samar. Tapi sekarang, aku bisa merasakannya dengan lebih jelas lagi."
Jiang Fu nampak memandang Feng Ying bingung atas ucapannya tadi. Begitupun dengan Wang Chen. Apa maksud Feng Ying?
Feng Ying mendengus ketika melihat bila Jiang Fu masih bersikap seperti tak mengetahui apapun, "Hmph! Jangan berpura pura lagi! Aku tau, kau bukan manusia!"
Wang Chen yang mendengarnya terkejut. Ia melirik Feng Ying, "Apa maksudnya?"
Sementara, Jiang Fu nampak tersenyum miring. Ekspresinya tidak seperti Jiang Fu biasanya. Karna ia saat ini memperlihatkan ekspresi sinisnya pada Femg Ying maupun Wang Chen. "Kenapa kau berpikir begitu?" Ia masih berucap santai, seolah tidak terjadi apapun.
__ADS_1
...*•'°♥°'•*...
Mulai besok, Author ga akan update dulu sampai beberapa hari kedepan. Karna Author mulai PTS hari senin. Terimakasih buat semuanya yang sudah membaca novel Author sampai sekarang dan selalu dukung Author(*^3^)/~♡ Author seneng kalau banyak yang suka sama novel Author. Sekian, sampai jumpa di next chapter nanti\(○^ω^○)/