
Selamat Hari kemerdekaan Indonesia🇮🇩
Special 17 Agustus 2021, chapter ini berjumlah 2.000+ kata🇮🇩
Feng Ying menatap Jenderal itu dengan sinis, "Kenapa aku harus mematuhi ucapanmu? Aku bebas melakukan apapun yang aku inginkan. Jadi kau tidak bisa mengaturku."
Jenderal itu menggertakkan gigi dengan kesal. Namun ia mencoba agar bersikap tetap tenang. "Apa ini artinya kau melawan, hm?"
Feng Ying berekspresi seakan berfikir. Ia melebarkan senyumannya, "Kurasa begitu."
Jenderal itu menatap Feng Ying dengan tajam, "Kalau begitu, maka tak ada alasan untukmu mengelak dari tuduhan sebagai penyusup."
"...Tuan Putri, Anda sebaiknya pergi dari sini. Saya akan membereskan penyusup kecil ini."
Liu Mei hanya mundur beberapa langkah ke belakang. Tapi ia tidak pergi dari sana. Sementara Wang Chen, hanya diam di tempat dan masih menatap Feng Ying. Ia masih mencermati pemuda yang menggendong Wang Feng. Tatapan sinis dari pemuda itu tadi memang sama persis seperti temannya yang pergi beberapa tahun lalu.
Namun bila pemuda itu memang benar Feng Ying, maka kenapa Feng Ying tak mengingat Wang Feng? Padahal Feng Ying yang menemukan Wang Feng pertama kali dan seharusnya pemuda itu tidak bisa melupakan harimau bulan itu. Apa terjadi sesuatu padanya yang membuatnya lupa? Atau hilang ingatan?
Jenderal langsung mengepalkan tangan dan melakukan tinjual pada Feng Ying, tanpa peduli dengan harimau bulan yang dipegang oleh pemuda itu.
Feng Ying tersenyum miring dan menghilang dengan sangat cepat. Ia muncul kembali di samping Jenderal dan langsung menendang perut Jenderal dengan cukup keras, hingga membuat pria itu terlempar. "Heh, menghindari serangan itu saja kau tidak bisa."
BRUUKKK
Tubuh Jenderal langsung menghantam permukaan tanah dengan sangat keras, menyebabkan cekungan kecil di atas permukaan tanah. Semua orang yang melihatnya terkejut. Terlebih, putri Liu Mei. Ia tidak mengira bila Feng Ying dapat mengalahkan Jenderalnya begitu saja.
Tubuh Liu Mei bergetar takut. Feng Ying berada dekat dengannya dan pemuda itu bisa saja langsung menyerangnya dengan jarak sedekat ini. Sehingga, ia langsung pergi ke arah Wang Chen dan bersembunyi di balik punggung pemuda itu. Sesekali dirinya melihat ke arah Feng Ying dari balik punggung Wang Chen sambil memegang kedua pundak pemuda di depannya.
"Apa kalian lihat itu?! Dia memilih untuk melawan. Dia bahkan membuat Jenderal terluka!" Ucap tetua yang tadi menuduh Feng Ying sebagai penyusup.
Semua orang yang berasal dari sekte, langsung menatap Feng Ying waspada. Mereka bahkan mengeluarkan senjata masing masing untuk melawan pemuda itu.
Feng Ying memandang tetua yang terus saja mengatakan hal buruk tentangnya. Iapun menyadari bila pria itu tak memiliki jari kelingking pada tangan kanannya. Tetapi dia tidak memakai cincin yang biasa dipakai orang sekte lembah tengkorak sama sekali.
Graaaoo!
Wang Feng langsung turun dari gendongan Feng Ying dan langsung berdiri di depan pemuda itu. Tubuhnya yang awalnya kecil, langsung membesar hingga setinggi 2 meter. Ia menatap seluruh orang yang mengeluarkan senjata dengan ganas. Ia tidak akan membiarkan orang yang ia anggap ibunya dilukai oleh orang orang ini.
Ggggrrrr
Feng Ying menaikkan kedua alisnya dan agak terkejut karna harimau bulan yang ada di gendongannya tadi, tiba tiba saja ingin membuat tubuhnya membesar. Bahkan kini, harimau itu tidak terlihat ramah lagi. "Ada apa dengannya?"
"Putri, saya akan membawa Anda pergi dari sini. Karna tempat ini tidak akan aman lagi." Ucap tetua yang selalu menjelek jelekan Feng Ying. Ia langsung menarik tangan Liu Mei, tanpa menunggu respon dari wanita itu.
"Kau mau membawaku ke mana?" Ucap Liu Mei.
"Saya akan membawa Anda ke tempat aman. Di tempat ini pasti akan terjadi pertarungan. Bila Anda tetap di sini, maka Anda bisa terluka." Ucap tetua.
Liu Mei akhirnya menurut. Karna ia juga takut berada di halaman istana saat ini. Ia menoleh ke belakang karna pemuda yang menjaganya tidak ikut bersamanya. Seharusnya pemuda itulah yang membawanya pergi ke tempat aman. Namun ini? Pemuda itu bahkan hanya diam di tempat, tanpa melakukan apapun.
__ADS_1
Feng Ying melirik sekilas ke arah tetua yang sedang membawa Liu Mei. "Heh, dasar.. Dia ingin menjadikanku pengalih perhatian. Tapi itu tidak masalah. Karna rencana ini akan lebih menyenangkan. Aku bisa bersenang senang sebentar." Ia tersenyum sinis.
"Wang Feng..." Gumam Wang Chen. Bila Wang Feng sudah bersikap seperti ini, maka berarti dia ingin melindungi pemuda yang dianggap sebagai Feng Ying itu. Maka artinya, pemuda itu memanglah Feng Ying. Karna Wang Feng tidak akan berbuat sejauh ini selain pada dirinya ataupun Feng Ying.
Beberapa orang yang merupakan murid jenius dan beberapa tetua langsung melesat ke arah Feng Ying. Namun Wang Feng langsung menyerang mereka dengan cakar tajamnya dan membuat beberapa orang murid yang tak bisa menghindar terluka.
"Apa apaan ini?! Apa harimau bulan itu membela penyusup!" Ucap salah satu murid dengan tatapan kesal.
"Kalau begitu, kami takkan segan untuk melukainya. Walaupun harimau itu milik dari murid patriarch Lao." Ucap seorang tetua.
Mereka memang sudah mengetahui identitas Wang Chen yang sebagai murid pribadi dari patriarch sekte phoenix api. Mereka juga berfikir bila Wang Feng yang bersama dengan Wang Chen adalah demonic beast milik murid patriarch Lao itu. Walau begitu, kali ini mereka takkan ragu melukainya. Karna demonic beast itulah yang melawan dan malah memihak penyusup.
"Baiklah.. Sepertinya kalian sudah menganggapku sebagai penyusup. Yah.. Tak ada pilihan lain. Karna bila aku melakukan pembelaan pada diriku sendiri, kalian tetap takkan percaya." Feng Ying berhenti sejenak, "Maka dari itu.. Jangan salahkan aku bila kalian mati."
"Bocah sombong!" Ucap tetua dengan rahang mengeras dan tatapan tajam pada Feng Ying.
Feng Ying masih bereskpresi santai, seolah tak terjadi apapun. Ia juga tidak mempedulikan emosi tetua itu saat ini.
Seorang tetua lainnya berbicara dengan nada yang lebih tenang, dari pada tetua tadi, "Apa kau memang benar penyusup?"
Feng Ying menatap tetua yang bersuara. Ia menaikkan sebelah alisnya, "Entahlah.. Itu terserah kalian, ingin menganggapku apa. Penyusup ataupun bukan, aku tidak peduli."
Melihat reaksi Feng Ying, tetua itu menjadi yakin bila Feng Ying memiliki sesuatu yang dapat mengalahkan mereka atau mungkin.. Feng Ying sendiri memang bisa mengalahkan mereka. Maka dari itu, Feng Ying tetap bereskpresi santai. Tidak sombong, tapi juga tidak takut. "Kita bisa membicarakan masalah ini terlebih dahulu, anak muda."
"Apa yang kau katakan, tetua?! Untuk apa berbicara dengan penyusup seperti dia! Jelas jelas dia akan mengatakan hal bohong! Lalu untuk apa kita membuang waktu hanya untuk berbicara dengannya?!" seorang murid yang berasal dari sekte sama dengan tetua itu langsung menunjuk Feng Ying.
"Diam." Ucap tetua itu dengan tatapan dingin pada murid yang berasal dari sektenya.
Tetua itu menatap Feng Ying kembali, "Kita bicara masalah ini saja terlebih dahulu. Bila bisa menyelesaikan masalah dengan berbicara, mengapa tidak?"
Tetua lain yang tadi mengatakan bahwa Feng Ying sombong menatap tetua yang lebih memilih berbicara dengan Feng Ying. "Untuk apa berbicara dengan seorang penyusup?! Dia tidak akan mengakui bahwa dia seorang penyusup! Bila kalian semua tak mau melawannya, maka aku yang akan maju dan melawan penyusup kecil ini!"
Tetua itu langsung maju ke arah Feng Ying. Walaupun sempat dihalangi dan diberikan serangan oleh Wang Feng, tetua itu bisa menghindarinya dengan sangat baik. "Mati kau, bocah sombong!"
Feng Ying memberikan senyum sinis. Ia dengan gerakan cepat langsung mengambil belati dari dalam cincin ruangnya dan beradu senjata dengan tetua itu. "Kau lumayan juga, pak tua."
Tetua itu menggeram marah karna merasa diejek dan diremehkan. "Sialan! Akan kubunuh kau sekarang juga!" gerakannya bertambah cepat, seiring dengan berjalannya waktu.
Walaupun begitu, Feng Ying masih tetap bisa mengatasinya. Mereka terus berpindah pindah tempat karna gerakan yang begitu cepat. Semua orang hanya bisa melihat saja, tanpa ikut campur ke dalam pertarungan dua orang itu.
Ssrreeettt
"Ah, aku lengah." Gumam Feng Ying. Tangannya nampak terluka dan mengeluarkan darah. Walau begitu, ia tetap bereskpresi santai. Seolah luka itu bukanlah apa apa baginya dan bahkan ia seperti menikmati itu.
Traangg trangg traangg
Dua senjata terus beradu. Tendangan, pukulan, semua dilayangkan oleh tetua maupun Feng Ying. Tapi tidak ada yang terluka diantara keduanya, setelah Feng Ying terluka satu kali tadi. Kini pun bahkan lukanya sudah sembuh.
Feng Ying melakukan tendangan kuat yang mengarah pada perut tetua dan langsung membuat tetua itu terlempar jauh. "Heh, hanya itu saja?"
__ADS_1
Tetua memuntahkan seteguk darah. Beberapa orang berniat menolongnya. Namun dirinya langsung menolak mentah mentah. Ia berdiri dengan agak kesulitan dan langsung menghapus sisa darah di sudut bibirnya. "Kurang ajar! Aku akan membunuhmu sekarang juga, bocah sialan!"
Tetua itu melesat sangat cepat ke arah Feng Ying, tanpa mempedulikan rasa sakit di tubuhnya. Ia menyerang dengan cepat, namun tepat mengincar titik vital.
Feng Ying agak kesulitan. Bukan hanya karna gerakan pria itu yang semakin cepat. Namun juga karna sesuatu yang lain. Ia merasa bahwa tubuhnya terasa agak lemas. Tetapi ia tetap memaksakan untuk menyerang dan menahan serangan. Hingga akhirnya, dua sayatan kembali mendarat di tubuhnya dan membuat Feng Ying terluka. Walaupun bukan di titik vital, tetap saja dirinya terluka.
Wang Feng menggeram marah kala melihat bahwa di setiap titik berpindahnya pertarungan, darah Feng Ying terus menetes. Ia bisa mengetahuinya dengan penciumannya yang tajam. Ia langsung pergi ke arah tetua dan langsung melakukan cakaran dengan sangat kuat dan cepat. Sehingga, tetua itu tidak bisa menghindar dan langsung terdorong beberapa meter.
Bila saja dirinya tidak sempat menahan serangan dari Wang Feng, maka dirinya akan langsung terlempar. Garis dari kakinya yang terdorong tadi bahkan tercetak cukup dalam di atas permukaan tanah.
Ggggrrrr
Wang Feng berdiri di depan Feng Ying dan nampak melindungi pemuda itu.
"Apa yang dia lakukan? Kenapa dia ingin melindungiku?" Batin Feng Ying sambil menatap tubuh Wang Feng. Dua goresan luka di tubuhnya mulai sembuh. Namun itu tidak membuat tubuhnya lebih baik.
Feng Ying merasa tubuhnya begitu lemas untuk digerakkan. Walaupun begitu, ia masih terus memaksa untuk berdiri. Ia tidak mau terlihat lemah oleh orang lain. Ia tidak menyukai hal itu. Kini, bukan hanya tubuhnya yang terasa lemas. Namun kepalanya terasa pusing. Jantungnya juga terasa berdetak lebih cepat. Nafasnya pun mulai tak stabil. "Apa yang terjadi? Apa mungkin.."
Feng Ying terkejut karna menduga sesuatu. Ia melihat ke arah tangannya yang tadi terkena satu luka sayatan cukup dalam. Terlihat bila di luka itu ada sesuatu, seperti cairan berwarna ungu. Itu hanya sedikit. Namun terlihat menyerap masuk ke dalam tubuhnya. "Racun! Dia menggunakan racun?!"
Feng Ying menatap ke arah tetua yang ia lawan. Tetua itu memberikan senyum sinis, walaupun kondisi tubuhnya terlihat kurang baik. Karna beberapa luka pukulan dan luka sayatan yang dibuat Feng Ying.
Sepertinya, pedang yang digunakan tetua itu, terdapat semacam racun dari demonic beast. Feng Ying tak menduga itu. Biasanya, tidak ada seorang pun dari aliran putih maupun netral yang menggunakan racun. Hanya orang aliran hitam saja yang biasanya menggunakan racun sebagai salah satu senjata mereka. Namun kini? Tetua itu menggunakannya!
Apa mungkin dia juga berasal dari sekte lembah tengkorak yang menyamar? Tidak. Feng Ying tak melihat dua ciri ciri orang dari sekte itu pada diri tetua yang bertarung dengannya. Apa tetua itu memang benar benar berasal dari aliran putih dan netral, tetapi menggunakan racun secara diam diam untuk senjatanya?
Walaupun tubuh Feng Ying terasa sangat lemas saat ini dan keadaannya tidak begitu baik, namun orang lain melihatnya dia baik baik saja. Tapi bila dilihat dari dekat, mereka akan menyadari bila wajah pemuda itu agak pucat.
"Ugh.. Rasanya.. Aku tidak tahan lagi.." Feng Ying tak pernah terkena racun dengan dampak semua rasa sakit ini dalam satu racun sekaligus. Kelemahannya adalah racun. Walaupun bisa dikatakan darahnya bisa menyembuhkan seseorang dengan racun tertentu, namun dirinya sendiri tidak bisa menyembuhkan diri sendiri dari racun ataupun kebal terhadap racun.
Wang Chen langsung pergi ke arah Feng Ying. Ia sudah sangat yakin sekarang, bila pemuda itu adalah temannya yang beberapa tahun ini pergi. Maka dari itu, ia akan membantunya.
Ketika sudah dekat dengan Feng Ying, Wang Chen terkejut karna melihat wajah Feng Ying menjadi agak pucat. Ia lebih terkejut lagi ketika tubuh Feng Ying seakan ingin ambruk.
Hap!
Dengan segera, Wang Chen langsung menahan Tubuh Feng Ying agar tidak terjatuh. Ia melingkarkan satu tangan Feng Ying ke lehernya dan menatap wajah Feng Ying dari dekat. Bila wajahnya dilihat dari sedekat ini, Wang Chen merasa seperti melihat wajah Feng Ying saat kecil dari mata biru yang jernih dan indah itu. "K-kau baik baik saja?" Ucap Wang Chen khawatir.
Feng Ying menatap wajah khawatir Wang Chen. Ia heran, mengapa pemuda yang menolongnya ini begitu mengkhawatirkannya. Padahal dirinya sudah dicap sebagai penyusup yang masuk ke pesta Tuan Putri. "Ya.. Aku--"
Feng Ying langsung memuntahkan seteguk darah dari dalam mulutnya. Wajahnya semakin pucat saat ini. Ternyata racun yang ada pada senjata pak tua itu tidak main main. Sekarang dirinya menduga bila tetua itu seorang pengkhianat atau mungkin.. Orang dari sekte aliran hitam lain yang menyamar?
"Ada apa denganmu?" Ucap Wang Chen semakin cemas. "Kau tidak sedang dalam keadaan baik sekarang."
"K-kenapa.. Kau.. Peduli.. Padaku?" Ucap Feng Ying dengan lemah.
"Tentu saja karna--Tunggu! Itu tidak penting sekarang! Yang lebih penting adalah keadaanmu!"
"Ada apa ini?"
__ADS_1
Semua orang melihat ke arah suara berasal. Di sana terlihat seorang pria tampan dan seorang pria tua yang berjalan di sampingnya. Sementara di belakang, nampak cukup banyak orang yang mengikuti keduanya. Pria yang tampan itu tak lain adalah Kaisar. Sementara, pria tua yang berjalan di sampingnya adalah Patriarch Lao.
Patriarch melihat ke arah harimau bulan berukuran 2 meter. Ia tahu bila itu adalah Wang Feng. Tapi kenapa harimau bulan itu merubah ukurannya menjadi sebesar ini? Apa yang terjadi? Apa sesuatu yang buruk sudah terjadi pada Wang Chen, muridnya? Ia pun mulai mencemaskan itu, sehingga melihat ke sekeliling untuk menemukan muridnya. Hingga, tatapannya menangkap dua sosok pemuda dengan salah satunya adalah Wang Chen.