
Setelah memasukan kitab pemanggil ke dalam cincin ruangnya, Feng Ying berjalan menuju tempat terjadinya angin topan tadi. Ia nampak mencari sesuatu.
Setelah belasan menit, Feng Ying tidak juga menemukan apa yang dicarinya, "Sial, sepertinya cicin ruang milik mereka terbang ke tempat lain atau mungkin mereka hanyalah patriarch miskin yang bahkan tak memiliki cincin ruang sama sekali. Cih, kukira aku akan mendapatkan banyak harta dari mereka!" gerutunya.
Feng Ying pergi meninggalkan tempat itu setelah dirinya membersihkan darah di wajahnya menggunakan pakaian yang ia pakai. Sekarang, pakaiannya sangat banyak bekas darah. Sepertinya Feng Ying akan pergi untuk mengganti pakaian terlebih dahulu.
***
Di tempat Wang Chen, bocah itu nampak berada di ruang tahanan. Setelah terjadinya suara besar di luar, membuat dua tetua yang ada di depan pintu langsung pergi. Hal ini memberikan kesempatan bagi Wang Chen untuk masuk ke dalam penjara.
Ia terkejut ketika melihat ada Wang Feng di salah satu jeruji besi. Ia menghampiri harimau bulan itu dengan raut khawatir ketika melihat tubuh mungil harimau bulan itu penuh luka, "Wang Feng.. Apa kau baik baik saja?"
Tak ada respon dari Wang Feng. Karna harimau bulan itu menutup mata dan kemungkinan tidak sadarkan diri.
Melihat hal itu, membuat Wang Chen semakin cemas. Ia mengalirkan Qi yang tersisa ke tangannya dan ia berniat menghancurkan jeruji besi. Namun, Wang Chen tidak bisa menghancurkan jeruji besi sama sekali.
Semakin dirinya menyalurkan Qi ke tangan untuk memperkuat tangannya, jeruji besi itu malah menyerap Qi yang ia keluarkan. Akhirnya Wang Chen melepaskan tangan dari jeruji besi.
"Kenapa Qi yang aku keluarkan seperti terserap oleh jeruji ini?" gumamnya.
Wang Chen mengedarkan pandangannya untuk mencari kunci. Mungkin saja kunci untuk membuka tahanan ada di sini bukan?
Namun, pandangan Wang Chen kini terpaku pada tiga orang pria yang berada di dalam jeruji besi di depan jeruji besi Wang Chen. Ia mendekat ke arah jeruji besi itu untuk melihat dengan jelas siapa di sana.
"Aku seperti mengenal mereka" batin Wang Chen. Matanya langsung membulat kala memiliki satu pemikiran tentang ketiga orang itu, "Paman!"
Walaupun Wang Chen sudah berteriak dengan keras, namun tidak ada yang merespon ataupun menatap ke arahnya. Wang Chen nampak sedih ketika melihat keadaan ketiga pamannya. Ia juga langsung menyalahkan diri sendiri atas keadaan pamannya.
***
Feng Ying saat ini berada di koridor. Ia berniat mencari ruangan, "Tempat ini sangat sepi. Sepertinya kecoak yang harus dibereskan tinggal sedikit lagi" gumamnya.
Ketika Feng Ying hampir sampai di ujung koridor, ia nampak melihat seseorang. Iapun menyipitkan mata untuk melihat siapa orang itu. "Siapa dia?" batinnya.
"Kau sangat hebat karna dapat mengalahkan empat patriarch itu, anak muda" ucap sosok yang berada di ujung koridor.
Mendengar suara itu, membuat Feng Ying mengerutkan kening. Apa mungkin selain dirinya, ada orang lain yang melihat pertarungan di halaman istana tadi?
Feng Ying berlari dengan sangat cepat ke arah sosok yang ada di depannya. Ia mengeluarkan belati untuk berjaga jaga.
Belum sampai di sana, pria itu sudah menghilang. Feng Ying berniat berbalik karna merasakan hembusan angin yang melewati tubuhnya lewat samping.
Belum sempat Feng Ying berbalik, seseoramg sudah membekap mulutnya dari belakang. "Hmph! Hmph!"
"Aku tak menyangka.. Ternyata masih ada keluarga Zhang di dunia ini" ucap pria yang membekap mulut Feng Ying.
__ADS_1
Ketika mendengar suara itu dari dekat, Feng Ying mengetahui siapa pemilik suara itu. Walaupun hanya pernah mendengar sedikit suara nya, namun Feng Ying yakin bila pria yang membekapnya adalah orang itu. Kaisar baru, Jing Quo.
Feng Ying menggertakkan gigi, "Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin dia ada di sini? Dia seharusnya sudah mati di tempat itu."
Jing Quo menotok Feng Ying. Sehingga Feng Ying tidak bisa bergerak sama sekali. Ia pun berjalan ke arah depan bocah itu dan berdiri di depannya.
"Bagaimana kau bisa ada di sini?! Seharusnya kau sudah mati karna terkena jurus patriarch itu!" ucap Feng Ying.
Jing Quo mensejajarkan dirinya dengan tubuh Feng Ying. Ia tersenyum, "Kau pikir.. Aku akan semudah itu mati?"
"Aku tau kau tak mungkin mati begitu saja, karna kau dipilih menjadi Kaisar yang baru! Jadi kau tak mungkin hanya patriarch biasa. Tapi seharusnya kau tak bisa lepas dari jurus topan tadi."
"Kau benar, aku memang tak mungkin bisa lepas dari topan tadi," Jing Quo masih tersenyum sambil memandangi Feng Ying.
"Kau bocah yang sangat berani. Kau bahkan bisa membunuh empat orang patriarch hanya dengan ilusimu" lanjut Jing Quo.
Feng Ying terkejut, "Bagaimana kau bisa tau kalau aku menggunakan ilusi? Seharusnya kau tak mengetahuinya."
"Kau kira.. Setelah aku melakukan jurus bersama empat patriarch untuk mengambil kitab pemanggil iblis itu.. Aku masih tetap diriku yang sama?"
Feng Ying mencerna kata kata itu. Iapun paham apa yang dimaksud oleh Jing Quo, "Jadi setelah aku mengambil kitab itu dari kalian.. Kau yang kulihat bukanlah dirimu yang sebenarnya? Namun hanya ilusi?"
"Kau memang sangat pintar" ucap Jing Quo sambil tersenyum.
"Lebih baik kita bicara di tempat lain" ucap Jing Quo. Ia membawa Feng Ying yang tak bisa bergerak secara paksa.
"Sialan! Lepaskan aku!"
***
"Bagaimana caraku melepaskan mereka?" gumam Wang Chen. Ia terus mencoba menghancurkan jeruji besi menggunakan Qi. Namun, ia tetap tak bisa melakukan itu. Karna Qi yang ia keluarkan akan terus terserap oleh jeruji besi.
Wang Chen akhirnya menyerah. Ia duduk sambil bersandar pada jeruji besi. Ia melirik ke arah tiga orang yang berada di balik jeruji belakangnya. Matanya nampak berkaca kaca karna melihat luka yang didapat pamannya cukup parah.
"Ini semua salahku.. Maafkan aku.. Aku pasti akan segera membebaskan kalian" ucap Wang Chen. Iapun berdiri perlahan.
"Aku akan mencari Ying," Wang Chen langsung pergi menuju pintu keluar. Namun, dirinya melihat sebuah pintu lain di dekatnya. Jadi Wang Chen memilih untuk masuk ke dalam.
Dengan hati hati, Wang Chen mulai membuka pintu di depannya. Ketika pintu terbuka, Wang Chen terkejut melihat seseorang yang terikat rantai.
"Senior Shen!"
Tang Shen mengangkat wajahnya, menatap ke arah Wang Chen. Walaupun di tubuhnya banyak bekas luka cambuk dan dirinya merasa kesakitan, namun dia tak mau menunjukkan diri yang lemah. Sehingga wajahnya terlihat masih saja datar.
Wang Chen menghampiri Tang Shen, "Senior Shen.. Apa kau baik baik saja? Bagaimana mungkin senior berada di sini? Apa ini karna dua patriarch yang senior giring untuk menjauh dari ruang tahta itu mengetahui bahwa senior hanya membohongi mereka tentang bantuan yang dibutuhkan itu?"
__ADS_1
"Mereka sudah tau sejak bertemu denganku tadi, bahwa aku bukan murid aliran hitam, junior Chen" ucap Tang Shen dengan suara pelan.
"A- apa?! Dari awal?!", Wang Chen menjadi terkejut ketika mendengar ucapan Tang Shen.
"Di mana junior Ying?"
"Ying ada di halaman istana. Tapi aku tadi merasakan sedikit guncangan ketika aku mengumpulkan cincin yang ada di ruang tahta. Aku tidak tau itu guncangan yang berasal dari mana."
"Dia di halaman istana?", walaupun wajah Tang Shen masih saja datar, namun dari nadanya ada rasa keterkejutan.
Wang Chen mengangguk, "Memangnya ada apa senior Shen?" ucapnya khawatir.
"Aku tadi dengar pembicaraan dua patriarch itu bahwa mereka harus segera ke halaman istana. Pembicaraan mereka terjadi puluhan menit lalu. Sebaiknya kau pergi mengecek keadaan junior Ying."
"Tapi bagaimana denganmu, senior?"
"Aku baik baik saja. Sebaiknya kau pergi ke halaman istana sekarang."
***
"Cih, menyebalkan. Bukannya melepaskanku, kau malah mengikatku dengan rantai" ucap seorang bocah laki laki.
Ia adalah Feng Ying. Ia saat ini berada di dalam ruangan bawah tanah dan saat ini kedua tangannya diikat oleh rantai. Walaupun ia sudah bisa menggerakkan tubuhnya seperti biasa, namun sekarang tangannya diikat oleh rantai.
"Heh, mana mungkin aku akan melepaskanmu begitu saja" ucap Jing Quo. Ia berdiri di depan Feng Ying.
"Sekarang jawab pertanyaanku, bagaimana mungkin aku bisa terpengaruh ilusimu? Bila seseorang menggunakan jurus ilusi padaku, maka itu takkan berhasil. Karna mata keluarga Zhang yang memiliki ilusi terkuat. Jurus ilusi yang lemah takkan berpengaruh padaku" ucap Feng Ying dengan serius.
"Hahaha, sepertinya aku akan memperlihatkan wujudku yang asli."
Feng Ying mengerutkan kening, "Jadi kau juga saat ini masih menggunakan ilusi yang membuatku tak bisa melihat wujudmu yang sebenarnya?"
"Benar sekali. Kau memang pintar," Jing Quo tersenyum.
Perlahan, tubuh Jing Quo berubah. Ia awalnya berpenampilan pria sepuh. Namun, penampilan itu seakan luntur digantikan dengan tampilan baru.
"Inilah diriku yang sebenarnya," Jing Quo tersenyum sinis.
Feng Ying membulatkan mata ketika melihat perubahan Jing Quo.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Siapa yang sudah menebak bila Jing Quo masih hidup? Karna itu memang benar.
Siapakah Jing Quo sebenarnya?
__ADS_1