
Karna terlalu cemas, Wang Chen langsung mencoba mendorong pintu besar di depannya. "Ying! Ying!"
Wang Chen memukul mukul pintu dengan keras. Ia saat ini sangat khawatir. Wang Chen langsung mendorong pintu agar terbuka. Namun, tidak ada reaksi apapun pada pintu.
"Ying! Apa kau baik baik saja?! Jawab aku, Ying!" teriak Wang Chen dengan keras. Namun tetap saja, tak ada jawaban dari dalam. Ia semakin berteriak keras dan memukul pintu. Ia berusaha membukanya. Namun baginya, pintu terlalu berat.
Teriakan Wang Chen yang sangat keras terdengar oleh beberapa orang aliran hitam maupun prajurit yang berjaga. Mereka segera pergi ke tempat suara berasal.
"Ying! Apa kau baik baik saja?! Jawab aku!"
Wang Chen tidak tau lagi apa yang harus ia lakukan. Ia menendang pintu, namun tidak terbuka dan sekarang malah kakinya yang agak sakit.
"Tangkap penyusup itu!" teriak orang aliran hitam yang datang ke tempat Wang Chen berada.
Wang Chen berbalik dan terkejut ketika melihat ada beberapa orang yang menyerang dirinya. Ia berniat lari menjauh ke arah samping. Namun, gerakannya terhenti ketika tahu bahwa dirinya terkepung. "Apa yang harus kulakukan?" batin Wang Chen.
Wang Chen mengambil pedang yang tersarung di pinggangnya. Ia memegang pedang dengan erat dan menatap sekitar dengan waspada.
"Kau tak bisa lari lagi, penyusup!" ucap salah satu orang aliran hitam. Ia adalah murid senior.
"Dia anggota keluarga Luo. Lihatlah kalungnya" ucap seorang murid inti.
Semua orang memperhatikan leher Wang Chen dan mereka memang melihat kalung keluarga Luo.
"Kalau begitu, tunggu apa lagi?! Tangkap dan bawa dia kepada Kaisar!" ucap murid inti.
"Baik!"
Melihat bahwa musuh musuh mendekat padanya, Wang Chen segera mengayunkan pedang dan menggoreskannya ke tubuh orang orang yang paling dekat dengannya.
***
Wang Chen terus melawan. Namun akhirnya ia tertangkap. Pedangnya diambil oleh prajurit. Sementara dirinya langsung diikat dengan tali Qi yang membuatnya tak bisa melepas tali begitu saja.
Wang Chen memberontak untuk lepas. Walaupun ia terluka di beberapa bagian tubuh, namun ia tidak mempedulikannya. Ia tetap memberontak agar lepas. "Cepat lepaskan aku!"
__ADS_1
"Heh, kau kira kami akan melakukan hal bodoh seperti itu?" ucap seorang murid senior sambil tersenyum sinis.
Musuh mulai membawa Wang Chen menjauh. Mereka membawa bocah itu dengan paksa. "Bagaimana keadaan Ying? Apa dia baik baik saja? Apa dia terluka? Aku harus melihat keadaannya sekarang juga!" batin Wang Chen.
Wang Chen langsung melakukan tendangan pada prajurit yang berjalan di depan hingga membuat prajurit tersungkur ke lantai. Tidak sampai di situ, ia langsung berbalik dan berlari menjauh.
"Kau pikir bisa lepas dari kami?!"
Salah satu musuh yang ada di belakang langsung mengayunkan tangan ke arah Wang Chen. Seketika, angin topan kecil bergerak ke arah Wang Chen dan membuat Wang Chen terjatuh.
Segera, musuh lainnya langsung bergerak ke arah Wang Chen dan menangkap bocah itu kembali. "Kau takkan kami lepaskan!"
"Lepas! Lepaskan aku! Ying! Aku harus menyelamatkan Ying!", Wang Chen terus memberontak.
"Sepertinya bukan hanya dia yang ada di sini. Kalian cari di sekitar, jangan biarkan satupun penyusup yang lolos!" perintah seorang murid inti.
Semua murid senior dan prajurit menyebar ke segala arah. Sementara tiga orang murid senior pergi menuju pintu besar, di mana kamar tamu berada.
Melihat itu, Wang Chen semakin memberontak. "Ying akan semakin kesulitan bila tiga orang itu masuk."
Semua orang yang menjaga Wang Chen langsung terkejut. Tidak sampai di situ, Wang Chen menghentakkan kaki ke tanah. Seketika, es runcing muncul dari tanah dan menusuk beberapa prajurit, juga orang aliran hitam yang menjaga Wang Chen.
Darah langsung membasahi lantai istana. Banyak musuh dengan tubuh tertusuk es runcing. Musuh yang menyebar dan musuh yang selamat dari itu terkejut. Orang orang yang selamat langsung mudur menjauh dari Wang Chen.
Wang Chen langsung berlari ke arah tiga orang yang ingin membuka pintu ruagan. Ia mengepalkan tangan dan langsung memukul tiga orang itu. Seketika, tubuh ketiganya membeku dari bawah sampai ke atas kepala.
Wang Chen membuka pintu dengan agak keras dan membuat pintu terbuka. Ia segera masuk dan menutupnya. Pintu yang berada di dalam ruangan mulai membeku karna Wang Chen.
Nafas Wang Chen memburu. Punggungnya bersandar pada pintu yang membeku. Ia tadi melakukan semua itu secara tiba tiba tanpa jeda dan tidak mengambil nafas selama itu. Sehingga saat ini nafasnya tidak beraturan. Ia juga saat ini tidak menyadari keadaan yang ada di dalam ruangan sama sekali.
Setelah nafasnya mulai teratur, Wang Chen terkejut. Ia melihat kedua telapak tangannya. Ia tak percaya dapat melakukan semua itu. Membuat seseorang membeku, membuat es runcing, membuka pintu kamar tamu dan menutupnya, lalu membekukan pintu. Ia tak percaya dapat melakukan semua hal itu.
Padahal tadi ia tak bisa membuka pintu sama sekali. Namun yang baru saja terjadi tadi seperti dirinya bisa membuka pintu dengan mudah. Semua yang ia lakukan hanyalah refleks dan dipikirannya tadi hanya Feng Ying yang dalam bahaya.
Wang Chen perlahan menenangkan diri. Refleksnya tadi adalah karna rasa khawatir. Namun dari kekhawatiran itu dirinya bisa melakukan hal luar biasa.
__ADS_1
Wang Chen langsung melihat ke sekitar dan kembali terkejut. Pemandangan di depannya sangat menyeramkan. Tubuh, darah dan organ dalam yang bercecerah. Bahkan ada isi otak yang keluar dari kepala.
Wang Chen menutup hidung dan matanya. Mencium bau dan melihat keadaan sekitar membuatnya ingin muntah. Hingga ia sadar, apa tujuannya masuk ke dalam.
Wang Chen membuka mata dan melihat sekitar untuk menemukan Feng Ying. Ia menahan muntah ketika menyaksikan pemandangan di depannya.
Mata Wang Chen melebar kala melihat tubuh utuh yang tergeletak di lantai. Ia langsung berlari ke tubuh itu. Ia tak mempedulikan bau yang menyengat di hidung maupun pemandangan di sekitar.
"Ying! Ying! Ying!", Wang Chen menggoyang goyangkan tubuh utuh di depannya yang ternyata adalah Feng Ying.
Mata Wang Chen langsung berkaca kaca ketika Feng Ying tidak juga bangun. Ia menjadi semakin khawatir. Apalagi melihat adanya banyak darah di tubuh Feng Ying.
"Ying, bangunlah! Jangan tinggalkan aku! Ying!"
Wang Chen masih terus menggoyangkan tubuh Feng Ying. Air mata langsung keluar dari sudut matanya. Rasa bersalah dapat dirasakan Wang Chen saat ini, "Ying.. Ini semua salahku.. Bila saja.. Bila saja aku tak keluar dan meninggalkanmu tadi.. Kau.. Kau tidak akan mati seperti ini."
Wang Chen menangis tersedu sedu. Tangannya terangkat ke atas dan langsung meluncur ke bawah dan seakan menggebrak meja. Ia mencurahkan ras putus asanya, hingga tak sadar bila yang ia pukul keras adalah perut Feng Ying.
"Uhuk.."
Feng Ying secara mendadak langsung bangun. Dari posisi berbaring ke posisi duduk. Ia merasakan perasaan sakit di perutnya kala merasakan hantaman keras.
Feng Ying memuntahkan darah dari mulutnya, "Ugh.. Uhuk.."
Wang Chen yang menundukkan wajahnya langsung menatap ke arah Feng Ying yang bangun. Matanya semakin berkaca kaca, air mata keluar dari sudut matanya. "Y- Ying.. Ying..!!"
Wang Chen langsung memeluk Feng Ying. Ia mengira bahwa Feng Ying sudah mati. Tapi kini.. Feng Ying kembali lagi.
Feng Ying mendorong Wang Chen dengan keras hingga membuat Wang Chen jatuh ke belakang. Ia menatap Wang Chen marah dan langsung membentak, "Apa kau ingin membunuhku, HAH?!"
Wang Chen menghapus air mata yang membasahi pipinya dan langsung menatap Feng Ying heran, "Apa maksudmu Ying?"
Feng Ying memegangi perutnya dan meringis, "Sstt.. Kau memukul perutku dengan keras, dasar bodoh! Kau kira tidak sakit apa?!"
Wang Chen berkedip beberapa kali. Iapun mengingat bahwa dia memukul sesuatu tadi. Ia langsung menggaruk tengkuknya dan tertawa canggung, "Hehe.. Maaf Ying. Aku tak sengaja melakukannya. Ku kira kau sudah mati tadi. Jadi aku meluapkan emosiku."
__ADS_1
Feng Ying tetap menatap Wang Chen marah, "Apa kau tidak bisa membedakan orang yang sudah mati dan orang yang tidur, Hah?!"