Feng Ying

Feng Ying
84 -Pembunuh Bayaran


__ADS_3

Sudah sekitar 5 hari mereka terus saja berjalan dan terkadang ikut menumpang pada kereta pedagang.


"Ying.. Kurasa.. Kita tidak berjalan menuju sekte. Apa kau lupa jalan pulang?" ucap Wang Chen. Hari saat ini sudah sore dan mereka berada di padang rumput luas.


Feng Ying melirik ke arah Wang Chen dengan tatapan malas, "Kau kira.. Aku akan lupa jalan? Tentu saja, tidak. Kita memang tidak akan ke sekte phoenix api. Tapi kita akan pergi ke tempat lain."


Mendengar itu, membuat Wang Chen menjadi heran, "Tempat lain? Kita akan kemana?"


"Apa kau tidak bisa diam? Kau juga akan tau nanti bila kita sudah sampai. Yang pasti, di tempat itu 'lah kita akan menyelesaikan misi."


Wang Chen mengangguk dan menghela nafas. "Baiklah- baiklah.. Aku tidak akan terus bertanya padamu."


***


"Bukankah dia orang yang dikatakan Tuan Hao?" ucap seseorang yang mengenakan jubah dan tudung sampai menutupi sebagian wajahnya.


"Tidak salah lagi. Dia adalah orang yang selama ini kita cari dan membuat kita harus membuang buang banyak waktu. Sebaiknya kita memberinya pelajaran sebelum menghabisinya" ucap yang lain dengan seringai di wajah.


4 orang lainnya yang bersama dengan orang itu nampak menyeringai dan setuju dengan usulannya.


"Kalau begitu, tunggu apa lagi? Kita serang dia sekarang."


"Ya."


***


Ketika Feng Ying dan Wang Chen sedang berjalan, tiba tiba saja sebuah belati terlempar ke arah mereka dari arah samping.


Wang Chen yang merasakan adanya bahaya dari arah samping mulai melirik ke sumber bahaya. Iapun terkejut ketika melihat belati yang nampak melesat ke arah mereka. Ia melentingkan tubuh ke belakang.


Sementara, Feng Ying yang melihat itu tidak langsung menghindar. Setelah belati melewati Wang Chen begitu saja, ia menangkap belati dengan dua jarinya.


Wang Chen mulai berdiri dengan tegak kembali dan menatap ke arah Feng Ying dengan terkejut, "He- hebat.." lirihnya takjub.


Feng Ying mencengkram pegangan belati dan menatap ke sumber belati terlempar, "Keluarlah! Tak perlu bersembunyi lagi. Aku sudah tau kalian ada di sana."


5 orang dengan jubah hitam dan tudung yang menutupi sebagian wajah mereka keluar dari balik pohon maupun semak semak. Mereka berdiri di jarak 10 meter dari Feng Ying.


Feng Ying langsung memberikan belati pada Wang Chen, "Kau gunakan itu untuk melawan mereka nanti."


Wang Chen menerimanya dan mengangguk paham. Feng Ying pasti ingin agar dirinya saja yang menghabisi para penjahat ini.


"Siapa kalian?" ucap Wang Chen dengan tegas menatap kelima orang di depan.


"Siapa kami? Hahaha, kami adalah pembunuh bayaran yang disewa- hmph!"


"Suuttt, kenapa kau tidak bisa menjaga mulutmu agar tetap bungkam tentang masalah ini, hah?!" ucap teman yang ada di sampingnya. Ia menatap dengan marah orang itu yang ingin memberitaukan informasi. Iapun melepas kembali tanga nya dari mulut orang itu.

__ADS_1


"Ma- maaf.. Aku terlalu senang tadi."


Feng Ying yang melihat orang orang itu langsung menggelengkan kepala, "Tck.. Dugaanku benar. Pasti akan ada orang yang menghalangi jalanku."


Feng Ying tau, salah satu dari patriarch Wu Pen ataupun Hao Yu pasti akan mengirimkan pembunuh bayaran untuk memberinya pelajaran. Lagi pula, karna dirinya, Hao Yu kehilangan satu kaki saat turnamen ujian ketiga.


"Benar benar membuang buang uang dengan menyewa orang seperti mereka" batin Feng Ying. "Heh, kalian mencariku bukan?"


Kelima orang itu menatap Feng Ying dengan sinis, "Ya! Tentu saja! Kau adalah orang yang dimaksudkan oleh Tuan Hao."


"Hm.. Hao? Apa Hao Yu yang menyewa kalian dan menyuruh kalian untuk menangkapku?"


"Bukan, tapi Tuan Hao Jin" ucap salah satu orang.


Brruukk


Iapun langsung mendapatkan pukulan di kepala hingga tersungkur di tanah.


"Dasar bodoh! Kenapa kau malah memberitaukannya!" ucap si pelaku pemukulan.


"Ma- maaf.. Aku hanya memperbaiki kesalahpahaman saja.."


"Cih, kenapa aku bisa bisanya memasukanmu ke dalam kelompok kami?!"


"M- maaf.. Maaf.."


"Hahaha," Feng Ying tertawa karna orang yang ingin membunuhnya ternyata hanya orang orang seperti ini.


"Kau mau aku hajar, hah?!"


Feng Ying berhenti tertawa dan tersenyum sinis ke arah lima orang di depannya. Iapun melirik Wang Chen dan Wang Feng yang ada di atas kepala Wang Chen, "Kalian berdua, urus mereka. Sisakan satu orang hidup untuk ditanyai."


"Um.. Baiklah" ucap Wang Chen.


Nyawn~


Wang Feng turun dari atas kepala Wang Chen. Ia langsung berlari ke arah lima pembunuh itu. Secara perlahan, tubuhnya semakin besar.


Grraaoo!!


"Bagaimana mungkin dia bisa sebesar ini dalam cepat?! Apa mungkin tadi bukanlah ukuran tubuhnya yang asli? Sial."


"Semuanya, serang!"


"Ya!"


Kelima orang itu mulai berlari ke arah Wang Feng dan menyerang harimau bulan itu menggunakan pedang.

__ADS_1


Wang Chen tak tinggal diam saja dan menyaksikan. Ia juga langsung berlari ke arah para pembunuh yang disewa oleh orang bernama Hao Jin dan membantu Wang Feng. Ia memang tidak terlalu bisa menggunakan belati. Jadi ia langsung melemparnya ke salah satu pembunuh yang fokus dengan Wang Feng.


Pembunuh yang tak menyadari adanya serangan lain langsung terkena belati pada bagian tangan. Darah menetes mengenai tanah. "Arhkh," ia menatap ke sumber belati terlempar dengan sorot tajam, "Kau..!!"


Iapun langsung berlari ke arah Wang Chen dan menyerang bocah itu. Tak peduli bila Wang Chen hanyalah seorang bocah. Disisi lain, Wang Chen sudah mengambil pedang miliknya dari pinggangnya, langsung menahan serangan orang itu.


Grraaoo!


Wang Feng menelan hidup hidup satu orang yang menjadi lawannya. Sontak saja hal ini membuat ketiga orang lainnya yang menyerang Wang Feng melompat mundur. Mereka terlihat ketakutan.


"Monster itu telah memakan dia!"


"Mengerikan!"


Grraaoo!!


Wang Feng kembali menyerang tiga orang lainnya. Ia tidak akan memberikan waktu bagi ketiga orang itu untuk mencerna apa saja yang baru terjadi.


Wang Chen sendiri tidak melihat kejadian itu. Ia fokus dengan lawannya saat ini, "Ssstt," ia mendesis kesakitan kala satu lengannya terkena sayatan pedang lawan. Ia menghentakkan kakinya dan seketika, dari depan muncul es es runcing dari bawah tanah. Es es itu tumbuh merambat semakin mendekat pada musuh.


"Elemen es?!", lawan langsung terkejut. Ia menghindar ke samping. Tetapi di sana juga sudah terdapat es yang naik ke permukaan. "Sial."


Ia menggerakkan kaki dan membuat kakinya menapak pada bagian es yang runcing di atasnya. "Jika aku tadi bergerak salah sedikit saja, maka aku sudah tertancap es ini. Bocah itu menyebalkan!" batinnya dengan kesal.


"Dia sudah lumayan hebat menggunakan elemen es miliknya. Tapi kekuatan elemen es itu belum maksimal" gumam Feng Ying ketika memperhatikan Wang Chen. Iapun menatap ke arah tempat Wang Feng berada dan langsung tersenyum bahkan tertawa, "Haha, apa dia sangat lapar sampai sampai memakan mereka?"


Graaoo!


Wang Feng terus saja memakan lawannya. Ia nampak ganas, seperti demonic beast liar pada umumnya. Entah apa yang diajarkan Feng Ying pada harimau bulan itu hingga membuatnya berani memakan manusia lagi. Padahal, setelah memakan manusia untuk pertama kalinya pada saat itu untuk menolong Wang Chen, ia tidak berniat melakukannya lagi. Karna pada saat itu ia hanya marah saja melihat Wang Chen dalam bahaya. Namun kini, ia melakukannya secara sadar.


"Tolong..!!"


Seorang pembunuh yang melawan Wang Feng tersisa satu. Ia terus mundur dengan perlahan. Kakinya bergetar karna ketakutan saat melihat satu temannya mulai dimakan oleh Wang Feng, "To- tolong.. Ja- jangan makan aku.. Aku- aku akan melakukan apapun yang kalian inginkan asalkan kalian melepaskanku!"


Ggrrr


Wang Feng menggeram sambil menatap pembunuh itu dengan tajam. Iapun mengayunkan satu kaki depannya berniat membelah tubuh manusia itu menjadi dua bagian.


Trriingg


Seseorang menahan cakar Wang Feng yang akan mengenai orang itu. "Sudah, Wang Feng. Biar aku yang urus orang ini."


Tubuh Wang Feng perlahan mengecil sampai sebesar anak kucing. Penampilannya yang tadi terlihat ganas berubah 180 derajat ketika dirinya menjadi kecil. Ia duduk sambil menjilati kaki depannya sendiri yang masih terdapat darah.


"Apa yang terjadi? Kenapa aku tak merasakan apapun?", pembunuh mulai membuka mata perlahan untuk mengetahui jawaban dari rasa penasarannya. Ia terkejut karna melihat seorang bocah yang menjadi targetnya berdiri tepat di depannya. "K-kau.."


Ia berniat berdiri dan menyerang Feng Ying. Namun, suara geraman langsung mengejutkannya. Ia melihat ke belakang Feng Ying dan melihat seekor harimau bulan berukuran kecil. Namun tatapannya tajam dan seakan ingin membunuh dirinya.

__ADS_1


Melihat hal itu, ia lagsung kembali ketakutan dan menjadi trauma dengan Wang Feng. Karna harimau bulan itu sudah memakan ketiga temannya.


Feng Ying tersenyim sinis ketika melihat satu pembunuh itu meringkuk ketakutan dengan kepala menunduk sambil memegangi kepala belakangnya, "Menyedihkan!"


__ADS_2