
"Aku tak percaya ketika mengetahui bahwa semua orang yang ada di rumah Wali kota telah tewas. Bahkan Wali kota dan Tuan muda Bai juga tewas. Kira kira siapa yang bisa membunuh Wali kota?" ucap seorang warga.
"Benarkah?! Aku baru mendengarnya darimu. Apa kau melihatnya sendiri ke sana?"
Warga itu menggelengkan kepala, "Aku hanya mendengarnya dari penjaga yang ada di sana. Penjaga itu awalnya ingin bergantian bertugas dengan rekannya. Tapi ternyata semua orang di sana sudah tewas."
"Bahkan Wali kota juga menjadi korban? Hah.. Kira kira siapa pelaku dari pembunuhan itu, ya? Pelakunya pasti kuat."
Warga di sampingnya mengangguk. Dia dan temannya tidak menyadari ada seseorang yang mencuri dengar dari pembicaraan keduanya.
Wang Chen yang sedari tadi mendengar ucapan kedua warga itu terkejut. "Apa maksud mereka adalah dua orang di restoran kemarin? Sepertinya iya" gumamnya.
Nyawn~
Wang Chen melirik Wang Feng yang berjalan di sampingnya, "Iya kita akan mencari Ying. Kau tenang saja, tidak akan terjadi sesuatu dengannya."
Nyawn~
Wang Feng mengangguk. Ia percaya dengan ucapan Wang Chen.
Saat kemarin, ia bisa menolong Wang Chen tepat waktu karna merasakan bahwa Wang Chen berada dalam bahaya. Ia tau bau tubuh bocah itu. Jadi ia langsung mencari Wang Chen.
***
Feng Ying berjalan jalan di siang hari ini. Ia sudah pergi menuju kekaisaran Naga api. Sebenarnya ia tau bila Wang Feng bisa berubah menjadi harimau bulan yang besar sejak keluar dari telur, tidak seperti harimau bulan lainnya. Sejak pertama kali Wang Feng keluar dari telur saja, Feng Ying sudah tau bila harimau bulan itu bukan seperti harimau bulan pada umumnya. Feng Ying yang berada di tingkat grandmaster bintang 5 saja tak bisa melihat tingkatan Wang Feng yang sebenarnya.
Wang Feng sudah memiliki kekuatan di tingkat grandmaster bintang 8. Biasanya, harimau bulan yang baru saja keluar dari telurnya hanya berada di tingkat Qi foundation bintang 3. Perbedaan kekuatan Wang Feng dengan harimau bulan pada umumnya tentu sangat jauh.
Feng Ying juga mengetahui bila pria kekar yang pertama kali ia temui di benua tengah akan mencari dirinya dan Wang Chen untuk membalas dendam. Ia sudah tau bila pria kekar itu berbohong tentang 'seorang adik' yang dikatakan pria itu, hanya dengan melihat tatapan matanya.
Lalu, Feng Ying juga mengetahui bila ia mengusir Wang Feng, maka Wang Chen juga akan mencari harimau bulan itu. Ia memprediksi bila Wang Chen kemungkinan besar akan bertemu dengan pria kekar itu kembali saat sedang mencari Wang Feng.
Harimau bulan memiliki insting dan perasa yang sangat peka dengan orang yang sudah dekat dengannya. Jadi, saat Wang Chen berada dalam masalah, maka Wang Feng akan merasakannya. Lalu iapun akan mencari Wang Chen dan menolong bocah itu.
Alasan sebenarnya Feng Ying ingin Wang Feng pergi adalah agar harimau bulan itu bisa memperlihatkan kekuatannya. Saat Wang Chen dalam bahaya, harimau bulan itu pasti akan memperlihatkan kekuatannya yang sebenarnya dan berubah menjadi harimau bulan yang besar.
Jadi, sebenarnya bukan Feng Ying tidak menyukai Wang Feng. Ia hanya ingin tau kekuatan Wang Feng saja dan melihat kekuatan harimau bulan itu.
***
Wang Chen pergi mencari Feng Ying bersama Wang Feng ke sekeliling kota dari pagi sampai siang hari ini. Namun, mereka tidak juga menemukannya. Beberapa kali mereka kembali ke tempat yang sudah mereka lalui untuk memastikan keberadaan Feng Ying. Namun tetap tidak mereka temukan.
Wang Feng sebenarnya bisa mengingat bau tubuh dari Feng Ying. Hanya saja, bocah itu terlalu jauh dari jangkauan penciumannya. Wang Feng tidak merasakan Feng Ying dalam bahaya, jadi ia agak lebih tenang.
Walaupun Feng Ying sudah mengusirnya, namun Wang Feng tidak marah sama sekali. Karna apa yang dikatakan Feng Ying kemarin memanglah ada benarnya.
"Ying.. Kau di mana?" batin Wang Chen. Ia sebenarnya agak khawatir dengan Feng Ying. Ia juga merasa bersalah karna sudah mengatakan bahwa Feng Ying 'keterlaluan' dan meninggalkan temannya itu.
***
__ADS_1
Di tempat Feng Ying berada. "Apa yang akan kulakukan sambil menunggu Chen?" gumamnya. Feng Ying berhenti berjalan dan tatapannya langsung terarah pada seorang pria tua yang duduk di pinggiran jalan.
Pria tua itu nampak menyodorkan tangannya ke atas, "Tolong berikan saya makanan.. Siapapun.. Saya sudah tidak makan tiga hari.. Saya sangat lapar" ucapnya.
Seorang pemuda pergi menghampiri pria tua itu, "Apa yang kau lakukan di depan restoranku?! Pergi sekarang juga! Kau mengganggu semua pelangganku!"
Pria tua itu menyodorkan tangannya ke arah pemuda yang berdiri di depannya. Ia menengadahkan kepala ke atas, "Tolong berikan saya makanan.. Saya sudah tidak makan tiga hari.. Saya sangat lapar.." ucapnya sedang lemah.
Pemuda itu langsung menampar tangan pria tua yang disodorkan kearahnya, "Pergi kau dari sini! Menjijikan, kau sangat kotor! Pergi sekarang dari hadapanku!"
"Tolong berikan saya makanan..," pria tua itu langsung memegang kaki pemuda di depannya dan menatap pemuda itu dengan tatapan memohon.
"Cih, pergi kau dari sini!", pemuda itu langsung menendang pria tua hingga membuat pria tua itu tersungkur di tanah. Iapun menginjak kepala pria tua itu beberapa kali, "Kau pergilah dari sini dan jangan pernah datang kemari lagi! Dasar menjijikan!"
Feng Ying berjalan menghampiri kedua orang itu, "Lepaskan kakek itu, paman."
Pemuda tersebut langsung menurunkan kakinya dari kepala pria tua. Ia menatap Feng Ying dengan marah, "Apa kau bilang?! Paman?!", ia tak suka bila dipanggil paman karna itu seperti mengatakan bahwa dia sudah tua.
Feng Ying mengerutkan kening seakan tak mengerti, "Kenapa paman marah?"
"Jangan terus memanggilku 'paman', bocah!" ucap pemuda itu. Ia hendak memukul Feng Ying. Namun, Feng Ying menahan pergelangan tangan pemuda itu.
"Paman lemah sekali. Hanya berani pada seorang anak kecil" ucap Feng Ying dengan wajah polos.
Pemuda itu melepaskan cengkraman tangan Feng Ying dengan kasar. Iapun langsung pergi masuk kembali ke dalam restoran dengan raut wajah kesal.
Ketika sudah berada di dalam, ia melihat pergelangan tangannya yang merah karna dicengkram tangan Feng Ying, "Sstt sakit.. Tulangku sepertinya agak retak. Siapa bocah itu? Dia sangat kuat."
***
Pria tua itu menatap Feng Ying dengan raut wajah bahagia, "Benarkah nak? Terimakasih.. Terimakasih," pria tua itu langsung menangis.
Feng Ying menjadi heran karna pria tua itu tiba tiba saja menangis. "Kurasa aku tak melukainya sama sekali. Ada apa dengannya?"
***
Feng Ying dan pria tua itu kini berada di dalam restoran. Tentunya restoran ini bukan milik dari pemuda tadi. Mereka pergi ke restoran yang agak jauh.
Feng Ying menyewa keseluruhan restoran ini. Karna ia tau, bila pengunjung lain pasti akan merasa terganggu dan protes bila ia membawa pria tua itu ke dalam restoran ini. Jadi, lebih baik ia menyewa keseluruhan restoran untuk sehari.
Di atas meja, sudah terhidang banyak macam makanan. Pria tua itu nampak menangis karna ia akhirnya dapat makan. Ia menatap Feng Ying dengan rasa syukur. Iapun menarik tangan bocah itu dan memegangnya, "Terimakasih nak.. Kau sangat baik.. Akhirnya saya bisa makan.."
Feng Ying tersenyum. "Sekarang kakek makan saja. Bila tidak habis, kakek bisa membungkusnya untuk dibawa pulang."
"A- maaf, aku sudah memegang tanganmu dengan tangan kotorku," pria tua itu melepaskan tangannya dari Feng Ying.
Feng Ying menggelengkan kepala, "Tidak, tangan kakek tidak kotor. Itu hanya kata orang orang saja. Sekarang kakek makanlah yang banyak. Karna kakek tadi bilang, bahwa kakek lapar."
Pria tua itu mengangguk. Ia mengambil sendok dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. "Ini sangat.. Enak."
__ADS_1
"Kalau begitu, habiskan semuanya," Feng Ying tersenyum.
Pria tua itu mengangguk. Iapun melanjutkan makannya.
Feng Ying menolong pria tua itu bukan karna rasa kasihan ataupun empati. Alasannya menolong dan memberikan pria tua itu makanan hanya karna bosan dan tanpa maksud apapun. Ia hanya iseng saja menolong.
***
Setelah selesai, Feng Ying dan pria tua itu keluar dari restoran. Feng Ying sudah membayar semuanya semenjak pertama kali masuk. Jadi ia langsung pergi bersama pengemis tua itu setelah selesai. Beberapa makanan dibungkus, karna tak habis. Makanan yang dibungkus dibawa oleh pria tua karna Feng Ying memberikannya.
"Terimakasih nak.. Kau sangat baik padaku.." ucap pria tua. Ia tersenyum bahagia.
Feng Ying memberikan sekantung kecil koin emas kepada pengemis tua, "Ini untuk kakek. Mungkin dengan ini, kakek bisa merubah hidup kakek menjadi lebih baik."
Pengemis tua itu menerimanya. "Terimakasih.. Semoga apa yang kau lakukan dibalas dengan kebaikan, nak."
Feng Ying mengangguk dan tersenyum tipis.
"Suatu saat, kegelapan hatimu akan diterangi oleh cahaya. Disanalah kau akan menemukan sosok yang berharga bagimu. Namun, ketika cahaya itu pergi, maka kehancuran dunia akan dimulai," pria tua itu tersenyum. Iapun pergi meninggalkan Feng Ying setelah mengatakan itu.
Feng Ying berdiri diam di tempat. Ia menatap punggung pria tua itu yang semakin menjauh dengan raut wajah heran. "Apa maksud dari ucapannya?"
Feng Ying pun menggelengkan kepala, "Terserahlah.. Aku tak ingin memikirkannya. Lagi pula, itu tak penting"
>> Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tingkat kekuatan di dunia ini:
*Pemula\=1-9
*Qi condensation\=1-9
*Qi foundation\=1-9
*Master\=1-9
*Grandmaster\=1-9
*Prajurit\=1-9
*Jenderal\=1-9
*Kaisar\=1-9
*Bumi\=1-7
*Langit\=1-7
__ADS_1
*Immortal