
Ming Hao terus bertarung dengan para prajurit di jarak puluhan meter dari gerbang. Ia belum membunuh satu prajurit lagi setelah membunuh satu prajurit di dekat gerbang tadi. Ia hanya melukai para prajurit ataupun menghindari serangan mereka.
"Kurasa mereka sudah masuk ke dalam. Baiklah, aku harus membereskan para prajurit ini dan langsung masuk ke dalam untuk memberitaukan tentang ini pada Kaisar" batin Ming Hao.
Ketika ia akan bergerak menyerang, tiba tiba saja pandangannya berubah. Awalnya di sekeliling banyak prajurit. Namun kali ini, pandangannya berubah gelap. Ia tidak melihat ada cahaya sedikitpun.
"A- apa ini? Kenapa aku berada di sini?" gumam Ming Hao dengan bingung.
Tiba tiba terdengar suara dari arah belakangnya, "Hei.. Tetua Ming!"
Ming Hao berbalik dan melihat seorang pria paruh baya. Kini pandangannya kembali berubah, yang awalnya gelap kini berada di dalam ruangan. "Apa yang sebenarnya terjadi?" batin Ming Hao.
"Kenapa kau terus berdiri di situ tetua Ming? Kau juga melamun dari tadi. Kemarilah, aku sudah menyiapkan makanan buatanku. Kau pasti akan menyukainya, karna makanan ini adalah makanan yang kau suka" ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum dan menggerakkan tangan seakan mengajak Ming Hao untuk mendekat.
Yang diketahui Ming Hao, pria paruh baya di depannya memang pandai memasak dan makanan di meja juga adalah makanan yang ia suka. Ming Hao sebenarnya bisa tidak makan beberapa hari. Namun, bila ada makanan kesukaannya, maka ia akan memakannya.
Namun kali ini, Ming Hao tidak langsung menanggapi pria paruh baya di depan dan tidak langsung memakan makanan di meja. Ia menatap pria paruh baya dengan lekat dan seakan mencurigai sesuatu dari pria paruh baya itu.
"Ada apa tetua Ming? Kenapa kau diam saja? Kemarilah, bila kau tidak juga kemari, maka aku yang akan menghabiskan makanan ini" ucap pria paruh baya yang sedang duduk di kursi di balik meja makan.
Ming Hao berjalan perlahan menghampiri pria paruh baya itu. Ia belum juga duduk. "Apa ini memang benar benar kau?", iapun mengerutkan kening.
Pria paruh baya di depan mengerutkan kening kala mendengar pertanyaan Ming Hao yang aneh, "Tentu saja. Apa kau sudah rabun hingga tak mengenali temanmu sendiri?" ucapnya sambil terkekeh.
Ming Hao mendengus, "Aku tadi berada di tengah tengah para prajurit. Tapi tiba tiba saja di sini."
"Kau berkhayal. Mungkin kau terlalu banyak pikiran. Santai saja~ Jangan terlalu memikirkan diriku. Karna aku baik baik saja," pria paruh baya tersenyum.
Ming Hao memutar bola mata malas, "Siapa yang memikirkanmu? Tidak sama sekali. Sebaiknya kau segera pergi ke alam baka dan tidak bertemu lagi denganku."
"Hm.. Kau bilang apa tetua Ming? Hahaha, bukan aku yang akan pergi ke alam baka. Tapi dirimu."
Sudut bibir Ming Hao mengeluarkan darah. Ia terkejut ketika mendengar suara pria paruh baya tadi ada di belakangnya. Iapun melirik ke belakang dan melihat bahwa pria paruh baya tadi menusukkan pedang tepat di punggung kiri dan pedang itu menembus sampai ke jantungnya.
"A- apa yang terja.. di?" ucap Ming Hao dengan lemah. Pandangannya mulai memburam dan tempat di sekelilingnya kembali berubah menjadi tempat pertarungan.
Ruangan tadi dan pria paruh baya tadi pecah seperti kaca. Kali ini, Ming Hao melihat bahwa dirinya ditusuk dari berbagai arah oleh prajurit.
Dada, perut dan tangan, semua tertancap pedang. Ming Hao memuntahkan banyak darah. Iapun berlutut di tanah. Bersamaan dengan para prajurit yang menarik pedang dari tubuh Ming Hao.
Ming Hao tertipu oleh ilusi kecil milik Feng Ying. Feng Ying menanamkan ilusi itu untuk diperlihatkan pada Ming Hao ketika beberapa menit setelah melakukan tatapan mata dengan Ming Hao. Tepatnya, ketika mereka masih bersembunyi di balik pohon.
Inilah keistimewaan dari mata milik keluarga Feng Ying. Bisa membuat ilusi kuat dan membuat orang tak menyadari apa yang terjadi dengan dunia nyata. Bahkan ilusi ini dapat diaktifkan setelah beberapa waktu bertatapan dengan target. Ilusi keluarga Feng Ying juga bisa bertahan cukup lama.
__ADS_1
Ming Hao berlutut di tanah. Ia merasa bahwa nyawanya berada di ujung tanduk. "Si- sialan! Aku.. Aku harus menemui.. Kaisar!" gumamnya.
Ming Hao adalah salah satu tetua aliran hitam yang ikut berpartisipasi dalam menyerang istana kekaisaran Naga api beberapa tahun lalu. Orang yang menjadi Kaisar baru di kekaisaran adalah patriarch sektenya.
Tujuan Ming Hao pergi ke benua timur adalah untuk mencari cucu Kaisar Luo. Walaupun orang aliran hitam sudah meminta bantuan pada keluarga pembunuh 'bunga kematian', namun tetap saja mereka juga akan ikut mencari. Karna menurut mereka, cucu Kaisar Luo akan menjadi ancaman bagi mereka.
Ming Hao berniat kembali ke benua tengah setelah satu bulan berada di benua timur. Bersamaan dengan Feng Ying dan Wang Chen yang pergi menuju benua tengah. Sehingga mereka bisa berada di kapal yang sama.
Saat pertama melihat Feng Ying membunuh, ia merasa tertarik dengan bocah itu. Menurutnya, Feng Ying bisa menjadi kultivator yang sangat kuat. Jadi ia berencana ingin mengajak Feng Ying masuk ke pihak aliran hitam.
Ming Hao terus mengikuti Feng Ying sejak dari pelabuhan. Ia saat itu belum tau bila Wang Chen adalah cucu Kaisar Luo. Karna dirinya hanya memperhatikan Feng Ying saja.
Lalu, ketika Feng Ying menyerahkan kalung pada Wang Chen, disanalah Ming Hao mengetahui bila Wang Chen merupakan keluarga Luo. Iapun berfikir akan menangkap Wang Chen ketika berada di istana. Jadi ia masih membiarkan Wang Chen ketika bocah itu dan Feng Ying ingin menyelinap ke dalam istana.
Lagi pula, Ming Hao berfikir bila kedua bocah itu takkan bisa merebut kembali kekaisaran dari tangan orang aliran hitam. Karna dua bocah itu masih lemah dan belum banyak pengalaman, itulah menurut Ming Hao.
Ming Hao berencana akan memberitaukan kedatangan Wang Chen pada Kaisar baru. Hanya saja, kini dirinya sudah terluka sangat parah. Nyawanya juga sudah berada di ujung tanduk. Jadi ia tak bisa masuk ke dalam istana. Parahnya lagi, para prajurit yang mengelilinginya tidak mengenal dirinya.
Alasannya karna memang tak banyak prajurit ataupun orang aliran hitam yang mengetahui tentang dirinya. Sebab Ming Hao jarang keluar dan bertemu mereka.
Ming Hao berusaha berdiri. Namun, dirinya malah terjatuh dan tergeletak di tanah. Nafasnya mulai melambat. Begitupun detak jantungnya.
Satu prajurit langsung mengayunkan pedangnya dan tepat mengenai leher Ming Hao. Hingga akhirnya Ming Hao mati dengan kepala terpenggal.
***
Feng Ying berjalan mengendap endap di sebuah koridor yang tampak agak gelap. Saat ini, ia tengah mencari orang yang membuat jurus yang menyebabkan penduduk patuh pada orang aliran hitam.
Feng Ying yakin, bila orang yang menciptakannya tidak hanya ada satu. Tetapi lebih dari satu orang. Sebab, dampaknya sampai satu kekaisaran.
Feng Ying saat ini tidak mencemaskan Wang Chen sama sekali. Bukan hanya karna ada Wang Feng di samping Wang Chen. Tetapi juga karna kalung keluarga Luo milik Wang Chen.
Saat Feng Ying amati baik baik, ternyata kalung milik Wang Chen adalah sebuah artefak pelindung. Ketika Wang Chen menggunakan Qi miliknya, maka kalung yang dipakainya akan membuat hawa kehadiran Wang Chen sulit dirasakan.
Lalu, bila ada sebuah serangan yang sangat berbahaya hingga mengancam kehidupan Wang Chen, maka artefak kalung itu akan membuat kubah pelindung yang dapat melindungi Wang Chen dan tempat 1 meter dari Wang Chen di kiri dan kanannya.
Kubah itu bahkan dapat menahan serangan orang tingkat langit bintang 5. Tentu saja artefak ini sangat menakjubkan. Hanya saja, artefak kalung milik Wang Chen hanya bisa digunakan oleh Wang Chen.
Bila orang lain menggunakannya, maka itu tidak akan berfungsi. Karna Wang Chen adalah pemilik kalung dan dia masih hidup. Kecuali bila Wang Chen sudah mati, maka artefak kalung itu bisa digunakan orang lain dan dikontrak darah oleh orang itu. Sehingga bisa menjadi miliknya.
Menurut Feng Ying, kalung Wang Chen berbeda dengan anggota keluarga Luo lainnya, walaupun bentuk dan penampilan tetap sama. Karna, bila semua anggota keluarga Luo memiliki kalung artefak dengan kegunaan sama seperti Wang Chen, maka kenapa mereka bisa kalah melawan orang aliran hitam? Bahkan banyak juga anggota keluarga Luo yang mati.
Sekarang ini, sangat sulit untuk menemukan orang dengan tingkat kultivasi langit. Bila ada, tidak mungkin sampai bintang 5. Jadi seharusnya kalung keluarga Luo dapat melindungi mereka. Namun kenyataannya tidak.
__ADS_1
Feng Ying yakin bila kalung artefak itu hanya dimiliki Wang Chen bila dari keluarga Luo. Keluarga Luo memberikan itu pada Wang Chen karna tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada bocah itu.
Feng Ying juga mengetahui kegunaan lain dari kalung milik Wang Chen. Yaitu dapat menyembunyikan jenis dantian dari pengguna. Sehingga orang lain yang memeriksa dantian pengguna, hanya tau bila dantian milik pengguna adalah dantian biasa.
Feng Ying dapat mengetahui kegunaan lain kalung artefak milik Wang Chen karna ia sudah pernah memeriksa dantian Wang Chen ketika Wang Chen memakai kalung. Lalu, Feng Ying kembali memeriksa dantian Wang Chen ketika bocah itu tak memakai kalung. Hasilnya ternyata mengejutkan!
Pantas saja Feng Ying merasa tertarik dengan Wang Chen saat pertama kali bertemu. Ia memang tidak tau apa yang membuatnya tertarik dengan Wang Chen. Jadi ia mendekati Wang Chen untuk mengetahuinya.
Kini Feng Ying tau apa yang membuatnya tertarik dari diri Wang Chen. Ternyata dantian bocah itu adalah dantian khusus es!
Dantian khusus adalah dantian yang terdapat sebuah elemen di dalamnya. Misalkan dantian khusus es, maka orang tersebut dapat menciptakan es menggunakan Qi nya.
Sementara itu, dantian biasa juga bisa mengeluarkan sebuah elemen. Orang tersebut bebas memilih mempelajari elemen apapun, namun mereka tidak dapat bebas mempelajari semua elemen.
Sebab, jika memiliki elemen yang banyak maka kultivasi mereka akan melambat. Juga, mereka harus membagi ruang pada dantian mereka. Jika gagal dan tak bisa membagi ruang untuk setiap elemen, maka dantian itu akan hancur dan membuat pemiliknya tewas. Sangat sulit membagi ruang pada dantian.
Jadi tidak ada orang yang mau mempelajari lebih dari satu elemen, karna resiko yang besar itu.
Sementara itu, dantian khusus memiliki kekuatan elemen yang lebih kuat dari pada elemen dengan dantian biasa yang dipelajari orang. Dantian khusus ada bermacam macam, tidak banyak orang yang memilikinya.
Dantian es termasuk dantian yang sangat langka, sama langkanya dengan dantian khusus elemen kegelapan dan cahaya. Untuk mempelajari elemen es dengan dantian biasa sangat sulit. Hanya sedikit salah mempelajari elemen es saja, sudah membuat orang membeku dan tak lama akan mati dengan tubuh membeku yang pecah. Jadi banyak orang yang tak berani mempelajari elemen es dan membuat pengguna elemen es sangat sedikit.
Dantian khusus es dapat membuat pemiliknya memiliki kecepatan kultivasi diatas rata rata manusia lainnya. Itulah yang membuat orang dengan dantian khusus es bisa menjadi kuat dengan lebih singkat dari pada orang lainnya. Kemampuan dantian khusus es ini dalam mempercepat kultivasi sama seperti darah istimewa milik Feng Ying. Hanya saja, darah Feng Ying lebih kuat dan lebih unggul bila tentang percepatan kultivasi.
***
Feng Ying mengetahui dantian asli Wang Chen ketika bocah itu sedang tidak memakai kalung artefak. Ia juga memeriksa dantian ketika Wang Chen tertidur.
Feng Ying kini tau apa penyebab dari keinginan Kaisar baru dan orang aliran hitam dari kekaisaran Naga api menginginkan kematian Wang Chen. Karna bagi mereka, Wang Chen bisa menjadi ancaman. Bila mereka terus membiarkan Wang Chen hidup, maka sama saja mereka menggali kuburannya sendiri.
Jangan lupa dukung author dengan:
*Like
*Vote
*Favorite
*Komen
*Share
*Rate πππππ
__ADS_1