Feng Ying

Feng Ying
57 -Chapter 57


__ADS_3

Di dalam ruang tahta, terlihat banyak orang dengan senjata masing masing yang mereka pegang.


"Ternyata hanya dua bocah ingusan" gumam salah satu murid inti yang ada di dalam kerumunan.


"Mereka bisa sampai masuk ke dalam istana seperti ini, bukan bocah biasa" batin salah satu tetua. Ia nampak waspada, walaupun penyusupnya hanyalah dua orang bocah.


"Wah.. Wah.. Sambutan yang luar biasa" ucap Feng Ying dengan nada kagum. Sementara, semua orang aliran hitam menatap Feng Ying dengan datar.


Senyum Feng Ying yang menunjukkan rasa kagum berubah menjadi senyuman sinis, "Tapi.. Apa kalian semua adalah pengecut? Kalian yang berjumlah ratusan.. Melawan kami yang hanya berdua? Dan kami bahkan hanyalah bocah. Apa serendah itu kalian semua, sampai sampai tak bisa melawan bocah satu lawan satu?"


Semua murid dalam, inti dan tetua yang ada di sana terkejut mendengar ucapan Feng Ying. Mereka menggertakkan gigi kesal. Salah satu orang berkata dengan marah, "Apa kau bilang?! Kami pengecut?!"


Feng Ying melirik Wang Chen dan tersenyum seakan memberi isyarat. Wang Chen mengangguk. Ia tersenyum sinis ke arah orang orang aliran hitam, "Bukankah apa yang temanku katakan benar? Dan kenyataannya memang seperti itu. Kalian hanyalah kumpulan para tikus yang mencoba bertingkah kuat didepan singa.


Dengan mengandalkan jumlah, kalian ingin mengalahkan singa yang besar dan kuat. Heh, itu menunjukkan bila kalian takkan bisa menang dari singa bila hanya sendiri. Kalian lemah! Hanya berani melawan satu singa dengan bersama sama!"


Rasanya, telinga orang orang aliran hitam terasa panas mendengar ucapan Wang Chen yang penuh ejekan. "Beraninya kau mengejek kami..?!"


Wang Chen mengangkat kedua bahu dan seolah tak peduli, "Untuk apa aku takut? Kalian hanyalah orang lemah!"


"Kau.. Apa kau ingin mencari masa-"


"Bila kami adalah sekumpulan tikus.. Maka kalian apa? Semut yang akan diinjak injak tikus?" ucap salah satu tetua dengan nada mengejek.


"Hmph! Tentu saja bukan!" ucap Feng Ying sambil mendengus.


Whuusss

__ADS_1


"Kami akan menjadi singa yang menghabisi tikus tikus seperti kalian"


Tetua itu terkejut ketika suara Feng Ying berada tepat di sampingnya. Ia menoleh ke samping dan melihat Feng Ying sudah ada di sampingnya dengan sebuah belati yang terlapisi darah. Tak lama, pandangannya mulai menghitam dan hitam sepenuhnya.


Orang orang aliran hitam yang ada di sekitar tetua itu terkejut karna tetua itu langsung mati dengan kepala terpenggal. Di sebelahnya ada Feng Ying yang tersenyum tanpa rasa bersalah sama sekali. Sejenak, mereka tertegun melihat ekspresi Feng Ying.


Feng Ying berbalik dan berjalan menuju tempat Wang Chen berada. Ia nampak berwajah santai.


Salah satu murid dalam berlari ke arah Feng Ying dengan emosi. Ia akan menyerang Feng Ying dari belakang. "Matilah kau..!!"


Feng Ying langsung berbalik dan menahan serangan pedang yang dilakukan murid itu menggunakan belati. Walaupun tubuh murid tersebut lebih tinggi dan besar dari dirinya, Feng Ying bisa mengimbangi kekuatan murid itu. Bahkan melebihinya.


Murid tersebut terkejut. Padahal ia sudah mengalirkan Qi pada pedangnya dan membuat pedang semakin kuat. Ia juga mengalirkan Qi ke seluruh tubuh untuk memperkuat serangan. Namun nyatanya, Feng Ying tak terlempar, bahkan tubuhnya tak bergeser sedikitpun.


Malahan, dirinya yang merasa kesulitan karna pedangnya terus ditekan belati milik Feng Ying. Ia langsung melompat mundur untuk menjaga jarak. Namun, ia sudah melakukan kesalahan fatal.


"Ups.. Maaf.. Kau harus mati saat ini" ucap Feng Ying dengan enteng. Ia langsung menarik belati dari tubuh murid dalam itu dan membuat tubuh murid itu terjatuh ke permukaan lantai.


Semua tetua yang melihat Feng Ying dengan mudahnya mengalahkan seorang murid dalam, membuat mereka kesal sekaligus waspada. Yang ada dipikiran mereka saat ini adalah.. Seberapa kuat bocah ingusan itu?


Murid dalam memang memiliki kekuatan yang masih jauh di bawah para tetua. Namun tetap saja, seharusnya Feng Ying tak bisa mengalahkannya begitu saja.


Teman dari murid dalam yang mati itu langsung berlari ke arah Feng Ying dengan marah. Sementara beberapa orang lainnya membuat pedang yang terlapisi api, lalu berlari juga ke arah Feng Ying untuk menyerang.


"Bukankah ini curang? Hm.. Tapi tak ada kata curang dalam perang" ucap Feng Ying. Ia menghindari satu persatu serangan yang mengarah padanya. Ia juga terkadang menahan serangan.


"Ying!", Wang Chen berteriak di dekat Feng Ying. Ia berlari ke arah Feng Ying ketika serangan hampir mengenai bocah itu. Jadi dirinya saat ini berada di dekat Feng Ying. Tepatnya, membelakangi temannya itu.

__ADS_1


"Kau hampir saja terkena serangan!" ucap Wang Chen dengan marah sekaligus khawatir. Ia membekukan pedang api yang hampir mengenai tubuh Feng Ying tadi.


"Hm.. Kalau begitu bantu aku" ucap Feng Ying. Ia langsung melompat tinggi di udara dan langsung melemparkan satu belati miliknya. Bukan ke arah para murid yang ada di depan. Namun pada salah satu tetua yang ada di dekatnya.


Tetua itu tentu menyadari serangan belati Feng Ying. Ia menahan dengan dua jari dan langsung menatap ke arah Feng Ying yang mulai turun ke permukaan tanah.


Feng Ying tersenyum sinis. Tak lama setelah itu, tiba tiba saja jarum berwarna merah meluncur dari arah belakang Feng Ying.


Jarum darah itu dibentuk oleh darah Feng Ying sendiri. Karna darahnya lebih kuat dan cepat, maka Feng Ying memutuskan menggunakan darahnya dan kemampuannya itu untuk melawan para tetua.


Tetua yang menerima belati dari Feng Ying terkejut dengan satu jarum merah yang meluncur padanya. Ia langsung membuat pelindung dari tanah dengan sangat cepat. Ia pikir, tembok tanah dapat menghalangi jarum itu.


Ssuuutt


Brraakk


Tembok tanah langsung hancur ketika jarum darah itu menghantamnya. Walau begitu, jarum darah masih tetap melaju dan langsung menusuk jantung tetua.


Para tetua yang melihat hal itu terkejut. Mereka menatap ke arah Feng Ying secara bersamaan yang sat ini tengah melawan para murid aliran hitam.


Whuuss


"Wah, Chen.. Kau membantuku ternyata. Hampir saja aku terkena serangannya tadi" ucap Feng Ying. Ia langsung melompat mundur dan berdiri bersebelahan dengan Wang Chen.


Beberapa murid yang ada di depan mereka membeku karna Wang Chen. "Hah.. Hah.. Agak sulit juga menggunakan elemen es ini. Terlebih aku belum mempelajarinya sama sekali" ucap Wang Chen dengan terengah engah.


Membuat puluhan murid membeku dalam satu waktu tentu saja membuat Qi Wang Chen terkuras. Karna dirinya belum bisa mengendalikan elemen es sepenuhnya, ia belum mempelajari itu. Ia juga baru berada di tingkat master bintang 3. Harus menggunakan elemen es terkuat? Tentu akan menguras banyak tenaga dan Qi.

__ADS_1


Para tetua dan murid yang tak membeku tidak memulai pergerakan untuk menyerang. Karna mereka terkejut melihat puluhan murid membeku dan menjadi patung es saat ini dalam waktu singkat.


__ADS_2