
"Hei, kalian sadarlah! Ini aku!" ucap patriarch yang kini posisinya diserang patriarch lain.
Berapa kalipun ia berteriak untuk berhenti dan mengatakan bahwa Feng Ying asli bukanlah dirinya, namun semua patriarch seakan tak mendengar ucapan seperti itu dari mulutnya. Mereka tetap menyerangnya.
Beberapa kali patriarch itu terpental dan saat ini dirinya sudah terluka parah. Bagaimana pun, ia tidak mungkin bisa mengalahkan empat orang patriarch sekaligus seperti ini. Terlebih, Jing Quo memiliki tingkat kultivasi yang lebih tinggi dari dirinya.
Di tempat yang tak jauh dari pertarungan, seorang bocah berdiri di balkon yang menghadap ke arah halaman istana. "Haha, aku tidak perlu repot repot melawan mereka" ucapnya.
Ia adalah Feng Ying yang asli. Ia sebenarnya menggunakan ilusi pada semua patriarch semenjak dirinya terlilit oleh akar. Namun, ia belum mengubah pandangan asli dari apa yang dilihat kelima patriarch pada saat itu. Mereka juga tidak sadar bila Feng Ying menggunakan ilusi pada diri mereka.
Wanita muda yang menggunakan elemen tumbuhan untuk mengikatnya adalah orang pertama yang ia ubah pandangannya.
Lalu, ketika Feng Ying mengubah pandangan patriarch lain, kecuali satu patriarch paruh baya yang menjadi dirinya, ia juga membuat pandangan wanita muda berubah kembali dan melihat patriarch paruh baya adalah dirinya. Jadi, wanita muda itu menyerang patriarch paruh baya.
Sementara, patriarch lain akan melihat bila wanita muda itu adalah patriarch paruh baya yang diserang. Mereka juga bisa melihat bila wanita muda masih diam di tempat yang padahal hanyalah ilusi.
Berarti, hanya patriarch yang dilihat sebagai Feng Ying yang tidak terkena ilusi. Karna Feng Ying memang tidak mengubah pandangan asli dari pria paruh baya itu.
***
Feng Ying menutup sebagian wajahnya dengan satu tangan. Ia meringis, "Sstt.. Jika saja aku tak memiliki regenerasi cepat, maka aku mungkin tidak akan bisa melihat lagi. Karna aku terlalu sering menggunakan ilusi pada orang yang tingkat kultivasinya jauh di atasku" gumam Feng Ying.
Memang benar apa yang Feng Ying katakan. Bila seorang keluarga Zhang menggunakan kemampuan ilusi mata mereka pada seseorang yang tingkat kultivasi lebih tinggi dari dirinya secara terus menerus, maka dia bisa saja mengalami kebutaan.
Sementara, bila seorang keluarga Zhang menggunakan kemampuan mata ilusi ini pada orang yang tingkat kultivasi di bawahnya, maka dampaknya sangat kecil atau bahkan takkan mendapatkan dampak apapun.
Bila saja Feng Ying tak memiliki regenerasi hebat dan cepat, maka dirinya mungkin sekarang sudah tidak bisa melihat. Karna dirinya sering menggunakan kemampuan ilusi pada seseorang yang lebih kuat dari dirinya.
Satu mata Feng Ying yang tertutup tangan saat ini mengeluarkan darah. Ini terjadi karna Feng Ying sering menggunakan kemampuan ilusi pada orang yang lebih kuat darinya. Walaupun memiliki regenerasi cepat, namun tetap saja Feng Ying bisa merasakan sakit pada matanya.
"Semoga saja ini akan menjadi lebih cepat" gumam Feng Ying. Ia menggunakan kemampuan ilusinya agar patriarch yang tidak ia kendalikan pandangannya itu tak melihat dirinya berada di atas balkon. Sehingga, patriarch itu tidak melihatnya di tempat ini.
***
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, patriarch paruh baya yang diposisi Feng Ying kali ini tak bisa berdiri kembali. Karna ia sudah terluka parah dan Qi nya pun sudah hampir habis untuk melawan empat patriarch sekaligus.
"Matilah sekarang juga!", patriarch wanita muda langsung menusukkan pedang tepat pada jantung pria paruh baya yang ia lihat sebagai Feng Ying.
"Uhk.. Kalian.. Keterlaluan! Aku berusaha.. Untuk tidak.. Melukai kalian.. Dengan parah.. Tapi.. Kalian tetap.. Ingin membunuhku! Kalau begitu.. Aku akan membawa.. Kalian bersamaku!" ucap patriarch paruh baya dengan kesulitan dan amarah.
Ia melakukan gerakan tangan. Walaupun kini ia sudah sekarat, namun sekuat tenaga ia akan melakukan gerakan ini dan membawa empat patriarch bersamanya.
"Angin topan pencabik tingkat 3!"
Angin topan langsung muncul dari depan dirinya. Lama kelamaan, angin itu semakin besar sehingga memiliki tinggi 3 meter. Pepohonan di sekitar langsung terbawa ke arah angin topan itu. Bahkan beberapa bagian bangunan istana terbawa masuk ke dalam.
Penjaga yang pingsan di dekat halaman istana ikut masuk ke dalam angin topan yang berputar. Keempat patriarch mencoba untuk mempertahankan dirinya untuk tak terbawa. Karna angin topan itu ada tepat di depan mereka.
Angin topan itu tidak hanya berputar di tempat saja. Namun ia pergi menghampiri keempat patriarch dan membuat keempat patriarch itu masuk ke dalam angin topan.
Bukan hanya mereka berempat. Bahkan patriarch yang kini sudah mati setelah menyelesaikan jurusnya itu masuk ke dalam angin topan.
"Aagghh!"
Walaupun keempat patriarch memiliki tingkat kultivasi yang tinggi, namun mereka tak bisa membebaskan diri.
Jurus angin topan pencabik bisa dikatakan jurus pengorbanan. Karna bila menggunakan jurus ini, maka penggunanya akan mati oleh angin topan dari jurus. Sebagai gantinya, orang yang ditargetkan untuk mati oleh pengguna, akan angin topan bereskan. Ia akan menghilang ketika orang yang menjadi target sudah mati.
***
Tak lama kemudian, angin topan langsung mengecil dan menghilang. Di sekitar angin topan tadi terdapat darah yang berserakan dan pakaian yang terkoyak koyak. Cincangan daging juga terlihat di sana.
Halaman istana yang awalnya berisik oleh pertarungan, kini menjadi sunyi. Tidak ada orang selain Feng Ying yang menyaksikan kematian lima patriarch itu.
Feng Ying berdecak kagum. Matanya nampak berbinar, "Woah! Hari yang beruntung! Aku sekarang tidak perlu ambil tindakan lagi Karna semua sudah dibereskan olehnya."
Iris mata Feng Ying yang merah perlahan berubah menjadi biru. Di kedua pipinya masih terlihat darah yang keluar dari matanya tadi. Ia langsung mengusap darah di kedua pipinya dengan tangan, walaupun hal itu tidak membuatnya dapat menghapus darah sepenuhnya di wajah.
__ADS_1
"Aku tak percaya.. Membereskan musuh utama ternyata mudah. Aku tidak perlu berbuat banyak" ucap Feng Ying. Ia tersenyum senang.
Feng Ying mengeluarkan kitab pemanggil iblis yang ada di dalam cincin ruang miliknya. "Sekarang aku akan lihat apa yang ada di dalam kitab ini."
Kitab itu nampak agak usang dan terlihat cukup tipis. Feng Ying berniat membukanya. Namun, kitab itu tak bisa ia buka. Feng Ying mengalirkan Qi nya, berharap dapat membuka kitab itu. Namun, itu juga tak berhasil.
"Cih, kenapa tak bisa dibuka?! Percuma saja aku mengambil kitab ini dari mereka!" gerutunya.
"Bukan kau yang melakukan jurus pengendali selama 5 tahun itu. Jadi kau tidak bisa membukanya" ucap suara yang didengar Feng Ying.
"Heh, sejak kapan kau mau menjawab pertanyaanku, tanpa kutanyakan dulu padamu? Apa sekarang kau kesepian, jadi mengajakku berbicara?" ejek Feng Ying.
"Cih, tidak sama sekali."
"Hahaha, kau hanya malu mengakuinya. Ayo akui saja bila kau kesepian. Maka aku akan sering mengajakmu bicara."
"..."
Tidak ada jawaban sama sekali dari Jian. Feng Ying menghela nafas. Ia pun bergumam, "Kenapa Jian bisa tau tentang itu?"
"Aku dengar."
"Kebetulan! Aku tau kau pasti mendengar ucapanku. Jadi katakan, dari mana kau bisa mengetahui bahwa kitab itu tak bisa dibuka hanya karna bukan aku yang melakukan jurus pengendali itu?"
"..."
Lagi lagi, tidak ada jawaban sama sekali dari Jian. Hal ini membuat Feng Ying jengkel, "Kau yang mengajakku pertama bicara. Tapi kau tidak mau menjawabku, menyebalkan!"
"..."
Feng Ying mendengus. Iapun langsung melompat turun dari atas balkon. Padahal, balkon itu cukup tinggi. Tapi bocah itu langsung melompat turun begitu saja.
Tempat Feng Ying berpijak langsung berubah menjadi cekungan ketika dirinya mendarat. Ia masih bisa melihat banyak debu beterbangan akibat angin topan tadi. Bahkan darah terciprat kemana mana.
__ADS_1
Feng Ying memasukkan kitab pemanggil kembali ke dalam cincin ruangnya, "Lebih baik aku simpan saja kitab ini."