Feng Ying

Feng Ying
27 -Misi


__ADS_3

Patriarch Wu terus melakukan tendangan dan pukulan yang kuat ke arah Feng Ying. Namun, semua serangan itu dihindari Feng Ying dengan cepat.


Hingga akhirnya Feng Ying terkena tendangan pada perutnya. Iapun langsung terlempar beberapa meter dari tempatnya berada. Melihat hal itu, patriarch Wu diam di tempat dan menatap ke arah tempat terjatuhnya Feng Ying sambil tersenyum sinis.


"Heh, seorang junior berani padaku. Maka itulah akibatnya. Kau terlalu sombong dengan kekuatan rendahmu itu! Sekarang lihat apa yang terjadi? Kau kalah hanya dengan satu tendangan saja" ucap patriarch Wu.


Kepulan asap menutupi tempat terjatuhnya Feng Ying. Karna di sekitar tempat itu tidak ada siapun kecuali keduanya, itulah yang membuat patriarch Wu berani melawan seorang murid junior dari sekte pedang langit ini.


Dari arah kepulan asap, Feng Ying melesat keluar dan memberikan serangan beruntun pada patriarch Wu. Tangannya terus terayun untuk menyerang patriarch Wu.


Patriarch Wu terus melompat ke belakang dan menghindari serangan. Iapun melakukan tendangan dari arah bawah. Namun Feng Ying segera melompat dan membuatnya bisa menghindari tendangan.


Tangannya segera terayun kuat ke arah dada patriarch Wu. Tentunya patriarch Wu tidak diam saja. Dia langsung melompat ke belakang. Ketika ia mengira bahwa Feng Ying akan memberikan jeda, ternyata Feng Ying kembali menyerangnya.


"Kenapa dia menjadi lebih cepat dari pada saat kemarin?" batin patriarch Wu.


Ketika patriarch Wu agak lengah, Feng Ying berhasil melukai tangan patriarch Wu menggunakan kukunya yang entah sejak kapan memanjang dan tajam. Namun patriarch Wu tak menyadari hal ini.


Patriarch Wu terkejut. Ia langsung menendang Feng Ying ketika bocah itu akan mendekat padanya lagi. Tetapi, Feng Ying sudah tak ada di tempatnya.


Patriarch Wu melihat ke belakang dan terlihatlah Feng Ying akan melakukan serangan dari udara. Patriarch Wu segera mengepalkan tangan dan memukul ke arah Feng Ying dan membuat Feng Ying terlempar.


Ketika ia mengira bahwa Feng Ying telah kalah, tiba tiba dari belakang Feng Ying memukul patriarch Wu hingga membuat patriarch terlempar dan menghantam tanah.


Feng Ying berdiri tegak di tempat. Ia melempar lemparkan sebuah cincin ke atas dan tersenyum sinis pada patriarch Wu, "Heh, ini saja kemampuanmu patriarch? Melawan seorang junior saja kau tidak bisa. Pantas saja kau hanya bisa menggertak junior. Baiklah, sampai di sini saja. Aku akan pergi, terimakasih untuk hartamu patriarch! Lain kali bawa yang lebih banyak dari ini."


Feng Ying berlalu pergi meninggalkan patriarch yang berusaha bangun. Tempat patriarch Wu terjatuh terdapat cekungan cukup besar dan tanah yang retak.


Walaupun patriarch Wu tak terdorong jauh, namun rasa sakitnya bisa disetarakan dengan orang terlempar jauh sampai belasan meter. Yang berarti kekuatan dari pukulan itu setara dengan orang yang melakukan pukulan sangat kuat sampai sampai membuat korbannya terlempar jauh.


Ketika sudah berdiri patriarch Wu langsung menggeram marah ketika tau bahwa cincin ruang miliknya diambil oleh Feng Ying, "Sialan! Bocah itu mengambil cincinku!"


Ketika patriarch Wu ingin pergi mengejar Feng Ying, dirinya dihampiri seorang tetua sekte phoenix api. Sehingga, patriarch Wu tidak jadi untuk mengejar Feng Ying.


Tetua itu memberikan hormat dan segera berkata, "Patriarch Wu, sebenarnya apa yang terjadi? Saya tadi mendengar suara berisik dari arah sini dan..," tetua itu melihat ke arah cekungan yang ada di bawah kaki patriarch Wu, "Kenapa tanah ini bisa menjadi cekungan? Apa tadi terjadi pertarungan?"


Patriarch Wu tersenyum dan seakan tak terjadi apapun padanya, "Tidak terjadi apapun. Tadi aku hanya sedang berlatih di sini. Jadi tanah menjadi cekungan. Apa aku mengganggu?"


"Bila patriarch Wu ingin berlatih, jangan di sini. Nanti tempat ini menjadi kacau. Saya akan menunjukkan tempat yang tepat untuk anda berlatih" ucap tetua.


"Ahaha, tak perlu. Lagi pula, aku sudah selesai berlatih. Aku akan pergi," patriarch Wu langsung pergi meninggalkan tetua sekte phoenix api itu.


Tetua sekte menatap kepergian patriarch Wu. Iapun ikut pergi karna masih memiliki tugas lain.


"Dasar bocah sialan itu! Akan kucari dia sampai dapat! Berani beraninya dia mengambil cincin ruang milikku!" batin patriarch Wu. Ia mengepalkan tangannya. Pakaiannya saat ini agak kotor karna terjatuh ke tanah tadi.


Iapun teringat bila tadi ia terkena serangan Feng Ying pada bagian tangan. Ia langsung melihat ke arah tangannya yang ia rasa bahwa tangan itulah yang terluka. Namun ia terkejut ketika melihat bahwa dia tidak mendapatkan luka di tangan sama sekali. Iapun melihat ke arah tangan yang satunya. Tapi tangan yang satunya pun baik baik saja. "Aku yakin tadi aku terkena serangan bocah itu. Tapi kenapa tidak ada luka sama sekali?" gumamnya.


"Apa hanya perasaanku saja? Tapi aku tidak mungkin salah. Aku benar benar merasakannya tadi," patriarch Wu mengingat ingat ketika dirinya bertarung dengan Feng Ying. Ia merasa bahwa ia melihat sesuatu yang berkilat saat kepulan asap menutupi terjatuhnya Feng Ying yang pertama kali. Sesuatu berwarna merah.


"Apa mungkin aku salah lihat? Sepertinya aku hanya salah lihat. Karna tak mungkin 'mereka' kembali," patriarch Wu menggelengkan kepala dan berusaha untuk melupakan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Sekarang kemana aku harus mencari bocah itu? Dia sangat licin seperti belut. Sangat sulit ditangkap. Ketika aku berhasil menemukannya, dia berhasil lari dariku. Cih, lihat saja aku akan menangkapmu dan menjadikanmu mayat busuk bocah" batin patriarch Wu dengan geram.


***


Disisi lain, Feng Ying tengah senang karna ia mendapatkan 'hadiah' dari kemenangannya. Ia melihat isi cincin ruang dari patriarch Wu. Namun ketika melihat isinya, Feng Ying menjadi kesal, "Apa apaan ini?! Kenapa hanya berisi pakaian dan beberapa keping emas saja?! Apa patriarch sangat miskin hingga hanya memiliki benda benda ini saja?! Aku bahkan memiliki benda yang jauh lebih banyak dari ini!" gerutunya.


Feng Ying tak tau bila uang milik patriarch Wu sudah banyak habis hanya untuk membayar denda dari kesalahan Hao Yu dan Lu Tuoli yang tidak pernah mereka berdua lakukan.


Feng Ying langsung mengambil semua uang koin yang ada di dalam cincin ruang. Sementara, cincin ruang dan pakaian yang ada di dalamnya ia buang ke kolam ikan yang tak jauh darinya.


Feng Ying memasukkan beberapa koin emas itu ke dalam pakaiannya. "Apa tidak ada yang bisa kulakukan di sini? Sangat membosankan. Tidak jauh berbeda dengan tempat tinggalku. Tapi sepertinya di tempat tinggalku agak lebih baik dari tempat ini" gumamnya.


"Ah iya! Bukankah di sini ada tempat untuk menerima misi? Aku pergi saja ke sana dan meminta sebuah misi," Feng Ying menghilang dari tempatnya berada.


Tempat misi berada di wilayah murid luar. Jadi, Feng Ying harus pergi ke wilayah murid luar terlebih dahulu agar mendapatkan misi. Jarak antara wilayah murid luar dan dalam cukup jauh. Karna sekte phoenix api memiliki tempat yang luas, jadi tak heran bila cukup lama untuk pergi ke wilayah murid luar.


Ketika berada di wilayah murid luar, Feng Ying berniat menanyakan tempat di mana ia bisa meminta misi. Setelah mengetahuinya, ia segera pergi dengan cepat.


Di tempat misi, tidak ada murid lain di sana. Hanya Feng Ying dan seorang pria paruh baya yang menjaga tempat itu.


"Aku ingin mengambil misi" ucap Feng Ying.


Pria paruh baya itu melirik ke arah Feng Ying. Dahinya mengerut, "Bukankah kau adalah murid baru?"


Feng Ying mengangguk, "Memangnya ada apa?"


"Kau belum bisa mengambil misi. Sebaiknya cepat kembali saja dan seharusnya kau berada di dalam kelas saat ini. Kenapa kau keluar?"


"Aku tidak mau masuk ke dalam kelas. Aku ingin mengambil misi. Sebaiknya kau memberikan misi yang berbahaya padaku. Agar misi itu menjadi menyenangkan!"


"Aku tidak berniat bunuh diri sama sekali. Ayolah, berikan aku misi sulit sekarang."


"Walaupun kau adalah murid baru yang langsung masuk menjadi murid dalam, namun tetap tak bisa. Kau tak bisa melakukan misi sekarang. Pengalamanmu masih kurang. Sebaiknya kau belajar saja."


Feng Ying menggelengkan kepala, "Tidak mau! Berikan aku misi."


"Kau keras kepala sekali. Bila terjadi sesuatu denganmu, aku tidak akan tanggung jawab" ucap pria paruh baya dengan tegas. Iapun langsung memberikan Feng Ying selembar kertas dan langsung diterima oleh bocah itu.


Feng Ying membaca tugas, "Apa tidak ada yang lebih sulit? Ini terlalu mudah. Berburu 3 singa api? Heh, yang benar saja?! Aku ingin misi yang lain!"


Feng Ying mengembalikan kertas yang tadi ia terima dan memprotes ingin misi yang lebih sulit.


"Ini sudah sulit. Tapi kau ingin yang lebih sulit? Sepertinya kau memang benar benar ingin bunuh diri. Baiklah, terserahmu saja. Jangan salahkan aku bila terjadi sesuatu denganmu nanti. Aku takkan tanggung jawab," pria paruh baya langsung memberikan kertas lain pada Feng Ying.


Feng Ying kembali membaca kertas itu, "Apa apaan ini?! Ini sama saja! Berburu 5 singa api dan mengambil core mereka? Hanya bertambah dua demonic beast saja!"


"Hanya misi itu yang boleh kau ambil. Itupun tidak tau apa kau akan kembali lagi atau tidak."


Feng Ying menatap pria paruh baya itu dan berkata, "Bagaiman bila kita turuhan? Jika aku kembali dan menyelesaikan misi, maka kau akan memberikanku 50 keping emas."


"Tidak, aku tidak mau bertaruh apapun denganmu."

__ADS_1


"Bukankah paman tadi sangat yakin bila aku tak bisa menyelesaikan misi ini dan tidak kembali dengan selamat? Lalu kenapa paman takut bertaruh denganku?" Feng Ying tersenyum sinis.


"Siapa takut? Aku akan bertaruh. Bila kau bisa kembali dengan selamat dan menyelesaikn misi, maka aku akan memberikan 20 keping emas" ucap pria paruh baya yang mulai bereaksi ketika mendengar ucapan Feng Ying.


Feng Ying menunjukkan 5 jarinya, "50 keping emas."


"Baiklah! Bila kau berhasil kembali tanpa luka dan menyelesaikan misi, aku akan memberikan 50 keping emas. Ditambah 5 keping emas dari keberhasilan misi."


"Hehehe," Feng Ying tertawa dalam hati, "Hadiah tambahan. Lumayan."


Iapun mengulurkan tangan dan pria paruh baya langsung menjabat tangannya. Yang berarti mereka sudah sepakat dengan taruhan ini.


"Baiklah, aku berangkat," Feng Ying langsung pergi setelah menjabat tangan pria paruh baya itu.


Ketika Feng Ying sudah menghilang dari pandangan pria paruh baya itu, tiba tiba seseorang bersuara, "Ekhem.. Apa kau sudah melupakan salah satu aturan sekte tetua Hong?"


Mendengar suara itu, pria paruh baya yang bernama Hong Liang langsung terkejut. Ia menatap ke arah suara dan melihat seorang pria tua dengan jangkut putih dan rambut putih. Iapun tersenyum canggung, "Pa- patriarch."


"Bukankah sudah jelas ada peraturan untuk tidak melakukan taruhan?" patriarch Lao tersenyum.


"Aku dalam masalah" batin tetua Hong. Ia menelan ludahnya.


"Sekarang kau akan mendapatkan hukuman sesuai dengan yang sudah ditetapkan, tetua Hong" ucap patriarch Lao.


Tetua Hong Liang mengangguk dengan pasrah.


Siapapun yang melanggar peraturan, maka ia harus dihukum. Entah itu guru, maupun tetua. Bila mereka melanggar peraturan sekte, maka ia akan dihukum.


>> Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tingkat kekuatan di dunia ini:


*Pemula\=1-9


*Qi condensation\=1-9


*Qi foundation\=1-9


*Master\=1-9


*Grandmaster\=1-9


*Prajurit\=1-9


*Jenderal\=1-9


*Kaisar\=1-9


*Bumi\=1-7

__ADS_1


*Langit\=1-7


*Immortal


__ADS_2