
"Lalu.. Lalu kenapa kau ingin pergi ke benua tengah, HAH?!" bentak Wang Chen.
"BILA KAU SUDAH TAU KEADAAN DI KEKAISARAN ITU, KENAPA KAU MASIH INGIN KE SANA?!" lanjut Wang Chen dengan membentak.
Feng Ying terkejut ketika dibentak seperti ini oleh Wang Chen. Namun, ia kembali bersikap tenang dan menjawab, "Apa kau ingin membiarkan para pangeran di sana menderita? Oh, bukan pangeran. Tepatnya semua pamanmu."
Wang Chen terkejut mendengar ucapan Feng Ying. "Apa maksudmu mengatakan itu padaku, Ying?!"
"Tentu aku mengatakan itu karna kau adalah cucu dari Kaisar Luo. Jadi semua pangeran yang ada di sana merupakan pamanmu."
Wang Chen tambah terkejut ketika mendengar ucapan Feng Ying, "Bagaimana.. Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" ucap Wang Chen dengan suara yang agak rendah.
"Kau tidak perlu tau aku mengetahui ini dari mana. Kutanya sekali lagi, apa kau ingin membiarkan semua paman dan bibimu menderita dengan jatuhnya kekuasaan keluarga Luo oleh sekte aliran hitam?"
Wang Chen menundukkan kepalanya, iapun menggelengkan kepala.
"Kalau begitu, ayo kita ambil kembali kekaisaran Naga api dari tangan orang orang sekte aliran hitam!", Feng Ying tersenyum lebar.
Wang Chen mengangkat wajahnya, "Tidak bisa! Kita tidak boleh ke sana! Di sana berbahaya. Kita hanya akan mati bila diketahui sebagai musuh! Dan kita.. Tidak akan bisa mengalahkan mereka semua!"
"Kita tidak akan tau sebelum mencobanya" ucap Feng Ying dengan santai.
"Apa kau masih tak mengerti?! Mereka banyak dan kuat. Hanya kita berdua yang melawan mereka, apa kau sudah tidak waras, Hah?! Kita hanya akan menyerahkan nyawa saja! Selain itu.. Ibuku juga melarangku untuk pergi ke sana. Jadi aku tidak akan pergi!"
"Jadi kau lebih memilih untuk membiarkan semua paman dan bibimu menderita di sana? Apalagi, aliran hitam mengambil alih kekaisaran Naga api sudah sejak 5 tahun lalu. Mereka pasti sudah lama menderita" ucap Feng Ying dengan datar.
Wang Chen terdiam. Iapun berkata, "Aku ingin menyelamatkan mereka. Tapi.. Aku tak memiliki kekuatan untuk melakukannya. Bila aku nekat ke sana, maka aku hanya akan mengantarkan nyawa dan ibuku akan sedih."
"Kau tidak sendiri. Aku juga akan membantumu. Kita tidak akan tau bila belum mencobanya. Jadi kita coba saja masuk ke sana dan menyamar. Setelahnya, mencari paman dan bibimu" ucap Feng Ying. Ia tidak peduli dengan keadaan paman dan bibi Wang Chen. Tujuannya pergi ke kekaisaran Luo hanya untuk bertarung dan bersenang senang.
Wang Chen menatap lekat mata Feng Ying, "Apa kita akan baik baik saja?"
Nyawn~
"Heh, kau juga akan membantu?", Feng Ying menatap Wang Feng. Harimau bulan itu membalas dengan anggukan kepala kecilnya.
"Aku agak meragukanmu" ucap Feng Ying sambil menatap Wang Feng.
Nyawn!
"Heh? Kau marah? Baiklah, kita lihat saja nanti. Apa kau bisa membantu kami atau hanya akan menjadi beban," Feng Ying tersenyum sinis.
Nyawn!
"Baik, bila kau menjadi beban, maka saat selesai dengan urusan kekaisaran, aku akan memanggangmu" ancam Feng Ying.
__ADS_1
Nyawn~
Harimau bulan nampak ketakutan ketika mendengar ancaman Feng Ying.
Nyawn!
"Kejam? Hehe, salahmu sendiri. Bila membohongiku, maka kau akan menjadi daging panggang!"
Wang Chen menutup mulut Feng Ying, "Kau membuatnya takut.. Jangan seperti itu."
Feng Ying menurunkan tangan Wang Chen dari mulutnya, "Jadi bagaimana?"
Wang Chen berfikir sejenak. Iapun mengangguk, "Bila keadaan tidak memungkinkan, maka kita akan kembali. Kau janji?"
"Kita lihat saja nanti bagaimana keadaannya."
"Kalau begitu, bagaimana cara kita untuk pergi ke sana? Aku tak memiliki uang banyak. Untuk pergi ke benua tengah, harus memakai kapal."
"Aku memiliki uangnya. Kau tak perlu khawatir," Feng Ying tersenyum percaya diri.
"Baiklah, kita pergi sekarang ke sana" lanjut Feng Ying. Wang Chen mengangguk.
***
Feng Ying dan Wang Chen menyewa kereta kuda untuk mengantarkan mereka ke pelabuhan. Sesekali kereta mereka berhenti untuk istirahat.
Setelah sampai, mereka berdua menaiki kapal yang betujuan ke benua tengah. Di dalam kapal, ada banyak penumpang lain. Baik warga biasa, maupun kultivator.
Feng Ying dan Wang Chen diberikan sebuah kamar. Bukan hanya kamar, mereka juga langsung diberikan makanan ketika kapal mulai berlayar. Mereka sudah membayar sebelum masuk kapal.
"Ying.. Kita harus berhati hati di sini. Karna bisa saja kita tidak sengaja menyinggung orang dari aliran hitam. Nanti kita akan mendapatkan masalah bila itu terjadi" ucap Wang Chen sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Wang Feng diberikan daging yang cukup banyak. Jadi, dia menikmatinya.
Feng Ying mengangguk, "Mn.. Aku juga mengetahuinya. Membutuhkan waktu sebulan agar sampai di benua tengah. Jadi kita tidak bisa membuat keributan di sini. Karna kapal ini tidak seluas daratan. Akan sulit bila bertarung di dalam kapal."
Wang Chen mengangguk puas. Ia mengatakan hal ini karna tau bila Feng Ying sering membuat orang marah hingga akhirnya membuat banyak orang tak menyukainya. Bila seperti itu, sama saja akan menambah masalah bagi mereka.
"Itu juga bila tidak ada yang mencari masalah denganku" batin Feng Ying sambil tersenyum. Ia kembali memakan makanan yang diberikan.
Dua minggu telah berlalu. Feng Ying dan Wang Chen masih berada di kapal. Orang yang merasa paling bosan tentunya Feng Ying. Ia tidak henti hentinya mengoceh tak jelas. Karna ia terlalu bosan.
"Apa kau tidak bisa diam Ying? Sekarang sudah malam, hoams," Wang Chen menguap dan menggosok matanya karna mengantuk.
Feng Ying berdiri di dekat kasur Wang Chen. Ia kesal ketika mendengar ucapan Wang Chen, "Aku tidak bisa diam! Kau harus mendengarkan ucapanku. Bila kau tidur, aku nanti berbicara sendiri dan bila ada orang lain yang masuk ke mari, maka dia akan menganggapku tidak waras. Jadi kau harus terus membuka mata dan telingamu!"
__ADS_1
Feng Ying melirik ke arah Wang Chen. Namun, Wang Chen sudah tergeletak di kasur dan menutup mata ketika Feng Ying berbalik dan menatapnya.
"Apa kau mendengarkanku Chen?! Kau pura pura tidur, ya?", Feng Ying menggoncang goncangkan tubuh Wang Chen dengan keras. Namun, Wang Chen tetap tidak membuka mata.
Feng Ying mengembungkan pipinya kesal, "Kau menyebalkan! Aku sudah mengatakan agar kau tetap membuka mata dan telinga. Tapi sekarang? Kau malah tidur! Aku keluar saja dan melihat laut!"
Feng Ying pergi keluar dan menutup pintu.
Ketika mendengar pintu tertutup, mata Wang Chen membuka. Ia langsung duduk di tepi kasur dan memegangi kepalanya, "Uh kepalaku pusing. Ying menggoncangkan tubuhku terlalu keras. Tapi untungnya sekarang Ying keluar. Jadi aku bisa ti-"
KREETT
"Chen....!!!"
Wang Chen terkejut ketika mendengar suara itu. Ia menatap ke arah pintu dan melihat Feng Ying sudah ada di dekat pintu dengan ekspresi kesal. Wang Chen pun langsung panik, "Yi- Ying, ini bukan seperti apa yang kau pikirkan. Aku hanya-"
"Cih, kau menipuku! Menyebalkan! Kalau begitu, kau lanjutkan saja tidur! Aku takkan mengganggu!"
Feng Ying langsung keluar dan membanting pintu dengan keras. Bahkan, suara pintu bisa didengar oleh kamar di sebelah.
"Uh, Ying sepertinya marah padaku. Apa yang harus kulakukan?" gumam Wang Chen yang menjadi bingung.
>> Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tingkat kekuatan di dunia ini:
*Pemula\=1-9
*Qi condensation\=1-9
*Qi foundation\=1-9
*Master\=1-9
*Grandmaster\=1-9
*Prajurit\=1-9
*Jenderal\=1-9
*Kaisar\=1-9
*Bumi\=1-7
__ADS_1
*Langit\=1-7
*Immortal