Feng Ying

Feng Ying
69 -Jian IV


__ADS_3

"Kau..!! Gara gara kau.. Semua yang kulakukan menjadi sia sia!! Kau akan menerima akibatnya..!!", Zhang Jiazhen langsung menerjang dan menyerang Jian secara tiba tiba.


Jian langsung menghilang dari tempatnya. Ia muncul dari arah samping Zhang Jiazhen dan langsung menampar tangan pria itu yang kini terkepal dan ingin melakukan tinjuan.


Tangan Zhang Jiazhen langsung meninju lantai hingga membuat lantai retak. Ia menatap ke arah samping dengan tajam.


Jian bereskpresi santai, bahkan terlihat ada tatapan mengejek, "Aku ada di sini. Kau sebenarnya berniat menyerangku atau lantai?"


Zhang Jiazhen menegakkan tubuhnya dan membentuk bola api di sekitar. Ia langsung melemparkannya pada Jian, "Terima ini!"


"Lemah!" ucap Jian. Iapun langsung menghindari semua bola api dengan mudah dan bola api pun menghantam dinding hingga meninggalkan bekas retakan yang cukup besar di beberapa titik.


Zhang Jiazhen mengambil pedang dari dalam cincin ruangnya. Iapun melesat dan menyerang Jian.


Begitupun Jian, ia mengambil belati dari dalam cincin ruang dan menyerang Zhang Jiazhen.


Sesekali Zhang Jiazhen akan menyerang dengan elemen apinya. Terkadang juga ia menyerang dengan aura membunuh. Namun, Jian tidak terganggu sama sekali dengan aura membunuh besar yang ia keluarkan.


***


Wang Chen mulai membuka mata. Hal pertama yang ia lihat adalah tempat yang minim cahaya dan jeruji besi yang berada beberapa meter darinya. "A- aku di mana?!"


Wang Chen terkejut kala menyadari bila tangannya dirantai. Ia mencoba lepas dan memberontak. Namun, semua yang ia lakukan sia sia saja. Sekarang Qi nya sudah benar benar habis. Tak ada yang bisa ia lakukan selain berharap bila temannya dapat menemukannya dan dapat menang.


"Ying.. Semoga kau baik baik saja. Maaf aku menjadi beban" gumam Wang Chen dengan menyesal. Ia melirik ke samping dan melihat bahwa dirinya berada di dalam jeruji yang bersebelahan dengan jeruji besi ketiga pamannya.


"Maaf juga paman.. Karna diriku.. Kalian seperti ini.." lirih Wang Chen. Ia tidak tega ketika melihat keadaan tiga pamannya. Iapun melihat ke arah Wang Feng yang masih belum sadarkan diri.


"Wang Feng, maaf aku tak bisa menjagamu.. Maaf karna membuatmu.. Terluka seperti itu.." lirih Wang Chen. Ia terus menyalahkan diri sendiri bahwa apa yang terjadi saat ini akibat karna dirinya.


Melihat ini semua, membuat Wang Chen bertekad untuk menjadi orang kuat dan melindungi orang orang yang ia sayangi. Ia tidak mau terjadi hal seperti ini lagi. Ia tidak mau menjadi beban.

__ADS_1


***


"Akan kuambil kembali apa yang seharusnya jadi milikku!", Jian langsung mencongkel satu mata Zhang Jiazhen.


"Ggrrhh"


Zhang Jiazhen bersandar pada dinding. Ia tak bisa berteriak terlalu keras, bila tidak, maka dirinya akan tambah kesakitan. Setelah bertarung belasan menit, ia kalah dari Jian. Ia tidak tau bagaimana Jian bisa menjadi sangat kuat. Bahkan aura membunuh yang dikeluarkan bocah itu membuatnya bergetar ketakutan.


Jian mematahkan kedua tangannya. Bahkan Jian juga melukai perutnya dengan sangat dalam sampai sampai organ dalamnya sepetti akan keluar. Ditambah, kini bocah itu mencongkel mata yang sudah ia ambil.


Kondisi koridor itu saat ini rusak parah. Dinding dinding meninggalkan cekungan hasil dari pertarungan, semua lantai pun rusak. Langit langit koridor juga beberapa runtuh.


Jian berdiri di depan Zhang Jiazhen yang sudah tak bisa melakukan banyak hal lagi. Pria sepuh itu kini pasti menggunakan Qi nya untuk menutupi semua luka serius di tubuhnya agar darah tidak terus keluar.


Jian saat ini terlihat bermandikan darah. Karna di tubuhnya terdapat banyak darah. Entah itu wajah, tangan, kaki maupun pakaian. Darah itu ada yang sudah mengering, ada juga yang masih baru. Pakaiannya koyak di sana sini. Karna pertarungan yang dilakukan saat malam dengan orang orang alitan hitam.


"Semua sudah berakhir hari ini" ucap Jian. Ia menginjak perut Zhang Jiazhen, tepat pada lukanya.


Jian tersenyum sinis. Bila Zhang Jiazhen ingin menggunakan kemampuan ilusinya, maka itu takkan berguna karna bila tubuh Feng Ying dikendalikan oleh Jian, maka kemampuan ilusinya lebih tinggi.


Jian menendang tubuh Zhang Jiazhen hingga membuat tubuh pria sepuh itu tergeletak di lantai. Iapun langsung menginjak kepala Zhang Jiazhen. "Sudah berakhir" lirihnya.


Kraakkk


Tulang tengkorak Zhang Jiazhen mulai retak dan langsung pecah kala Jian memperkuat pijakannya. Otak dari kepala yang pecah itu nampak berantakan di lantai dan membuat lantai ternodai darah.


Jian memasangkan mata Feng Ying yang ia rebut dari Zhang Jiazhen dengan hati hati. Ia sesekali mendesah karna merasa agak sakit.


Tak lama kemudian, tubuh Jian jatuh ke lantai setelah itu. Ini adalah batasnya. Ia tak bisa menggunakan tubuh Feng Ying terlalu lama. Bila saja ia mengendalikan tubuh orang lain yang memiliki kekuatan di tingkat kultivasi yang sama dengan Feng Ying satu kali saja, maka dia akan langsung mati. Karna tak kuat menanggung beban kekuatan Jian.


Namun tidak dengan Feng Ying. Ia memiliki tubuh yang sangat kuat, begitupun mental. Ia juga memiliki darah special yang tak dimiliki orang lain, membuatnya dapat menanggung beban kekuatan Jian untuk beberapa waktu.

__ADS_1


***


Di padang rumput yang luas, nampak seorang bocah laki laki yang bersandar pada sebuah batang pohon dengan tangan melipat di dada. Ia melirik ke arah cahaya yang mulai terkumpul dan memadat di udara hingga sesosok anak kecil yang mirip dengannya muncul.


"Aku mendengar semua percakapanmu tadi" ucap bocah laki laki yang bersandar pada pohon. Ia tak lain adalah Feng Ying. Iapun berjalan mendekat ke arah Jian dan berdiri di hadapan orang itu.


Iris mata Jian berwarna merah, namun bagian mata yang seharusnya putih berwarna hitam. Berbeda dengan Feng Ying.


Jian tak mengatakan apapun pada Feng Ying yang kini ada di hadapannya. Feng Ying kembali buka suara, "Kau adalah iblis yang muncul ratusan tahun lalu dan membuat perang terbesar urutan pertama, bukan begitu?"


"Tanpa aku ceritakan, kau sudah bisa menyimpulkannya" ucap singkat Jian.


"Aku tak masalah dengan itu. Tapi aku ingin bertanya, bagaimana mungkin kau bisa berada di tubuhku?" ucap Feng Ying dengan ekspresi wajah penasaran.


Jian langsung duduk bersila di atas rurumputan. Ia melambai lambaikan tangan, seakan menyuruh Feng Ying duduk.


Feng Ying mengerti dan langsung duduk di depan Jian. "Sekarang jawab pertanyaanku."


"Baiklah, dengarkan baik baik. Ratusan tahun lalu, aku tidak sepenuhnya mati karna perang itu. Sebab, jiwaku masih ada dan kekuatanku masih ada di dunia ini. Mereka tak bisa menghancurkan jiwaku. Jadi, mereka menyegelku ke dalam tubuh salah seorang keluarga Zhang yang dikatakan memiliki kekuatan dan kemampuan yang cukup untuk menahanku.


Waktu terus berlalu. Hingga akhirnya orang itu menikah dan mendapat keturunan. Diriku langsung berpindah ke tubuh keturunannya begitu saja. Mereka melakukan itu tanpa ritual apapun untuk memindahkanku.


Sepertinya.. Jurus yang keluarga Zhang gunakan untuk menyegelku bukanlah jurus biasa. Karna aku akan berpindah pindah pada keturunan orang orang itu. Tapi tergantung dengan bakat yang mereka miliki. Bila keturunannya tak memiliki bakat yang cukup, maka aku akan tetap berada di tubuh orang tersebut.


Lalu bila orang itu mati, maka aku akan berpindah pada keluarga Zhang lain yang memiliki bakat bagus yang cukup untuk menahan diriku. Kejadian itu terjadi secara terus menerus padaku.


Bila aku memaksa untuk mengambil alih orang itu dan orang itu tak memiliki kemampuan yang cukup untuk menahan beban kekuatan yang sedang kupakai, maka dia akan mati. Aku pun akan pindah ke tubuh keluarga Zhang lainnya.


Bila tidak ada keluarga Zhang yang berbakat ataupun mereka semua mati tanpa sisa, maka aku akan bebas. Walaupun aku bebas, bukan berarti aku dapat memiliki tubuhku kembali. Aku membutuhkan waktu puluhan tahun untuk membentuk ulang tubuhlu dan itu akan membutuhkan banyak tenaga dan kekuatanku.


Bila kekuatanku habis, maka aku kemungkinan akan benar benar mati ataupun tertidur di suatu tempat dengan keadaan masih menjadi roh. Saat itu terjadi, aku mengumpulkan kekuatan dari energi negatif yang ada di sekitar untuk memperkuat diriku.

__ADS_1


Jadi, setiap orang yang menjadi wadah untuk menyegelku, kebanyakan tak mengetahui bahwa aku ada pada diri mereka. Karna aku tak menunjukkan diri sama sekali dan aku juga tak mengambil alih tubuh mereka" jelas Jian


__ADS_2