
Seorang pria kekar menunjuk Wang Feng yang berdiri diam di dekat Wang Chen, "Serahkan harimau bulan itu!"
Wang Chen terkejut mendengar ucapan pria di depannya, "Maksud paman Wang Feng? Apa yang ingin paman lakukan padanya?"
Feng Ying langsung memukul kepala Wang Chen dan membuat bocah yang dipukul merintih kesakitan, "Aduh! Kenapa kau memukulku?"
"Tentu saja karna kau bodoh! Kenapa kau menanyakan apa yang ingin mereka lakukan pada harimau bulan itu?! Sudah jelas mereka ingin memeliharanya atau menjualnya! Tck, dasar. Itu saja kau tidak tau" ucap Feng Ying.
"He? Benarkah? Kalau begitu, kalian semua tidak boleh mengambil Wang Feng" ucap Wang Chen. Ia langsung berdiri di depan Wang Feng.
Nyawn~
"Tidak perlu takut Wang Feng. Aku akan melindungimu dari orang orang ini," Wang Chen melirik pada Wang Feng. Iapun kembali menatap orang orang di depannya. Ia mengira bahwa Wang Feng takut.
"Tck, dasar Chen bodoh! Dia berkata bahwa dia bisa mengatasi ini," Feng Ying menepuk wajahnya. Ia tidak tau, Wang Chen ini terlalu baik atau terlalu bodoh. Pertama, bocah itu menanyakan tujuan pria pria di depan. Bukankah sudah jelas, bila mereka ingin mendapatkan Wang Feng untuk dijual atau dijadikan peliharaan? Apa Wang Chen tak bisa berfikir seperti penjahat, walau hanya sedikit?
"Hei, jangan terus menyebutku 'bodoh'. Bila kau menyebutku seperti itu, berarti kau 'lah yang 'bodoh'" ucap Wang Chen sambil melirik ke atas untuk melihat wajah Feng Ying.
"Apa?! Aku?! Kau bilang aku?! Kau yang bodoh! Bukan aku!" protes Feng Ying.
Nyawn~
"Wang Feng saja setuju denganku. Dia berkata bahwa kau itu bodoh" ucap Wang Chen.
"Hei, dia tak mengatakan itu. Dia hanya bilang agar kita menghind- awas Chen!"
Wang Chen terkejut mendengar ucapan Feng Ying. Iapun menatap ke depan dan bersamaan dengan itu, pukulan mendarat di wajahnya. Sementara Feng Ying menundukkan kepala kala ada serangan. Sehingga ia tidak terkena pukulan.
"Jangan tak mengacuhkan kami!" ucap pria kekar yang tadi memukul wajah Wang Chen.
"Sstt aduh, wajahku" Wang Chen langsung mengelus pipinya yang lebam hanya karna satu pukulan.
Feng Ying kembali mengangkat wajahnya. Ia langsung tertawa ketika tau bila Wang Chen terkena pukulan, "Hahaha, wajahmu jadi kena pukulan. Maka dari itu kau harus waspada ketika musuh sedang ada di depan!"
Wang Chen langsung menjatuhkan Feng Ying dari punggungnya. Iapun berbalik dan menatap Feng Ying yang duduk di tanah, "Kau jahat sekali. Aku baru saja terkena pukulan. Tapi kau malah tertawa?!" kesal Wang Chen.
Feng Ying mengelus bokongnya yang sakit, "Sstt kenapa kau menjatuhkanku! Ini sakit, kau tau?!" ia menatap Wang Chen kesal.
"Karna kau yang memulai terlebih dahulu dengan menertawakanku tadi!"
Feng Ying tak mendengarkan ucapan Wang Chen. Ia menepuk nepuk pakaiannya. Namun ia masih duduk di tanah. "Kau lah yang salah!" ia kembali menatap Wang Chen.
"Hah?! Aku?! kau yang-"
Nyawn~
Punggung Wang Chen dipukul oleh pria kekar, "Berisik! Kami masih ada di sini!"
__ADS_1
Wang Chen yang tak siap dengan pukulan itu langsung terjatuh ke arah depan. Wang Chen langsung menindih Feng Ying dan membuat keduanya jatuh betindih. Semua orang yang melihat kejadian itu terdiam. Bukan karna itu. Namun..
Mata Feng Ying dan Wang Chen melotot. Jarak antara mata keduanya hanya beberapa centi, mungkin hanya 2. Bibir mereka saling berciuman, hal inilah yang membuat semua orang di sekitar yang melihat kejadian terdiam.
Pipi keduanya sama sama merah karna malu. Feng Ying segera mendorong Wang Chen hingga membuat temannya itu jatuh ke sampingnya. Ia langsung berdiri dan mengelap bibirnya.
Sekarang, Feng Ying baru menyadari bahwa dia dan Wang Chen baru saja menjadi pusat perhatian. Pipinya tambah merah ketika tahu ini. Iapun mengeluarkan belati dari dalam cincin ruang miliknya dan menatap sekelomopok orang yang diam sambil menatapnya.
"Sialan! Jangan menatapku seperti itu!", Feng Ying menghilang dari tempatnya berada dan muncul tepat di depan pria yang tadi memukul Wang Chen. Iapun langsung melompat tinggi dan berputar, lalu menendang wajah pria itu.
Boomm
Pria itu terlempar beberapa meter. Hanya karna tendangan Feng Ying. Untungnya, tidak ada orang yang terkena dorongan tubuh pria itu.
Feng Ying kembali menghilang. Iapun muncul di sebelah pria kurus. Feng Ying mengayunkan belati dan membuat kepala pria itu jatuh ke tanah. Gerakan berpindah Feng Ying sangat cepat. Bahkan saat ini dirinya sudah membunuh 3 dari 5 orang yang mendatanginya tadi.
Satu orang kini kembali tewas dengan dada kiri yang ditusuk belati oleh Feng Ying. Bocah itu langsung melemparkan belati ke arah di mana pria kekar yang tadi ia tendang berada.
Semua orang terpaku pada kejadian ini. Seorang bocah membunuh 4 orang penjahat? Apa mereka tak salah lihat? Kini, tatapan semuanya tertuju pada belati yang melesat menuju seorang pria kekar. Beberapa orang menutup mata karna takut dengan kejadian apa yang akan terjadi pada pria kekar itu.
Melihat belati yang melesat padanya, pria kekar langsung ketakutan. Ia tidak bisa bergerak dari tempatnya duduk, karna terlalu takut.
Feng Ying muncul di depannya dan menghentikan laju belati. Belati saat ini berada beberapa centi dari mata pria itu. Melihat kejadian pembunuhan ini, banyak orang berlari menjauh.
Ada yang tidak mau ikut campur masalah ini, adapun yang lari karna takut. Sehingga saat ini hanya ada Wang Chen juga Wang Feng disekitar tempat Feng Ying.
Pipi Feng Ying masih merah saat ini. Namun tatapannya tajam ke arah pria kekar di depannya, "Ini semua karnamu! Menyebalkan! Dan lagi.. Banyak orang yang melihatnya! Memalukan! Akan kubuat dirimu menyesal karna memukul Chen dari belakang tadi!"
Feng Ying melirik ke belakang. "Tapi gara gara dia-"
"Sudah cukup.. Sudah cukup Ying," setetes air mata dari Wang Chen langsung terjatuh ke tanah.
Feng Ying langsung menjauhkan belati dari pria kekar itu. Bersamaan dengan itu, Wang Chen melepaskan cengkraman tangannya dari Feng Ying.
Feng Ying kembali memasukkan belati ke dalam cincin ruang miliknya. Iapun berbalik dan menatap Wang Chen yang menangis. "Hei, kenapa kau menangis?"
"Aku.. takut melihat itu," Wang Chen menunjuk ke belakang samping dirinya. Di sana, ada 3 mayat dengan kepala terpenggal dan satu orang dengan dada yang berdarah.
"Apa Chen takut melihat mayat karna tak terbiasa dengan ini? Atau karna dia trauma atas kejadian di kekaisaran Naga api saat penyerangan sekte aliran hitam terhadap istana?" batin Feng Ying.
Feng Ying mengetahui bahwa beberapa tahun lalu sekte aliran hitam menyerang istana kekaisaran Naga api dari informasi yang dia dengar ketika itu.
Feng Ying menghela nafas, "Lalu kau ingin kuapakan dia?", iapun menunjuk pria kekar.
Belum sempat Wang Chen mengatakan untuk melepaskan pria itu, pria kekar langsung bersujud, "Ampuni aku! Jangan bunuh aku! Bila kalian melepaskanku, sebagai gantinya aku akan memberikan apapun yang kalian inginkan! Tolong jangan bunuh aku!"
Feng Ying tersenyum sinis ke arah pria yang kini bersujud. "Heh, kami sudah memiliki apa yang kami butuhkan dan tidak membutuhkan apapun lagi. Juga, apa yang bisa orang sepertimu berikan pada kami?"
__ADS_1
Pria kekar itu terdiam. Namun dia kembali bersuara dengan nada memohon, "Kumohon.. Lepaskan aku! Aku memiliki adik di rumah! Bila aku mati, siapa yang menjaga adikku dan memberinya makan?"
Feng Ying masih tersenyum sinis, "Heh, apa menurutmu aku akan peduli dengan adikmu itu? Sekalipun dia ataupun kau yang mati, aku takkan peduli."
"Tolonglah.. Jangan bunuh aku!"
Wang Chen segera berjongkok di depan pria itu, "Kami akan melepaskanmu. Anda kembalilah dan temui adikmu."
Pria kekar mengangkat kepalanya. Ia menatap Wang Chen dengan air mata, "Apa benar anda akan melepaskanku?"
Wang Chen mengangguk dan tersenyum. Ia menghapus air mata yang tersisa di wajahnya, "Paman bisa pergi. Aku akan menjaga Ying, agar dia tak membunuhmu."
"Terimakasih.. Terimakasih..," pria kekar langsung berlari menjauh.
Ketika Feng Ying ingin menghentikannya, Wang Chen langsung menahan tangan Feng Ying. "Sudahlah.. Biarkan saja."
Feng Ying menggembungkan pipinya kesal. "Kau seharusnya tak membiarkan dia pergi begitu saja!"
Wang Chen tidak menghiraukan Feng Ying. Ia langsung mengangkat tubuh Wang Feng dan menggendongnya.
Nyawn~
"Tck, kita pergi" ucap Feng Ying. Iapun berjalan terlebih dahulu. Wang Chen langsung mengikuti dari belakang.
>> Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tingkat kekuatan di dunia ini:
*Pemula\=1-9
*Qi condensation\=1-9
*Qi foundation\=1-9
*Master\=1-9
*Grandmaster\=1-9
*Prajurit\=1-9
*Jenderal\=1-9
*Kaisar\=1-9
*Bumi\=1-7
__ADS_1
*Langit\=1-7
*Immortal