
"Huh, dasar nenek tua menyebalkan!" gerutu Feng Ying dengan wajah cemberut.
"Ma- maaf.. Karnaku.. Ka-kalian jadi terlibat.. Maaf- maafkan aku.." ucap bocah yang kini berada di dekat Wang Chen.
"Ini bukan salahmu," Wang Chen menggelengkan kepala dan tersenyum.
Bocah di depannya nampak menundukkan kepala. Pakaiannya kusut dan kotor. Begitupun tubuhnya.
"Hah.. Chen, ayo pergi" ajak Feng Ying sambil membalikakn tubuhnya dan membelakangi Wang Chen, juga bocah yang ada di sebelahnya.
"Ying.. Bagaimana dengannya?", Wang Chen menghampiri Feng Ying dan berbisik.
"Kita tinggalkan saja dia. Tak perlu mempedulikannya" ucap Feng Ying dengan suara biasa. Sehingga, suaranya dapat didengar bocah pengemis.
Wang Chen mengernyitkan keningnya, "Tidak mungkin kita meninggalkannya. Kasihan dia.. Bagaimana bila sesuatu yang lebih buruk terjadi padanya?"
"Apa peduliku? Dia bukanlah siapa siapa. Untuk apa kita menolong orang yang bahkan tidak kita kenal sama sekali?", Feng Ying menggelengkan kepala dengan ketidak setujuan.
Ketika Wang Chen akan membalas, suara perut yang keroncongan terdengar. Iapun menoleh ke belakang karna mendengar suara itu, "Kau lapar?"
Bocah pengemis menundukkan kepalanya dan mengangguk lemah. Ia tidak memiliki uang sama sekali untuk membeli makanan. Ia juga sekarang tidak lagi memiliki keluarga.
"Dia juga lapar Ying. Kita bawa dia ke restoran lain dan ajak dia makan" ucap Wang Chen dengan berbisik kembali pada Feng Ying.
"Kalau begitu, kau saja yang mengajaknya. Tak perlu mengajakku," Feng Ying langsung berjalan pergi meninggalkan Wang Chen yang masih terdiam di tempatnya.
Iapun menghela nafas ketika Feng Ying pergi. Wang Chen langsung berbalik dan menepuk satu pundak bocah pengemis, "Kau mau makan?"
Bocah pengemis mengangkat wajahnya sedikit ke atas dan mengangguk kecil.
"Kalau begitu, kau bisa ikut denganku. Kita akan pergi membeli makanan untukmu."
"Tapi.. Tadi temanmu.."
"Jangan pikirkan apa yang sudah dia katakan. Dia memang seperti itu. Ucapannya terkadang memang bisa membuat orang lain emosi," Wang Chen terkekeh pelan. "Jadi, ikutlah denganku."
Bocah pengemis tersenyum tipis dan memaksakan tersenyum, "Aku tidak mau kalian bertengkar, hanya karna diriku."
"Tidak sama sekali," Wang Chen menggelengkan kepala, "Itu tidak benar. Sebaiknya ikut saja. Aku tidak mau kau menolak ajakanku."
Karna terus didesak oleh Wang Chen, akhirnya bocah pengemis itu menerima ajakan Wang Chen.
Wang Chen pun langsung mulai menyusul Feng Ying yang sudah berada jauh darinya bersama dengan bocah pengemis, "Aku belum mengetahui namamu. Siapa namamu?"
__ADS_1
"Na- namaku Zhou Yan."
"Ah, begitu. Namaku Wang Chen, salam kenal," iapun tersenyum ramah.
***
"Aku sudah bilang bahwa kami ke mari untuk makan" ucap Wang Chen yang menahan emosinya.
"Kalian hanya pengemis jalanan! Pergi kalian!" usir penjaga restoran dengan tegas.
Wang Chen menggertakkan gigi dan menahan kesal. Ketika ia ingin berkata sesuatu, seseorang keluar dari dalam restoran.
"Haish.. Sudah kuduga akan seperti ini" ucapnya. Ia adalah Feng Ying. Iapun menghampiri Wang Chen dan berkata, "Tidak perlu ribut di sini hanya untuk makan. Ayo kita pergi, aku sudah membelikan makanan untukmu."
Feng Yung pun menatap ke arah penjaga, "Dia adalah temanku. Bila saja tadi kau melakukan hal lebih buruk padanya selain membentak..," ia tersenyum. "Maka kau akan tau akibatnya."
Penjaga itu terdiam dan langsung menundukkan kepalanya dengan takut takut, "Ma- maafkan saya.. Maaf.. Maafkan saya Tuan muda."
Wang Chen terkejut ketika melihat perubahan sikap penjaga pada Feng Ying, "Apa hubungan Ying dengannya?"
Feng Ying mengabaikan penjaga dan langsung berjalan ke arah Wang Chen. Iapun menarik tangan bocah itu. Wang Chen melirik Zhou Yan dan mengisyaratkan agar dia ikut dengannya.
Zhou Yan yang paham langsung mengikuti Wang Chen.
***
Wang Feng yang ada di dalam tas langsung keluar. Hal ini sontak membuat Zhou Yan terkejut karna melihat seekor harimau keluar dari tas kecil yang dibawa oleh Wang Chen. Namun, ia tidak tau bahwa harimau itu adalah harimau yang langka.
"Lalu untuk Yan bagaimana? Di mana makanan untuknya, Ying?" ucap Wang Chen dengan heran. Ia sudah memberikan satu bungkusan yang hanya berisi daging pada Wang Feng. Sementara yang satunya, masih ada di tangannya.
"Sisanya kau harus menangkap buruanmu sendiri, Wang Feng" ucap Feng Ying yang mengelus kepala Wang Feng. Iapun melirik Wang Chen ketika mendengar suaranya, "Maksudmu orang yang kau bawa itu? Aku tak membelikan apapun padanya. Lagi pula, dia bukanlah siapa siapa bagiku."
Feng Ying menatap ke arah Zhou Yan dengan sinis. Namun dalam hati, ia sedang berfikir, "Di mana aku pernah bertemu dengannya? Kurasa.. Aku tak asing dengan wajah itu."
Zhou Yan nampak menelan ludah saat melihat Wang Feng yang begitu lahap memakan daging bakar. Perutnya kembali keroncongan ketika melihat bagaimana Wang Feng yang begitu menikmati makanannya.
Wang Chen menyodorkn makanan yang diberikan Feng Ying tadi, "Ini untukmu saja. Aku sudah kenyang."
Zhou Yan menatap Wang Chen dan menggelengkan kepala, "Tidak apa.. Untukmu saja.."
"Chen--"
"Yan, ini untukmu. Dan Ying, aku berterimakasih padamu karna sudah membelikanku makanan. Tapi aku akan memberikannya pada Yan karna dia lebih membutuhkannya," Wang Chen memotong ucapan Feng Ying.
__ADS_1
Feng Ying menghela nafas kasar, "Terserah kau saja," ia heran.. Mengapa Wang Chen bersikap baik pada orang yang bahkan tak pernah ditemuinya dan tak ia kenal. Apakah Wang Chen tak berfikir bagaimana bila nanti orang yang sudah dibantunya malah memanfaatkannya?
Pikiran Wang Chen dan Feng Ying memang sangat bertolak belakang. Sehingga, mereka akan cukup sulit mengerti satu sama lain.
Zhou Yan akhirnya menerima pemberian Wang Chen karna terus dipaksa bocah itu, "Te- terimakasih.."
Wang Chen tersenyum dan mengangguk. Zhao Yan memakan makanannya dengan perasaan senang, juga agak tak enak.
"Ying, kenapa penjaga tadi terlihat bersikap hormat padamu?" ucap Wang Chen dengan heran sambil menatap Feng Ying.
"Itu karna aku sudah memberikannya banyak uang. Tentu saja dia harus bersikap hormat dan sopan padaku" ucap Feng Ying sambil tersenyum bangga.
"Bila saja kejadian saat itu tidak terjadi.. Mungkin aku juga bisa melakukan apa yang dia lakukan. Sehingga penjaga seperti orang tadi akan bersikap hormat padaku" batin Zhou Yan dengan sedih. Namun juga dendam.
Feng Ying menatap ke arah Zhou Yan. Ia dapat melihat ada tatapan sedih dan dendam secara bersamaan pada mata bocah itu, "Ada apa dengannya?"
Feng Ying mengalihkan perhatian pada Wang Chen, "Kita pulang Chen. Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan di sini."
"Tapi Ying.. Bagaimana dengan Yan?" ucap Wang Chen.
"Biarkan dia di sini. Wang Feng sudah menghabiskan makanannya. Jadi kita harus segera pergi."
"Tapi.."
"C- Chen.. Aku baik baik saja.. Kalian bisa meninggalkanku di sini" ucap Zhou Yan sambil tersenyum memaksakan.
Walaupun Wang Chen tak tega, namun mau bagaimana lagi? Ia juga harus segera kembali. Akhirnya ia mengangguk lemah, "Baiklah.. Kalau begitu, semoga kita bisa bertemu kembali."
"Firasatku mengatakan bahwa kami akan bertemu lagi dengan dirinya" batin Feng Ying sambil menatap Zhou Yan.
"Wang Feng, kau masuk lagi ke dalam tas. Kau tak mau membuat kami dalam masalah, bukan?", Feng Ying menatap ke arah Wang Feng.
Nyawn~
Wang Feng menjawab dengan lemas. Ia tidak suka berada dalam sebuah tas! Ia berharap memiliki kemampuan perubah wujud, agar ia tidak kesulitan lagi bila ingin keluar. Namun kemampuan itu pasti tak mungkin dirinya miliki.
"Sampai jumpa, Yan" ucap Wang Chen yang mulau berjalan menjauh bersama Feng Ying. Ia membawa tas kembali yang berisikan Wang Feng.
Zhou Yan melambaikan tangannya, "Sampai jumpa.."
Tak lama, setelah kepergian dua orang itu, seseorang berdiri di hadapannya. Ia mengengadah ke atas untuk melihat siapa orang itu.
"Kau Zhou Yan 'kan?" ucapnya.
__ADS_1
Zhou Yan yang takut dan kebingungan segera mengangguk.
"Akhirnya kami menemukanmu," orang itu nampak tersenyum.