
Kini, anak kecil yang merupakan seorang pencuri itu sudah mati mengenaskan. Tubuhnya memiliki banyak lebam dan luka. Darah juga membasahi kepala dan bagian tubuhnya yang lain. Air mata yang sudah berhenti sejak tadi masih terlihat di wajahnya.
"Bersih! Baik! Sangat Mulia! Makmur!" teriak warga dengan ekspresi senang setelah penghukuman telah berakhir.
Mata Wang Chen mulai mengeluarkan air mata melihat semua itu. Ia ada di tempat ini. Ia melihat penyiksaan itu. Tapi apa yang dia lakukan? Ia hanya diam tanpa menolong anak malang itu. "Maafkan aku.. Semoga kau tenang di alam sana.." Gumamnya. Iapun menghapus air mata yang membasahi pipinya.
Feng Ying tersenyum, "Woah pertunjukan yang menyenangkan!" iapun berubah murung, "Tapi sayangnya.. Pertunjukan sudah berakhir. Ayo kita pergi sekarang. Tidak ada lagi hal menarik di tempat ini." Ia berjalan pergi.
Wang Chen melirik Feng Ying, "Apa kita tidak menyewa penginapan di tempat ini saja dan tinggal sebentar?"
Feng Ying menggelengkan kepala tanpa berhenti berjalan maupun berbalik, "Kita tidak mungkin menyewa penginapan di tempat ini. Karna kita takkan bisa membayarnya."
Wang Chen mengerutkan kening ketika mendengar ucapan Feng Ying yang terkesan aneh, "Maksudmu apa? Apakah penginapan di tempat ini akan sangat mahal, hingga kau tidak bisa membayarnya, Ying?" ia mulai berjalan mendekat pada Feng Ying.
Feng Ying berekspresi sebal dan langsung menghentikan jalannya. Ia berbalik menghadap Wang Chen, "Kau kira aku ini orang miskin apa? Semahal apapun penginapan itu, aku akan tetap bisa membayarnya!" Ucapnya. Ia memanyunkan bibir karna kesal dengan ucapan Wang Chen tadi.
"Kalau begitu, apa maksudmu?" Bingung Wang Chen.
"Tempat ini hanyalah ilusi. Walaupun kau bisa menyentuh orang orang di tempat ini maupun rumah yang ada di tempat ini, tetap saja.. Tempat ini hanya sebatas ilusi saja. Tidak nyata. Tidak ada kehidupan maupun tempat tinggal." Jelas Feng Ying. Iapun awalnya memang tak menyadari bila tempat ini hanyalah ilusi. Tapi karna keberadaan tempat ini aneh, dirinya mulai menggunakan kemampuan ilusinya ketika Wang Chen maupun orang orang ilusi tadi tak melihatnya. Ternyata tempat ini bukanlah hal nyata. Hanya sebuah ilusi yang tercipta karna kabut ilusi.
Wang Chen terkejut mendengar ucapan Feng Ying, "Bagaimana mungkin?!"
"Itu bisa saja dan termasuk hal biasa. Tapi yang membuatku aneh adalah... Kenapa kabut ilusi ini memperlihatkan ilusi seperti itu?"
"Apa maksud dari kabut yang kau katakan, Ying? Apakah kita sebenarnya berada di dalam kabut saat ini?"
Feng Ying mengangguk, "Tepatnya.. Kabut ilusi. Kurasa kabut ini tidak beracun. Tapi hanya memberikan ilusi saja."
"Bagaimana cara kita lepas dari ilusi ini?"
"Kita pergi dari sini." Feng Ying berjalan pergi dan dirinya pun diikuti oleh Wang Chen.
__ADS_1
Setelah beberapa saat keduanya berjalan menjauh dari desa, desa itu kemudian berubah menjadi kabut putih yang tebal. Bila seseorang berada di dalamnya, dia akan kesulitan untuk menemukan jalan keluar.
Feng Ying dan Wang Chen berbalik dan menatap kabut ilusi. "Ternyata apa yang kau ucapkan tadi benar, Ying. Bagaimana kau bisa menyadari bila itu hanyalah ilusi?"
Feng Ying menempelkan telunjuknya di depan bibir sambil tersenyum, "Rahasia.."
Wang Chen menggelembungkan pipi karna kesal, "Menyebalkan. Apa kau tidak bisa memberitahunya? Aku bahkan tadi terpengaruh dengan ilusi itu dan tak menyadari bila itu ilusi. Lalu bagaimana caramu menyadarinya? Ayolah~ Beritau aku.."
Feng Ying menggelengkan kepala. "Tidak mau. Itu adalah RAHASIA."
Wang Chen menghela nafas kesal, "Yasudah, sekarang kita pergi saja dari tempat ini." Ia berjalan pergi tanpa mempedulikan Feng Ying.
Feng Ying tersenyum melihat Wang Chen kesal. "Pertualangan ini jadi lebih menyenangkan dengannya." Ia berjalan menyusul Wang Chen.
"Apa yang kau katakan tadi benar, Ying." Ucap Wang Chen yang kembali memulai pembicaraan.
"Ucapanku tadi? Maksudmu, rahasia?" Bingung Feng Ying.
"Bukan itu. Tapi yang kau katakan tadi tentang ilusi. Ilusi yang kita lihat tadi memang aneh. Bukankah ilusi biasanya memperlihatkan sesuatu yang berhubungan dengan kita? Tapi kita.. Sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan desa maupun orang orang itu. Lalu kenapa ilusi yang kita lihat seperti itu? Jadi, apa maksud dari ilusi tadi?"
Wang Chen menatap Feng Ying bingung, "Pedang kembar bunga phoenix? Memangnya kau sedang mencari itu? Kita ke tempat ini untuk mendapatkan benda itu?"
"Memangnya aku belum memberitahumu, ya?" Ucap Feng Ying yang seolah tidak tahu. Padahal, dirinya tidak berniat mengatakan benda apa yang dicarinya pada Wang Chen. Tapi, ia sudah terlanjur mengatakannya.
Wang Chen menggelengkan kepala, "Kau tidak mengatakan apapun tentang itu."
"Hehe lupakan saja. Kau hanya perlu ikut denganku dan melindungiku sekarang." Feng Ying mulai berjalan kembali. Wang Chen pun mengikutinya dan tak bertanya kembali tentang pedang yang sedang dicarinya.
***
Di perjalanan, Feng Ying dan Wang Chen banyak bertemu dengan demonic beast. Hal ini membuat mereka senang karna kini akhirnya mereka bisa makan. Untuk persiapan, kali ini keduanya membawa potongan besar daging untuk dibawa dan dimasukkan ke dalam cincin ruang. Bila mereka lapar dan di sekitar tak ada makanan, maka mereka akan memakan daging demonic beast yang mereka dapatkan.
__ADS_1
Kini hari kembali berlalu. Sudah dua hari mereka berjalan. Tapi tidak bagi Feng Ying. Selama seharian ini, dirinya digendong oleh Wang Chen di punggung pemuda itu. Jadi ia tidak berjalan dengan kakinya sendiri selama seharian. "Hah.. Hah.. Kau berat sekali, Ying." Ucap Wang Chen dengan kata terputus putus.
Bila saja ini bukan perintah Feng Ying, maka Wang Chen takkan menggendong pemuda itu di punggungnya. Feng Ying cukup berat baginya. "Ini mengingatkanku dengan masa lalu." Batin Wang Chen.
"Aku tidak seberat itu. Kau saja yang terlalu lemah. Baru saja seharian, tapi kau sudah kelelahan seperti ini, payah! Lebih cepat lagi! Kau lambat sekali..." Cibir Feng Ying.
"Kau itu memang'lah berat!" Bantah Wang Chen.
"Kau saja yang payah!" Feng Ying saat ini sebenarnya menggunakan pakaian khusus. Walaupun pakaiannya terlihat biasa, namun sebenarnya pakaian ini memiliki berat yang tak biasa. Ia menggunakannya bukan hanya untuk latihan Wang Chen saja. Tetapi juga karna pakaian ini tidak akan mudah rusak dan pakaian ini seperti baju besi karna keras dan kuat. Jadi pakaiannya bisa melindungi dirinya.
Feng Ying tertawa dalam hati karna berhasil mengerjai Wang Chen. Ia melakukan semua ini bukan karna ingin melatih Wang Chen saja. Tetapi, karna ingin mengerjainya.
"Hah.. Hah.. Apa sekarang aku bisa menurunkanmu, Ying? Aku sangat lelah.." Keluh Wang Chen.
"Hmph! Kau bisa berhenti dan menurunkanku besok!" Ucap Feng Ying. Tangan kanannya pun menunjuk seekor siput yang bergerak di depan samping Wang Chen. "Kau lihat? Bahkan siput itu lebih cepat darimu. Kau sangat lambat, bahkan lebih lambat dari siput."
Wang Chen memanyunkan bibirnya karna kesal. "Aku manusia! Bukan siput! Jangan samakan aku dengan siput lambat seperti itu! Aku lebih cepat darinya." Ia mempercepat jalannya hingga akhirnya ia mendahului siput yang bergerak pelan di depannya tadi.
"Kau lihat? Aku sangat cepat! Lebih cepat dari siput kecil dan lambat ta–"
Angin berhembus agak kencang dan membuat Wang Chen menghentikan ucapannya.
"Hah! Aku lebih cepat darimu! Dasar kau siput lambat!"
Wang Chen melongo melihat siput yang tadi bergerak pelan di belakangnya, kini melesat sangat cepat. Bahkan mendahuluinya. Bukan hanya itu, siput itu juga bisa berbicara. Apa ini mimpi? Siput yang terlihat lemah, lambat dan seperti hewan biasa itu bisa berbicara dan bergerak secepat kilat? Bagaimana bisa? Apa dirinya bermimpi saat ini?
"Hahaha! Aku sudah bilang, siput itu bahkan lebih cepat darimu!" Ucap Feng Ying yang malah tertawa mengejek. "Dia bahkan mengejekmu! Haha.."
Wang Chen melirik pada Feng Ying sesaat. Ia terkejut bila Feng Ying seakan sudah mengetahui ini dan tidak terkejut sama sekali. "Siput itu.. Kenapa dia malah mengatakan aku siput lambat?! Dia 'lah yang siput lambat, sialan!" kesal Wang Chen.
"Heh, sama sama siput lambat tidak perlu saling mengejek." Ucap Feng Ying dan iapun kembali tertawa.
__ADS_1
Wang Chen sangat kesal karma dikatakan siput lambat. Ia memperkuat pijakan kakinya dan bersiap untuk menyusul siput itu. "Sialan! Aku akan mendapatkanmu dan menggorengmu! Siput lambat!" Ia langsung berlari cepat untuk mengejar siput yang mengejeknya tadi.
Feng Ying tertawa melihat Wang Chen yang malah ingin berlomba lari dengan seekor siput. Ia mengencangkan tangannya yang melingkar di leher Wang Chen agar tidak terjatuh. Lucu sekali menyaksikan Wang Chen yang berlomba seperti ini. Ini menjadikan hiburan tersendiri bagi dirinya.