Feng Ying

Feng Ying
11 -Pengganggu


__ADS_3

"Kenapa dia ini keras kepala sekali? Menyebalkan. Akan kubakar dia menjadi sate panggang. Tapi ngomong ngomong.. Sejak kapan harimau lahir dari telur?" batin Feng Ying dengan bingung.


Nyawn~


Anak harimau nampak memperhatikan Feng Ying. Ia terlihat imut dengan matanya yang berwarna biru terang.


Feng Ying menatap anak harimau itu dengan cemberut karna harimau itu masih saja menganggapnya sebagai induk. "Lebih baik aku pergi saja. Kubiarkan saja dia di sini."


Feng Ying langsung berjalan pergi. Namun, harimau masih mengikutinya dari samping. "Tck, bila sampai nanti pagi dia masih ikut denganku, maka aku akan membakarnya menjadi sate."


Ujian kedua diberi waktu selama 3 hari. Bila waktu sudah habis, maka semua peserta akan kembali diteleportasikan ke sekte phoenix api. Sementara, saat ini baru saja satu hari. Beberapa orang belum menemukan target mereka. Sementara beberapa orang lainnya sedang bersembunyi untuk melindungi token mereka maupun token yang sudah berhasil didapatkan.


***


Keesokan paginya, Feng Ying saat ini sedang memetik apel. Bukan hanya ada dia di sana. Namun, ada harimau kecil yang saat ini menunggu di bawah pohon. Dia saat ini sudah keluar dari hutan mati tempat dimana dia menemukan telur harimau.


Nyawn~


"Heh, kau bilang lapar? Kau cari saja makanan sendiri, apel ini untukku" ucap Feng Ying yang sedang fokus memetik banyak apel. Setelah dipetik, ia akan langsung memasukkannya ke dalam cincin ruang.


Nyawn~


"Kalau kau tidak bisa memanjat dan mengambil apel ini, maka kau makan saja rumput" ucap Feng Ying dengan ketus. Ia sangat kesal karna harimau kecil itu masih saja mengikutinya. Ia berniat akan membakar harimau kecil setelah selesai makan buah apel. Ia tidak peduli dengan apa yang akan ia lakukan, yang jelas ia tidak suka diganggu.


Nyawn!


"Hah?", Feng Ying langsung memiringkan kepalanya ke samping kala sebuah anak panah melesat ke arah kepalanya. Panah itu bukanlah panah biasa. Namun di sana terdapat elemen petir yang merusak.


JDEERR


Ketika panah menancap pada batang pohon, seketika pohon langsung meledak. Feng Ying melirik sebentar ke arah dimana pohon yang meledak tadi. Iapun langsung menatap ke arah lemparan anak panah. Feng Ying kini berhenti melakukan aktivitasnya yang memetik apel. "Cih, siapa yang menggangguku?!"


Anak panah lain melesat ke arah Feng Ying. Kali ini, bukan hanya satu. Namun tiga sekaligus. Feng Ying langsung melompat turun dan membuat pohon yang ia naiki tadi meledak karna salah satu anak panah menancap pada batang pohon.


Dua panah yang tersisa langsung melesat ke arah Feng Ying. Anak panah itu sangat cepat, bagaikan kilat petir. Namun, Feng Ying masih bisa melihat pergerakan anak panah. Feng Ying langsung membungkukkan tubuh ke depan. Di atas Feng Ying, anak panah melewatinya begitu saja. Lalu, anak panah pun mengenai pohon lain dan kembali membuat pohon tersebut meledak.


Kini, Feng Ying langsung melompat ke atas dan berputar di udara. Di bawah Feng Ying, anak panah melewatinya dan langsung menancap pada tanah.


Feng Ying kembali menapak di tanah. "Heh, seranganmu tidak mengenaiku sama sekali. Sekarang tunjukkan dirimu!"


Anak panah yang menancap pada tanah tidak meledak, namun petir yang ada pada anak panah merambat ke sekitar tanah lainnya. Bahkan, kini petir mulai berada di dekat Feng Ying.

__ADS_1


Feng Ying membalikkan tubuhnya dan dapat melihat bahwa di sana terdapat elemen petir merambat dengan cepat ke arahnya. "Cih," Feng Ying langsung melompat ke belakang secara terus menerus. Bahkan dia tidak mempedulikan anak harimau yang kini sudah tidak ada di tempatnya.


Dari arah belakang, anak panah kembali diluncurkan. Kali ini, anak panah sangat cepat, lebih cepat dari pada yang tadi. Sekarang, Feng Ying sudah terjebak dalam dua serangan, belakang dan depan.


"Kau kira aku tidak bisa menghindarinya?!" batin Feng Ying. Ketika ia akan menghindar dan ingin membuat dua serangan petir itu bertabrakan, tiba tiba kedua serangan langsung lenyap begitu saja.


"Eh? Apa yang terjadi?" bingung Feng Ying.


"Aarrkkhh"


Feng Ying melihat ke arah suara teriakan berasal. Ia dapat melihat seseorang di sana. Feng Ying langsung pergi ke arah tersebut yang berjarak beberapa meter darinya.


Ketika sampai, Feng Ying dapat melihat seorang pemuda dengan seekor harimau kecil yang ada di bagian wajah orang tersebut. Pemuda itu berusaha menjauhkan harimau dari wajahnya. Namun, itu tidak berhasil. Dia terus dicakar oleh kukunya yang tajam. Sebuah anak panah beserta busur ada di samping pemuda yang tergeletak di tanah itu.


"Heh, kenapa dia bisa ada di sini? Kenapa tidak mati saja bersama petir tadi?" batin Feng Ying sambil menggembungkan pipinya dengan kesal.


Grraoo


"Aarrkkh, tolong aku!!"


"Hei, hentikan" ucap Feng Ying.


Harimau kecil langsung melompat turun dari tubuh pemuda yang ia serang. Iapun langsung berdiri di depan Feng Ying dengan ekspresi senang, ia seperti berharap bahwa Feng Ying memujinya dan mengelus kepalanya.


Harimau kecil semakin senang. Namun, ekspektasi tidak sesuai realita. Feng Ying berlalu begitu saja di samping harimau. Feng Ying langsung berjalan ke arah pemuda yang ingin menyerangnya tadi.


Harimau kecil melirik ke arah Feng Ying dengan sedih, wajahnya terlihat semakin imut. Namun juga kasihan. Ia sekarang malah diabaikan oleh induknya.


"Hei, kau sudah menggangguku! Menyebalkan! Kenapa menggangguku disaat seperti ini?! Kau bisa datang padaku besok atau siang. Kenapa harus pagi pagi seperti ini, HAH?!" protes Feng Ying.


Pemuda yang kini masih tergeletak di tanah dan memegangi wajahnya nampak terkejut mendengar ucapan Feng Ying. Bukannya langsung menyerang dan mengambil token miliknya disaat seperti ini, dia malah melakukan protes. Jika itu orang lain, mungkin mereka akan mengambil kesempatan ini dan langsung mengambil token peserta miliknya.


"Aku sudah kesal dari semalam dan kau menambah kekesalanku! Apa kau tidak merasa bersalah dengan apa yang kau lakukan itu?!"


Pemuda yang tadi menyerang Feng Ying tidak bisa berkata kata sama sekali ketika mendengar protesan yang terus dilayangkan Feng Ying padanya.


Feng Ying melirik harimau kecil, "Kau pergi dahulu. Aku yang akan membereskan dia."


Nyawn~


Harimau kecil langsung menurut. Ia pergi dari sana dan meninggalkan Feng Ying, juga pemuda dari sebuah sekte itu berdua.

__ADS_1


Feng Ying menyeringai, "Kau sudah menggangguku. Maka kau akan mendapatkan akibatnya. Karna sekarang tidak ada larangan membunuh peserta, jadi.. Jika kau mati, maka hal itu tidak akan masalah."


Pemuda di depan Feng Ying mulai berdiri. Ia menatap Feng Ying dengan tajam. Wajahnya saat ini nampak berdarah dengan bentuk garis garis cakaran. "Apa yang bisa kau lakukan?! Kau takkan bisa membunuhku!"


Pemuda itu hendak memukul Feng Ying dengan kepalan tangan berbalut petir. Namun, tiba tiba dia merasa sesak. Ia juga tidak bisa bergerak. "I- ini.. Bagaimana mungkin?! Aura.. Membunuhnya sangat pekat.. Berapa.. Orang yang sudah.. Bocah ini.. Bunuh?" batin pemuda.


Ia menelan ludah saja sulit. Saat ini, dirinya merasa sudah bertemu dengan sosok yang sangat mengerikan. Seorang bocah 12 tahun memiliki aura membunuh yang pekat seperti yang saat ini ia rasakan.


Feng Ying menyeringai, "Apa menurutmu, aku ini lebih lemah darimu? Kau merasa sangat hebat.. Bocah sepertiku tidak bisa mengalahkan orang dengan umur lebih tua darinya.. Begitukah?"


Tiba tiba, aura membunuh yang dirasakan pemuda di depan Feng Ying semakin bertambah yang membuatnya gemetar ketakutan. Keringat sudah membasahi wajahnya. Pernafasannya juga terasa semakin sesak. Di fikirannya saat ini hanyalah ada penyesalan atas apa yang baru saja dilakukannya.


Saking gemetar dan takutnya, pemuda itu langsung kencing di celana dan baunya pun tercium oleh Feng Ying, "Menjijikan, kau mengompol di celana? Apa kau adalah balita yang masih harus diurus oleh ibumu?", Feng Ying tersenyum mengejek.


Walaupun melihat ekspresi ejekan dari Feng ying, pemuda itu tidak bisa melakukan apapun. Jangankan marah, dia saja tidak berani dengan Feng Ying saat ini.


>> Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tingkat kekuatan di dunia ini:


*Pemula\=1-9


*Qi condensation\=1-9


*Qi foundation\=1-9


*Master\=1-9


*Grandmaster\=1-9


*Prajurit\=1-9


*Jenderal\=1-9


*Kaisar\=1-9


*Bumi\=1-7


*Langit\=1-7

__ADS_1


*Immortal


__ADS_2