
Wang Chen, Feng Ying dan Wang Feng terus berjalan lurus. Tidak ada percakapan sama sekali diantara mereka, selain Wang Chen yang terus mengeluh.
"Y- Ying.. Aku.. Ingin-"
Feng Ying memotong ucapan Wang Chen, "Bukankah aku sudah bilang, bahwa bila kau terus mengeluh, maka aku akan menghukum mu. Jadi jangan mengeluh terus seperti itu."
"Tapi Ying.. Aku.. Hah.. Hah.."
"Haish.. Kau cerewet sekali Chen. Diamlah, mereka akan segera menunjukkan diri mereka" ucap Feng Ying dengan kesal.
Tak lama setelah Feng Ying berucap demikian, 3 orang muncul di balik pepohonan, tak jauh dari mereka. "Heh, sepertinya kau sudah mengetahui keberadaan kami" ucap salah satu orang sambil menatap Feng Ying dengan sinis.
Feng Ying menatap ketiga pria itu dengan malas, "Sebelum kalian menyerang, jawab pertanyaanku. Apa setelah keluar dari hutan ini, kami bisa menemukan kota?"
Mungkin sangat konyol karna Feng Ying menanyakan hal seperti ini pada penjahat. Namun, tak ada pilihan lain. Tidak ada orang lain lagi yang bisa ditanya.
"Heh, kau pikir bisa melewati kami?" ucap seorang bertubuh kekar dengan angkuh, "Kalian akan mati di sini. Jadi tak perlu menanyakan kota. Karna kalian akan pergi ke alam baka" lanjutnya.
"Maka dari itu, seharusnya kalian menjawab dulu pertanyaanku. Bila aku mati, roh ku akan bergentayangan hanya karna mencari kota. Lebih baik kalian menjawab pertanyaanku. Sehingga nanti, aku tidak menjadi roh penasaran" ucap Feng Ying sambil tersenyum.
"Benar juga ucapanmu. Baiklah, aku akan menjawabnya. Setelah keluar dari hutan ini, kalian hanya perlu berjalan lurus terus selama berjam jam. Maka kalian akan sampai di Ibu Kota. Di sana akan tertulis nama Ibu Kota.
Kalian pasti sudah tau bila Ibu Kota di kekaisaran ini berbeda dengan kekaisaran lain. Karna Ibu Kota kekaisaran ini cukup jauh dari istana. Itulah yang membedakannya" jelas salah satu bandit dengan rinci, tanpa kesalahan kata.
Feng Ying mengangguk angguk dan tersenyum, "Hehe.. Kalau begitu Chen, kau urus mereka."
Feng Ying tiba tiba menghilang dan muncul di jarak 2 meter dari belakang Wang Chen.
Semua bandit terkejut melihat Feng Ying yang bisa berpindah tempat dengan cepat. Di pikiran mereka saat ini hanya ada satu pertanyaan, 'Apa bocah itu dapat berteleportasi?'
Wang Chen ikut terkejut. Namun, bukan karna Feng Ying yang bisa menghilang dengan cepat. Melainkan, karna Feng Ying benar benar menyerahkan ketiga bandit itu untuk diurus olehnya.
Kaki Wang Chen bergetar karna lelah. Keringat bercucuran di tubuhnya. Mulutnya terasa kering. Keempat belati masih melekat ditubuhnya dan membuat Wang Chen kesulitan bergerak. Lalu sekarang, dalam kondisi seperti ini, Feng Ying menyuruhnya untuk membereskan ketiga bandit. Mana mungkin ia bisa bertarung dalam kondisi seperti ini?!
Ketiga bandit melihat ke arah Wang Chen. Mereka mengira, kaki Wang Chen bergetar karna berhadapan dengan mereka. Hal ini membuat mereka bertiga meremehkan Wang Chen.
"Heh, hanya anak ingusan! Berhadapan dengan kami saja kau sudah takut seperti itu. Hanya mendapatkan satu sentilan, kau pasti jatuh" ucap salah satu pria dengan senyuman sinis.
Wang Feng berlari menjauh dari Wang Chen. Ia diperintahkan oleh Feng Ying untuk pergi ke tempatnya. Walaupun dirinya enggan, namun dia tidak mungkin menentang ucapan Feng Ying yang mengatakan bahwa dirinya tak boleh membantu Wang Chen.
Salah satu pria nampak berjalan mendekat pada Wang Chen. Kini, ia berjarak 1 meter dengan bocah itu. "Sangat mudah untuk mengalahkanmu. Cukup aku seorang saja yang melakukan ini" ucap bandit itu dengan percaya diri tinggi.
Pria itu langsung mengeluarkan aura membunuhnya dan diarahkan langsung pada Wang Chen.
"Si- sial, aku.. Sudah tak tahan la.. Gi" batin Wang Chen. Kakinya masih bergetar hebat.
"Kau pasti bisa mengalahkan mereka, Chen!" ucap Feng Ying dengan bangga.
Beberapa detik kemudian, bandit itu menatap ke arah Wang Chen dengan menahan tawa, "Bhufftt.. Hahahaha bocah tadi menyerahkan kami pada bocah ingusan ini dengan bangganya. Tapi sekarang, hahaha. Bocah ingusan ini saja sudah kencing di celana hanya karna merasakan hawa membunuh yang ku arahkan padanya, hahaha."
Kedua temannya ikut tertawa ketika melihat pakaian bawah Wang Chen nampak basah. Sudah jelas sekali bila bocah itu mengompol di celana.
Feng Ying yang mendengar itu langsung menatap Wang Chen dari belakang dengan tak percaya. Dia sudah menyerahkan urusan bandit pada Wang Chen dengan percaya dirinya. Tapi Wang Chen menghancurkan kepercayaannya dan membuat musuh meremehkannya, juga menertawainya. Feng Ying tak terima ini!
__ADS_1
"Chen!" teriaknya.
Wang Chen menahan malu karna ditertawakan oleh tiga orang bandit di depannya. Ia sudah sejak tadi menahan buang air. Setiap ia ingin mengatakan bahwa dirinya ingin buang air, Feng Ying selalu memotong ucapannya dan tak mendengarkan.
"Ini salahmu.. Ying! Bila sa.. Ja.. Kau memberikanku.. Waktu untuk berbicara.. Ini.. Takkan terjadi!" ucap Wang Chen dengan nada kesal, juga malu. Ia sangat kesulitan untuk berbicara, bukan hanya karna lelah. Namun juga karna beban benda yang dibawanya.
Pria bandit itu masih tertawa keras. Begitupun kedua temannya.
"Lalu kenapa kau tidak langsung katakan saja?!" kesal Feng Ying yang juga tidak mau mengakui kesalahannya.
"Aku.. Sudah.. Mengatakan bahwa-"
Belun selesai Wang Chen berucap, terdengar suara Feng Ying kembali, "Menyebalkan! Kalau begini, aku yang harus membereskan mereka!"
Feng Ying menghilang dari tempatnya berada. Iapun muncul di jarak beberapa meter di depan Wang Chen dan semua bandit. "Kalian.. Akan kuhabisi."
Feng Ying nampak mencengkram leher seorang bandit yang tadi mengarahkan aura membunuhnya pada Wang Chen. Punggung bandit itu mengenai batang pohon di belakangnya. Kakinya memang masih menapak pada tanah, walaupun lehernya dicengkram oleh Feng Ying. Tetapi, tetap saja dirinya kesulitan bernafas.
Kedua bandit yang tersisa terkejut ketika tidak melihat keberadaan satu teman mereka. Mereka pun melihat ke arah belakang Wang Chen dan tak melihat Feng Ying. Kemudian, mereka berbalik dan kembali terkejut ketika melihat leher teman mereka dicengkram kuat oleh seorang bocah.
Wang Chen juga terkejut ketika melihat tindakan Feng Ying yang begitu cepat.
"Si- sialan! Lepaskan.. Aku!" ucap bandit yang kini lehernya sedang dicengkram oleh Feng Ying. Ia mencengkram balik tangan Feng Ying dan mencoba melepaskan tangan bocah itu darinya. Namun, ia tidak bisa melakukan itu sama sekali.
Karna tak bisa melepaskan cengkraman Feng Ying, bandit itu mengeluarkn seluruh aura membunuhnya dan diarahkan pada Feng Ying. Ia mengira dengan cara ini, maka Feng Ying akan menjauh dan melepaskannya.
"Heh, kau kira aku akan takut dengan auramu itu?" ucap Feng Ying. Iapun menatap mata bandit itu. Feng Ying langsung mengeluarkan sebagian aura membunuhnya dan diarahkan pada bandit.
"Uhk.. A- apa.. Ini?" ucap bandit dengan kesulitan. Kini dirinya lebih kesulitan bernafas setelah Feng Ying mengeluarkan aura membunuhnya. Bahkan dirinya langsung terbatuk darah. Aura membunuh yang ia keluarkan kalah dengan aura membunuh bocah yang akan menjadi target perampokannya.
Bukan hanya bandit itu saja yang merasakannya, dua bandit lainnya juga sedikit merasakan aura membunuh Feng Ying. Padahal, mereka berjarak cukup jauh dengan bocah itu.
"A- apa ini.. Ba- bagaimana mungkin?" ucap salah satu bandit dengan kaki bergetar.
"Mengerikan" batin Wang Chen. Ia tak bisa menahan beban lagi. Sehingga, dirinya langsung jatuh dengan posisi wajah mencium tanah.
"Pergilah dengan tenang" ucap Feng Ying sambil tersenyum licik. Iapun mencengkram leher bandit di depannya dengan semakin kuat.
Krakkk
Leher bandit itu seketika remuk dan hancur. Kepalanya jatuh ke tanah, disusul dengan tubuhnya. Darah sedikit mengenai pipi Feng Ying. Terlebih, tangannya yang digunakan untuk mencengkram leher bandit itu yang kini basah oleh darah. Ia tiba tiba menghilang. Bersamaan dengan itu..
Ssrraatt
Brruukk
Bruukk
Dua kepala terjatuh ke tanah, disusul dengan dua tubuh. Feng Ying berdiri di jarak 2 meter dari depan Wang Chen sambil menggerakkan belati yang dipegang dari atas ke bawah secara menyamping. Darah pada belati langsung terciprat ke tanah. Aura membunuh di tubuhnya masih terasa untuk Wang Chen. Karna Feng Ying memang masih mengeluarkannya.
"Y- Ying.." ucap Wang Chen dengan kesulitan. Ia merasa agak ketakutan ketika merasakan aura membunuh yang kini Feng Ying arahkan padanya.
Feng Ying berbalik ketika mendengar suara Wang Chen. Ia pun memutar mutar belati dan melemparkannya ke atas sambil menatap Wang Chen dengan dingin.
__ADS_1
Hap!
Feng Ying langsung menangkap belati miliknya. Iapun berjalan mendekat dan berjongkok di depan Wang Chen, "Kau tau? Siapapun yang tidak bisa melakukan perintah yang kuberikan dalam latihan, maka dia harus mati. Karna sudah mengecewakanku."
"A- apa?", Wang Chen terkejut mendengar ucapan Feng Ying.
Wang Feng langsung berlari ke arah Feng Ying, ketika bocah itu akan menyayatkan belati pada Wang Chen. Iapun langsung melompat dan mencakar wajah Feng Ying.
Srraattt
"Aarkh, harimau sialan!", Feng Ying segera mengambil tubuh Wang Feng dari wajahnya dan menatap harimau bulan itu dengan tajam. Wajahnya saat ini nampak terluka oleh goresan goresan cakar Wang Feng. Namun, hanya dalam beberapa waktu, luka itu mulai sembuh.
Nyawn!
Feng Ying langsung tersenyum sinis ke arah Wang Feng, "Heh.. Karna kau sudah menggangguku, maka kau harus mati."
Feng Ying menusukkan belati pada perut Wang Feng dan menyayat perut harimau bulan kecil itu. Seketika, isi dalam perut itu terlihat dan nampak akan keluar.
Grraaoo!
Wang Feng merintih kesakitan. Nafanya mulai tak teratur. Darah terus keluar dari lukanya.
Mata Wang Chen membulat ketika melihat tindakan Feng Ying, "Y- Ying.. A- apa yang.. Kau.. Kau lakukan?!"
Feng Ying mencabut belati dari tubuh Wang Feng. Iapun melemparkan harimau bulan yang sudah sangat sekarat itu ke sampingnya.
Feng Ying menyentuh dagu Wang Chen dan mencengkramnya. Ia mengarahkan aura membunuh yang kuat pada Wang Chen dan tersenyum jahat, "Apa yang kuakukan? Aku hanya menyingkirkan pengganggu. Hah.. Dan sebaiknya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri. Karna sekarang kau akan mati dan pergi ke alam baka."
Wang Chen menatap ke arah di mana Wang Feng tergeletak. Matanya mulai berkaca kaca, "Kenapa.. Ke- kenapa kau melakukan.. I.. Ini?"
Wang Chen kembali menatap Feng Ying dengan air mata yang sudah menetes mengenai pipinya. Wang Feng seperti teman baginya. Kehilangan dirinya, tentu membuat Wang Chen marah. Terlebih, yang melakukan itu adalah temannya yang menemukan Wang Feng. Orang yang ia percaya.
"Sungguh bodoh menanyakan itu padaku, Chen," Feng Ying terkekeh.
Wang Chen mengepalkan tangan. Ia tadi memang merasa takut, karna aura membunuh yang diarahkan Feng Ying padanya cukup kuat. Namun, setelah melihat tindakan Feng Ying pada Wang Feng, membuat rasa takut Wang Chen menghilang. "Kenapa?!"
Feng Ying memutar bola mata malas, "Sebaiknya kau diam sekarang juga. Sampai jumpa.. Chen," belati mulai dijatuhkan oleh Feng Ying menuju kepala Wang Chen.
Melihat itu, Wang Chen langsung terkejut, "Ying..!!"
Staabb
***
"Ying..!!"
"Jangan berisik, Chen! Kau ingin membuat orang lain protes kemari?!"
Nyawn?
Seekor harimau bulan langsung terbangun di samping seorang bocah yang kini sedang duduk di atas tempat tidur dengan kaki yang diluruskan.
Wang Chen melihat ke arah sekitar dan mengetahui bila dirinya berada dalam sebuah ruangan. Iapun menjadi heran. Namun ketika mendengar suara Wang Feng, ia langsung menatap ke arah harimau bulan yang diam di sampingnya. "Wang Feng? Wang Feng..!!"
__ADS_1
Wang Chen langsung memeluk Wang Feng. Bahkan ia sedikit terisak saat ini. "Wang Feng.."