
Genangan darah dan mayat mayat bergelimpangan dimana mana. Bau anyir bisa tercium di hidung Feng Ying. Namun hal ini tidak membuatnya terganggu sama sekali.
Rumah rumah yang ada di sekitarnya sudah banyak yang hancur dan rubuh. Jalanan yang ada di tempat ini pun sudah banyak yang rusak karna retakan dan cekungan yang diakibatkan pertarungan.
Semua kondisi mayat yang bergelimpangan terlihat mengerikan. Tubuh mereka berceceran dimana mana dengan keadaan tak utuh. Bahkan organ dalam mereka dikeluarkan. Ada juga mayat yang memiliki kondisi kepala yang pecah, hingga membuat otaknya keluar. Sungguh mengerikan dan menjijikan.
Feng Ying telah menghabisi seluruh kultivator yang berada di tempat ini tadi dengan cukup cepat. Ia menggunakan kemampuan bertarung pedangnya dan elemen kegelapan untuk menghabisi mereka semua.
Wajah dan tubuh Feng Ying terciprat darah. Iris matanya yang berwarna merah berkilat tajam sambil memandang mayat orang orang itu. "Ini 'lah balasan karna sudah menghinaku."
Feng Ying mengalihkan tatapannya dan mulai memandang ke arah depan. Banyak kultivator yang mulai berlari mendatanginya. Bahkan ada juga yang tiba tiba muncul dengan kertas tereportasi. Bukan hanya dari arah depan, dari arah belakang Feng Ying pun muncul banyak kultivator dengan tingkat kekuatan yang besar. Dimulai dari tingkat kaisar, hingga tingkat langit bintang 3.
Ternyata benda peledak yang dilemparkan kultivator tadi bukan hanya benda peledak yang menandakan bila tempat itu membutuhkan bantuan. Benda peledak tadi mengartikan bila di tempat itu terdapat Feng Ying. Sehingga saat ini banyak kultivator kuat yang datang pada Feng Ying.
Feng Ying mengulum senyum. Ternyata mangsa datang sendiri pada pemangsa. Hal ini membuatnya lebih mudah menghabisi banyak kultivator, karna mereka datang sendiri padanya. Matanya sedikit terbuka lebar kala melihat seseorang di dalam kerumunan kultivator, walau pandangannya terhalang banyak kultivator lain.
"Heh, apa dia ingin mencoba menyadarkan Feng Ying, cucunya?" batinnya dengan tatapan yang mengarah pada pria paruh baya yang nampak berusia 50 tahun. Padahal umurnya jauh lebih tua dari itu.
Feng Ying melihat ke belakang, ternyata di sana juga terdapat seseorang yang dikenal olehnya. Seorang pria yang memiliki sedikit kemiripan wajah dengannya, Zhang Jiangwu.
Feng Ying menggunakan pedang kembar bunga phoenix untuk bertarung melawan orang orang ini. "Ayo maju, habisi aku sekarang, bila kalian tak mau kulenyapkan dari dunia ini!" Ucapnya dengan senyum sinis.
Orang orang tidak langsung terpancing emosi begitu saja kala mendengar ucapan Feng Ying. Karna mereka tahu, bila Feng Ying berbahaya. Mereka tak bisa bertindak gegabah saat ini.
"Oh.. Kalian tak mau maju? Apa aku yang harus memulainya terlebih dahulu?" Ucap Feng Ying. Dari bawah tanah di dekat Feng Ying tiba tiba saja muncul benda berwarna hitam, seperti bayangan.
Bayangan hitam membentuk tangan tangan besar yang langsung melesat ke arah para kultivator.
Boomm
Beberapa permukaan tanah dimana tempat jatuhnya tangan bayangan langsung menjadi semakin rusak. Bahkan ada yang berubah menjadi cekungan.
Para kultivator menghindari serangan serangan Feng Ying dengan gesit.
"Dia memiliki elemen kegelapan! Sangat langka!"
"Jangan diam saja! Kita juga harus menyerangnya!"
__ADS_1
Kultivator mulai bergerak menyerang Feng Ying dengan cepat. Tendangan, pukulan, bola api, gumpalan tanah, benturan senjata, terus mereka lakukan. Jurus jurus yang mereka miliki, mereka keluarkan. Bukan hanya jurus serangan, tapi mereka juga membuat jurus pelindung saat Feng Ying melakukan serangan. Mereka bertarung sambil saling melindungi satu sama lainnya.
Terkadang hal ini membuat Feng Ying cukup kesulitan. Namun ia masih bisa mengatasi semua ini. Orang orang yang menyerangnya, hanyalah serangga yang bisa ia musnahkan.
Feng Ying tersenyum smirk. Tiba tiba darah yang menggenang di permukaan tanah berubah, membentuk tubuh tubuh manusia berwarna merah. Namun mereka semua tak memiliki pikiran, karna mereka hanya gumpalan darah yang dikendalikan Feng Ying.
Banyak gumpalan darah itu yang menyerang para kultivator. Walaupun mereka hanya gumpalan darah, namun mereka lumayan mengganggu dan sulit dimusnahkan. Karna setiap mereka sudah menebasnya, maka darah yang berwujud manusia itu akan langsung membentuk ulang tubuhnya dan kembali menyerang.
Beberapa kultivator yang tersisa menyerang ke arah Feng Ying, berniat mengacaukan pikirannya agar ia tidak fokus pada darah yang ia kendalikan.
Feng Ying pun menyadarinya. Namun walau ia harus membagi fokus dengan mereka pun, ia bisa melakukannya. Ia sudah pernah menghadapi banyak pertarungan. Jadi kemampuan bertarungnya tak bisa diremehkan.
Feng Ying dengan cepat menyerang mereka dengan bayangan yang berbentuk kepalan tangan. Beberapa kultivator bisa menghindarinya dengan mudah.
Feng Ying melihat ke permukaan tanah dengan senyum smirk. Ketika para kultivator akan mendekatinya, genangan darah yang tersisa di permukaan tanah langsung membentuk bentuk yang tajam secara tiba tibs dan hal ini membuat sebagian kultivator mati begitu saja, bahkan sebelum mereka bisa menyentuh Feng Ying.
Feng Ying tak hanya diam di tempat. Ia mulai berlari ke arah kultivator yang hanya diam mematung dengan kaki gemetaran. Ia dengan mudah langsung membunuhnya. Karna pria itu tak melakukan perlawanan ataupun menghindar.
Ketika Feng Ying akan pergi menghapiri kultivator lain, sebuah serangan muncul dari arah belakang. Feng Ying yang menyadarinya langsung melompat ke samping untuk menghindar. Ia pun berbalik dan melihat siapa yang sudah berani menyerangnya.
Feng Ying tersenyum. "Oh, ternyata itu kau?"
Feng Ying memandang Zhang Bingjie seolah bingung, "Apa maksudmu? Aku Ying'er."
"Bohong! Kau kira aku tak tahu bila kau sudah mengambil alih kendali pada tubuh cucuku?" Ucap Zhang Bingjie dengan kesal. Ia sudah mendapatkan kabar ini dari Feng Chao. Begitupun seluruh keluarga yang lain. Mereka sudah mengetahui bila Feng Ying yang saat ini bukanlah Feng Ying, tetapi iblis.
"Cih, berhenti berpura pura menjadi Ying'er." Ucap Zhang Jiangwu yang tiba tiba muncul di belakang Feng Ying. Ia dengan segera langsung mengangkat pedangnya dan melakukan tebasan pada Feng Ying. Namun, Feng Ying langsung terbang ke atas dan mengambang di udara.
"Tck tck tck, kalian sepertinya tidak sabar sekali bertarung denganku." Ucap Feng Ying sambil tersenyum.
"Kembalikan Ying'er!" Ucap Zhang Jiangwu dengan tatapan tajam. Tubuhnya perlahan terbang ke udara dan kini jaraknya dengan Feng Ying sekitar beberapa meter saja.
Zhang Bingjie melakukan hal yang sama. Ia terbang di arah yang berlawanan dengan Zhang Jiangwu dan kini berada beberapa meter di belakang Feng Ying.
"Dua lawan satu, tak masalah." Ucap Feng Ying.
***
__ADS_1
Kekacauan tidak hanya terjadi di tempat dimana Feng Ying berada. Namun di arah utara, selatan, barat dan timur benua timur pun begitu. Banyak tempat yang rusak, berubah menjadi puing puing bangunan. Darah berceceran dimana mana dengan mayat yang bergelimpangan. Kejadian mengerikan ini terjadi di segala penjuru benua timur. Bahkan saat ini sebuah istana yang ada di benua timur sudah diserang seseorang tak dikenal.
Rasa tegang, takut, waspada dirasakan banyak orang di benua timur. Hanya 6 orang saja yang membuat kekacauan di benua timur, tapi keenam orang itu benar benar bisa membuat benua timur kacau. Bahkan mereka menyebarkan rasa takut pada banyak orang, karna kekacauan yang mereka lakukan.
***
Di tempat Feng Ying, semua kultivator kini kembali mati. Mereka semua tak sanggup melawan Feng Ying, setelah bertahan dan berjuang selama puluhan menit. Feng Ying seakan semakin bertambah kuat setiap saat.
Feng Ying berdiri angkuh di hadapan dua kultivator yang tersisa. Siapa lagi bila bukan Zhang Bingjie dan Zhang Jiangwu?
"Uhuk.. Uhuk.." Zhang Bingjie memuntahkan seteguk darah dari dalam mulutnya. Pakaiannya sudah sangat kotor dan tak layak pakai. Banyak luka goresan di tubuhnya yang diakibatkan oleh Feng Ying.
"Ying'er.." Zhang Jiangwu memandang Feng Ying dengan sedih. Apa mungkin anaknya takkan bisa kembali lagi? Bagaimana caranya agar ia bisa mendapatkan Feng Ying kembali? Bagaimana cara agar Feng Ying kembali sadar?
Hanya Zhang Bingjie dan Zhang Jiangwu yang datang ke tempat Feng Ying. Sementara Feng Lian dan Feng Chao berada di tempat lain. Mereka berdua ditugaskan untuk menjaga tempat pengungsian.
"Uhuk.. Ying'er sadarlah.." Ucap Zhang Bingjie dengan kesulitan. Ia berlutut di tanah dan menahan rasa sakit di tubuhnya. Begitupun dengan Zhang Jiangwu. Kondisi mereka terlihat menyedihkan saat ini, karna luka luka yang ada di tubuh mereka.
Feng Ying menatap kedua orang di hadapannya dengan kasihan, "Kalian terlihat menyedihkan sekali di depan anak dan cucu kalian." Ia pun mengulum senyum, "Apalagi kalian harus mati di tangan anak dan cucu kalian sendiri." Lanjutnya dengan tawa puas.
Feng Ying pun mengehentikan tawanya. Ia mengayunkan pedang dari atas ke bawah secara menyamping dan membuat darah yang ada di pedangnya berceceran di tanah. Ia menatap pedangnya yang nampak indah di matanya dengan bercak bercak merah yang masih ada pada besi pedang.
Feng Ying berjalan maju menghampiri dua orang yang berlutut tak berdaya di hadapannya. Mereka berdua kalah dengan dirinya setelah mereka bertarung selama puluhan menit. "Kalian tahu, kenapa aku menjadi semakin kuat setiap saatnya?"
Zhang Jiangwu dan Zhang Bingjie menatap Feng Ying tajam. Saat bertarung dengan pemuda itu, mereka memang merasa bila kekuatannya semakin bertambah tiap waktu.
Feng Ying terkekeh pelan melihat ekspresi mereka, "Itu terjadi karna kalian sendiri."
Dua orang di hadapannya mengerutkan kening karna merasa tak mengerti.
"Ah, maksudku bukan kalian. Tapi ras kalian, manusia. Kalian membiarkan rasa takut, marah dan sedih mengendalikan diri kalian sendiri. Semakin banyak orang yang mengeluarkan perasaan negatif seperti itu, maka aku akan semakin kuat. Terlebih bila semakin banyak orang yang mati, maka energi negatif akan semakin besar. Karna energi negatif itu masuk ke dalam tubuhku, menjadikannya sebagai kekuatan yang bisa kugunakan.
Dan kalian harus tahu, bila semakin banyak energi negatif yang kuserap, maka kesempatan kalian untuk bertemu dengannya lagi, semakin tipis. Lalu menghilang. Jiwa Feng Ying, akan benar benar mati dan menghilang dari dunia. Ini 'lah salah satu alasan mengapa aku mengajarinya kultivasi yang berbeda. Kultivasi yang dapat menyerap energi negatif. Jika dia semakin banyak menyerapnya, maka rasa belas kasihan yang ia miliki akan hilang. Bukan hanya itu, tapi jiwanya pun bisa hilang dari dunia ini dengan sendirinya. Bila itu terjadi, maka aku bisa mengendalikan tubuh Feng Ying sepenuhnya dan.. selamanya." Feng Ying tersenyum smirk. Ia berhenti mendekati mereka kala dirinya sudah berada tepat di depan keduanya.
Zhang Jiangwu dan Zhang Bingjie terbelalak mendengar ucapan Feng Ying. Mereka tidak tahu sama sekali tentang kultivasi menyerap energi negatif yang dikatakan oleh Feng Ying. Mereka tidak tahu bila Feng Ying bisa melakukan kultivasi semacam itu untuk meningkatkan kekuatannya.
"Baiklah sudah cukup obrolannya." Feng Ying mengangkat pedangnya dan bersiap untuk memenggal kepala mereka berdua.
__ADS_1
"Ying!" Belum sempat Feng Ying membunuh kedua orang itu, sebuah seruan terdengar bersamaan dengan munculnya seorang pemuda yang tiba tiba berada di belakang Zhang Jiangwu dan Zhang Bingjie di jarak beberapa meter dari mereka.