Feng Ying

Feng Ying
117 -Wang Chen IV


__ADS_3

Pemuda itu menjatuhkan mayat ibu Wang Chen setelah mengobrak abrik organ dalam wanita itu. Iapun langsung mengubah posisi berdirinya menghadap pada tempat dimana Wang Chen berada. Pakaian dan tubuhnya begitu basah dengan darah. Wajahnya pun tak luput dari cipratan darah. Tatapan tajam meremehkan dan senyuman sinisnya menatap Wang Chen.


Wang Chen menatap pemuda itu dengan tajam dan benci. Ia masih tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana wajah pemuda itu, bukan karna noda darah yang cukup banyak di wajahnya saja. Tapi juga karna keadaan sekitar yang mulai malam.


"Kemari kau, sialan! Aku akan membunuhmu!" teriak Wang Chen.


"Lakukan saja, bila kau bisa." Ucap pemuda itu dengan senyuman sinis.


Wang Chen terdiam ketika mendengar suara yang diucapkan pemuda itu. Suaranya adalah suara yang ia kenal. Suara seorang pemuda berusia 17 tahun yang masuk ke portal bersamanya dan merupakan temannya. Suara itu tidak berbeda dan sangat mirip. "S-siapa kau.." Wang Chen menatap dengan tatapan tajam.


Tiba tiba saja, pemuda itu yang awalnya terlihat berusia 25 tahun berubah menjadi pemuda berusia 17 tahun. Ia berjalan mendekat pada Wang Chen dan berdiri di hadapan Wang Chen yang terdiam membeku ketika tahu siapa dirinya. "Chen.." ia tersenyum.


***


Feng Ying kini berada di sebuah tempat yang sangat gelap. Tidak ada cahaya sama sekali di sekitarnya, membuat Feng Ying tak bisa melihat apapun. Ia sudah berkeliling saat tadi dan mencoba mencari jalan keluar. Namun, ia tidak menemukan apapun. Hanya ada kekosongan gelap tanpa batas. Sehingga, Feng Ying memilih untuk duduk dan diam, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Walau begitu, tetap saja tak terjadi apapun. "Aarghh!! Kenapa aku berada di tempat ini?! Kenapa tidak ada apapun?! Membosankan!" keluhnya.


"..Apa aku harus terus diam saja seperti ini dan menunggu keajaiban?!" lanjutnya.


Kini, Feng Ying memilih untuk tidur dan menunggu keajaiban yang mungkin datang padanya dan membuatnya bisa keluar dari tempat membosankan tanpa cahaya dan tanpa apapun ini.


***


"Y-Ying.." Akhirnya Wang Chen dapat mengeluarkan ucapannya. Walaupun hanya satu kata.

__ADS_1


"Chen, bagaimana kabarmu?" Ucap pemuda itu yang kini berubah menjadi Feng Ying berumur 17 tahun. Ia kembali tersenyum.


"Y-Ying.. K-kenapa kau.. Kenapa kau membunuh ibuku, hah?!" Ucap Wang Chen dengan marah. Ia seakan kehilangan ketenangannya setelah melihat ibunya mati tepat di depannya. Ia bahkan tanpa pikir panjang maupun ragu, mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya. Ia juga mungkin akan bertindak tanpa berpikir saat ini, karna emosi.


Feng Ying tersenyum menyeringai, "Kau melihatnya tadi? Apa yang akan kau lakukan sekarang setelah melihatnya? Apa kau marah padaku atau kau bahkan membenciku?"


Wang Chen dengan emosi langsung memukul pipi Feng Ying dengan keras, bahkan wajahnya langsung berpaling. "Kenapa.. Kenapa kau melakukan ini, hah?! Apa salah ibuku padamu, hingga kau membunuhnya!"


Feng Ying memalingkan wajahnya kembali dan menatap Wang Chen masih dengan senyuman, walaupun Wang Chen sedang menatapnya dengan tajam. "Apa artinya sekarang kau dendam padaku? Kau ingin membunuhku? Tapi.. Sebelum itu, memangnya kau bisa membunuhku?"


Feng Ying mulai berbisik, "..Membunuh temanmu sendiri."


Wang Chen dibuat diam oleh perkataan Feng Ying. Ia mengepalkan tangan hingga kukunya melukai tangannya dan meneteskan darah.


Wang Chen menampar tangan Feng Ying dan membuat tangan pemuda itu lepas dari dagunya. "Aku tidak pernah mengatakan akan tetap bersamamu, bila kau membunuh orang yang kusayangi!"


Feng Ying menaikkan sebelah alisnya dan nampak tertarik, "Kau yakin? Padahal.. Kau terus memaksaku agar kau diperbolehkan ikut denganku. Apa kau lupa? Tapi sekarang.. Kau ingin pergi?"


"Aku tidak peduli dengan itu, sialan! Yang kutahu, kau.." Wang Chen menunjuk Feng Ying. "Sudah membunuh ibuku! Kau pembunuh! Maka dari itu, aku akan membalasnya!"


Feng Ying memiringkan kepala, "Benarkah? Hm.. Menarik.."


Wang Chen menggertakkan giginya. Iapun melakukan tendangan menyerang pada Feng Ying. Namun, pemuda itu langsung melompat mundur dan menghindar.

__ADS_1


"Wah.. Wah.. Santai~ tak perlu terburu buru. Aku masih memiliki banyak waktu bermain main denganmu, Chen~" Ucap Feng Ying dengan santai.


Wang Chen menggertakkan gigi. Ia menghilang dari tempatnya berada dan muncul dari arah samping Feng Ying. Ketika dirinya akan melakukan serangan, Feng Ying sudah menghilang dan muncul dari sampingnya dan menggegam tangannya. Feng Ying menghantamkan tubuh Wang Chen ke tanah dengan keras. "Aargh." Wang Chen meringis kesakitan.


Feng Ying masih menggegam tangan Wang Chen. Ia memelintirnya dan mematahkan tangan pemuda itu. "Aarrgghh!"


"Apa kau suka, hm? Atau ini masih kurang?" Ucap Feng Ying dengan senyum seringaian. "Dengar, Chen.. Kau itu.. Hanyalah seorang penipu. Kau berkata akan menjagaku.. Menolongku.. Dan akan selalu ada disisiku untuk menjadi perisai bagiku. Kau bahkan belum membayar 'hutang' saat itu. Tapi nyatanya, kau tak melakukan apapun sama sekali. Kata kata itu.. Hanya terucap saja tanpa dilakukan. Kau sama saja menjadi seorang pembohong."


Wang Chen masih meringis kesakitan. Namun dirinya mendengarkan semua ucapan Feng Ying dan itu membuatnya menyadari sesuatu. "Lepaskan, sialan! Kau bukan Ying! Karna Ying tak mengingat apapun tentang diriku dan pertemuannya denganku! Tapi kau tadi mengatakan tentang 'hutang' saat itu!"


Feng Ying menyeringai. Ia berjalan mengintari Wang Chen yang berdiri dengan tangan yang tinggal satu saat ini. Ia pun berhenti tepat di depan Wang Chen. "Bila aku memang temanmu, bagaimana? Apa yang akan kau lakukan? Apa kau tetap akan membunuhku, setelah aku menghabisi ibumu?"


Wang Chen menatap pemuda di depannya dengan tajam. "Ying tidak akan melakukan itu! Aku takkan terjebak lagi denganmu!"


Feng Ying tertawa. Ia bahkan menutupi sebagian wajahnya dengan tangan, "Haha.. Kau yakin aku takkan melakukan itu? Haish.. Chen.. Chen.. kau sangat bodoh! Aku akan melakukan apapun yang kumau dan aku takkan mendengarkan perintah dari orang lain! Apalagi orang lemah sepertimu, kau juga bahkan tak memiliki hubungan apapun denganku. Jadi untuk apa aku mendengarkanmu? Apa untungnya bagiku? Tidak ada."


Wang Chen mengepalkan tangannya. "Kalau begitu, aku akan menghentikanmu!"


Feng Ying menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum, "Kau bisa menghentikanku hanya dengan membunuhku. Tapi bila kau melakukannya, maka kau sama saja telah menjadi seorang pembohong. Kau yang seharusnya menjadi pelindungku, kini menjadi pedang yang akan membunuhku. Apa itu maumu? Apa kau masih tetap akan menghentikanku, Chen? Apa kau memang sanggup melakukannya?"


"Kenapa aku harus ragu, kau bukanlah Ying!" Ucap Wang Chen.


"Yah.. Kalau aku benar benar Ying, temanmu.. Maka apa yang akan kau lakukan? Membunuhku?" Feng Ying masih memasang senyumannya.

__ADS_1


Wang Chen kini bergelut dengan pikirannya. Bingung, jawaban apa yang harus dikatakan olehnya. Bahkan saat tadi ia mengira pemuda di depannya benar benar Feng Ying, ia sudah akan membunuhnya tanpa keraguan. Karna dia telah membunuh ibunya. Tapi kini, dirinya tahu bila itu bukan Feng Ying. Jadi tak ada alasan sama sekali untuk ragu, bahkan untuk sedikit saja. Tapi bila itu benar benar Feng Ying, apa yang akan ia lakukan? Apa ia akan membunuhnya tanpa ragu, bila Feng Ying membunuh ibunya?


__ADS_2